American Airlines Umumkan Keadaan Darurat, Pilot Matikan Satu Mesin
Connect with us

Internasional

American Airlines Umumkan Keadaan Darurat, Pilot Matikan Satu Mesin

Published

on

American Airlines Umumkan Keadaan Darurat, Pilot Matikan Satu Mesin
American Airlines Boeing 737 MAX 8, dalam penerbangan dari Miami ke New York City, akan mendarat di Bandara LaGuardia di New York, AS, 12 Maret 2019. (Foto: REUTERS/Shannon Stapleto)

Gencil News – VOA – American Airlines Jumat (5/3), mengatakan bahwa penerbangan Boeing 737 MAX menuju Bandara Internasional Newark Liberty New Jersey sempat dalam keadaan darurat setelah kapten mematikan satu mesinnya. Tindakan itu dilakukan karena kemungkinan adanya masalah mekanis.

Meski demikian, maskapai itu mengatakan penerbangan 2555 Amerika dari Miami dengan 95 penumpang dan enam awak mendarat dengan selamat di Newark tanpa insiden.

Reuters melaporkan masalah yang mungkin terjadi pada penerbangan itu terkait dengan tekanan oli mesin atau indikator volume dan tidak terkait dengan sistem MCAS. Maskapai mengatakan dua kecelakaan fatal 737 MAX pada 2018 dan 2019 -yang mendorong pesawat dilarang terbang selama 20 bulan- diduga berkaitan dengan sistem itu.

Boeing Co mengatakan telah mengetahui hal tersebut dan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengatakan akan menyelidikinya.

American Airlines adalah maskapai penerbangan AS pertama yang melanjutkan penerbangan 737 MAX mulai akhir tahun lalu, menyusul persetujuan FAA untuk pembaruan keselamatan Boeing.

Ketika pesawat diizinkan untuk terbang lagi, administrator FAA Steve Dickson mengatakan dia yakin bahwa jet itu aman, Namun ia memperingatkan bahwa masalah mekanis dalam penerbangan kadang-kadang terjadi pada semua pesawat komersial.

“Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa suatu saat di masa mendatang, sebuah Boeing 737 MAX akan kembali ke bandara asalnya, dialihkan, atau mendarat di tempat tujuan dengan sebenarnya atau diduga ada masalah dalam penerbangan,” ujarnya.

FAA mengevaluasi semua peristiwa yang melibatkan maskapai penerbangan AS, katanya pada saat itu, menambahkan: “Sangat penting untuk membedakan antara peristiwa rutin yang terjadi dengan pesawat mana pun dan masalah keselamatan akut yang menyebabkan hilangnya nyawa dan pelarangan terbang MAX.” 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Internasional

CDC: 78,5 Juta Orang Dewasa AS Telah Divaksinasi Penuh

Published

on

By

CDC: 78,5 Juta Orang Dewasa AS Telah Divaksinasi Penuh

Lebih dari 30% orang dewasa Amerika, atau sekitar 78,5 juta, sepenuhnya telah divaksinasi untuk COVID-19, menurut data baru yang dirilis oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC).

Gencil News – VOA – CDC mengatakan 48% orang dewasa telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, dan demikian halnya 80% lansia, yang paling rentan dengan efek berbahaya dari virus corona. Enam puluh empat persen lansia telah divaksinasi penuh.

CDC juga melaporkan terjadinya sekitar 5.800 kasus orang yang telah divaksinasi tetapi masih tertular virus.

“Semua vaksin yang tersedia telah terbukti efektif mencegah penyakit parah, rawat inap dan kematian,” kata badan itu dalam sebuah pernyataan. “Namun, seperti halnya vaksin lain, kami perkirakan ribuan kasus orang yang telah divaksinasi dan masih tertular akan terjadi, meskipun vaksin tersebut bekerja seperti yang diharapkan.”

Data CDC itu muncul di tengah penghentian sementara pemberian vaksin Johnson & Johnson.

Komite penasihat imunisasi CDC mengadakan pertemuan darurat Rabu (14/4), satu hari setelah CDC dan Badan Pengawasan Pangan dan Obat-Obatan (Food and Drug Administration/FDA) mengeluarkan pernyataan bersama yang merekomendasikan penghentian sementara setelah enam wanita berusia antara 18 dan 48 tahun mengalami pembekuan darah yang dikenal sebagai trombosis sinus vena serebral dalam waktu enam sampai 13 hari setelah diinokulasi. Seorang wanita meninggal, sementara seorang lainnya dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.

Enam kasus tersebut termasuk di antara lebih dari 7 juta inokulasi Johnson & Johnson di seluruh Amerika.

Baik vaksin AstraZeneca maupun Johnson & Johnson dikembangkan dengan menggunakan apa yang disebut adenovirus untuk membawa DNA ke dalam sel manusia yang menghasilkan sistem kekebalan tubuh untuk menangkal virus corona.

Continue Reading

Internasional

Bahas Krisis Politik di Myanmar, KTT ASEAN Siap Digelar di Jakarta

Published

on

Bahas Krisis Politik di Myanmar, KTT ASEAN Siap Digelar di Jakarta
Acara KTT ASEAN yang diadakan tahun lalu, 15 November 2020 di Hanoi, Vietnam (foto: ilustrasi).

Gencil News – VOA – Sampai saat ini belum ada pengumuman resmi kapan dan di mana KTT ASEAN yang membahas krisis politik di Myanmar akan digelar. Tapi suratkabar Phnom Penh Post mengutip pernyataan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen di akun Facebooknya hari Jumat (16/4) menyatakan akan menghadiri KTT tersebut di Jakarta pada 24 April atau Sabtu pekan depan.

Menanggapi hal itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan pihaknya belum memperoleh konfirmasi dari Brunei Darussalam sebagai Ketua ASEAN mengenai jadwal pelaksanaan KTT ASEAN soal krisis di Myanmar.

“(KTT ASEAN itu) akan dilaksanakan tapi mengenai konfirmasi tanggal dan lainnya, kewenangannya berada di Brunei sebagai ketua ASEAN. Kalau dari sisi masing-masing negara, ya mencocokkan jadwal. Itu yang kita lakukan,” kata Faizasyah.

Menurut Faizasyah gagasan untuk mengadakan pertemuan para pemimpin negara-negara ASEAN merupakan usulan dari Presiden Joko Widodo. Ide ini disampaikan kepada Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dan langsung disetujui.

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dan Presiden Indonesia Joko Widodo saat pertemuan di Jakarta, 20 Oktober 2019. (Foto: dok). Brunei adalah Ketua ASEAN saat ini.
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dan Presiden Indonesia Joko Widodo saat pertemuan di Jakarta, 20 Oktober 2019. (Foto: dok). Brunei adalah Ketua ASEAN saat ini.

Faizasyah belum bisa memastikan kapan Brunei akan mengeluarkan pengumuman soal waktu pelaksanaan KTT ASEAN tersebut, namun dia memperkirakan agenda itu akan keluar pekan depan.

Pengamat Hukum Internasional dari Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menilai rencana pelaksanaan KTT ASEAN itu merupakan langkah positif karena krisis politik di Myanmar tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya ada tiga hal kongkret yang harus dilakukan oleh para pemimpin ASEAN dalam membantu menyelesaikan krisis politik di Myanmar saat ini. Pertama, ASEAN harus menunjuk utusan khusus untuk Myanmar dan dia tidak boleh memiliki jabatan dalam pemerintahan di negara asalnya.

Hikmahanto mencontohkan dari Indonesia, dua mantan menteri luar negeri, yakni Hassan Wirajuda atau Marty Natalegawa, dapat menjadi kandidat. Atau bahkan kalau perlu mantan wakil presiden Jusuf Kalla. Ketiga orang ini dinilai bisa menjadi mediator untuk mendengarkan keinginan kedua pihak di Myanmar: rakyat dan junta militer.

Proses dialog ini harus berujung pada pembentukan pemerintahan sementara yang mencakup pihak militer dan kaum sipil yang tugas utamanya mempersiapkan pemilu yang diawali para tokoh atau pemantau dari ASEAN.

Langkah kedua adalah ASEAN harus berbicara dengan China agar mau terlibat dalam menyelesaikan krisis politik di Myanmar.

“Karena pada saat sekarang ini, pemerintah Myanmar diberi sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat atau pemerintah dari negara-negara Eropa itu, mereka tidak akan bergeming. Karena ketergantungan Myanmar itu kepada China. Jadi faktor China ini sangat penting. Sementara China selalu mengatakan masalah yang terjadi di Myanmar adalah masalah dalam negeri yang China tidak perlu ikut campur,” ujar Hikmahanto.

Pandangan China senantiasa didengar Myanmar, tambahnya, sehingga jika ASEAN bisa meyakinkan China untuk terlibat maka akan menjadi perkembangan yang sangat signifikan.

Sedangkan langkah ketiga yang bisa jadi sangat ekstrem dan sebenarnya tidak perlu digunakan, adalah memberikan semacam peringatan kepada junta Myanmar. Langkah ini sesuai hukum internasional dan tidak akan dianggap sebagai bentuk campur tangan terhadap urusan dalam negeri negara lain. Menurut Hikmahanto, langkah ini bisa dilakukan lewat pengiriman pasukan dari negara-negara ASEAN ke Myanmar.

Tapi Hikmahanto meyakini para pemimpin ASEAN tidak akan mengambil langkah ketiga tersebut karena harus mendapat rekomendasi dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Yang menjadi persoalan saat ini, menurut Hikmahanto, adalah apakah ASEAN bisa mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan krisis politik di Myanmar. Kalau hal ini tidak bisa dilakukan, banyak pihak akan menganggap ASEAN tidak lagi penting dan hanya sekadar solidaritas tanpa makna.

Hikmahanto menegaskan KTT ASEAN yang akan dilaksanakan akan menjadi titik krusial untuk membuktikan ASEAN memang dibutuhkan keberadaannya untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di kawasan. Dia menekankan jangan sampai ada negara di luar ASEAN yang terlibat dan mampu mengatasi krisis di Myanmar.

Lebih dari 700 orang tewas akibat penggunaan kekerasan oleh militer pasca kudeta 1 Februari lalu. 

Continue Reading

Internasional

Pemalsu Minuman Anggur Dideportasi ke Indonesia

Published

on

Pemalsu Minuman Anggur Dideportasi ke Indonesia
Sebanyak 500 botol minuman anggur palsu siap dimusnahkan di tempat pembuangan sampah di Creedmoor, Texas, 10 Desember 2015. Minuman anggur itu disita dari Rudy Kurniawan yang dinyatakan bersalah karena menjual minuman anggur palsu. (Foto: U.S. Marshals Service via AFP)

Gencil News – VOA – Pejabat imigrasi Amerika Serikat (AS) mengatakan, Selasa (13/4), seorang pria di California yang pernah menipu para kolektor anggur jutaan dollar dengan menjual minuman keras murahan yang diisikan ke botol baru di dapurnya telah dideportasi ke negara asalnya, Indonesia.

Badan Bea Cukai dan Penegakan Imigrasi AS (U.S. Immigration and Custom Enforcement/ICE) mengatakan dalam pernyataannya bahwa Rudy Kurniawan (RK) , 44 tahun, dideportasi minggu lalu dengan penerbangan komersial dari Bandara Internasional Dallas/Fort Worth. Kurniawan tiba di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, pada Jumat (9/4).

“Dia merupakan ancaman keamanan publik karena kejahatannya yang semakin parah,” kata pernyataan itu.

Kurniawan datang ke AS dengan visa pelajar pada tahun 1990-an. Pihak berwenang mengatakan dia tidak berhasil mencari suaka politik dan diperintahkan untuk meninggalkan Amerika secara sukarela pada 2003, tetapi tetap tinggal secara ilegal.

Kurniawan, yang keluarganya kaya raya karena menjalankan bisnis distributor bir di Indonesia, dijatuhi hukuman karena penipuan pada 2013 di pengadilan federal New York dan mendekam tujuh tahun di penjara. Dia dideportasi setelah dibebaskan dari penjara ke tahanan imigrasi November lalu.

Dalam operasi yang mencoreng citra industri anggur, jaksa penuntut dalam sidang di New York mengatakan Kurniawan meraup jutaan dolar dari 2004 hingga 2012 dengan memasukkan anggur Napa dan Burgundy yang lebih murah ke dalam botol palsu di rumahnya di Arcadia, pinggiran Los Angeles.

Penipuan itu diceritakan dalam film dokumenter Netflix 2016, “Sour Grapes” (“Anggur Asam”) dan dalam episode televisi ABC “The Con” (Sang Penipu”) pada bulan Maret.

Persidangan Kurniawan menampilkan kesaksian dari miliarder pemilik kapal pesiar, pengusaha dan investor anggur, William Koch, yang mengatakan dia ditipu oleh Kurniawan dengan membayar $ 2,1 juta untuk 219 botol anggur palsu.

Seorang ahli anggur bersaksi bahwa ada 19 ribu label botol anggur palsu untuk 27 jenis wine terbaik dunia disita dari rumah Kurniawan. Biro Penyelidik Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) menemukan ratusan botol, gabus, dan stempel ketika melakukan penggerebekan di rumahnya pada 2012.

Kurniawan membangun reputasi sebagai pembeli dan penjual anggur langka dan meraup puluhan juta dolar pada lelang anggur. Kolektor lain menjulukinya “Dr. Conti” karena kecintaannya pada anggur Burgundy, Domaine de la Romanée-Conti.

Dalam satu lelang pada 2006, Kurniawan menjual anggur senilai $ 24,7 juta, rekor untuk satu penerima barang.

Namun, skema penipuan tersebut mulai terurai setelah beberapa kiriman yang diajukannya untuk dilelang ternyata palsu. Pada 2007, rumah lelang Christie di Los Angeles membatalkan lelang apa yang seharusnya menjadi botol-botol besar Château Le Pin tahun 1982, setelah perusahaan itu mengatakan botol-botol tersebut palsu.

Pada 2008, 22 lot anggur Domaine Ponsot senilai lebih dari $ 600 ribu ditarik dari penjualan di tengah munculnya sejumlah pertanyaan tentang keasliannya.

Satu botol Domaine Ponsot yang hendak dijual oleh Kurniawan dalam lelang pada 2008 dinyatakan dibuat pada 1929, padahal pembuat anggur tersebut belum mulai pembotolan anggur dari perkebunannya sampai 1934. Yang lain diaku telah dibotolkan di kebun anggur tertentu antara 1945 dan 1971, meskipun Domaine Ponsot mengatakan bahwa mereka belum mulai menggunakan kebun anggur itu sampai 1982.

Tiga botol anggur palsu yang menjadi barang bukti persidangan penjual minum anggur, Rudy Kurniawan, diperlihatkan di Pengadilan Federal di New York, 19 Desember 2013. (Foto: Stan Honda/AFP)
Tiga botol anggur palsu yang menjadi barang bukti persidangan penjual minum anggur, Rudy Kurniawan, diperlihatkan di Pengadilan Federal di New York, 19 Desember 2013. (Foto: Stan Honda/AFP)

Jaksa penuntut mengatakan Kurniawan juga pernah mengirimkan lebih banyak magnum dari Château Lafleur tahun 1947 ke pelelangan daripada jumlah yang sebenarnya pernah diproduksi.

Secara keseluruhan, Kurniawan mungkin telah menjual sebanyak 12 ribu botol anggur palsu, banyak di antaranya mungkin masih menjadi koleksi para kolektor.

Jaksa penuntut mengatakan uang dari penipuan itu digunakan untuk membiayai gaya hidup mewah di pinggiran Kota Los Angeles, termasuk Lamborghini dan mobil-mobil mewah lainnya, pakaian desainer, serta makanan dan minuman mewah. Pemerintah Amerika menyita asetnya.

Dalam vonisnya, Kurniawan diperintahkan untuk membayar $ 28,4 juta sebagai ganti rugi kepada tujuh korban dan denda $ 20 juta dalam bentuk properti. 

Continue Reading

Internasional

Biden Tarik Pasukan AS dari Afghanistan Paling Lambat 11 September

Published

on

Biden Tarik Pasukan AS dari Afghanistan Paling Lambat 11 September

Gencil News – VOA – Presiden AS Joe Biden telah memutuskan akan menarik pasukan Amerika dari Afghanistan paling lambat 11 September 2021, 20 tahun setelah serangan al-Qaida memicu perang terpanjang Amerika, tiga sumber yang mengetahui keputusan itu mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Namun, penarikan tersebut akan didasarkan pada keamanan tertentu dan jaminan HAM, kata sumber, yang tidak mau disebut namanya sebelum keputusan itu resmi. Sumber itu tidak memberi rincian lebih lanjut.

Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin diperkirakan akan memberi penjelasan singkat tentang keputusan itu kepada sekutu NATO di Brussel pada Rabu. Biden juga mungkin akan mengumumkan keputusannya itu secara terbuka, kata sumber itu.

Keputusan Biden, jika dikukuhkan, akan lewat dari tenggat 1 Mei bagi penarikan yang disepakati dengan pemberontak Taliban oleh pemerintahan Donald Trump.

Dalam pernyataan bulan lalu, Taliban mengancam akan kembali menyerang pasukan asing di Afghanistan jika Amerika tidak memenuhi tenggat 1 Mei. Tetapi Amerika tetap akan menetapkan tanggal jangka pendek bagi penarikan, kemungkinan untuk menepis kekhawatiran Taliban bahwa Biden akan menunda proses itu.

Tenggat 1 Mei mulai tampak semakin kecil kemungkinannya dalam beberapa pekan ini, mengingat kurangnya persiapan di lapangan untuk memastikan hal itu dapat dilakukan dengan cara yang aman dan bertanggung jawab. Pejabat-pejabat Amerika juga menyalahkan Taliban karena tidak memenuhi komitmen untuk mengurangi kekerasan. Sebagian pejabat memperingatkan Taliban terus terkait al-Qaida.

Hubungan itulah yang memicu intervensi militer Amerika pada 2001 menyusul serangan al-Qaida pada 11 September terhadap New York dan Washington karena Taliban menyembunyikan para pemimpin al-Qaida. Ribuan tentara Amerika dan sekutu tewas dalam pertempuran di Afghanistan.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

TRENDING