Bahas Krisis Politik di Myanmar, KTT ASEAN Siap Digelar di Jakarta
Connect with us

Internasional

Bahas Krisis Politik di Myanmar, KTT ASEAN Siap Digelar di Jakarta

Published

on

Bahas Krisis Politik di Myanmar, KTT ASEAN Siap Digelar di Jakarta
Acara KTT ASEAN yang diadakan tahun lalu, 15 November 2020 di Hanoi, Vietnam (foto: ilustrasi).

Gencil News – VOA – Sampai saat ini belum ada pengumuman resmi kapan dan di mana KTT ASEAN yang membahas krisis politik di Myanmar akan digelar. Tapi suratkabar Phnom Penh Post mengutip pernyataan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen di akun Facebooknya hari Jumat (16/4) menyatakan akan menghadiri KTT tersebut di Jakarta pada 24 April atau Sabtu pekan depan.

Menanggapi hal itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan pihaknya belum memperoleh konfirmasi dari Brunei Darussalam sebagai Ketua ASEAN mengenai jadwal pelaksanaan KTT ASEAN soal krisis di Myanmar.

“(KTT ASEAN itu) akan dilaksanakan tapi mengenai konfirmasi tanggal dan lainnya, kewenangannya berada di Brunei sebagai ketua ASEAN. Kalau dari sisi masing-masing negara, ya mencocokkan jadwal. Itu yang kita lakukan,” kata Faizasyah.

Menurut Faizasyah gagasan untuk mengadakan pertemuan para pemimpin negara-negara ASEAN merupakan usulan dari Presiden Joko Widodo. Ide ini disampaikan kepada Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dan langsung disetujui.

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dan Presiden Indonesia Joko Widodo saat pertemuan di Jakarta, 20 Oktober 2019. (Foto: dok). Brunei adalah Ketua ASEAN saat ini.
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dan Presiden Indonesia Joko Widodo saat pertemuan di Jakarta, 20 Oktober 2019. (Foto: dok). Brunei adalah Ketua ASEAN saat ini.

Faizasyah belum bisa memastikan kapan Brunei akan mengeluarkan pengumuman soal waktu pelaksanaan KTT ASEAN tersebut, namun dia memperkirakan agenda itu akan keluar pekan depan.

Pengamat Hukum Internasional dari Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menilai rencana pelaksanaan KTT ASEAN itu merupakan langkah positif karena krisis politik di Myanmar tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya ada tiga hal kongkret yang harus dilakukan oleh para pemimpin ASEAN dalam membantu menyelesaikan krisis politik di Myanmar saat ini. Pertama, ASEAN harus menunjuk utusan khusus untuk Myanmar dan dia tidak boleh memiliki jabatan dalam pemerintahan di negara asalnya.

Hikmahanto mencontohkan dari Indonesia, dua mantan menteri luar negeri, yakni Hassan Wirajuda atau Marty Natalegawa, dapat menjadi kandidat. Atau bahkan kalau perlu mantan wakil presiden Jusuf Kalla. Ketiga orang ini dinilai bisa menjadi mediator untuk mendengarkan keinginan kedua pihak di Myanmar: rakyat dan junta militer.

Proses dialog ini harus berujung pada pembentukan pemerintahan sementara yang mencakup pihak militer dan kaum sipil yang tugas utamanya mempersiapkan pemilu yang diawali para tokoh atau pemantau dari ASEAN.

Langkah kedua adalah ASEAN harus berbicara dengan China agar mau terlibat dalam menyelesaikan krisis politik di Myanmar.

“Karena pada saat sekarang ini, pemerintah Myanmar diberi sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat atau pemerintah dari negara-negara Eropa itu, mereka tidak akan bergeming. Karena ketergantungan Myanmar itu kepada China. Jadi faktor China ini sangat penting. Sementara China selalu mengatakan masalah yang terjadi di Myanmar adalah masalah dalam negeri yang China tidak perlu ikut campur,” ujar Hikmahanto.

Pandangan China senantiasa didengar Myanmar, tambahnya, sehingga jika ASEAN bisa meyakinkan China untuk terlibat maka akan menjadi perkembangan yang sangat signifikan.

Sedangkan langkah ketiga yang bisa jadi sangat ekstrem dan sebenarnya tidak perlu digunakan, adalah memberikan semacam peringatan kepada junta Myanmar. Langkah ini sesuai hukum internasional dan tidak akan dianggap sebagai bentuk campur tangan terhadap urusan dalam negeri negara lain. Menurut Hikmahanto, langkah ini bisa dilakukan lewat pengiriman pasukan dari negara-negara ASEAN ke Myanmar.

Tapi Hikmahanto meyakini para pemimpin ASEAN tidak akan mengambil langkah ketiga tersebut karena harus mendapat rekomendasi dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Yang menjadi persoalan saat ini, menurut Hikmahanto, adalah apakah ASEAN bisa mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan krisis politik di Myanmar. Kalau hal ini tidak bisa dilakukan, banyak pihak akan menganggap ASEAN tidak lagi penting dan hanya sekadar solidaritas tanpa makna.

Hikmahanto menegaskan KTT ASEAN yang akan dilaksanakan akan menjadi titik krusial untuk membuktikan ASEAN memang dibutuhkan keberadaannya untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di kawasan. Dia menekankan jangan sampai ada negara di luar ASEAN yang terlibat dan mampu mengatasi krisis di Myanmar.

Lebih dari 700 orang tewas akibat penggunaan kekerasan oleh militer pasca kudeta 1 Februari lalu. 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Internasional

Berlian 101 Karat Akan Dilelang di Jenewa

Berlian terbesar yang pernah dipotong di Rusia, yaitu Alrosa Spectacle yang memiliki berat 100,94 karat, akan dilelang di Jenewa akhir bulan ini.

Published

on

Berlian 101 Karat Akan Dilelang di Jenewa

GENCIL NEWS – VOA – Berlian itu diperkirakan akan terjual seharga 12 hingga 18 juta franc Swiss atau sekitar Rp189 miliar hingga Rp283 miliar dalam pelelangan di rumah lelang Christi’s pada 12 Mei nanti.

“Berlian berwarna 100 karat D yang fantastis ini dipotong dari berlian kasar yang awalnya beratnya 200 karat. Berlian itu disebut berlian kasar Sergei Diaghilev dan ditambang pada 2016,” kata Marie-Cecile Cisamolo, pakar perhiasan di rumah lelang tersebut seperti dilansir oleh Reuters.

“Antara berlian kasar dan berlian yang kami tawarkan hari ini, butuh satu tahun delapan bulan untuk memotongnya menjadi batu yang sempurna ini.”

Berlian adalah salah satu dari 144 lot yang ditawarkan dalam penjualan, yang juga mencakup cincin, anting-anting, bros, dan potongan lainnya yang dibuat dengan berlian, safir, dan rubi.

Selanjutnya kejadian ini diselesaikan secara mediasi, dan tangani oleh pihak Polsek Pontianak Selatan.
Selanjutnya kejadian ini diselesaikan secara mediasi, dan tangani oleh pihak Polsek Pontianak Selatan.

Continue Reading

Internasional

FDA Setujui Vaksin Pfizer untuk Remaja

Published

on

By

FDA Setujui Vaksin Pfizer untuk Remaja
Lauren Borenstein, 16 tahun, menerima suntikan vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech di Skippack Pharmacy, di Schwenksville, Pennsylvania, 3 Maret 2021.

Gencil News – VOA – Badan Urusan Pangan dan Obat-Obatan Amerika Serikat (Food and Drugs Administration/FDA), Senin (10/5), mengeluarkan otorisasi vaksin COVID-19 yang dikembangkan Pfizer-BioNTech untuk digunakan oleh remaja berusia paling muda 12 tahun. Langkah itu memperluas kelompok warga yang memenuhi syarat untuk divaksinasi.

FDA mengatakan vaksin itu aman dan efektif bagi remaja berusia 12-15 tahun. Sebelumnya vaksin yang sama tersedia untuk penggunaan darurat bagi anak berusia 16 tahun dan yang lebih tua.

“Langkah hari ini memungkinkan populasi yang lebih muda untuk mendapat perlindungan dari COVID-19, membuat kita semakin dekat untuk memulai kembali kehidupan normal dan mengakhiri pandemi ini,” ujar penjabat komisioner sementara FDA Janet Woodcock dalam sebuah pernyataan.

Vaksin Pfizer ini adalah vaksin pertama di Amerika yang disetujui untuk orang yang berusia lebih muda. Persetujuan itu diberikan ketika pejabat-pejabat Amerika berupaya memvaksinasi lebih banyak warga dan tampaknya akan mendorong jutaan siswa SMP dan SMA untuk mencoba divaksinasi sebelum kembali ke sekolah pada musim gugur nanti.

Meskipun anak-anak yang terjangkit COVID-19 umumnya hanya memiliki gejala ringan atau bahkan tanpa gejala sama sekali, mereka masih dapat menularkan virus itu pada orang lain.

Pfizer pada Maret lalu merilis hasil kajian pendahuluan dari uji coba vaksin yang melibatkan lebih dari 2.000 sukarelawan berusia 12-15 tahun. Uji coba itu menunjukkan tidak satu pun remaja yang telah divaksinasi penuh mengidap COVID-19 atau mengalami efek samping yang serius. 

Continue Reading

Internasional

Penggerebekan Narkoba, 25 Orang Tewas

Published

on

Penggerebekan Narkoba, 25 Orang Tewas

Gencil News – VOA – Polisi menarget pengedar narkoba dan menggerebek favela atau perkampungan kumuh di Rio de Janeiro, Ibu Kota Brazil pada Kamis (6/5). Pihak berwenang mengatakan dalam penggerebak itu, setidaknya satu anggota polisi dan 24 orang lainnya tewas setelah ditembak.

Kantor pers polisi mengonfirmasi kematian seorang anggotanya dan 24 tersangka “penjahat” itu dalam sebuah pesan singkat kepada Associated Press.

Rekaman yang ditayangkan di televisi lokal menunjukkan, sebuah helikopter polisi terbang rendah di atas favela Jacarezinho ketika orang-orang bersenjata berat melarikan diri dari polisi dengan melompat dari atap ke atap rumah.

Felipe Curi, seorang detektif di kepolisian Rio, membantah telah terjadi eksekusi.

“Satu-satunya eksekusi adalah seorang petugas polisi, yang sayangnya dieksekusi dengan dingin oleh para pengedar narkoba. Kematian lainnya sayangnya terjadi ketika para penyelundup menarget polisi, dan mereka kemudian dinetralkan. Sesederhana itulah yang terjadi,” katanya dalam jumpa pers.

Jacarezinho, salah satu daerah kumuh terpadat di Kota Rio de Janeiro dengan jumlah penduduk 40 ribu jiwa, didominasi oleh Comando Vermelho, (Komando Merah) salah satu organisasi kriminal terkemuka Brazil.

Polisi menganggap Jacarezinho sebagai salah satu markas grup itu.

Continue Reading

Internasional

WHO Beri Persetujuan Vaksin COVID-19 Sinopharm Buatan China

Published

on

By

WHO Beri Persetujuan Vaksin COVID-19 Sinopharm Buatan China

Gencil News – VOA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan persetujuan bagi vaksin COVID 19 yang dikembangkan oleh China untuk penggunaan darurat di seluruh dunia.

Vaksin buatan Sinopharm, BUMN pengembang obat China, adalah vaksin pertama yang diproduksi oleh negara bukan blok Barat yang disetujui oleh WHO.

Langkah Jumat itu juga merupakan pertama kalinya, organisasi kesehatan publik global itu memberikan persetujuan terhadap sebuah vaksin China untuk penyakit infeksi.

Vaksin COVID 19 Sinopharm sudah diberikan kepada ratusan juta warga China serta negara-negara lain, bersama dengan vaksin China kedua lainnya.

Keputusan WHO itu akan memungkinkan vaksin Sinopharm diikutsertakan ke dalam Akses Global Vaksin COVID 19 atau COVAX, sebuah inisiatif untuk mendistribusikan vaksin ke negara-negara miskin.

WHO mengatakan, pihaknya akan memutuskan vaksin kedua China, yang dibuat oleh Sinovac Biotech, sedini minggu depan.

Sebelumnya, WHO sudah menyetujui vaksin AstraZeneca, Johnson&Johnson, Moderna, dan Pfizer-BioNTech untuk penggunaan darurat. WHO Beri Persetujuan Vaksin COVID-19 ‘Sinopharm’ Buatan China

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING