Connect with us

Internasional

Dunia Tak Tinggal Diam, “Stay Strong Lebanon”

Published

on

Dunia Tak Tinggal Diam, "Stay Strong Lebanon"

GENCIL NEWS – Dunia bergerak menunjukan empatinya dengan mengirimkan bantuan medis darurat dan rumah sakit lapangan ke Libanon.

Ledakan yang terjadi pada Selasa di pelabuhan kota itu menyebabkan kerusakan besar dan menewaskan lebih dari 100 orang, menambah kesengsaraan di negara yang sudah menghadapi krisis politik dan ekonomi.

Bantuan medis darurat dari Kuwait tiba di ibu kota Lebanon pada Rabu pagi. Ketika Palang Merah Lebanon mengatakan lebih dari 4.000 orang sedang dirawat karena cedera akibat dari pecahan kaca dan puing-puing yang beterbangan.

Dikutip dari AL Jazeera Perdana Menteri Libanon Hassan Diab telah menyerukan kepada “negara-negara sahabat” untuk mendukung negaranya yang telah terhuyung-huyung karena krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade dan juga pandemi coronavirus.

Negara-negara di kawasan Teluk langsung menanggapi, dimana Qatar mengumumkan akan mengirim rumah sakit lapangan untuk mengurangi tekanan kepada tenaga medis yang berjibaku diantara menyelematkan korban ledakan dan belum akibat pandemi Covid-19.

Awak di pangkalan udara Al Udeid Doha memuat ratusan tempat tidur yang dapat dilipat, generator dan seprai ke pesawat kargo angkatan udara.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan dalam sebuah pesan kepada mitranya dari Lebanon bahwa Teheran “siap menawarkan bantuan medis dan pengobatan serta membantu merawat yang terluka”.

Raja Yordania Abdullah II juga berjanji akan memberangkatkan rumah sakit lapangan.

“Kami akan mengirimkan rumah sakit lapangan dengan menyertakan spesialis dan staf medis untuk berkontribusi dalam menawarkan layanan medis dan perawatan untuk mendukung saudara-saudara kita di Lebanon,” kata televisi pemerintah Yordania dalam sebuah laporan.

Bahkan Sekutu dekat dan musuh tradisional Lebanon yaitu Iran dan Arab Saudi sama-sama mengirimkan ucapan belasungkawanya, keduanya mengirimkan pesan dukungan.

“Pikiran dan doa kami bersama orang-orang hebat dan ulet di Lebanon,” Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif tweeted. “Tetap kuat, Lebanon.”

Sementara Arab Saudi mengatakan akan memberikan perhatian besar dengan terus mengikuti situasi yang berkembang.

Bahkan yang tidak biasa, Israel juga menawarkan bantuan kemanusiaan ke negara tersebut, yang secara teknis masih berperang.

“Menteri Pertahanan Benny Gantz dan Menteri Luar Negeri Gabi Ashkenazi, atas nama Negara Israel, telah menawarkan kepada pemerintah Lebanon – melalui perantara internasional – bantuan medis dan kemanusiaan, serta bantuan darurat segera,” kata sebuah pernyataan.

Kepala Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyampaikan “belasungkawa terdalam … menyusul ledakan mengerikan di Beirut” yang katanya juga telah melukai beberapa personel PBB.

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani berharap “pemulihan cepat bagi yang terluka”, sementara wakil presiden dan penguasa Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, tweet tentang “belasungkawa kami kepada orang-orang terkasih kami di Libanon”.

Mesir menyatakan “keprihatinan mendalam” pada kehancuran, dan ketua Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menyampaikan belasungkawa, menekankan “pentingnya menemukan kebenaran tentang ledakan”.

Presiden Suriah Bashar al-Assad menulis pesan kepada mitranya dari Lebanon Michel Aoun bahwa “atas nama rakyat Arab Suriah, kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada Anda dan rakyat Lebanon”.

Dari belahan dunia lainnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, “Rusia berbagi kesedihan dengan rakyat Lebanon”, menurut pernyataan Kremlin.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut foto dan video dari Beirut itu “mengejutkan”.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dalam sebuah tweet dalam bahasa Arab bahwa “Perancis ada di sisi Libanon. Selalu”.

Kantor Kepresidenan Prancis mengatakan dua pesawat militer akan lepas landas ke Lebanon Rabu malam dengan membawa para ahli pencarian dan penyelamatan, 15 ton peralatan sanitasi, dan sebuah klinik keliling.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Internasional

Korut Minta Maaf Atas Pembunuhan Pejabat Korsel

Published

on

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Jumat (25/9) mengajukan permohonan maaf, sebut Korea Selatan setelah pembunuhan seorang pejabat sipil Korea Selatan di dekat perbatasan laut yang disengketakan kedua negara. Permohonan maaf itu adalah sesuatu yang langka dilakukan seorang pemimpin Korea Utara.

Gencil News – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Jumat (25/9) mengajukan permohonan maaf, sebut Korea Selatan setelah pembunuhan seorang pejabat sipil Korea Selatan di dekat perbatasan laut yang disengketakan kedua negara. Permohonan maaf itu adalah sesuatu yang langka dilakukan seorang pemimpin Korea Utara.

Militer Korea Selatan hari Kamis menuduh pasukan Korea Utara menembak dan mengkremasikan seorang pejabat, yang oleh Seoul diduga mungkin sedang berusaha membelot ke Korea Utara.

Menurut pernyataan yang diumumkan kantor presiden Korea Selatan, Kim “sangat menyesal” karena mengecewakan rakyat Korea Selatan atas insiden tersebut. Pernyataan itu menyatakan kematian tersebut “menjijikkan” dan “seharusnya tidak terjadi.”

Lelaki berusia 47 tahun itu menghilang hari Senin dari kapal patrolinya sekitar 10 kilometer di sebelah selatan perbatasan de facto antar-Korea.

Para pejabat Seoul menduga lelaki itu, yang dilaporkan terbelit utang dan masalah pribadi lainnya, melompat keluar kapal dengan mengenakan pelampung.

Setelah dicegat di laut oleh pasukan Korea Utara, lelaki itu diinterogasi, ditembak mati, diguyur minyak dan kemudian dibakar, semua tampaknya dilakukan berdasarkan perintah orang berkedudukan lebih tinggi, demikian versi militer Korea Selatan mengenai peristiwa itu.

Korea Utara memberi pernyataan berbeda. Disebutkan bahwa pasukan perbatasan, sesuai pedoman antivirus corona, melepaskan 10 tembakan dari kejauhan ke arah lelaki itu. Sewaktu mereka mendekati pelampungnya, mereka hanya menemukan darah. Mereka kemudian membakar pelampung itu, sebut pernyataan itu.

Permintaan maaf Korea Utara disampaikan ke Seoul oleh Departemen Front Persatuan Korea Utara, suatu badan di partai berkuasa yang menangani hubungan kedua Korea. Surat itu menyatakan harapan agar “kepercayaan dan hubungan” antara kedua Korea tidak rusak.

Jarang sekali Korea Utara meminta maaf. Setelah beberapa pembunuhan warga sipil Korea Selatan pada masa lalu, Korea Utara menyatakan “penyesalan,” kerap kali kemudian menyalahkan Seoul atas insiden tersebut.

Dengan permohonan maaf Kim, risiko meruncingnya hubungan kedua negara berkurang, kata Leif-Eric Easley, profesor di Ewha University di Seoul. Ia mengatakan pembunuhan itu dapat menyebabkan “saling balas melanggar” suatu perjanjian militer yang dimaksudkan untuk mengurangi ketegangan di perbatasan.

Continue Reading

Internasional

Sinovac Berharap Akhir Tahun Dapat Memulai Uji Klinis Tahap Akhir

Published

on

Sinovac Berharap Akhir Tahun Dapat Memulai Uji Klinis Tahap Akhir

Gencil News- Sinovac Berharap Akhir Tahun Dapat Memulai Uji Klinis Tahap Akhir. Dari BEIJING — Sinovac Biotech China berharap tahun ini dapat memulai analisis data uji klinis tahap akhir pada calon vaksin Covid-19 buatannya. Sebab, hasil analisis berguna menentukan efektifitas vaksin sehingga dapat disetujui regulator.

Produsen obat AS, Pfizer, akan mengetahui keampuhan vaksin eksperimentalnya pada Oktober. Sementara Moderna mengatakan analisis sementara dari data uji klinis vaksin mereka diharapkan dilakukan pada November.

“Sinovac dapat mulai menilai kemampuan CoronaVac bagi perlindungan masyarakat segera setelah peneliti mengamati sedikitnya 61 pasien Covid-19,” kata CEO Sinovac Yin Weidong dalam konferensi pers, Kamis (24/9) seperti dilansir Reuters.

Perusahaan berharap dapat memasok vaksin Covid-19 eksperimental buatannya ke lebih banyak negara Amerika Selatan dengan mengalihdayakan sejumlah prosedur manufaktur ke mitranya di Brasil, demikian dilansir.

Produsen vaksin global seperti Sinovac dan AstraZeneca bermitra dengan Brasil untuk melakukan uji klinis tahap akhir calon vaksin mereka di sana. Brasil mencatat jumlah kasus infeksi Covid-19 tertinggi ketiga di dunia.

Sinovac berencana menyediakan produk setengah jadi kepada mitranya, Instituto Butantan, yang akan mengisi, mengemas serta memasok produk jadi ke negara-negara Amerika Selatan lainnya.

China menyertakan CoronaVac Sinovac ke dalam program penggunaan darurat yang diluncurkan pada Juli. Namun, uji klinis tahap akhir di luar negeri belum rampung sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan para ahli soal keamanan vaksin tersebut.

Negara Bagian Sao Paulo sepertinya juga akan menggelar vaksinasi menggunakan vaksin Sinaovac pada pertengahan Desember, setelah ada restu dari regulator.

Yin mengatakan perusahaan siap bekerja sama dan berbagi data dengan negara lain mengenai penggunaan darurat jika mereka membutuhkan program tersebut. Perusahaan juga sedang membahas uji klinis Tahap III dengan sejumlah negara, termasuk Chile.

Continue Reading

Internasional

AS Kecam WHO di Dewan Keamanan PBB

Published

on

AS Kecam WHO di Dewan Keamanan PBB

Gencil News – VOA – Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Partai Komunis China dalam pidatonya di Dewan Keamanan PBB pada hari Kamis.

Kelly Craft, Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan “Organisasi Kesehatan Dunia selama bertahun-tahun dianggap sebagai pusat ilmu pengetahuan di atas politik, data melebihi bias.

Itulah mengapa Amerika selalu menjadi pemberi dana tunggal terbesar. Reputasi itu sekarang hancur berantakan setelah WHO membantu kampanye China untuk tidak bekerja sama, dan berbohong kepada dunia.”

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa itu juga mengatakan pada masa mendatang, masyarakat internasional harus menempatkan akuntabilitas dan transparansi sebagai pusat dari upaya untuk mengatasi ancaman terhadap kesehatan global.

Ia juga menjelaskan kurangnya kemandirian, transparansi, dan akuntabilitas adalah alasan mengapa Presiden Trump membuat keputusan Amerika menarik diri dari WHO dan mengapa AS terus menyerukan reformasi organisasi itu sementara AS mengalihkan sumber daya kesehatan global untuk mendukung mitra-mitra dan negara-negara lainnya yang lebih kredibel.

Ia mengatakan hanya Partai Komunis China yang bisa menjelaskan asal dan penyebaran virus itu.

Pidato Kraft itu disampaikan beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menyerang China terkait virus corona dalam pidatonya di Sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

Continue Reading

TRENDING