Doug Emhoff Mencetak Sejarah, "Suami Wakil Presiden” Amerika Pertama
Connect with us

Internasional

Doug Emhoff Mencetak Sejarah, “Suami Wakil Presiden” Amerika Pertama

Published

on

Doug Emhoff Mencetak Sejarah
Douglas Emhoff, suami Kamala Harris, saat menunggu debat cawapres antara Kamala dan Wakil Presiden Mike Pence di Kingsbury Hall, Salt Lake City, 7 Oktober 2020. (Foto: AP) -VOA

Gencil News – VOA – Doug Emhoff mencetak sejarah sebagai pria pertama yang akan memegang peran pasangan wakil presiden Amerika. Artinya Doug Emhoff akan mencetak sejarah menjadi “second-gentleman” alias “suami wakil presiden” Amerika yang pertama di Gedung Putih.

Sarah Rowley yang merupakan lektor Sejarah Universitas DePauw mengatakan hal itu merupakan langkah besar dalam perjuangan kesetaraan gender. Walaupun demikian tentunya masih upaya-upaya yang harus dilakukan.

“Ini mencerminkan kemajuan yang dibangun di atas puluhan tahun tantangan feminis terhadap peran gender yang dibatasi,” ujar Sarah.

“Namun, (hal ini) juga menunjukkan seberapa jauh lagi kita harus melangkah untuk mencapai keadilan gender. Mengingat ini adalah pertama kalinya kita berada dalam situasi ini. 232 tahun setelah pemilihan presiden pertama. Seratus tahun sejak berlakunya Amandemen ke-19. Dan 36 tahun setelah perempuan sebagai calon capres dan cawapres dari partai besar,” imbuhnya.

Emhoff adalah pria keempat yang menjadi pasangan dari calon presiden (capres)/calon wakil presiden (cawapres) perempuan dari partai besar di Amerika.

Sebelum pasangan calon (paslon) Biden/Harris. Ada paslon Walter Mondale/Geraldine Ferraro pada 1984. John McCain/Sarah Palin pada 2008 dan Hillary Clinton/Tim Kaine pada 2016.

Matthew Schimdt, lektor Keamanan Nasional dan Ilmu Politik Universitas New Haven mengatakan Emhoff mematahkan prasangka dalam banyak hal.

“Emhoff akan mengundurkan diri dari pekerjaannya. Sesuatu yang biasanya bagi pasangan presiden dan wapres terpilih. Penting juga untuk dicatat bahwa Jill Biden (istri Presiden AS terpilih, Joe Biden.red) akan tetap menjalankan profesinya. Emhoff bukan orang Kristen. Ia penganut agama Yahudi, itu juga merupakan yang pertama kalinya terjadi,” papar Matthew.

Matthew menambahkan pernikahan dalam usia matang setelah perceraian menyatukan anak-anak dari keluarga dengan latar belakang ras dan agama yang berbeda.

“Dari kebersamaan keluarga baru ini, muncullah sosok wakil presiden yang menjadi seorang ‘momala,’” ujar Matthew.

“Momala,” kata Harris, adalah panggilannya dari anak-anak tirinya, yang mencampurkan kata “Mama” dan “Kamala.”

Pekan lalu, Harris mencuit fotonya dan Emhoff tersenyum pada malam pengumuman Joe Biden sebagai pemenang pilpres. “Kenalkan, cinta dalam hidup saya,” cuitnya kepada 11,5 juta pengikutnya di Twitter.

“Emhoff benar-benar mendalami perannya dalam keluarga. Penampilannya di muka umum selama masa kampanye menyoroti rasa cintanya bagi Kamala Harris, mereka banyak berfokus pada kisah cinta mereka dan perannya sebagai seorang ayah dan suami,” tutur Sarah.

Harris dan Emhoff bertemu pada 2013 dan menikah setahun kemudian. Pernikahan itu adalah yang pertama bagi Harris dan yang kedua bagi Emhoff.

Saat mereka menikah,anak-anak Emhoff sudah berusia 20-an tahun. Sejauh ini, pria berusia 56 tahun itu belum banyak berbicara tentang isu apa saja yang akan diperjuangkannya sebagai seorang suami wapres.

“Perkiraan saya, berdasarkan apa yang ia lakukan selama kampanye bahwa ia sosok yang tidak banyak bicara selama kampanye, dan saya menduga ia juga memilih tidak akan banyak bicara di Gedung Putih nanti,” kata Matthew.

Sementara banyak orang menyebut Harris sebagai sosok panutan, Emhoff juga bisa dilihat dari kacamata yang sama dalam hal memprioritaskan karier sang istri di atas kariernya sendiri.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Internasional

Lebih dari 1.000 Peneliti China Tinggalkan AS

Published

on

Lebih dari 1.000 Peneliti China Tinggalkan AS
Seorang pria memasukkan kode-kode siber ke dalam komputer, 1 Maret 2017. (Foto: Reuters)

Gencil News – VOA – Pejabat tinggi di Departemen Kehakiman, Rabu (2/12), mengatakan lebih dari seribu peneliti China telah meninggalkan Amerika di tengah upaya pemberantasan dugaan pencurian teknologi.

Dalam KTT Aspen Institute Cyber, William Evanina, Kepala Kontraintelijen yang merupakan bagian dari kantor Direktur Intelijen Nasional, mengatakan agen-agen China telah menarget personel pemerintahan Presiden terpilih Joe Biden mendatang, dan “orang-orang yang dekat” dengan tim Biden.

Seorang pejabat Departemen Kehakiman mengatakan para peneliti Demers yang dirujuk itu berbeda dari kelompok yang disebutkan oleh Departemen Luar Negeri September lalu. Saat itu disampaikan bahwa Amerika mencabut visa lebih dari seribu warga negara China berdasarkan kebijakan presiden yang menolak masuk mahasiswa dan peneliti yang ditengarai menimbulkan risiko keamanan.

China menggambarkan langkah itu sebagai persekusi politik dan diskriminasi ras “terang-terangan” yang melanggar hak asasi.

Continue Reading

Internasional

Ivanka Trump Dimintai Keterangan Terkait Penggunaan Dana Pelantikan

Published

on

Ivanka Trump Dimintai Keterangan Terkait Penggunaan Dana Pelantikan
Penasihat senior Gedung Putih, Ivanka Trump, saat berkampanye untuk ayahnya, Presiden Donald Trump, di North Carolina.

Gencil News – VOA – Ivanka Trump, putri dan sekaligus penasihat presiden, dimintai keterangan di bawah sumpah pekan ini. Hal itu menjadi bagian dari gugatan perdata yang menuduh telah terjadinya penyalahgunaan dana nirlaba untuk pelantikan Donald Trump empat tahun lalu.

Dalam dokumen pengadilan yang diungkapkan Kantor Jaksa Distrik Columbia, Karl Racine, Selasa (2/12), diketahui bahwa deposisi itu digelar pada Selasa (2/12) ini.

Dalam gugatan hukum pada Januari 2020, Racine mengklaim bisnis real estat Donald Trump dan entitas lainnya telah menyalahgunakan dana nirlaba untuk memperkaya keluarga Trump.

Menurut gugatan hukum itu, sebuah perusahaan nirlaba yang bebas pajak – yang disebut sebagai “58th Presidential Inaugural Committee” atau “Komite Pelantikan Kepresidenan ke 58”, telah berkoordinasi dengan keluarga Trump untuk membayar lebih banyak bagi ruangan yang digunakan di Trump International Hotel di Washington DC.

Gugatan hukum Racine itu menuduh bahwa dalam satu kasus, organisasi nirlaba itu membayar lebih dari $300 ribu untuk mengadakan resepsi pribadi di hotel Trump, untuk tiga anak tertua presiden, yaitu Donald Trump Jr, Ivanka dan Eric pada malam pelantikan 20 Januari 2017.

“Aturan hukum di Distrik Columbia mewajibkan lembaga nirlaba untuk menggunakan dana mereka untuk tujuan publik yang harus diumumkan, bukan untuk menguntungkan individu atau perusahaan swasta,” ujar Racine awal tahun ini.

Gugatan hukum itu berupaya mendapatkan kembali uang bernilai $1 juta yang diduga telah disalurkan secara langsung pada bisnis keluarga Trump.

Juru bicara Gedung Putih tidak memberi tanggapan atas permintaan tanggapan yang diajukan Reuters. Komite pelantikan mengatakan keuangannya telah diaudit secara independen, dan bahwa semua uang dibelanjakan secara sah.

Meskipun undang-undang dana kampanye membatasi jumlah sumbangan kampanye, panitia pelantikan dapat menerima sumbangan tak terbatas, termasuk dari perusahaan.

Menurut dokumen Komisi Pemilu Federal, dana senilai $107 juta yang dikumpulkan komite pelantikan Trump adalah dana pelatinkan terbesar dalam sejarah. Komite pelantikan Trump diketuai oleh real estat dan investor Thomas Barrack.

Mantan tim kampanye Trump, Richard Gates, menjabat sebagai wakil ketua komite pelantikan. Gates adalah salah satu dari sejumlah mitra Trump yang dihukum dalam penyelidikan yang dilakukan mantan penasihat khusus Robert Mueller soal campur tangan Rusia dalam pilpres Amerika pada 2016. 

Continue Reading

Internasional

Diego Maradona Meninggal Dunia, Legenda Itu Telah Berpulang

Published

on

Diego Maradona Meninggal Dunia, Legenda Itu Telah Berpulang
Legenda sepakbola dunia Diego Maradona meninggal dalam usia 60 tahun.

Gencil News – VOA – Diego Maradona Meninggal Dunia pada usia 60 tahun. Diego Maradona adalah sosok legend sepak bola yang terkenal dengan “goal tangan tuhan”.

Juara Piala Dunia itu baru-baru ini dirawat di rumah sakit dan menjalani operasi karena pembekuan darah di otak pada November lalu, dan kemudian harus dirawat karena ketergantungan alkohol, narkoba dan obesitas. Ia baru diijinkan meninggalkan rumah sakit pada 11 November lalu.

Asosiasi Sepakbola Argentina mencuit di Twitter, “AFA dan Presiden Claudio Tapia menyampaikan belasungkawa mendalam dengan meninggalnya tokoh legenda kami, Diego Armando Maradona. Ia akan selalu ada di hati kami.”

Kantor Presiden Argentina Alberto Fernandez mengumumkan tiga hari berkabung nasional untuk menghormati pemain sepakbola yang telah mengharumkan nama negara itu.

Ia juga mencuit “Anda membuat kami [Argentina] ke puncak dunia. Anda membuat kami sangat gembira. Anda adalah yang terbaik dibanding segalanya. Terima kasih sudah hadir untuk kami, Diego. Kami akan merasa sangat kehilangan.”

Maradona memenangkan Piala Dunia 1986 untuk Argentina setelah mencetak gol yang fantastis dan kelak membuatnya dikenal sebagai “Tangan Tuhan” ketika melawan Inggris di perempat final.

Sepanjang karirnya Maradona bermain di klub-klub terkemuka seperti Barcelona dan Napoli, dan memenangkan dua gelar Seri A untuk Napoli. Ia membuat 34 gol dalam 91 permainan untuk Argentina, yang diwakilinya di empat Piala Dunia.

Meskipun reputasinya sempat ternoda oleh kecanduan narkoba, ia tetap diidolakan di Argentina sebagai “Pibe de Oro” atau “Si Anak Emas.”

Tshirt nomor 10 yang dikenakannya kemudian senantiasa diidentikkan dengannya, sama seperti pemain hebat Brasil, Pele, yang mengenakan kaos dengan nomor yang sama. Keduanya dikenal sebagai pemain sepakbola terbaik sepanjang masa.

Mantan gelandang penyerang dan manajer Argentina itu dikabarkan menderita serangan jantung di rumahnya di Bueno Aires, tetapi informasi ini belum dapat dikukuhkan secara independen. 

Continue Reading

TRENDING