Perempuan 19 Tahun Siap Pecahkan Rekor Terbang Solo Keliling Dunia
Connect with us

Travel

Perempuan 19 Tahun Siap Pecahkan Rekor Terbang Solo Keliling Dunia

Published

on

Gencil News – VOA – Perempuan 19 tahun asal Belgia, Zara Rutherford berencana akan terbang solo keliling dunia pada 11 Agustus mendatang. Jika berhasil, ia akan memecahkan rekor dunia sebagai perempuan termuda yang terbang sendiri keliling dunia.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Travel

10 Danau di Indonesia Yang Mempesona

Published

on

10 Danau di Indonesia Yang Mempesona
10 Danau di Indonesia Yang Mempesona - Foto : Glen Clarsten

Gencil News – Indonesia banyak memiliki keindahan alam yang mempesona. Pesona wisata di Indonesia terbentang dari Sabang – Merauke.  Potensi wisata alam Indonesia punya banyak pilihan. Indonesia merupakan negara dengan beragam bentang alam yang eksotis. Mulai dari gunung, danau, pantai, dan bawah laut, potensi wisata alam Indonesia tak pernah mengecewakan hati.

Berikut potensi wisata alam berupa danau, dirangkum Gencil.news dari Kemenparekraf

1. Danau Toba

Tak cuma menjadi danau terluas di Indonesia, Danau Toba juga merupakan salah satu danau vulkanik terbesar di dunia. Danau ini memiliki panjang 100 kilometer (62 mil), lebar 30 kilometer (19 mil) dengan kedalaman mencapai 505 meter sehingga Danau Toba menjadi danau terdalam kedua di Indonesia dan ke-15 di dunia.

2. Danau Towuti

Danau ini memiliki luas permukaan mencapai 561 km persegi yang menjadikannya danau terluas kedua di Indonesia setelah Danau Toba. Danau tektonik yang berusia jutaan tahun ini berada di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dan merupakan bagian dari kawasan Taman Wisata Alam Danau Towuti. Danau ini merupakan salah satu dari 12 danau purba yang ada di dunia.

3. Danau Ranau

Jika melihat dari volume airnya, Danau Ranau merupakan danau terbesar kedua yang ada di Indonesia. Berada di perbatasan antara provinsi Lampung dan Sumatera Selatan, Danau Ranau merupakan danau Vulkanik yang memiliki panjang 16 km, lebar 8 km, luas permukaan 125,9 km persegi, kedalaman maksimal 229 meter, dan volume air mencapai 21,95 km kubik. Di tengah danau ini terdapat Pulau Marisa yang menjadi salah satu destinasi wisata karena keberadaan tempat pemandian air panas alami.

4. Danau Singkarak

Berada di Kabupaten Solok dan Tanah Datar, Sumatera Barat, Danau Singkarak menawarkan pemandangan memesona dan kerap dijadikan salah satu destinasi wisata wajib jika datang ke provinsi tersebut. Memiliki ukuran panjang 21 km, lebar 7 km, dengan luas permukaan 107,8 km persegi, Danau Singkarak merupakan danau terluas kedua di Pulau Sumatera setelah Danau Toba. Sebelum masa pandemi, lomba balap sepeda internasional Tour de Singkarak rutin diadakan setiap jelang akhir tahun.

5. Danau Matano

Sulawesi Selatan memiliki Danau Matano yang merupakan danau paling dalam di Indonesia bahkan di Asia Tenggara dan menempati urutan ke-11 di dunia dengan kedalaman 590 meter. Keindahan alam di kawasan danau ini menjadikannya salah satu destinasi wisata alam di Sulawesi Selatan.

6. Danau Poso

Di Sulawesi Tengah, tepatnya di Kabupaten Poso terdapat danau tektonik purba yakni Danau Poso. Danau ini memiliki panjang 32 km, lebar 16 km, dan luas permukaan 323 km persegi, dengan kedalaman mencapai 450 meter membuat Danau Poso menjadi danau terdalam ketiga di Indonesia. Meski berada di ketinggian 657 mdpl, gelombang air di danau ini hampir serupa dengan gelombang air laut. Danau ini memiliki unsur yang unik dengan pasirnya yang berwarna kuning keemasan.Suasana Danau Sentani, Jayapura. (Foto: Shutterstock/Setiono Joko Purwanto)Suasana Danau Sentani, Jayapura. (Foto: Shutterstock/Setiono Joko Purwanto)

7. Danau Sentani

Danau ini membentang dari Kota Jayapura ke Kabupaten Jayapura. Dengan luas mencapai 9.360 hektar menjadikan Danau Sentani sebagai danau paling luas di Papua. Tak cuma terkenal akan keindahan alamnya, daya tarik wisata dari Danau Sentani adalah perhelatan Festival Danau Sentani yang diselenggarakan setiap bulan Juni. Festival ini menampilkan berbagai pertunjukkan adat yang diselenggarakan di sekitar danau sehingga kerap dimanfaatkan sebagai lokasi pariwisata yang seru.

8. Danau Sentarum

Danau Sentarum merupakan danau berjenis floodplain yang terletak di Kalimantan Barat. Meski kedalaman maksimumnya hanya mencapai 8 m, tapi danau ini memiliki luas sekitar 275 km persegi sehingga termasuk salah satu danau terbesar di Indonesia. Sebagai danau musiman, danau ini akan dipenuhi air selama 10 bulan di setiap tahunnya. Sedangkan di bulan-bulan berikutnya, danau ini akan surut dan membentuk kolam-kolam kecil.

9. Danau Paniai

Sebaiknya siapkan jaket tebal jika mau berkunjung ke destinasi wisata danau satu ini. Pasalnya Danau Paniai berada di ketinggian 1.742 mdpl yang terletak di Kabupaten Paniai, Papua. Danau ini mempunyai luas permukaan 195 km persegi dengan kedalaman maksimal mencapai 50 meter.Suasana di Danau Maninjau, Sumatera Barat (Foto: Shutterstock/Zulfikri Sasma)Suasana di Danau Maninjau, Sumatera Barat (Foto: Shutterstock/Zulfikri Sasma)

10. Danau Maninjau

Danau Maninjau merupakan danau tektonik yang terletak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Danau ini terletak di ketinggian 459 m, sehingga suhunya masih sejuk cenderung normal. Meski luasnya hanya mencapai 99,5 km persegi dengan kedalaman maksimal 165 m, salah satu danau terbesar di Indonesia ini terkenal dengan pemandangannya yang indah dan dikelilingi pegunungan. Untuk mencapai ke danau ini, siap-siap melewati Kelok 44 yang terkenal curam.

Nah, itulah 10 danau paling memesona di Indonesia yang tak hanya besar tetapi juga terkenal akan keindahan panoramanya. Destinasi wisata danau mana yang menjadi favorit Anda?

Sumber :

Continue Reading

Travel

Pemerintah Berharap Jangan Ada Wisata Balas Dendam

Menurunnya jumlah kasus COVID-19 menggairahkan sektor pariwisata. Pengelola mengharapkan pemasukan, sementara masyarakat yang jenuh membutuhkan hiburan. Namun, pemerintah berharap tidak ada “wisatawan balas dendam.”.

Published

on

Pemerintah Berharap Jangan Ada Wisata Balas Dendam

Gencil News – VOA – Penurunan level dalam PPKM membawa konsekuensi diizinkannya pembukaan sejumlah obyek wisata, meskipun langkah itu harus diiringi penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Zaenul Padli turut mengelola destinasi wisata di Desa Tetebatu, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kepada VOA dia mengaku, pandemi ini memberi pengaruh sangat besar terhadap kunjungan wisatawan.

Padahal, mereka sudah memiliki basis wisatawan yang setia datang dari Eropa, khususnya dari Belanda. Padli mengungkapkan, seluruh pihak di sana menunggu pintu gerbang lebih lebar dibuka, terlebih bagi wisatawan asing.

“Bisalah Desa Tetebatu ini nanti dalam masa pandemi, pemerintah memberi kita ruang lebih untuk menerima para wisatawan ini. Karena rata-rata wisatawan yang dari luar negeri sudah menelepon semua, tetapi karena PPKM, karena pandemi, bandara belum dibuka. Mereka tidak bisa ke sini,” kata Padli.

Tenda-tenda para pendaki di Gunung Rinjani. (Foto: Humas Kementerian Pariwisata)
Tenda-tenda para pendaki di Gunung Rinjani. (Foto: Humas Kementerian Pariwisata)

Bulan lalu, Tetebatu terpilih menjadi satu dari tiga desa wisata di Indonesia yang akan maju dalam ajang desa wisata terbaik yang diselenggarakan badan wisata PBB, UNWTO. Jika menjadi pemenang bulan Oktober nanti, tentu akan menjadi kesempatan promosi besar bagi sektor wisata di NTB.

Pemerintah Tarik Rem

Harapan besar pelaku wisata seperti Padli, mungkin masih lama untuk terwujud. Pemerintah masih menahan rem di sektor pariwisata, karena memahami risikonya terhadap upaya mengatasi pandemi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno sempat menyinggung isu ini, dalam konferensi pers mingguan, Senin (20/9). Dia meminta tidak ada wisatawan balas dendam. Istilah ini dipakai untuk menyebut mereka yang menyerbu destinasi wisata sebagai “balas dendam” setelah jenuh berbulan-bulan tidak bisa berekreasi.

Sandiaga menyebut, pemerintah mendorong sosialisasi dengan segmen dan target tertentu, agar masyarakat berhati-hati dan waspada dalam berwisata.

“Karena kita ini masih di tengah-tengah pandemi, dan saya nyatakan di sini, gelombang-gelombang selanjutnya dari pandemi COVID-19 ini tidak bisa kita elakkan. Hanya bisa kita antisipasi dengan lebih baik,” ujar Sandi.

Para pendaki warga negara asing dan Indonesia berjalan di Desa Sembalun setelah turun dari Gunung Rinjani di Lombok Timur, 30 Juli 2018. (Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto via Reuters)
Para pendaki warga negara asing dan Indonesia berjalan di Desa Sembalun setelah turun dari Gunung Rinjani di Lombok Timur, 30 Juli 2018. (Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto via Reuters)

Para pakar virus memang menduga bahwa varian baru akan terus bermunculan. Penyebabnya adalah mutasi dari virus COVID-19 sendiri. Untuk menghadapinya, sektor pariwisata harus dibuka dengan hati-hati.

Sandi berharap, jangan sampai penurunan level PPKM diartikan sebagai kebebasan dan euforia beraktivitas, termasuk wisata.

“Melandainya kasus COVID-19 ini adalah secercah harapan, dan waktu tepat untuk kita menata ulang, sehingga pariwisata itu lebih smaller in size, lebih quality-based,” kata Sandi.

Dia juga berharap masyarakat mau memilih destinasi-destinasi yang tidak unggulan atau favorit. Misalnya, kata Sandi, kunjungan bisa dilakukan ke desa wisata. Dia sendiri mengaku sudah menikmati desa wisata, dan melihat potensi luar biasa.

“Tentunya harus berdisiplin, menggunakan aplikasi Pedulilindungi di sentra-sentra ekonomi kreatif dan destinasi wisata umum lainya. Dengan protokol CHSE yang ketat dan disiplin, kita harus cegah terjadinya lonjakan kasus lagi,” ujar Sandi

Vaksinasi juga menjadi salah satu kunci. Sandi misalnya secara khusus menyebut NTB sebagai wilayah yang harus meningkatkan cakupan vaksinasi. Apalagi, ke depan Sirkuit Mandalika direncanakan akan menjadi ajang World Superbike.

Proyek pembangunan pesisir Mandalika, yang merupakan usulan lokasi perlombaan motor MotoGP baru di sirkuit jalan raya yang dibuat khusus di Mandalika, Lombok selatan, 23 Februari 2019. (Foto: AFP/Arsyad Ali)
Proyek pembangunan pesisir Mandalika, yang merupakan usulan lokasi perlombaan motor MotoGP baru di sirkuit jalan raya yang dibuat khusus di Mandalika, Lombok selatan, 23 Februari 2019. (Foto: AFP/Arsyad Ali)

Daerah Sangat Berhati-Hati

Sementara itu, pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta relatif berhati-hati dalam pembukaan kembali sektor pariwisata. Hingga saat ini, baru tiga destinasi wisata yang resmi dibuka, dengan penerapan batas pengunjung.

Empat destinasi lainnya diusulkan untuk dapat dibuka secepatnya, menunggu persetujuan dari pihak terkait. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, telah memasukkan empat destinasi wisaya di DIY, dalam daftar 20 destinasi di Jawa-Bali, yang diusulkan dibuka kembali dengan penerapan aplikasi Pedulilindungi.

Kawasan Nol Kilometer Yogyakarta yang biasa menjadi pusat wisata kini sepi di tengah diberlakukannya PPKM di tengah pandemi COVID-19, 16 Juli 2021 (Foto:VOA/ Nurhadi)
Kawasan Nol Kilometer Yogyakarta yang biasa menjadi pusat wisata kini sepi di tengah diberlakukannya PPKM di tengah pandemi COVID-19, 16 Juli 2021 (Foto:VOA/ Nurhadi)

Pekan lalu, kunjungan wisatawan domestik ke Yogyakarta terlihat cukup menggeliat. Bus-bus pariwisata nampak terparkir di sejumlah titik kota, karena tidak bisa masuk ke kawasan wisata populer, Jalan Malioboro. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X resah dengan kondisi ini. Dia bahkan mempertanyakan tujuan pengelola perjalanan wisata mulai membuka paket, karena obyek wisatanya sendiri masih ditutup.

“Akhirnya karena tutup, semua ditumpahkan ke Malioboro. Ini maksudnya, biar DIY statusnya merah atau apa? Kita enggak tahu,” kata Sultan.

Sultan juga mengingatkan, destinasi wisata di Yogyakarta mayoritas masih tutup, seperti juga di provinsi-provinsi lain di Jawa dan Bali. Dia memastikan perusahaan jasa wisata dan operator bus mengetahui keputusan pemerintah itu.

Bali, destinasi wisata utama di Indonesia, nampaknya juga masih harus bersabar. Provinsi ini baru satu pekan menikmati status penurunan level PPKM, dari 4 menjadi 3.

Pakar kesehatan masyarakat Universitas Udayana, Bali, I Made Kerta Duana kepada VOA mengatakan, perbaikan status itu harus ditanggapi dengan hati-hati. Dia memahami, bahwa penopang utama ekonomi Bali adalah pariwisata. Namun, aturan dan kondisi yang ada, kata dia membuat masyarakat memang harus lebih sabar.

Tidak dapat dielakkan, kata Made, pariwisata Bali khususnya sangat tergantung dari kunjungan wisayawan internasioal. Di sisi lain, pandemi memaksa pemerintah daerah memaksimalkan potensi wisatawan domestik. Apapun pilihan yang diambil, pembukaan kembali sektor pariwisata harus dilakukan dengan penerapan syarat yang maksimal. Dia mengingatkan, salah satu patokan kepercayaan terhadap sektor pariwisata, adalah status atau level PPKM, di mana Bali saat berada di Level 3.

“Kalau kita buka sektor pariwisata sedikit-sedikit seperti sekarang, tetapi kita bisa turun ke Level 2, tentu kepercayaan akan tumbuh bahwa pariwisata bukan sektor yang bisa menjadi kambing hitam dalam peningkatan kasus,” kata Made kepada VOA.

Dengan kehati-hatian, Made optimis pariwisata Bali akan kembali tumbuh. Pengawasan yang lebih baik dan evaluasi bertahap dibutuhkan untuk memastikan keamanannya. Jika semua terkendali, Made yakin sektor pariwisata akan pulih sepenuhnya, dan ekonomi Bali akan membaik. 

Continue Reading

Travel

2 Bandara Kedatangan Untuk Penerbangan Internasional di Indonesia

Published

on

By

2 Bandara Kedatangan Untuk Penerbangan Internasional di Indonesia

Gencil News – Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa sampai hari ini pintu masuk negara untuk penerbangan internasional hanya melalui Bandara Soekarno Hatta Jakarta dan Bandara Sam Ratulangi di Manado.

 Beredarnya kabar di media sosial yang menyatakan bahwa penerbangan internasional ke Bali dan beberapa bandara internasional di Indonesia sudah mulai dibuka.

Kemenhub berharap kepada masyarakat agar lebih selektif dan bisa mengklarifikasi terlebih dahulu tentang informasi yang beredar di media sosial, agar tidak menimbulkan kebingungan.

Pembatasan pintu masuk negara ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi dan mencegah penyebaran varian virus baru Covid-19 termasuk Varian Mu (B.1.621) masuk ke Indonesia melalui simpul-simpul transportasi yang melayani rute internasional.

Sesuai dengan intruksi Mendagri no 42 tahun 2021 dan SE Menhub nomor 74 tahun 2021 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan intenasional pada masa pandemi covid-19.

Kementrian Perhubungan bahwa sampai hari ini pintu masuk negara untuk penerbangan internasional, hanya melalui Bandara Soekarno-Hatta Banten dan Sam Ratulangi Manado.

Kebijakan ini mulai efektif berlaku mulai tanggal 17 september 2021. Dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan dan perkembangan dilapangan.

Continue Reading

Travel

Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran

Published

on

Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran

Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran –  Perayaan Idulfitri atau lebaran menjadi sebuah momen yang ditunggu oleh umat muslim di seluruh Indonesia, setelah menjalankan ibadah berpuasa satu bulan penuh.

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, ternyata terdapat berbagai macam cara unik masyarakat di daerah untuk menyambut dan merayakan hari Lebaran. Berikut ragam tradisi unik di berbagai wilayah di Indonesia yang dikumpulkan dari berbagai sumber.

1. Grebeg Syawal di Yogyakarta
Kota Yogyakarta memiliki tradisi yang selalu dilakukan setelah Idulfitri, yaitu perayaan Grebeg Syawal. Sebenarnya, Grebeg Syawal adalah tradisi keraton untuk menyambut 1 Syawal. Biasanya perayaan ini akan diawali dengan para warga mengarak bermacam-macam hasil bumi yang disusun rapi berbentuk kerucut berukuran besar dari Pagelaran Keraton menuju Halaman Masjid Agung Kauman. Setelah didoakan, hasil bumi tadi biasanya akan menjadi rebutan warga yang hadir dalam kegiatan tersebut

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Grbeg Syawal

2. Sungkem Tlompak di Magelang
Tradisi ini diikuti masyarakat lereng bara Gunung Merbabu sebagai bentuk syukur atas ketersediaan air di mata air Telompak di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Usai berdoa dan memasang sesaji yang dipimpin seorang juru kunci, mereka menggelar kesenian tradisional Campur Bawur di mata air tersebut.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Sungkem Tlompak

3. Malaman di Lampung 
Malaman dilakukan pada malam takbir, sehari jelang Idulfitri. Anak-anak dan remaja laki-laki akan menyusun batok-batok kelapa di halaman rumah mereka hingga menjulang setinggi satu meter bahkan lebih. Menjelang Lebaran, akan ada banyak batok kelapa yang tidak terpakai sisa masak rendang. Usai disusun, batok kelapa dibakar hingga api tampak menjulang dan anak-anak bersorak kegirangan.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Malaman

4. Bedulang di Bangka
Penduduk Bangka di Kepulauan Bangka Belitung mempunyai tradisi unik untuk merayakan momen kebersamaan saat Lebaran, yaitu Bedulang. Tradisi yang biasanya dilakukan setelah bersilaturahmi dan bermaaf-maafan ini merupakan tradisi makan begara yang artinya makan bersama. Namun karena penyajiannya menggunakan tudung saji, akhirnya disebut juga dengan nama bedulang. Uniknya, saat menyantap makanan kamu nggak boleh pakai sendok dan diharuskan pakai tangan. Jadi harus cuci tangan dulu, dengan aturan orang yang paling tua dulu yang cuci tangan, baru kemudian dilanjutkan dengan yang lebih muda.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Bedulang

5. Perang Topat di Lombok
Perang Topat di Lombok bertujuan untuk mempererat hubungan antara umat beragama. Perang Topat yang berarti perang ketupat ini dilakukan oleh suku asli Lombok, yaitu Suku Sasak dan biasanya dilakukan saat hari ke-6 Lebaran. Tradisi ini dimulai dengan mengarak hasil bumi, kemudian dilanjutkan dengan saling lempar ketupat yang dipercaya akan mengabulkan doa dan permohonan mereka.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Perang Topat

6. Festival Tumbilotohe di Gorontalo
Festival Tumbilotohe ini berasal dari Gorontalo dan merupakan tradisi dimana para warga Gorontalo akan menyalakan lampu yang berbahan minyak tanah yang nantinya bakal menerangi sepanjang jalan di kota Gorontalo. Tujuannya sebenarnya yaitu untuk menerangi jalan agar warga desa bisa dengan mudah melaluinya saat membagi-bagikan zakat. Biasanya tradisi ini juga dimeriahkan dengan tabuhan bedug dan meriam dari bambu.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Festival Tumbitohe

7. Ngejot di Bali
Tradisi di Pulau umat Muslim di Pulau Dewata ini merupakan tradisi yang dilakukan setiap tahun ini bertujuan menciptakan hubungan yang harmonis antar umat beragama di Bali. Dalam kegiatan ini umat muslim akan membagi-bagikan makanan bagi semua warga tanpa membedakan agama yang dianutnya. Tradisi Ngejot juga sering dilakukan oleh umat Hindu di Bali saat mereka merayakan hari besar agama Hindu.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Ngejot

8. Ronjok Sayak di Bengkulu
Masyarakat Bengkulu percaya bahwa api merupakan penghubung antara manusia dengan leluhur mereka melahirkan tradisi Lebaran bernama Ronjok Sayak atau yang dikenal juga dengan Bakar Gunung Api. Tradisi ini sudah dilakukan selama ratusan tahun oleh Suku Serawai dan selalu dilakukan saat malam takbiran. Biasanya Suku Serawai akan menyusun batok-batok kelapa hingga menjulang tinggi lalu kemudian dibakar di depan rumah masing-masing.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Rojok Sayak

9. Festival Meriam Karbit di Pontianak
Tradisi yang dilakukan oleh penduduk Pontianak ini sudah dijalankan selama 200 tahun lebih. Festival Meriam Karbit sendiri menggunakan meriam yang terbuat dari bambu besar dan diletakkan di pinggir Sungai Kapuas. Menjelang malam takbiran, para warga Pontianak akan berkumpul di sekitar pinggir sungai untuk menyalakan meriam-meriam besar tersebut sebagai tanda datangnya hari kemenangan

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Festival Meriam Karbit

10. Batobo di Riau
Tradisi Batobo merupakan kegiatan penduduk Riau yang mudik ke kampung halamannya akan disambut meriah oleh keluarga dan bahkan oleh warga desa. Mereka akan diarak sambil diiringi pukulan rebana menuju tempat buka bersama. Biasanya tradisi ini juga diisi dengan pengajian dan lomba baca Al-Quran, dimana hadiahnya berasal dari para pemudik yang pulang kampung tersebut.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Batabo

11. Meugang di Aceh
Tradisi Meugang yang berasal dari Aceh ini biasanya dilakukan setiap tahun menjelang Idulfitri. Tradisi Meugang sendiri biasanya dilakukan oleh semua warga di sebuah kampung. Dimana mereka akan berkumpul di masjid untuk memasak daging dan menyantapnya bersama-sama. Selain itu, daging yang ada juga biasanya dibagikan kepada sesama yang membutuhkan sebegai bentuk saling berbagai di bulan Ramadan. Tradisi ini juga dilakukan saat perayaan Idul Adha.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Meugang

12. Pukul Sapu di Maluku Tengah
Tradisi yang dilakukan oleh penduduk Leihitu, Maluku Tengah ini bisa dibilang cukup ekstrem. Tradisi yang digelar pada hari ke-7 Lebaran ini biasanya dilakukan oleh perwakilan pria dari masing-masing desa yang meliputi desa Morella dan desa Mamala. Para perwakilan dari masing-masing desa akan berkumpul di halaman masjid besar dan mereka akan saling memukul punggung satu sama lain menggunakan lidi dari pohon enau. Tradisi ini berlangsung selama sekitar 30 menit dan biasanya akan membuat kulit sobek hingga berdarah-darah.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Pukul Sapu

13. Kenduri Makam di Aceh
Tradisi yang turun-temurun dilakukan oleh warga Desa Pasi di Kabupaten Aceh Barat ini diperingati di hari ke-12 setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Kenduri Makam


Warga akan melakukan ziarah dan makan kenduri bersama di lokasi pemakaman tempat keluarga dikebumikan. Orang yang menghadiri ritual kenduri membawa beraneka macam masakan nasi dan aneka kue khas Aceh untuk dimakan bersama usai rangkaian acara.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING