Hutan yang Sehat untuk Bumi yang Sehat – Gencil News
Connect with us

Wisata

Hutan yang Sehat untuk Bumi yang Sehat

Published

on

Hutan yang Sehat untuk Bumi yang Sehat

Hutan-hutan memainkan peran penting dalam menyerap gas karbon dioksida yang mengakibatkan peningkatan suhu bumi. Tapi, kata Antonio Brunori, kepala otorita kehutanan yang berkelanjutan mengatakan:

“Kita kini berada dalam saat yang kritis karena dunia sains telah mendapat peringataan yang pada dasarnya mengatakan: “Hati-hati, ekosistem hutan tidak bisa lagi menyerap gas karbon dioksida seperti semula, karena telah mencapai titik jenuh,” ujar Brunori.

Hutan yang Sehat untuk Bumi yang Sehat
Hutan yang Sehat untuk Bumi yang Sehat

Hutan terkena stress karena suhu bumi yang terus meningkat, karena pohon-pohon menjadi lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Ini buruk dampaknya bagi iklim dan juga bagi industri perkayuan.

Para pengelola hutan perlu punya sistem peringatan dini, dan karena itu kini ada alat yang disebut Tree Talkers. Kata Brunori lagi:

“Tree Talker adalah semacam detektor atau serangkaian detektor yang mengubah tanda-tanda eko-fisiologi seperti pertumbuhan, penyerapan karbon dioksida, dan aliran air dari akar sampai ke daun, menjadi informasi ilmiah.”

Informasi itu bisa mengungkapkan apabila pohon yang bersangkutan sedang mengalami serangan hama atau jamur. Tree Talker mengirim informasi itu kepada pengelola hutan yang mungkin berada jauh dari hutan itu sendiri. Kata Riccardo Valentini, pembuat alat Tree Talker itu:

“Tree Talker bisa mengirim data lewat gelombang radio sampai jarak satu km. Kemudian data ini dikirim ke internet atau ke cloud storage. Tapi kalau alat itu berada di tengah hutan, sinyalnya bisa dikirim lewat gelombang telpon pintar.”

Data itu bisa digunakan untuk mengetahui kecepatan pertumbuhan pohon, supaya bisa disusun rencana penebangan yang berkelanjutan. Dan sekaligus memberi informasi bagaimana pengaruh peningkatan suhu bumi pada hutan-hutan.

Kira-kira 300 alat yang bernama Tree Talkers itu kini sedang diuji coba di Italia, China dan Russia. [ii]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Travel

Tips Bungy Jumping Bagi Pemula

Published

on

Di dunia ini banyak sekali olahraga ekstrim dan menantang. Salah satu olahraga yang cukup mampu memompa adrenalin adalah bungy jumping atau terjun lenting. Awalnya, nama bungy adalah nama sebuah merek penghapus. Kata bungy jumping muncul pertama kali pada tahun 1930. Pada saat itu orang melakukan bungy jumping dengan menggunakan tali yang terbuat dari tanaman menjalar. Sekilas melakukan bungy jumping memang sangatlah mudah, hanya butuh mencari tempat tinggi lalu kita melompat dari sana. Namun ternyata olahraga yang berasal dari Selandia Baru ini tidaklah semudah itu. Banyak hal yang perlu diperhatikan agar tidak berakibat fatal.

(lebih…)

Continue Reading

Wisata

Pemandu Wisata Bali Berharap COVID-19 Segera Usai

Published

on

Pemandu Wisata Bali Berharap COVID-19 Segera Usai

Gencil News – VOA – Sosok pemandu wisata di Pulau Dewata itu, tampak mini dibanding patung Dewa Wisnu setinggi gedung berlantai 21.

‘Dia mengatakan sedang menatap Tahun Baru Imlek yang suram saat virus corona menjadi malapetaka bagi industri pariwisata.

“Dalam 10 bulan terakhir, tidak ada pemasukan, karena tidak ada pengunjung,” kata Effendy, mengenakan ikat kepala merah khas tradisional Bali dan sarung batik. Ia berdiri di taman seluas 60 hektar yang sepi.

Selama 30 tahun bekerja sebagai pemandu wisata, Effendy yang lancar berbahasa Mandarin mengatakan puncak periode liburan Tahun Baru Imlek, yang dimulai pada 12 Februari tahun ini, biasanya menarik banyak wisatawan dari China, Hong Kong, dan Taiwan.

“Harapan terbesar saya adalah kita bisa cepat sembuh dari pandemi ini… dan semua aktivitas bisa kembali normal lagi,” tambah Effendy, 65, seorang etnis Tionghoa yang juga menggunakan nama Lin Wen Hui.

Pemerintah memvaksinasi 50 orang setiap hari, tetapi angka penularan dan kematian malah meningkat daripada sebelumnya. Para ahli khawatir penghitungan angka positif COVID-19 sebenarnya melebihi satu juta kasus dan 31 ribu kematian.

Adanya larangan kedatangan turis asing untuk mencegah penyebaran virus membuat Effendy saat ini menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berlatih seni bela diri kung fu di rumah. Ia juga membantu istrinya menjual beras kemasan untuk mendapatkan uang.

Pasangan itu bahkan harus menjual beberapa barang berharga, seperti cincin dan kalung, untuk menopang kehidupan mereka.

Saat normal, kata Effendy, setiap orang dalam grup wisatawan yang terdiri dari 10 hingga 30 orang, menghabiskan sekitar Rp2 juta selama kunjungan selama tiga hingga tujuh hari.

Namun selama taman itu tidak dikunjungi pengunjung, masa-masa sulit akan terus berlanjut. Tampak deretan kursi yang berdiri kosong di amfiteater di taman itu, padahal sebelumnya panggung tersebut menyelenggarakan sejumlah acara, seperti konserIron Maiden dan pertunjukan musik dan tarian tradisional setiap hari.

“Kami akan mengalami krisis ekonomi karena pandemi ini, dan kami tidak bisa berbuat apa-apa,” tambah Effendy.

Di bawah serangan pandemi, Indonesia mengalami kontraksi ekonomi pertama dalam lebih dari dua dekade. 

Continue Reading

Wisata

Mie Kering Khas Singkawang Kalimantan Barat

Published

on

Mi Kering Khas Singkawang Kalimantan Barat

GENCIL NEWS – KOTA SINGKAWANG -Mie Kering Khas Singkawang Kalimantan Barat. Singkawang memiliki kuliner yang khas dan sangat nikmat dengan citra rasa bumbu yang khas. Salah satu kuliner Singkawang yang memiliki citra rasa berbeda dengan makanan pada daerah lainnya, yaitu mi kering Singkawang.

Mie Kering Khas Singkawang Kalimantan Barat. Secara umum mi kering Singkawang ini  memang bila dilihat hampir sama dengan mi ayam yang ada di beberapa wilayah di Indonesia. Namun tentunya mi kering Singkawang ini berbeda dengan mi ayam pada umumnya, karena mi kering Singkawang ini disajikan dengan toping seperti daging ayam, bakso, lumpia dan telur dadar.

Apalagi meskipun namanya mi kering, namun mi ini disajikan dengan sedikit kuah dari kaldu daging sapi. Sehingga penyajian mi kering bersama toping yang lezat dan kuah kaldu yang nikmat ini menjadikan citra rasa dari mi kering berbeda dengan mi ayam pada umumnya, karena rasanya lebih enak dan lezat.

Sebenarnya, mi kering ini merupakan kuliner khas dari masyarakat Thinghoa yang ada di Kalimantan Barat, dengan toping utamanya daging babi. Namun karena semua masyarakat, terutama masyarakat muslim juga ingin menikmati mi kering khas Singkawang ini, maka banyak warung makan yang berlogo “halal” menyajikan mi kering khas Singkawang dengan mengganti toping daging babi menjadi daging ayam atau sapi.

Sehingga bila anda datang ke Kalimantan Barat, khususnya Singkawang anda tak perlu khawatir jika ingin mencicipi kuliner khas Singkawang mi kering ini, karena banyak warung makan yang berlogo “halal” yang telah menyajikan mi kering khas Singkawang ini.

Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING