Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran – Gencil News
Connect with us

Travel

Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran

Published

on

Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran

Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran –  Perayaan Idulfitri atau lebaran menjadi sebuah momen yang ditunggu oleh umat muslim di seluruh Indonesia, setelah menjalankan ibadah berpuasa satu bulan penuh.

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, ternyata terdapat berbagai macam cara unik masyarakat di daerah untuk menyambut dan merayakan hari Lebaran. Berikut ragam tradisi unik di berbagai wilayah di Indonesia yang dikumpulkan dari berbagai sumber.

1. Grebeg Syawal di Yogyakarta
Kota Yogyakarta memiliki tradisi yang selalu dilakukan setelah Idulfitri, yaitu perayaan Grebeg Syawal. Sebenarnya, Grebeg Syawal adalah tradisi keraton untuk menyambut 1 Syawal. Biasanya perayaan ini akan diawali dengan para warga mengarak bermacam-macam hasil bumi yang disusun rapi berbentuk kerucut berukuran besar dari Pagelaran Keraton menuju Halaman Masjid Agung Kauman. Setelah didoakan, hasil bumi tadi biasanya akan menjadi rebutan warga yang hadir dalam kegiatan tersebut

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Grbeg Syawal

2. Sungkem Tlompak di Magelang
Tradisi ini diikuti masyarakat lereng bara Gunung Merbabu sebagai bentuk syukur atas ketersediaan air di mata air Telompak di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Usai berdoa dan memasang sesaji yang dipimpin seorang juru kunci, mereka menggelar kesenian tradisional Campur Bawur di mata air tersebut.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Sungkem Tlompak

3. Malaman di Lampung 
Malaman dilakukan pada malam takbir, sehari jelang Idulfitri. Anak-anak dan remaja laki-laki akan menyusun batok-batok kelapa di halaman rumah mereka hingga menjulang setinggi satu meter bahkan lebih. Menjelang Lebaran, akan ada banyak batok kelapa yang tidak terpakai sisa masak rendang. Usai disusun, batok kelapa dibakar hingga api tampak menjulang dan anak-anak bersorak kegirangan.

Baca juga   Pemprov Siap Mengalokasikan Dana Untuk MTQ Ketapang 2022
20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Malaman

4. Bedulang di Bangka
Penduduk Bangka di Kepulauan Bangka Belitung mempunyai tradisi unik untuk merayakan momen kebersamaan saat Lebaran, yaitu Bedulang. Tradisi yang biasanya dilakukan setelah bersilaturahmi dan bermaaf-maafan ini merupakan tradisi makan begara yang artinya makan bersama. Namun karena penyajiannya menggunakan tudung saji, akhirnya disebut juga dengan nama bedulang. Uniknya, saat menyantap makanan kamu nggak boleh pakai sendok dan diharuskan pakai tangan. Jadi harus cuci tangan dulu, dengan aturan orang yang paling tua dulu yang cuci tangan, baru kemudian dilanjutkan dengan yang lebih muda.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Bedulang

5. Perang Topat di Lombok
Perang Topat di Lombok bertujuan untuk mempererat hubungan antara umat beragama. Perang Topat yang berarti perang ketupat ini dilakukan oleh suku asli Lombok, yaitu Suku Sasak dan biasanya dilakukan saat hari ke-6 Lebaran. Tradisi ini dimulai dengan mengarak hasil bumi, kemudian dilanjutkan dengan saling lempar ketupat yang dipercaya akan mengabulkan doa dan permohonan mereka.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Perang Topat

6. Festival Tumbilotohe di Gorontalo
Festival Tumbilotohe ini berasal dari Gorontalo dan merupakan tradisi dimana para warga Gorontalo akan menyalakan lampu yang berbahan minyak tanah yang nantinya bakal menerangi sepanjang jalan di kota Gorontalo. Tujuannya sebenarnya yaitu untuk menerangi jalan agar warga desa bisa dengan mudah melaluinya saat membagi-bagikan zakat. Biasanya tradisi ini juga dimeriahkan dengan tabuhan bedug dan meriam dari bambu.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Festival Tumbitohe

7. Ngejot di Bali
Tradisi di Pulau umat Muslim di Pulau Dewata ini merupakan tradisi yang dilakukan setiap tahun ini bertujuan menciptakan hubungan yang harmonis antar umat beragama di Bali. Dalam kegiatan ini umat muslim akan membagi-bagikan makanan bagi semua warga tanpa membedakan agama yang dianutnya. Tradisi Ngejot juga sering dilakukan oleh umat Hindu di Bali saat mereka merayakan hari besar agama Hindu.

Baca juga   Sri Mulyani Minta Daerah Satukan Komitmen Bangkitkan Perekonomian
20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Ngejot

8. Ronjok Sayak di Bengkulu
Masyarakat Bengkulu percaya bahwa api merupakan penghubung antara manusia dengan leluhur mereka melahirkan tradisi Lebaran bernama Ronjok Sayak atau yang dikenal juga dengan Bakar Gunung Api. Tradisi ini sudah dilakukan selama ratusan tahun oleh Suku Serawai dan selalu dilakukan saat malam takbiran. Biasanya Suku Serawai akan menyusun batok-batok kelapa hingga menjulang tinggi lalu kemudian dibakar di depan rumah masing-masing.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Rojok Sayak

9. Festival Meriam Karbit di Pontianak
Tradisi yang dilakukan oleh penduduk Pontianak ini sudah dijalankan selama 200 tahun lebih. Festival Meriam Karbit sendiri menggunakan meriam yang terbuat dari bambu besar dan diletakkan di pinggir Sungai Kapuas. Menjelang malam takbiran, para warga Pontianak akan berkumpul di sekitar pinggir sungai untuk menyalakan meriam-meriam besar tersebut sebagai tanda datangnya hari kemenangan

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Festival Meriam Karbit

10. Batobo di Riau
Tradisi Batobo merupakan kegiatan penduduk Riau yang mudik ke kampung halamannya akan disambut meriah oleh keluarga dan bahkan oleh warga desa. Mereka akan diarak sambil diiringi pukulan rebana menuju tempat buka bersama. Biasanya tradisi ini juga diisi dengan pengajian dan lomba baca Al-Quran, dimana hadiahnya berasal dari para pemudik yang pulang kampung tersebut.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Batabo

11. Meugang di Aceh
Tradisi Meugang yang berasal dari Aceh ini biasanya dilakukan setiap tahun menjelang Idulfitri. Tradisi Meugang sendiri biasanya dilakukan oleh semua warga di sebuah kampung. Dimana mereka akan berkumpul di masjid untuk memasak daging dan menyantapnya bersama-sama. Selain itu, daging yang ada juga biasanya dibagikan kepada sesama yang membutuhkan sebegai bentuk saling berbagai di bulan Ramadan. Tradisi ini juga dilakukan saat perayaan Idul Adha.

Baca juga   PBB Larang Pengiriman Bayi Gajah Liar ke Bonbin dan Sirkus
20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Meugang

12. Pukul Sapu di Maluku Tengah
Tradisi yang dilakukan oleh penduduk Leihitu, Maluku Tengah ini bisa dibilang cukup ekstrem. Tradisi yang digelar pada hari ke-7 Lebaran ini biasanya dilakukan oleh perwakilan pria dari masing-masing desa yang meliputi desa Morella dan desa Mamala. Para perwakilan dari masing-masing desa akan berkumpul di halaman masjid besar dan mereka akan saling memukul punggung satu sama lain menggunakan lidi dari pohon enau. Tradisi ini berlangsung selama sekitar 30 menit dan biasanya akan membuat kulit sobek hingga berdarah-darah.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Pukul Sapu

13. Kenduri Makam di Aceh
Tradisi yang turun-temurun dilakukan oleh warga Desa Pasi di Kabupaten Aceh Barat ini diperingati di hari ke-12 setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Kenduri Makam


Warga akan melakukan ziarah dan makan kenduri bersama di lokasi pemakaman tempat keluarga dikebumikan. Orang yang menghadiri ritual kenduri membawa beraneka macam masakan nasi dan aneka kue khas Aceh untuk dimakan bersama usai rangkaian acara.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Travel

Maskapai Dibolehkan Angkut 100 persen Penumpang, Tapi Ini Syaratnya

Published

on

By

Maskapai Dibolehkan Angkut 100 persen Penumpang, Tapi Ini Syaratnya
Aturan baru Pemerintah akan memperbolehkan Maskapai mengangkut 100 persen daripada jumlah kursi dalam satu kali penerbangan

Gencil News – Aturan baru Pemerintah akan memperbolehkan Maskapai mengangkut 100 persen daripada jumlah kursi dalam satu kali penerbangan.

Salah satu aturan yang dilakukan penyesuaian adalah syarat perjalanan udara domestik. Sepanjang dua pekan ke depan, pemerintah tak lagi mengizinkan penggunaan tes rapid antigen sebagai syarat penerbangan. Pelaku perjalanan penerbangan domestik hanya diperbolehkan tes RT-PCR.

Aturan baru dari Pemerintah ini selengkapnya akan tertuang dalam Surat Edaran dari Pemerintah.

Juru Bicara Kementrian Perhubungan, Adita Irawati mengatakan Pemerintah akan memberikan pernyataan secara resmi terkait kebijakan baru ini, pada Kamis (21/10/2021) pukul 13.00 WIB.

Pada aturan sebelumnya penumpang masih bisa menggunakan hasil tes antigen H-1 untuk penerbangan di dalam wilayah Jawa-Bali.

Baca juga   PBB Larang Pengiriman Bayi Gajah Liar ke Bonbin dan Sirkus

Namun periode PPKM 19 Oktober-1 November 2021 kali ini, pemerintah kembali menerapkan sejumlah aturan untuk membatasi mobilitas masyarakat.

Aturan tersebut diubah dengan mewajibkan seluruh penumpang pesawat melampirkan hasil tes negatif PCR yang berlaku dari H-2 penerbangan.

“Penerbangan dari dan ke Jawa Bali dari dulu juga wajib PCR. Dari dulu penerbangan dari dan ke Jawa Bali itu tidak boleh antigen, yang boleh itu penerbangan di dalam Jawa-Bali. Dan dalam ketentuan baru akan diubah semua wajib PCR,” kata Adita

Continue Reading

Travel

Kangen Travelling? Intip Staycation Hemat Budget dan Tetap Seru!

Published

on

Kangen Travelling? Intip Staycation Hemat Budget dan Tetap Seru!

Gencil News-  Semenjak pandemi sejak tahun 2020 lalu, banyak wisata destinasi yang vakum sementara, Begitu juga dengan kegiatan travelling baik luar dan dalam kota.

Pembatasan yang ketat menjadi cara untuk meminimalisir virus covid-19. Namun, seiring dengan pemberian vaksin tahap I dan II pada berbagai daerah sampai dengan pelonggaran wilayah maka kegiatan travelling juga perlahan mulai di buka.

Mungkin banyak dari anda yang sudah kangen ingin travelling? Intip staycation hemat budget dan tetap seru setelah pandemi.

Baca juga   Seto Mulyadi Soroti Kasus Anak Putus Sekolah Akibat Pandemi Di Kalbar

1. Pastikan anda/keluarga sudah mendapat vaksin lengkap

Perlunya vaksin sebagai pelindung bagi anda dan keluarga untuk melakukan perjalanan nantinya.

Siapkan data vaksin lengkap dan jangn lupa tambahan multivitamin untuk anda atau keluarga supaya lebih mudah pengaturannya selama dalam perjalanan.

2. Membuat alokasi dana

Menentukan jumlah budget dapat membantu kamu menentukan destinasi lokasi untuk staycation nantinya.

Mempersiapkan dana sesuai dengan kebutuhan tentunya merupakan langkah awal yang esensial agar kamu bisa berlibur dengan tenang.

Dengan mempersiapkan alokasi dana dari awal, kamu bisa menghindari risiko over-budget.

3. Membuat perbandingan harga, fasilitas, dan hal lainnya

Jika sudah menemukan lokasi yang tepat, kamu bisa melakukan perbandingan harga hotel dan akomodasi lainnya.

Baca juga   Pemprov Siap Mengalokasikan Dana Untuk MTQ Ketapang 2022

Jangan takut untuk mencari banyak referensi. Pasalnya, semakin banyak pilihannya, semakin variatif juga harga, fasilitas, akomodasi, hingga hal lainnya yang bisa kamu bandingkan.

4. Manfaatkan promo

Tips staycation hemat budget yang bisa menekan banyak pengeluaran adalah dengan memanfaatkan promo.

Biasanya, banyak aplikasi untuk memesan kamar hotel yang menawarkan berbagai promo menarik. Dengan memanfaatkan promo tersebut, kamu bisa mengurangi biaya yang keluar untuk membayar penginapan.

Baca juga   Garuda Indonesia Kembali Buka Penerbangan Langsung Jakarta ke London

5. Memanfaatkan fasilitas sarapan gratis

Saat memilih penginapan untuk staycation, sebaiknya kamu memilih penginapan yang menyediakan fasilitas yang menguntungkan, seperti fasilitas untuk sarapan atau jalan-jalan di kota tujuan wisata.

Sehingga anda dan keluarga bisa mengurangi pengeluaran untuk makan dan jalan-jalan selama berlibur.

Continue Reading

Travel

5 Kota Di Negara Ini Ternyata Berdiri di Atas Dua Benua

Published

on

Menarik, 5 Kota Di Negara Ini Ternyata Berdiri di Atas Dua Benua

Gencil NewsMenarik 5 kota di negara ini ternyata berdiri diatas dua benua. Ada beberapa kota di dunia yang berdiri di atas dua benua sekaligus. Uniknya, penduduk kota bisa tinggal terpisah di sebagian benua yang lain, dan sebagian lainnya menghuni benua berbeda.

Istanbul merupakan salah kota yang cukup terkenal hingga memiliki julukan kota dua benua. Namun, ada beberapa kota lainnya yang ternyata memiliki letak geografis lintas benua yang sama dengan Istanbul. Berikut beberapa kota dua benua yang perlu kamu ketahui.

  1. Istanbul, Turki

Istanbul merupakan kota terbesar di Turki yang memiliki luas sekitar 2.065 mil persegi. Kota ini dulu dikenal dengan nama Byzantium atau Konstatinopel. Menurut World Atlas, Istanbul termasuk ke dalam benua Asia dan Eropa. Uniknya, sepertiga penduduknya menghuni kawasan benua Asia, sedangkan sisanya menghuni kawasan benua Eropa. Pusat ekonomi di kota ini berada di sisi benua Eropa.

Baca juga   Cara Membuat Kuah Bakso Bening Yang Menggugah Makan

Selat bosphorus memiliki peran penting yang memisahkan antara benua Asia dan Eropa. Hingga saat ini, Istanbul tetap menjadi kota sarat akan sejarah yang diminati banyak wisatawan. Pesona tujuh puluh museum menjadikan kota ini sangat menarik untuk dikunjungi.

  1. Suez, Mesir

Suez atau dikenal sebagai Isthmus of Suez merupakan kota yang terletak di Mesir bagian timur. Kota ini menghubungkan laut Mediterania dan laut Merah. Kota ini berdiri di perbatasan benua Asia dan Afrika. Diperkirakan, populasi penduduk mencapai 744.000 .

Menurut National Geographic, kota ini membangun Terusan Suez sepanjang 119 mil yang memungkin kapal-kapal melintasi Eropa, Afrika Utara, Asia Barat dan Asia Timur tanpa harus berkeliling Afrika.

  1. Magnitogorsk, Rusia
Baca juga   Garuda Indonesia Kembali Buka Penerbangan Langsung Jakarta ke London

Magnitogorsk merupakan kota yang terletak di Rusia barat berbatasan dengan sungai Ural. Menurut Britannica, kota ini dikenal dengan kota industri yang pada tahun 1975 berdiri salah satu pabrik besi dan baja terbesar di dunia. Selain itu, letak geografisnya yang unik berada di benua Asia dan Eropa.

Penataan kota menjadikan area industri yang sebagian besar berada di wilayah benua Asia, sedangkan area perumahan berada di benua Eropa. Hingga saat ini, Magnitogorsk masih menjadi kota industri penghasil besi dan baja.

  1. Orenburg, Rusia.

Orenburg merupakan salah satu kota di Rusia yang berada di tepi sungai Ural. Kota ini mendiami kawasan benua Asia dan Eropa. Menurut Population Stat, penduduk yang mendiami kota ini berjumlah sekitar 569 ribu jiwa. Kota ini pertama kali didirikan pada tahun 1735 sebagai benteng yang dijadikan pusat militer Ural Cossack.

Baca juga   Wina Kembali Dinobatkan Kota Layak Huni Terbaik

Selain memiliki industri teknik dan pengolahan gas, Orenburg menawarkan berbagai destinasi liburan yang  layak untuk dikunjungi. Ada banyak bangunan ikonik khas Rusia yang membuat kota ini digemari para wisatawan.

  1. Atyrau, Kazakhstan

Atyrau merupakan kota yang terletak di bagian barat Kazakhstan. Kota ini terletak sekitar sungai Ural, sehingga mendiami kawasan lintas benua Eropa dan Asia. Populasi penduduk mencapai 180 ribu jiwa. Semula, kota ini bekas bagian Uni Soviet hingga akhirnya membebaskan diri.

Perubahan kota Atyrau dapat dilihat dari pembangunan gedung perkantoran, hotel-hotel dan restoran yang mulai dikunjungi para wisatawan. Jika kamu ingin merasakan sensasi berdiri di atas dua benua, maka disini hanya harus melintasi jembatan Sungai Ural.

Continue Reading

Travel

Singapura Incar Perjalanan Bebas Karantina dengan AS Sebelum Akhir Tahun

Published

on

Singapura Incar Perjalanan Bebas Karantina dengan AS Sebelum Akhir Tahun

Gencil News – VOA – Menteri Perdagangan dan Industri Singapura mengatakan negara tersebut sedang berupaya untuk mengizinkan masuknya pelancong dari Amerika Serikat yang telah divaksinasi COVID-19 tanpa melalui karantina sebelum akhir tahun.

Singapura, pusat perjalanan dan pariwisata, memulai program serupa untuk pelancong dari Jerman dan Brunei bulan lalu sebagai bagian dari pelonggaran bertahap kontrol perbatasan COVID-19.

“Kami telah sukses menjadi pilot Jalur Perjalanan Bervaksinasi (Vaccinated Travel Lanes/VTL) dengan Jerman dan Brunei untuk memfasilitasi masuknya individu yang divaksinasi penuh ke Singapura untuk bisnis dan liburan,” kata Gan Kim Yong dalam pidatonya saat berkunjung ke Washington DC.

Baca juga   Dari Titik Nol Kilometer Yogyakarta Tegaskan Dukungan untuk Papua

“Kami sekarang sedang mengerjakan VTL dengan AS sesegera mungkin, dan tentunya sebelum akhir tahun,” katanya sebagaimana dilasir dari Reuters.

Pengunjung yang divaksinasi di VTL dapat melewati persyaratan isolasi jika mereka dites negatif dalam tes reaksi berantai polimerase.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING