Sinagoge, Masjid, dan Gereja Bergabung di Bawah Satu Atap di Berlin
Connect with us

Travel

Sinagoge, Masjid, dan Gereja Bergabung di Bawah Satu Atap di Berlin

Published

on

Sinagoge, Masjid, dan Gereja Bergabung di Bawah Satu Atap di Berlin

Gencil News – VOA – Sekelompok Muslim, Yahudi dan Kristen akhir Mei lalu meletakkan batu fondasi pembangunan sebuah tempat ibadah bersama di Berlin, Jerman. Mereka mendirikan bangunan itu sebagai simbol kerukunan antaragama

Selama lebih dari 10 tahun, House of One, demikian nama bangunan itu, hanyalah sebuah ide. Namun, kini berangsur menjadi kenyataan setelah para pemimpin umat Kristen, Yahudi, dan Muslim meletakkan batu fondasi pembangunannya akhir April lalu.

Pastor Gregor Hohberg, salah seorang yang memimpin prakarsa itu, mengatakan, House of One adalah rumah perdamaian di mana umat Yahudi, Kristen, Muslim, dan bahkan para ateis dan orang-orang dari agama lain, bertemu dan berdialog.

Sewaktu menghadiri acara peletakan batu fondasi, Ketua Parlemen Jerman Wolfgang Schaeuble memuji prakarsa ini.

“Merealisasikan gagasan Gregor Hohberg membutuhkan keyakinan kepada Tuhan dan keterlibatan orang-orang yang bijaksana. Menyatukan tiga rumah Tuhan dan tiga agama di bawah satu atap tanpa membuat kekacauan adalah keajaiban.”

Sebagai bagian dari upaya mengharapkan keberhasilan pembangunan House of One, pemimpin Muslim, Yahudi dan Kristen secara bergantian memimpin doa dalam acara itu. Mereka adalah Imam Kadir Sanci, Rabi Andreas Nachama, dan Pastor Gregor Hohberg.

Wali Kota Berlin Michael Mueller menegaskan pentingnya pendirian House of One.

“Ya, kita hidup di dunia yang saling terkoneksi dan oleh karena itu adalah normal dan penting bahwa konflik dunia yang dramatis dapat didiskusikan di ibu kota Jerman dan bahwa orang-orang memiliki panggung untuk menyoroti masalah di negara-negara mereka dan mengungkapkan pendapat mereka, tetapi kebencian dan kekerasan, anti-Yahudi dan Islamofobia, rasisme dan hasutan tidak memiliki tempat dalam masyarakat kita.”

House of One dibangun di lokasi yang menjadi asal muasal kota itu, atau tempat berdirinya Petrikirche, gereja abad ke-13 yang memiliki menara tertinggi di Berlin, dan bertahan dalam berbagai bentuk sampai pemerintah komunis Jerman Timur merobohkannya pada 1964.

Jika semua berjalan sesuai rencana, House of One akan berdiri dalam waktu lima tahun lagi. Bangunan yang membutuhkan struktur batu dan bata setinggi 40 meter diperkirakan akan menelan biaya sekitar 53,3 juta dolar.

House of One memiliki arti sangat penting bagi Osman Örs, seorang imam yang terlibat dalam proyek tersebut. Berlin memiliki lebih dari 80 masjid dan pusat komunitas Muslim, dan House of One akan menjadi tempat ibadah Muslim yang pertama di pusat kota itu.

Ia menceritakan, selama ini banyak Muslim mencari tempat salat di pusat kota Berlin dan tidak pernah menemukannya.Kini, katanya, House of One menjadi jawabannya.

Pastor Gregor Hohberg juga mengatakan, kehadiran House of One menjadi sangat penting mengingat apa yang terjadi di Jerman dan dunia saat ini. Di negara itu, katanya, sentimen anti-Yahudi dan Islamofobia meningkat, sementara sengketa Israel dan Palestina menimbulkan berbagai aksi protes di Berlin.

Dari kiri ke kanan: Rabbi Andreas Nachama, Imam Kadir Sanci dan Pastor Gregor Hohberg (Foto: House of One / René Arnold)
Dari kiri ke kanan: Rabbi Andreas Nachama, Imam Kadir Sanci dan Pastor Gregor Hohberg (Foto: House of One / René Arnold)

“Penting untuk selalu mencoba memahami bagaimana orang lain memandang sesuatu dengan memperhitungkan dari mana asalnya atau agama apa yang diyakininya,” kata Hohberg. “Masyarakat mendapat untung jika ada dialog. Dan itulah yang kami lakukan di sini.”

Meski belum memiliki bangunan fisik, para pendukung House of One sudah memiliki ikatan yang kuat. Mereka telah beberapa kali berkumpul, baik dalam suasana suka maupun duka, seperti pasca penyerangan terhadap Muslim di Selandia Baru, Kristen di Sri Lanka, dan Yahudi di AS dan Jerman.

“Kami telah menjadi teman. Kami telah memastikan bahwa seorang rabi, imam, dan pastor bisa berdiri bahu-membahu,” kata Örs. 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Travel

Mengenal Destinasi Wisata Bukit Sepancong Bengkayang

Published

on

By

Mengenal Destinasi Wisata Bukit Sepancong Bengkayang

Gencil News- Bukit Sepancong merupakan destinasi wisata wajib jika berkunjung ke Bengkayang. Bukit Bengkayang. Bukit ini berada di Desa Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Dalam keadaan new normal saat ini untuk ke lokasi ini setiap pendaki sudah dibekali akan SOP. Dimana setiap pendaki wajib menggunakan masker, wajib mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer dan menjaga jarak dengan pengunjung lain serta bisa berangkat registrasi dengan cara mendaftar secara online via WA sebab kuota pengunjung pada masa ini dibatasi.

Jika anda sudah sampai pada bukit ini, anda akan disuguhkan dengan pemadangan bengkayang serta berhadapan dengan bukit bawang yang indah.

Ketika anda sampai pada tujuan bawah dari bukit sepancong, biayanya cukup terjangkau yakni untuk uang masuk sendiri Rp10 ribu. Jika anda dan rombongan menggunakan motor anda akan dikenakan tarif motor Rp10 ribu dan untuk kendaraan mobil dikenakan tarif Rp20 ribu.

Jujur saja ketika sampai disini anda tak akan pernah bosan. Karena pengurus bukit sepancong sudah menyediakan beberapa fasilitas untuk kalian berfoto mengabadikan momen. Selain itu pada bagian bawah bukit sepancong sendiri terdapat hutan Konservasi Anggrek dan biasanya menjadi tempat pengunjung mandi setelah dari pendakian.

Tak usah khawatir jika anda pergi kesini, kalian yang baru memulai untuk pendakian tak usah takut untuk tersesat.

Karena disetiap jalan ada penunjuk arah serta jalannya cukup besar. Pada penunjuk arah nantinya ada pada setiap jalan serta beberapa pos peristirahatan serta sumber air bersih yang bisa diminum.

Continue Reading

Travel

Keindahan Wisata Air Terjun Pancur Aji Sanggau, Kalimantan Barat

Published

on

By

Keindahan Wisata Air Terjun Pancur Aji Sanggau, Kalimantan Barat

Gencl News- Kalimantan Barat tak henti-hentinya memberika pesona keindahan pariwisatanya. Kali ini anda akan disuguhkan oleh pesona keindahan dari wisata air terjun Pancur Aji.

Air terjun Pancur Aji ini berada pada Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Masyarakat biasanya membawa keluarga untuk liburan disini.

Ketika pergi ke wisata ini kalian akan merasakan suasana yang sejuk dan nyaman untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dengan suasana alam yang asri.

Ini karena kalian yang pergi kesini masih bisa menikmati suasana hutan serta pepohonan yang berada di sekitara Pancur Aji.

Air Terjun Pancur Aji ini aman bagi pengunung yang ingin berendam dan mandi pada derasnya air terjun Pancur Aji. Sebab, Air terjun ini tidak terlalu tinggi.

Pengelola wisata disini juga menyediakan fasilitas lain yakni gazebo. Gazebo dibuat agar bagi para pengunjung yang ingin menaruh barang bawaan atau hanya duduk santai.

Untuk menuju kawasan wisata alam ini disimpang jalan sudah terpasang papan petunjuk lokasi wisata. Bagi penyuka jalanan ekstrim boleh mencoba jalanan tersebut, pasalnya jalan menuju kawasan ini cukup menantang. Melewati bukit-bukit yang licin dan lembab.

Jangan khawatir selama perjalanan kalian tidak akan bosan ketika melewati jalanan. Akan ada suguhan pemandangan sekeliling yang indah dan membuat kita lupa dengan rasa lelah yang mendera.

wisata Pancur Aji berjarak sekitar 6 km dari kota Sanggau. Dengan menempuh perjalanan dari jalan raya menuju Pontianak di sebelah barat Sanggau dengan waktu tempuh kurang lebih selama 1 jam. Perjalanan darat sudah dapat diakses dengan baik sehingga dapat menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat untuk menuju lokasi.

Continue Reading

Travel

Pesona Surga Di Pulau Pesisir Utara Kalimantan Barat

Published

on

By

Pesona Surga Di Pulau Pesisir Utara Kalimantan Barat
Pulau Randayan

Gencil News- Pesona surga pada pulau pesisir utara di Kalimantan Barat. Terdapat pulau sepi yang memiliki pasir putih serta pemandangan khas pulau pribadi.

Terletak pada bagian utara daerah pesisir Kalimantan Barat, dengan nama Pulau Randayan. Tak hanya pasir namun airnya yang bening serta pemandangan laut lepas yang eksotis menjadi daya tarik tersendiri.

Untuk mencapai pulau ini tak butuh waktu lama, cukup dengan waktu 2,5 jam perjalanan dari Pontianak menuju Teluk Suak yang berjarak 115 KM saja. Teluk ini berada sekitar 32 km dari Kota Singkawang. Dari Teluk Suak. Anda dapat menggunakan speedboat dengan tarif pulang pergi (PP) Rp. 150 ribu.

Selain itu pengunjung juga bisa menggunakan perahu motor atau kapal khusus yang berangkat dari area pasir panjang. Tarif menggunakan kapal khusus adalah Rp. 100 ribu pulang pergi (PP). Sedangkan tarif perahu motor adalah Rp. 30 ribu PP.

Pengunjung yang ingin lebih lama disini juga terdapat penginapan yang disewakan. Tarif sewanya relatif terjangkau yakni sekitar Rp400 ribu Per malamnya.

Bagi pengunjung yang memiliki hobi untuk snorkeling. Pulau ini juga menyuguhkan alam bawah laut yang menawan. Ekosistem bawah lautnya yang masih terjaga dengan terumbu karang yang indah menjadikan melakukan aktivitas snorkeling di pulau ini menjadi sangat menyenangkan. Wisatawan asing yang berkunjung ke pulau ini tidak akan melewatkan kesempatan snorkeling di pulau yang berada pada kota berjuluk Kota Khatulistiwa ini.

Pulau Randayan sendiri memiliki luas tutupan karang hidup sekitar 4,50 hektar, karang mati 3,69 hektar, lamun 0,63 hektar, dan pasir seluas 4,77 hektar. Sehingga menarik bagi siapa saja yang memiliki hobi snorkeling maupun diving untuk melakukan eksplorasi keindahan bawah laut yang eksotis di pulau ini.

Continue Reading

Travel

Simak Syarat Terbaru Dari Penerbangan Lion Air Rute Domestik

Published

on

By

Simak Syarat Terbaru Dari Penerbangan Lion Air Rute Domestik

Gencil News- Anda merencanakan berpergian dalam waktu dekat menggunakan moda transportasi udara. Ada baiknya, anda memperhatikan sejumlah syarat terbaru penerbangan lion air rute domestik.

Ketentuan syarat penerbangan domestik merujuk pada Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan No. 34 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas SE Menteri Perhubungan No.26 tentang Petunjuk Pelaksana Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Kebijakan ini juga sesuai dengan SE Satgas Covid-19 No. 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Kini calon penumpang yang ingin pergi pada empat wilayah ini menggunakan maskapai Lion Air harus lebih dulu memperhatikan ketentuan hasil uji kesehatan yang Satgas Covid-19 keluarkan baik itu dari pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah setempat.

Simak empat wilayah dengan rute domestik dengan menggunakan uji kesehatan.

Rute Domestik (inbound)

  1. Kalimantan Barat dengan tujuan Pontianak, Ketapang, Sintang, dan Putussibau berlaku RT-PCR 3×24 jam.
  2. Kalimantan Tengah dengan tujuan Palangkaraya, Pangkalan Bun, Sampit, dan Muara Teweh berlaku RT-PCR atau rapid test antigen atau GeNose yang bisa dapat anda gunakan dalam waktu 1×24 jam.
  3. NTT dengan tujuan Kupang berlaku RT-PCR atau rapid test antigen dalam waktu 1×24 jam. Sementara GeNose dalam waktu 1×24 jam.
  4. Rute domestik selain kota-kota di atas wajib melakukan uji kesehatan RT-PCR dalam kurun waktu 3×24 jam, rapid test antigen 2×24 jam, atau GeNose 1×24 jam.
  5. Pengisian e-HAC sebelum keberangkatan wajib untuk pengisian baik di empat rute domestik ini maupun pada kota-kota lainnya.
  6. Uji kesehatan GeNose dilakukan di banda udara, sebelum melakukan keberangkatan di hari yang sama.
  7. Usia di bawah lima tahun tidak wajib untuk uji kesehatan.

Jangan lupa untuk tetap mematuhi patuhi potokol kesehatan dan upayakan untuk hadir lebih awal tiba di bandara 3-4 jam sebelum keberangkatan.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING