Connect with us

Wisata

Tari Gandrung Banyuwangi, Identitas dan Daya Tarik Pariwisata Dunia

Published

on

Tari Gandrung Banyuwangi, Identitas dan Daya Tarik Pariwisata Dunia

Pertunjukan seni tradisional Banyuwangi, yaitu tari Gandrung, telah menjadi salah satu ikon Banyuwangi untuk menarik minat pengunjung, khususnya dari manca negara.

Pertunjukan tari Gandrung memiliki kisah sejarah yang menggambarkan perjuangan masyarakat Banyuwangi dalam melawan penjajahan kolonial, sebelum tahun 1.800.

Chosih Sudarminasih, Pelatih Sanggar Tari Mlati Rinonce menurutkan, tari Gandrung Banyuwangi awalnya ditarikan oleh kaum lelaki, yang dipelopori oleh pria bernama Marsan, sebagai upaya lain untuk melawan penjajahan.

Tari Gandrung Banyuwangi, Identitas dan Daya Tarik Pariwisata Dunia
Tari Gandrung Banyuwangi, Identitas dan Daya Tarik Pariwisata Dunia

“Waktu Banyuwangi dijajah, nah Marsan itu berjuang dengan mengecoh penjajah, dengan dia menari, terus sebenanrnya dia juga menuangkan minuman biar (penjajah) mabuk terus dibunuh. Makanya kan pas waktu tari Gandrung itu kan ada simbol bendera, bajunya. Karena asalnya dari (penari) laki-laki, dengan berkembangnya zaman karena kemerdekaan, akhirnya tidak hanya laki-laki yang menarikannya, sekarang (tarian) khas perempuan,” tuturnya.

Tari Gandrung yang awalnya hanya ada saat hajatan atau sengaja dihadirkan dengan bayaran, kini semakin berkembang dan banyak diminati. Chosih Sudarminasih menambahkan, tidak hanya intensitas pertunjukan yang hampir selalu menampilkan tari Gandrung, tarian khas Banyuwangi ini juga semakin naik pamornya setelah Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar pertunjukan akbar Gandrung Sewu pada tahun 2011 hingga kini.

Chosih Sudarminasih mengajarkan tari Gandrung di sanggar tari Mlati Rinonce miliknya di Banyuwangi (foto Petrus Riski/VOA).
Chosih Sudarminasih mengajarkan tari Gandrung di sanggar tari Mlati Rinonce miliknya di Banyuwangi (foto Petrus Riski/VOA).

“Dulu menari Gandrung itu hanya di gandrung terop, tanggapan-tanggapan (pertunjukkan dibayar) itu, tetapi setelah ada Gandrung Sewu, mulai lagi Gandrung itu benar-benar diminati dan luar biasa antusiasnya, lebih-lebih untuk saya daerah Purwoharjo, kalau di Purwoharjo ini luar biasa untuk penari Gandrung karena apa, mereka itu berlomba-lomba kepingin ikut tampil dalam acara Gandrung Sewu. Saat mereka tampil di Gandrung Sewu, itu suatu kebanggaan,” imbuh Chosih.

Tari Gandrung awalnya merupakan identitas masyarakat Banyuwangi yang menggambarkan rasa syukur pada musim panen, tetapi kini meluas. Apalagi setelah digelarnya tarian massal yang telah menjadikan Gandrung Sewu acara rutin.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengungkapkan, melalui pertunjukan tari Gandrung ini, masyarakat khususnya anak-anak Banyuwangi dapat semakin mengenal dan mencintai budaya dan tradisi yang tumbuh dari dalam diri masyarakat itu sendiri.

Pengenalan dan upaya menanamkan kecintaan anak-anak pada tari Gandrung, diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler tari Gandrung di seluruh sekolah dasar di Banyuwangi.

“Jadi sebetulnya tari Gandrung bukan hanya soal untuk mengenalkan Banyuwangi, sebenarnya ini instrumen bahwa setiap daerah punya tari khas dalam rangka mengkonsolidasi agar anak-anak kita tahu tradisi yang kuat dan tumbuh dari rakyatnya. Nah, Gandrung kebetulan salah satu tari yang cukup menjadi ikon di Banyuwangi, maka ini anak-anak menjadi kegiatan ekstra (sekolah) dan sekarang sudah menjadi kegiatan yang masif, dari sini kemudian menghasilkan banyak penghargaan. Anak-anak diundang di Frankfrut, di Paris, dan bahkan sudah diakui oleh dunia, salah satunya karena cara yang kita kerjakan misalnya bikin Gandrung Sewu, itu sebagai cara, ada seribu penari Gandrung,” kata Azwar Anas.

Para penari dari sanggar tari Qiao Guang Surabaya sedang berlatih tari Gandrung di sanggar tari Mlati Rinonce, Purwoharjo, Banyuwangi (foto: VOA/Petrus Riski)
Para penari dari sanggar tari Qiao Guang Surabaya sedang berlatih tari Gandrung di sanggar tari Mlati Rinonce, Purwoharjo, Banyuwangi (foto: VOA/Petrus Riski)

Chosih Sudarminasih mengaku bersyukur atas terpeliharanya identitas budaya Banyuwangi. Kini sanggar-sanggar tari yang mengajarkan tari Gandrung, dan minat anak-anak untuk belajar seni tari juga semakin meningkat. Chosih bertekad memiliki panggung pertunjukan sendiri, untuk mewadahi kreatifitas anak-anak di bidang seni tari ini.

“Saya kepingin mempunyai panggung terbuka, saya pingin nmenampung dari beberapa pemuda-pemudi atau siapapun untuk saya tampilkan, mungkin setiap malam minggu dan lain sebagainya, tetapi ya itu tadi, kendalanya karena memang belum ada anggaran sehingga saya hanya bermimpi. Saya pingin di sini, di belakang ini saya buat, saya sulap seperti panggung terbuka, terus saya buat seindah mungkin, even rutin untuk menampung anak-anak yang berkreasi dan punya kreativitas,” ujar Chosih.

Melestarikan budaya dan tradisi suatu daerah merupakan kewajiban setiap warga bangsa, terutama yang ada di setiap daerah. Masyarakat yang memiliki peradaban tinggi seringkali diidentikan dengan masyarakat yang mampu menciptakan serta merawat tradisi dan budaya yang dihasilkan.

Menurut praktisi dan pengajar seni tari sanggar Qiao Guang di Surabaya, Ong Silvia Ongkowijoyo, tari tradisional harus tetap dilestarikan oleh masyarakat bila tidak ingin masyarakat itu kehilangan identitasnya.

Mengajarkan seni tari yang merupakan bagian dari budaya suatu bangsa kepada anak sejak usia dini, untuk memastikan tetap bertahannya identitas suatu bangsa.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Wisata

Robot Lumba-lumba untuk Menarik Minat Penonton Sirkus

Published

on

Robot Lumba-lumba untuk Menarik Minat Penonton Sirkus

Gencil News-Robot Lumba-lumba untuk Menarik Minat Penonton Sirkus. Beberapa tempat hiburan sudah mulai merancang strategi dan siasat agar bisa bangkit kembali, ketika situasi membaik setelah krisis Covid-19. Meskipun belum ada tanda-tanda wabah berlalu, namun beberapa tempat hiburan dan wisata keluarga telah menyiapkan beragam program yang memikat wisatawan lokal.

Dilansir dari TEMPO-Perusahaan teknologi pembuat animatronik yang digunakan film Hollywood seperti Free Willy dan Deep Blue Sea, Edge Innovations, telah menciptakan animatronik berbentuk lumba-lumba untuk menggantikan penggunaan lumba-lumba nyata di berbagai sektor, salah satunya taman hiburan.

“Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk menata kembali potensi hiburan, pendidikan, dan bisnis industri hewan laut,” tulis Edge di laman resminya. Perusahaan juga mengatakan eksploitasi mamalia laut sekarang sudah semakin dibatasi sehingga industri taman laut menjadi lebih menantang.

CEO Edge Innovations, Walt Conti, mengatakan ada keinginan dari masyarakat untuk mencintai dan belajar tentang lumba-lumba. Sampai saat ini ada sekitar 3.000 lumba-lumba di penangkaran yang digunakan untuk memenuhi keinginan masyarakat tersebut dan untuk menghasilkan uang.

“Kami ingin menawarkan berbagai cara berbeda untuk mencintai lumba-lumba,” kata Conti, dikutip dari Reuters, Kamis, 15 Oktober 2020. Lebih lanjut dia mengatakan animatronik lumba-lumba buatan perusahaannya ini bisa menarik kembali minat penonton sirkus lumba-lumba yang menurun akibat penggunaan satwa asli.

Robot Lumba-lumba untuk Menarik Minat Penonton Sirkus. Di Eropa sendiri, sekitar 20 negara telah melarang atau membatasi sirkus yang menggunakan hewan liar.

Direktur Kreatif Program Animatronik Edge Innovations, Roger Holzberg, mengatakan ide awal dari program animatronik lumba-lumba ini adalah untuk menciptakan semacam “Sesame Street” versi bawah air. “Karakter tersebut mengajari bagaimana merasakan tentang berbagai macam aspek manusia dengan cara yang tidak terbayangkan sebelumnya,” kata Holzberg.

Robot animatronik lumba-lumba seberat 250 kg dan Panjang 2,5 meter ini dibanderol dengan harga mulai dari US$ 3 juta sampai US$ 5 juta.

Saat ini, lumba-lumba animatronik buatan Edge tengah menjadi program pendidikan utama untuk beberapa sekolah yang bermitra.

Seperti diberitakan Gizmodo, perusahaan Edge telah mengembangkan robot lumba-lumba ini sejak 20 tahun silam. Robot ini dirancang untuk mensimulasikan gerakan dan penampilan lumba-lumba hidung botol yang sebenarnya.

Sampai saat ini, pihak perusahaan belum menanamkan kecerdasan buatan pada robot sehingga masih harus dioperasikan oleh manusia.

Continue Reading

Wisata

Disporapar Pulihkan Sektor Pariwisata Di Era New Normal

Published

on

By

Disporapar Pulihkan Sektor Pariwisata Di Era New Normal

Gencil News – Sektor Pariwisata menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi covid 19. Disporapar pulihkan kembali kepercayaan wisatawan terhadap keamanan kesehatan desnitinasi wisata di era new normal.

Dalam paya memulihkan sektor Pariwisata Indonesia khususnya di Kalimantan Barat, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan peningkatan dan pengembangan pemasaran pariwisata Kalimantan Barat Tahun 2020 di Golden Tulip, Senin (12/10/2020) kemarin.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kalimantan Barat Windy Prihastari, S.STP, M.Si mengharapkan adanya komitmen bersama dalam pemulihan sektor pariwisata.

” Melalaui kegiatan ini, saya berharap kita dapat menjaga komitmen bersama dalam mendukung pengembangan pariwisata di Kalimantan Barat” katanya

Hal ini dibuktikan dengan penandatangan pernyataan komitmen bersama tentang pembangunan sektor kepariwisataan oleh Disporapar, Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Biro Administrasi Pimpinan Setda, Perum Damri Cabang Pontianak, DPD ASITA, DPD PHRI, dan DPD HPI Kalimantan Barat.

Penandatanganan Komitmen tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan sektor pariwisata informasi promosi pemasaran Kalbar. Melalui kerjasama atau sinergitas guna membangun pemasaran pariwisata Provinsi Kalimantan Barat.

Sektor Pariwisata saat ini dianggap perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru yang mulai diterapkan, Yakni penetapan protokol kesehatan pada tempat-tempat wisata.

Perlu adanya upaya khusus dalam peningkatan turis domestik wisatawan nusantara. Pemulihan sektor pariwisata memerlukan adanya keterlibatan selauruh pemangku kepentingan dibidang pariwisata.

Kadisporapar menyampaikan saat ini sedang melakukan penyusunan semua paket wisata, Baik alam maupun sejarah. Nantinya pada tanggal 28 oktober 2020 akan launching paket wisata murah bersama damri.

” Nanti kita coba di Kota Pontianak dulu. Jadi untuk City Tournya menggunakan damri “pungkasnya

Pada agenda city tour nantinya peserta tidak hans melakukan perjalanan wisata. Namun juga akan disuguhkan dengan cerita tetang sejarah Kota Pontianak. Sementara untuk kota lainnya juga diharapkan segera menyiapkan diri masing-masing.

Continue Reading

Headline

Tips Aman Saat Mendaki Gunung

Published

on

Setiap orang tentu saja memiliki caranya tersendiri untuk melakukan liburan seperti dengan bepergian ke mall, kemudian bepergian ke kebun binatang, pergi ke Museum, dan lain sebagainya. Ada salah satu cara yang paling banyak diminati oleh banyak orang yaitu bepergian ke beberapa tempat yang ada di Indonesia. Dengan melakukan perjalanan memang merupakan salah satu cara berlibur yang sangat menyenangkan, apalagi kini munculnya sebuah trend baru yaitu trend Adventure.

(more…)

Continue Reading

TRENDING