Indonesia Akan Membuat Perjanjian Penempatan ABK
Connect with us

Internasional

Indonesia Akan Membuat Perjanjian Penempatan ABK

Published

on

Indonesia Akan Membuat Perjanjian Penempatan ABK
Menlu Retno Marsudi saat bertemu dengan 14 ABK yang bekerja di kapal Long Xin 629 berbendera China di Jakarta, Minggu (10/5). (Courtesy: Kemlu RI)

Gencil News – Voa – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pemerintah akan meningkatkan, dari hulu hingga hilir, sistem perekrutan hingga penempatan anak buah kapal yang akan bekerja di kapal asing. Dalam pidato tahunan, Rabu (6/1/2021).

“Antara lain melalui pembentukan peta jalan ratifikasi ILO C-188 on Work in Fishing Convention, nota kesepahaman penempatan khusus ABK perikanan dengan negara tujuan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Retno, pemerintah akan memanfaatkan perjanjian hukum timbal balik untuk penegakan hukum yang tegas bagi para pelaku yang terlibat perdagangan orang dan kerja paksa terkait awak-awak kapal asal Indonesia yang bekerja di kapal ikan asing.

ABK asal Indonesia, yang bekerja di kapal-kapal ikan China, paling rawan terjerat kasus perdagangan orang serta perbudakan. Tahun lalu, kasus yang menghebohkan, 14 ABK Indonesia yang bekerja di kapal ikan China, Long Xing 629, mengaku mendapat perlakukan buruk dan penyiksaan selama bekerja. Empat rekan mereka, yang juga bekerja di kapal Long Xing 629, meninggal akibat kondisi kerja yang buruk dan perlakuan tidak manusiawi.

Tiga ABK Indonesia yang mengembuskan napas terakhir di kapal ikan Long Xing 629, dilarung ke laut. Satu lagi kru dari Indonesia meninggal di rumah sakit di Busan, Korea Selatan.

Data lain, satu ABK dari Indonesia juga dilarung ke laut setelah meninggal di kapal ikan China bernama Tuan Yu 8. Dua warga Indonesia lainnya meninggal saat berlayar di Samudera Pasifik dan dilarung ke laut pada Desember 2019.

Beberapa waktu lalu, Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1 Desember mengesahkan resolusi mengenai keamanan anak buah kapal (ABK). Resolusi yang digagas oleh Indonesia tersebut disponsori 71 negara, termasuk Amerika Serikat, Rusia, Jerman, dan Australia. Menurut Retno, ini merupakan resolusi pertama Majelis Umum PBB tentang keamanan ABK dan pengelolaan arus barang secara global.

“Beberapa hal penting yang diangkat oleh resolusi tersebut antara lain menetapkan pelaut sebagai pekerja sektor penting, meminta pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan terkait untuk memastikan pelaksanaan protokol keselamatan bagi pelaut, termasuk pergantian kru, fasilitasi perjalanan, repatriasi, dan akses ke layanan kesehatan,” kata Retno.

Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia Mohammad Abdi Suhufan mengingatkan pemerintah untuk memperbaiki sektor hulu di dalam negeri dalam proses pengiriman ABK ke luar negeri untuk mencegah pengiriman para pelaut secara ilegal.

“Pemerintah jangan melupakan upaya pembenahan yang terjadi di hulu. Misalnya, hal-hal yang terkait dengan bagaimana ABK itu direkrut, bagaimana kompetensi dan sertifikasi mereka bisa dipenuhi, bagaimana legalitas lembaga yang merekrut ABK tersebut, bagaimana sistem penggajian mereka, dan satu hal yang paling penting adalah harmonisasi regulasi pelaut atau awak perikanan migran,” ujar Abdi.

Abdi meminta pemerintah memastikan agar semua perusahaan perekrut ABK memiliki izin dan melakukan perekrutan melalui jalur yang sah. Perusahaan perekrut, tambahnya, juga harus bersikap transparan mengenai jumlah gaji yang akan diterima ABK dari perusahaan yang akan mempekerjakannya di luar negeri.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Internasional

China akan Berikan 500 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 kepada Pakistan

Published

on

China akan Berikan 500 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 kepada Pakistan

Gencil News – Pakistan hari Kamis (21/1) mengatakan akan menerima setengah juta dosis gratis vaksin COVID-19 Sinopharm China pada 31 Januari.

Menteri Luar Negeri Shah Mehmood Qureshi menyampaikan pengumuman itu pada konferensi pers, dengan mengatakan Menteri Luar Negeri China Wang Yi membagikan “kabar baik” dalam pembicaraan telepon antara kedua pejabat tersebut.

Dia menekankan bahwa vaksin China itu diberikan kepada Islamabad sebagai “isyarat niat baik” dari Beijing “mengingat hubungan strategis” dalam berbagai hal antara kedua negara.

Regulator obat Pakistan menyetujui vaksin Sinopharm untuk penggunaan darurat pada hari Senin. China menyetujui obat tersebut awal bulan ini, yang juga digunakan di beberapa negara, termasuk Bahrain dan Uni Emirat Arab.

Regulator Pakistan minggu lalu juga mengizinkan penggunaan vaksin AstraZeneca yang dikembangkan bersama Universitas Oxford.

Estimated reading time: 1 minute

Continue Reading

Internasional

Biden Tandatangani 10 Keppres untuk Perangi Covid-19

Published

on

Biden Tandatangani 10 Keppres untuk Perangi Covid-19

Gencil News – Presiden AS yang baru Joe Biden bergerak secara agresif hari Kamis (21/1) untuk meningkatkan perjuangan pemerintah nasional untuk membendung pandemi virus corona dengan menandatangani 10 perintah untuk meningkatkan produksi vaksin dan peralatan medis, sambil berusaha membuka kembali sekolah dan bisnis dengan aman.

Biden bergerak untuk meningkatkan pengujian virus corona secara nyata dan, pada saat yang sama, membuka 100 pusat vaksinasi komunitas yang didukung pemerintah federal di seluruh negeri dalam satu bulan ke depan. Enam belas juta orang Amerika telah divaksinasi sejauh ini, kurang dari 20 juta yang dijanjikan oleh para pejabat kesehatan dalam pemerintahan mantan Presiden Donald Trump akan divaksinasi selambatnya akhir Desember.

Gedung Putih mengatakan perintah Biden itu, ditopang oleh permintaannya kepada Kongres dana sebesar $ 1,9 triliun dalam bentuk bantuan terkait virus corona, “akan membantu menjaga para pekerja tetap aman dan sehat, membuat lebih banyak orang Amerika kembali bekerja, dan pada akhirnya mengurangi penyebaran virus.”

Pandemi telah menewaskan lebih dari 406.000 orang Amerika dan menginfeksi 24,4 juta, menurut Universitas Johns Hopkins.

Para pejabat Biden mengatakan kurangnya kerja sama dari pemerintahan Trump selama transisi menghambat kemampuan mereka untuk memahami rencana pendahulunya untuk distribusi vaksin. Namun Alex Azar, Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan dalam pemerintahan Trump, membela diri dengan kerja lembaganya tentang transisi awal bulan ini, dengan mengatakan lebih dari 300 pertemuan telah diadakan dengan tim transisi (ketika itu) Presiden Terpilih Biden sejak akhir November.

Gedung Putih mengatakan bahwa mulai bulan depan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) akan meluncurkan program federal untuk menyediakan vaksin ke apotek-apotek lokal. Saat ini, sebagian besar vaksin dibagikan di pusat-pusat pemerintah daerah atau diberikan kepada warga usia lanjut di panti-panti wreda.

Estimated reading time: 2 minutes

Continue Reading

Internasional

Militer AS akan Sidangkan Tersangka Bom Bali di Guantanamo

Published

on

Militer AS akan Sidangkan Tersangka Bom Bali di Guantanamo
Gedung pengadilan di Guantanamo. (Foto: VOA)


Gencil News – VOA – Setelah penundaan yang tidak ada penjelasan, Pentagon pada Kamis (21/1) mengumumkan rencana untuk melanjutkan pengadilan militer bagi tiga orang yang diduga terlibat pengeboman mematikan di Indonesia, pada 2002 dan 2003. Ketiganya ditahan di pangkalan AS di Teluk Guantanamo, Kuba.

Seorang pejabat senior hukum militer menyetujui sejumlah tuntutan yang tidak diancam hukuman mati, yaitu konspirasi, pembunuhan, dan terorisme terhadap ketiga tersangka tersebut. Ketiganya telah ditahan oleh pemerintah AS selama 17 tahun atas dugaan peran mereka dalam pengeboman klub malam di Bali pada 2002 dan setahun kemudian pengeboman Hotel JW Marriott di Jakarta.

Melansir berita dari Associated Press, waktu pengajuan dakwaan, yang telah diajukan di bawah Presiden Donald Trump tetapi belum diselesaikan, mengejutkan kuasa hukum untuk ketiga tersangka itu. Dakwaan itu juga tampaknya bertentangan dengan niat Presiden Joe Biden untuk menutup pusat penahanan.

Jenderal Lloyd Austin, calon Biden untuk menjadi menteri pertahanan, pekan ini menegaskan kembali niatnya untuk menutup Guantanamo kepada komite Senat yang membahas pencalonannya.

“Waktunya di sini sudah jelas, satu hari setelah pelantikan,” kata Mayor Korps Marinir James Valentine, pengacara militer yang ditunjuk untuk ketiganya. “Ini dilakukan dalam keadaan panik sebelum pemerintahan baru bisa diselesaikan.”

Seorang juru bicara komisi militer tidak segera memberi komentar. Komisi militer itu selama bertahun-tahun dililit gugatan hukum yang sebagian besar berkisar pada perlakuan brutal terhadap para tersangka selama dalam tahanan sebelumnya di fasilitas penahanan milik Badan Intelijen Pusat (Central Intelligent Agency/CIA), tidak segera berkomentar.

Jaksa militer mengajukan tuntutan terhadap Encep Nurjaman atau yang dikenal dengan nama Hambali, dan dua orang lainnya pada Juni 2017. Kasus tersebut ditolak oleh pejabat hukum Pentagon yang dikenal sebagai otoritas sidang karena alasan yang tidak diungkap kepada publik.

“Kasus mereka gagal. Saya tidak bisa memberi tahu Anda alasannya karena itu dirahasiakan,” kata Valentine, bagian dari tim hukum yang membela Hambali.

Karena sekarang otoritas persidangan telah menyetujui dakwaan, AS harus mengajukan tuntutan kepada para tahanan di hadapan komisi militer di pangkalan di Kuba. Persidangan di Guantanamo telah dihentikan oleh pandemi dan tidak jelas kapan akan dilanjutkan.

Hambali diduga sebagai pemimpin Jemaah Islamiyah, afiliasi Al-Qaeda di Asia Tenggara. Pentagon mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat tentang kasus itu bahwa dia bersama Mohammed Nazir Bin Lep dan Mohammed Farik Bin Amin, dituduh merencanakan dan membantu serangan tersebut. Nazir dan Farik berasal dari Malaysia,.

Ketiganya ditangkap di Thailand pada 2003 dan ditahan di tahanan CIA sebelum mereka dibawa ke Guantanamo tiga tahun kemudian.

Pengeboman di Bali pada Oktober 2002 menewaskan 202 orang, kebanyakan turis asing, termasuk 88 warga Australia. Pengeboman Hotel J.W. Marriott di Jakarta pada Agustus 2003 menewaskan 12 orang dan melukai sekitar 150 lainnya.

Continue Reading

TRENDING