Mulai 14 Oktober, Ini SE Satgas COVID-19 Soal Perjalanan Internasional
Connect with us

Travel

Mulai 14 Oktober, Ini SE Satgas COVID-19 Soal Perjalanan Internasional

Published

on

Mulai 14 Oktober, Ini SE Satgas COVID-19 Soal Perjalanan Internasional

Gencil News – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 20 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 14 Oktober 2021 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian,” ditegaskan dalam SE yang ditandatangani Ketua Satgas Ganip Warsito pada tanggal 13 Oktober ini.

Disebutkan dalam latar belakang SE ini, bahwa dalam rangka menindaklanjuti perkembangan situasi penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional, diperlukan penyesuaian mekanisme pengendalian terhadap perjalanan internasional.

“Untuk mengantisipasi penyebaran virus SARS-CoV-2 baru maupun yang akan datang dan dalam rangka pembukaan kembali sektor pariwisata melalui perjalanan internasional, maka pelaku perjalanan internasional harus mematuhi protokol kesehatan dengan sangat ketat serta memperhatikan regulasi atau kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” ditegaskan dalam SE.

Ganip menyebutkan, maksud SE ini adalah untuk menerapkan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan Internasional pada masa pandemi COVID-19. Adapun tujuannya adalah untuk melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan penularan COVID-19.

“Ruang lingkup Surat Edaran ini adalah protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan internasional” ujarnya.

Sebagaimana didefinisikan dalam SE, pelaku perjalanan internasional adalah seseorang yang melakukan perjalanan dari luar negeri pada 14 hari terakhir.

Dalam SE disebutkan juga sejumlah dasar hukum yang digunakan, di antaranya adalah  keputusan Rapat Terbatas (Ratas) tanggal 28 Desember 2020 serta tanggal 6 Januari, 11 Januari, 21 Januari, dan  2 Februari 2021. Juga keputusan Ratas tanggal 6 September dan 11 Oktober 2021.

Berikut ketentuan protokol kesehatan yang tertuang dalam SE:

1. Pelaku perjalanan internasional yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dari luar negeri diizinkan memasuki indonesia dengan tetap mengikuti protokol kesehatan ketat sebagaimana ditetapkan pemerintah.

2. Larangan memasuki wilayah Indonesia, baik secara langsung maupun transit di negara asing tetap diberlakukan bagi pelaku perjalanan internasional yang berstatus Warga Negara Asing (WNA) kecuali yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

a. Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal Keimigrasian dalam Masa Penanganan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional;
b. Sesuai skema perjanjian bilateral Travel Corridor Arrangement (TCA); dan/atau
c. Mendapatkan pertimbangan/izin khusus secara tertulis dari kementerian/lembaga (K/L).

3. Seluruh pelaku perjalanan internasional, baik yang berstatus WNI maupun WNA harus mengikuti ketentuan/persyaratan sebagai berikut:

a. Mematuhi ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah;
b. Menunjukkan kartu atau sertifikat (fisik maupun digital) telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap seminimalnya 14 hari sebelum keberangkatan sebagai persyaratan memasuki Indonesia, dengan ketentuan sebagai berikut:

i. WNI wajib menunjukkan kartu atau sertifikat (fisik maupun digital) telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap sebagai persyaratan memasuki Indonesia, serta dalam hal WNI belum mendapat vaksin di luar negeri maka akan divaksinasi di tempat karantina setibanya di Indonesia setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR kedua dengan hasil negatif;
ii. WNA wajib menunjukkan kartu atau sertifikat (fisik maupun digital) telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap sebagai persyaratan memasuki Indonesia;
iii. Dalam hal WNA belum mendapat vaksin di luar negeri maka akan divaksinasi di tempat karantina setibanya di Indonesia setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR kedua dengan hasil negatif, dengan ketentuan sebagai berikut:

Baca juga   Yogya dan Wacana 'New Normal' di Tengah Pandemi

1) WNA berusia 12-17 tahun;
2) Pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas; dan/atau
3) Pemegang kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan kartu izin tinggal tetap (KITAP).

iv. WNA yang sudah berada di Indonesia dan akan melakukan perjalanan, baik domestik maupun internasional, diwajibkan untuk melakukan vaksinasi melalui skema program atau gotong royong sesuai peraturan perundang-undangan;
v. Kewajiban menunjukkan kartu atau sertifikat vaksinasi COVID-19 (fisik maupun digital) sebagai persyaratan memasuki Indonesia dikecualikan kepada:

1) WNA pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait dengan kunjungan resmi/kenegaraan pejabat asing setingkat menteri ke atas dan WNA yang masuk ke Indonesia dengan skema TCA sesuai prinsip resiprositas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.


2) WNA yang belum melakukan vaksinasi dan bermaksud untuk melakukan perjalanan domestik dan melanjutkan dengan tujuan mengikuti penerbangan internasional keluar dari wilayah RI, diperbolehkan untuk tidak menunjukkan kartu/sertifikat vaksinasi COVID-19 selama tidak keluar dari area bandar udara (bandara) selama transit menunggu penerbangan internasional yang hendak diikuti, dengan persyaratan:

a. telah diizinkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) setempat untuk melaksanakan perjalanan domestik dengan tujuan agar dapat meneruskan penerbangannya keluar dari Indonesia; dan


b. menunjukkan jadwal tiket penerbangan ke luar Indonesia untuk direct transit dari kota keberangkatan menuju bandara internasional di wilayah RI dengan tujuan akhir ke negara tujuan.

3) Pelaku perjalanan internasional usia di bawah 18 tahun; dan


4) Pelaku perjalanan internasional dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin, dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dan rumah sakit pemerintah negara keberangkatan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19,

vi. Kartu atau sertifikat (fisik maupun digital) telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap ditulis dalam bahasa Inggris, selain dengan bahasa negara asal.

c. Menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR di negara asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC Internasional Indonesia.


d. Pada saat kedatangan, dilakukan tes ulang RT-PCR bagi pelaku perjalanan internasional dan diwajibkan menjalani karantina selama 5 x 24 jam, dengan ketentuan sebagai berikut:

1) Bagi WNI, yaitu Pekerja Migran Indonesia (PMI); pelajar/mahasiswa; atau pegawai pemerintah yang kembali dari perjalanan dinas luar negeri sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Internasional dengan biaya ditanggung oleh pemerintah.

Baca juga   Maskapai Dibolehkan Angkut 100 persen Penumpang, Tapi Ini Syaratnya


2) Bagi WNI di luar kriteria sebagaimana dimaksud pada angka 1) dan bagi WNA, termasuk diplomat asing, di luar kepala perwakilan asing dan keluarga kepala perwakilan asing menjalani karantina di tempat akomodasi karantina.

e. Tempat akomodasi karantina sebagaimana dimaksud pada huruf d.2) wajib mendapatkan rekomendasi dari Satgas Penanganan COVID-19 yang telah memenuhi syarat dan ketentuan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk kebersihan (cleanliness), kesehatan (health), keamanan (safety), dan kelestarian lingkungan (environment sustainability)-(CHSE) dan kementerian yang membidangi urusan kesehatan untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya atau dinas provinsi yang membidangi urusan kesehatan di daerah terkait dengan sertifikasi protokol kesehatan COVID-19;


f. Dalam hal kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia dapat melakukan karantina mandiri di kediaman masing-masing selama 5 x 24 jam sebagaimana dimaksud pada huruf d;


g. Dalam hal hasil pemeriksaan ulang RT-PCR pada saat kedatangan sebagaimana dimaksud pada huruf d menunjukkan hasil positif, maka dilakukan perawatan di fasilitas isolasi terpusat untuk orang tanpa gejala dan orang dengan gejala ringan dan rumah sakit rujukan untuk orang dengan gejala sedang dan berat, bagi WNI dengan biaya ditanggung oleh pemerintah dan bagi WNA dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri;


h. Dalam hal WNA tidak dapat membiayai karantina mandiri dan/atau perawatannya di rumah sakit, maka pihak sponsor, K/L/BUMN yang memberikan pertimbangan izin masuk bagi WNA tersebut dapat dimintakan pertanggungjawaban yang dimaksud;


i. Bagi WNI dan WNA dilakukan tes RT-PCR kedua pada hari ke-4 karantina;
j. Dalam hal tes ulang RT-PCR sebagaimana dimaksud pada huruf i menunjukkan hasil negatif, bagi WNI dan WNA diperkenankan melanjutkan perjalanan dan dianjurkan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari serta menerapkan protokol kesehatan;


k. Dalam hal hasil positif sebagaimana dimaksud pada huruf i, maka dilakukan perawatan di fasilitas isolasi terpusat untuk orang tanpa gejala dan orang dengan gejala ringan dan rumah sakit rujukan untuk orang dengan gejala sedang dan berat, bagi WNI dengan biaya ditanggung oleh pemerintah dan bagi WNA dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri;


l. Pemeriksaan tes RT-PCR sebagaimana dimaksud pada huruf i dapat dimintakan pembanding secara tertulis dengan mengisi formulir yang telah disediakan KKP atau kementerian yang membidangi urusan kesehatan untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan biaya pemeriksaan ditanggung sendiri oleh pelaku perjalanan internasional;


m. Pelaksanaan tes pembanding RT-PCR sebagaimana dimaksud pada huruf l dilakukan oleh laboratorium Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo (RSCM), atau Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), atau Rumah Sakit Bhayangkara Raden Said Sukanto (RS. Polri) dilakukan secara bersamaan atau simultan oleh KKP atau laboratorium yang bekerjasama dengan tempat akomodasi karantina;


n. KKP Bandara dan Pelabuhan Laut Internasional memfasilitasi WNI atau WNA pelaku perjalanan internasional yang membutuhkan pelayanan medis darurat saat kedatangan di Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku;


o. K/L/pemerintah daerah (pemda) yang menyelenggarakan fungsi terkait dengan WNI dan/atau WNA menindaklanjuti SE ini dengan melakukan penerbitan instrumen hukum yang selaras dan tidak bertentangan dengan mengacu pada SE ini dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan
p. Instrumen hukum sebagaimana dimaksud pada huruf o merupakan bagian tidak terpisahkan dari SE ini.

Baca juga   Daerah Hulu Kalbar Berikan Panorama Alam Yang Indah Dari Bukit Burang

4. Kewajiban karantina hanya dikecualikan kepada WNA pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait dengan kunjungan resmi/kenegaraan pejabat asing setingkat menteri ke atas dan WNA yang masuk ke Indonesia melalui skema TCA sesuai prinsip resiprositas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

5. Setiap pelaku perjalanan internasional wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan internasional masuk ke wilayah Indonesia.

6. Setiap operator moda transportasi di titik pintu masuk (entry point) perjalanan internasional diwajibkan menggunakan aplikasi Pedullindungi.

7. Pengawasan kekarantinaan kesehatan kapal kargo dan awak kapal sesuai dengan pengaturan lebih spesifik dan teknis yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui pemantauan oleh KKP masing masing pintu masuk (entry point) perjalanan internasional

8. Pelaku perjalanan internasional berstatus WNA dengan tujuan perjalanan wisata dapat memasuki wilayah Indonesia dengan ketentuan persyaratan sebagai berikut:

a. Melalui titik masuk (entry point) bandara di Bali dan Kepulauan Riau;
b. Selain ketentuan/persyaratan menunjukkan kartu atau sertifikat telah menerima vaksin COVID-19 dan hasil negatif tes RT-PCR sebagaimana dimaksud dalam angka 3.b. dan 3.c., pelaku perjalanan internasional tujuan perjalanan wisata wajib melampirkan:

i. Visa Kunjungan Singkat atau izin masuk lainnya sesuai peraturan perundangan yang berlaku;
ii. Bukti kepemilikan asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal 100 ribu Dolar Amerika Serikat yang mencakup pembiayaan penanganan COVID-19; dan
iii. Bukti konfirmasi pemesanan dan pembayaran (booking) tempat akomodasi dari penyedia akomodasi selama menetap di Indonesia.

Dalam SE juga dituangkan ketentuan mengenai pemantauan, pengendalian, dan evaluasi, sebagai berikut:

1. Satgas Penanganan COVID-19 Daerah yang dibantu otoritas penyelenggara transportasi umum bersama-sama menyelenggarakan pengendalian perjalanan orang dan transportasi umum yang aman COVID-19 dengan membentuk Pos Pengamanan Terpadu;

2. Otoritas pengelola, dan penyelenggaraan transportasi umum menugaskan pengawasan selama penyelenggaraan operasional transportasi umum;

3. K/L, TNI, POLRI, dan pemda berhak menghentikan dan/atau melakukan pelarangan perjalanan orang atas dasar SE ini yang selaras dan tidak bertentangan dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan;

4. K/L, TNI, POLRI dibantu Satgas Penanganan COVID-19 Bandara dan Pelabuhan Laut cq. KKP Bandara dan Pelabuhan Laut Internasional melakukan pengawasan rutin untuk memastikan kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan dan karantina mandiri melalui fasilitas telepon, panggilan video, maupun pengecekan di lapangan selama masa pandemi СOVID-19 ini; dan

5. Instansi berwenang (K/L, TNI, POLRI, dan pemda) melaksanakan pendisiplinan protokol kesehatan COVID-19 dan penegakan hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Dengan berlakunya Surat Edaran ini, maka Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2021, Addendum Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2021, dan Addendum Kedua Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2021, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku,” pungkas Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Ganip Warsito. 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Travel

Tawangmangu Destinasi Herbal Tourism Indonesia

Published

on

Tawangmangu Destinasi Herbal Tourism Indonesia
Tawangmangu Destinasi Herbal Tourism Indonesia - sumber dan 📸Kemenparekraf

Gencil News – Guna membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendorong pengembangan wisata kesehatan, yaitu wellness tourism dan herbal tourism di Indonesia.

Wisata kesehatan sendiri adalah kegiatan wisata yang mengedepankan peningkatan kesehatan, kebugaran fisik, sekaligus pemulihan kesehatan spiritual dan mental wisatawan.

Mengembangkan wisata kesehatan di Indonesia tentu menjadi langkah yang tepat karena memiliki pasar yang besar.

Mengingat setiap tahunnya masyarakat Indonesia menghabiskan sekitar 11 miliar dolar AS untuk berwisata kesehatan di luar negeri.

Dalam hal herbal tourism contohnya. Indonesia memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan konsep herbal tourism.

Mengingat, Indonesia dikenal memiliki sekitar 7.000 tanaman herbal dan rempah yang kerap digunakan untuk menjaga kesehatan, kebugaran, dan penyembuhan.

Misalnya, tradisi mengolah tanaman herbal menjadi ramuan jamu yang berkhasiat untuk kebugaran dan pengobatan yang ada dari zaman dahulu hingga sekarang.

Kemudian, olahan herbal yang juga kerap digunakan dalam perawatan tubuh dan kecantikan.

Tawangmangu Sebagai Destinasi Herbal Tourism

Sebenarnya, saat ini sudah ada beberapa destinasi wisata yang difokuskan sebagai wellness tourism dan herbal tourism, seperti Bali, Yogyakarta, dan Tawangmangu di Solo.

Baca juga   Yogya dan Wacana 'New Normal' di Tengah Pandemi

Hal ini disebabkan karena ketiga destinasi wisata tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing, sehingga sangat potensial dalam mengembangkan wisata kesehatan.

Dipilihnya Tawangmangu sebagai destinasi herbal tourism juga bukan tanpa alasan. Pasalnya, di Tawangmangu sudah terdapat pusat kesehatan herbal milik Kementerian Kesehatan, yang berpotensi mendorong perkembangan herbal tourism di Indonesia.

Terlebih lagi, pengobatan tradisional menggunakan bahan-bahan herbal di Tawangmangu telah teruji secara ilmiah.

Sebab, di Tawangmangu memiliki program saintifikasi jamu, dan setiap herbal diuji keamanan, mutu, serta khasiatnya sampai layak untuk dikonsumsi.

Sehingga, sangat memungkinkan jika nantinya jamu, sebagai salah satu minuman tradisional khas Indonesia, dapat menjadi daya tarik wisata kesehatan di Tawangmangu.

Ditambah lagi, Tawangmangu memiliki banyak produksi minuman berbahan herbal yang sangat berpotensi sebagai destinasi herbal tourism di Indonesia.Ilustrasi pembuatan jamu atau ramuan herbal khas Indonesia. (Foto: Shutterstock/Odua Images)

Ilustrasi pembuatan jamu atau ramuan herbal khas Indonesia. (Foto: Shutterstock/Odua Images)

Olahan Jamu Asli Tawangmangu

Setidaknya, ada sekitar 800 jenis tanaman herbal yang dibudidayakan di Tawangmangu. Seluruh koleksi tanaman obat di Tawangmangu berkhasiat untuk mencegah sekaligus mengobati berbagai penyakit.

Contohnya tanaman obat sambiloto yang dapat mencegah diabetes, pace yang mengandung antioksidan tinggi, tempuyung untuk melancarkan air seni, dan daun handeuleum untuk mengatasi wasir.

Baca juga   Joko Widodo Prediksi Tren Pariwisata akan Berubah di Era 'New Normal'

Obat herbal lainnya seperti kunyit yang bisa mengobati maag, seledri untuk mengatasi hipertensi, hingga daun jambu biji untuk mengatasi diare telah diuji klinis di Tawangmangu.

Selain mengenal jamu-jamuan, Tawangmangu juga mengembangkan potensi aroma terapi, meditasi, makanan sehat, hingga jelajah alam.

Menariknya lagi, wisatawan juga akan diberikan informasi tentang sejarah jamu dan tradisi herbal Jawa sebagai satu paket wisata.Bahkan, wisatawan yang berkunjung ke Tawangmangu juga bisa mengunjungi Rumah Riset Jamu Hortus Medicus – B2P2TOOT.

Rumah Riset Jamu merupakan klinik saintifikasi, laboratorium, griya jamu, museum, ruang sinema, perpustakaan, serta rumah kaca adaptasi dan pelestarian tanaman obat.

Sehingga, dengan adanya pengembangan herbal tourism di Tawangmangu, diharapkan dapat menjadi perpaduan antara pengobatan, nilai ekonomis, wisata, hingga edukasi yang dapat mengenalkan ramuan herbal asli Indonesia ke kancah internasional.

Destinasi Wisata Menarik di Tawangmangu

Selain wisata jamu, ada berbagai destinasi wisata menarik di Tawangmangu yang wajib dikunjungi, salah satunya adalah Air Terjun Grojogan Sewu.

Sangat menawan, pasalnya aliran air di Air Terjun Grojogan Sewu selalu deras, bahkan di musim kemarau.

Baca juga   12 Fenomena Alam di Dunia Serasa Surga! Indonesia Juga Ada

Uniknya, untuk mencapai air terjun setinggi 80 meter ini kita harus melewati 1.250 anak tangga.

Namun jangan khawatir, karena pemandangan hutan hijau yang asri dan udara sejuk membuat kita lupa akan lelah melewati ribuan anak tangga.

Selain air terjun, Tawangmangu juga punya Bukit Mongkrang. Berada di selatan Gunung Lawu, Bukit Mongkrang sangat cocok untuk wisatawan yang ingin melupakan penat sambil menikmati hamparan ilalang yang indah sambil ditemani udara yang sejuk.

Destinasi wisata di Tawangmangu yang tak kalah menarik adalah Rumah Atsiri Indonesia. Tempat wisata yang berlokasi di Jalan Watusambang, Plumbon, Tawangmangu ini sebenarnya merupakan hasil restorasi dari pabrik Citronella Indonesia Bulgaria.

Berbeda dengan kedua tempat wisata sebelumnya, Rumah Atsiri Indonesia dipenuhi dengan berbagai jenis bunga yang cantik warna-warni.

Selain menikmati bunga, wisatawan dapat mengunjungi museum essential oil untuk mengenali sejarah minyak atsiri.

Jangan langsung pulang, karena kita juga bisa menikmati berbagai makanan khas dari minyak atsiri, belanja oleh-oleh di toko aromatik, hingga melihat langsung berbagai jenis tanaman penghasil minyak atsiri.

SUMBER

Continue Reading

Travel

Bingung Mencari Tes Swab Dan Antigen Murah, Lion Grup Solusinya

Published

on

By

Bingung Mencari Tes Swab Dan Antigen Murah, Lion Grup Solusinya

Gencil News- Kini Lion Air Group kembali menurunkan harga tes swab-nya. Kini harga tes PCR mulai dari Rp285 ribu. Serta untuk antigen sendiri menjadi Rp35 ribu.

Dilansir dari rilis resminya untuk harga tes PCR yang Lion Air Grup berikan bervariasi tergantung lokasinya.

Berikut lokasi serta waktu penerapan penyesuaian PCR dan Antigen dari Lion Air Group :

Baca juga   Hutan yang Sehat untuk Bumi yang Sehat

1. PCR Rp 285.000

– Efektif Senin (23/8)
– Tarif ini khusus di mitra jejaring fasilitas kesehatan Daya Dinamika Sarana Medika (DDSM) di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi)
– Keberangkatan dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang (CGK) dan Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma (HLP) serta bandar udara lain

2. PCR Rp 380.000

– Efektif Senin (23/8)
– Tarif ini khusus di mitra jejaring fasilitas kesehatan Daya Dinamika Sarana Medika (DDSM) dan jejaring Mitra Medika di Sumatera Utara
– Keberangkatan dari Bandar Udara Internasional Kualanamu di Deli Serdang (KNO) dan bandar udara lain

3. PCR Rp 335.000

– Efektif Jumat (20/08)
– Tarif ini khusus pengambilan sampel di Kantor Lion Air Group – Jendela Indoensia Manado kerjasama fasilitas kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sulawesi Utara
– Keberangkatan dari Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi (MDC) dan bandar udara lain

Baca juga   Yogya dan Wacana 'New Normal' di Tengah Pandemi

4. Antigen Rp 35.000

– Efektif Jumat (20/8)
– Secara nasional di mitra kerjasama fasilitas kesehatan
– Keberangkatan dari bandar udara sesuai (mengikuti) persyaratan perjalanan udara yang berlaku.

Syarat mendapatkan Tes PCR dan Antigen dari Lion Air Group :

  1. Khusus calon penumpang yang mempunyai tiket pada penerbangan Lion Air Group (Lion Air, Wings Air dan Batik Air)
  2. Voucher bisa dibeli bersamaan pada saat pembelian tiket (issued ticket)
  3. Bagi calon penumpang yang sudah memiliki tiket pesawat Lion Air Group dan belum melaksanakan antigen atau PCR, maka pembelian voucher dapat dengan menunjukkan kode pemesanan (booking code)
  4. Bagi calon penumpang yang belum memiliki voucher, dapat melakukan uji kesehatan di jejaring fasilitas kesehatan dengan menunjukkan tiket valid dan identitas resmi. Pembayaran bisa dilakukan secara langsung kepada pihak fasilitas kesehatan
  5. Proses pengambilan sampel PCR harap dilakukan 1×24 jam sebelum keberangkatan. Apabila pengambilan sampel mendekati jadwal keberangkatan (kurang dari 24 jam sebelum keberangkatan), maka voucher tidak berlaku
  6. Apabila hasil uji dinyatakan positif Covid-19, maka calon penumpang Lion Air Group mengajukan proses perubahan jadwal keberangkatan (reschedule) atau pengembalian dana tiket (refund) tanpa dikenakan biaya.
Continue Reading

Travel

Survey Terbaru Sebut Tel Aviv Jadi Kota Termahal di Dunia

Published

on

Survey Terbaru Sebut Tel Aviv Jadi Kota Termahal di Dunia
Pemndangan dari udara yang menunjukkan lanskap Kota Tel Aviv, Israel, dalam foto yang diambil pada 18 Mei 2021.

Gencil News – VOA – Menurut survei terbaru yang dirilis pada Rabu (1/12), Tel Aviv menjadi kota termahal di dunia untuk ditinggali ketika lonjakan inflasi telah menaikan biaya hidup secara global.

Kota di Israel itu naik lima peringkat ke tempat teratas untuk pertama kalinya dalam pemeringkatan otoritatif yang disusun oleh lembaga Economists Intelligence Unit (EIU).

Indeks Biaya Hidup Sedunia itu dikumpulkan dengan membandingkan harga-harga dalam mata uang dolar Amerika untuk barang dan jasa di 173 kota.

Peringkat Tel Aviv naik karena kekuatan mata uang nasional, syikal, terhadap dolar Amerika; dan kenaikan harga bahan makanan dan biaya transportasi.

Paris dan Singapura berada di urutan kedua, diikuti Zurich dan Hong Kong.

Baca juga   Joko Widodo Prediksi Tren Pariwisata akan Berubah di Era 'New Normal'

Peringkat selanjutnya secara berturut-turut ditempati oleh New York, Jenewa, Kopenhagen, Los Angeles dan Osaka yang menduduki peringkat sepuluh.

Tahun lalu survei itu menempatkan Paris, Zurich dan Hong Kong di posisi pertama.

Angka tahun ini dikumpulkan pada bulan Agustus dan September karena harga makanan dan komoditas naik, menunjukkan bahwa rata-rata kenaikan sebesar 3,5 persen dalam mata uang lokal – tingkat inflasi tercepat dan yang tercatat selama lima tahun terakhir.

Pembatasan sosial akibat pandemi virus corona “telah mengganggu pasokan barang, menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga,” ujar Upasana Dutt, kepala biaya hidup dunia di EIU.

“Kita dapat melihat dampaknya pada indeks tahun ini, dengan kenaikan (harga) bensin yang sangat mencolok,” ujarnya. Sementara bank sentral diperkirakan akan menaikkan suku bunga secara hati-hati, dan mengurangi inflasi.”

Baca juga   Mengenal Destinasi Wisata Bukit Sepancong Bengkayang

Angka inflasi rata-rata itu tidak mencakup empat kota dengan tingkat inflasi yang sangat tinggi, yaitu Caracas, Damaskus, Buenos Aires dan Teheran.

Ibu kota Iran tersebut naik dari peringkat ke-79 menjadi peringkat ke-29 , sementara sanksi-sanksi ekonomi Amerika telah ikut mendorong kenaikan harga dan menyebabkan kelangkaan barang.

Sebaliknya Damaskus menjadi kota yang paling murah di dunia untuk ditinggali.

Continue Reading

Travel

Mengenal Destinasi Wisata Bukit Sepancong Bengkayang

Published

on

By

Mengenal Destinasi Wisata Bukit Sepancong Bengkayang

Gencil News- Bukit Sepancong merupakan destinasi wisata wajib jika berkunjung ke Bengkayang. Bukit Bengkayang. Bukit ini berada di Desa Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Dalam keadaan new normal saat ini untuk ke lokasi ini setiap pendaki sudah dibekali akan SOP. Dimana setiap pendaki wajib menggunakan masker, wajib mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer dan menjaga jarak dengan pengunjung lain serta bisa berangkat registrasi dengan cara mendaftar secara online via WA sebab kuota pengunjung pada masa ini dibatasi.

Jika anda sudah sampai pada bukit ini, anda akan disuguhkan dengan pemadangan bengkayang serta berhadapan dengan bukit bawang yang indah.

Baca juga   Yogya dan Wacana 'New Normal' di Tengah Pandemi

Ketika anda sampai pada tujuan bawah dari bukit sepancong, biayanya cukup terjangkau yakni untuk uang masuk sendiri Rp10 ribu. Jika anda dan rombongan menggunakan motor anda akan dikenakan tarif motor Rp10 ribu dan untuk kendaraan mobil dikenakan tarif Rp20 ribu.

Jujur saja ketika sampai disini anda tak akan pernah bosan. Karena pengurus bukit sepancong sudah menyediakan beberapa fasilitas untuk kalian berfoto mengabadikan momen. Selain itu pada bagian bawah bukit sepancong sendiri terdapat hutan Konservasi Anggrek dan biasanya menjadi tempat pengunjung mandi setelah dari pendakian.

Tak usah khawatir jika anda pergi kesini, kalian yang baru memulai untuk pendakian tak usah takut untuk tersesat.

Baca juga   Daerah Hulu Kalbar Berikan Panorama Alam Yang Indah Dari Bukit Burang

Karena disetiap jalan ada penunjuk arah serta jalannya cukup besar. Pada penunjuk arah nantinya ada pada setiap jalan serta beberapa pos peristirahatan serta sumber air bersih yang bisa diminum.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING