Connect with us

Internasional

Ini 7 Kota dengan Biaya Hidup Tertinggi di Dunia Tahun 2020

Published

on

Ini 7 Kota dengan Biaya Hidup Tertinggi di Dunia Tahun 2020

Gencil News– Ini 7 kota dengan biaya hidup tertinggi di dunia tahun 2020. Menurut daftar dari Cost of Living Survey yang dirilis Mercer, ada beberapa kota yang mengalami kenaikan peringkat cukup drastis. Survei itu mengacu kepada New York sebagai kota dasar untuk semua perbandingan dan pergerakan mata uang terhadap dolar AS. Survei dilakukan di lebih dari 400 kota di seluruh dunia, dan di tahun ini mencakup 209 kota di lima benua.

Ini 7 kota dengan biaya hidup tertinggi di dunia tahun 2020. Sejumlah faktor yang jadi menjadi tolok ukur adalah biaya perumahan, makanan, pakaian, transportasi, perawatan pribadi, barang-barang rumah tangga, dan hiburan. Dan hasil nya ada beberapa kota di Asia mendominasi sebagai kota dengan biaya hidup paling mahal.

Ini 7 kota dengan biaya hidup paling mahal di dunia tahun 2020

1.Hong Kong

Hong Kong menempati peringkat pertama. Selama tiga tahun, kota ini duduk di posisi puncak. Kerusuhan sosial dan demontrasi politik sempat memicu runtuhnya mata uang sehingga mereka mengalami krisis ekonomi di tahun lalu.

2. Ashagabat, Turkmenistan

Ashgabat disebut sebagai kota termahal untuk ditinggali, karena merupakan bagian dari negara di Asia yang kaya minyak, dan memegang rekor dunia untuk kota yang bangunan-bangunannya dihiasi dengan marmer putih, tentu ini menjadi daya tarik yang luar biasa.

3. Zurich, Swiss

Zurich, Swiss, menjadi kota dengan biaya hidup paling tinggi di dunia, mengalahkan Tokyo yang pada tahun 2012 lalu berada di urutan pertama. Tingginya nilai mata uang Franc Swiss menjadi faktor utama yang menyebabkan biaya hidup di kota itu semakin mahal.

4. Singapura

Singapura, kota yang maju dan tersruktur. Butuh upaya keras secara finansial dan legal agar bisa diterima di Singapura. Belum lagi, biaya hidup di Singapura tergolong mahal.

5. New York, AS

Kota New York, sebuah kota besar yang dijuluki Big Apple ini berlokasi di Amerika Serikat. Daya tariknya selalu membuat banyak wisatawan untuk datang berwisata, dan di antara mereka ada yang ingin menetap untuk tinggal di sana. Untuk tinggal di kota besar sekelas New York, kamu harus merogoh kocek sebesar $1,738 sampai $4,895. Kalau di konversikan ke rupiah menjadi Rp 25 – Rp 68 juta per bulan.

6. Shanghai, China

Shanghai merupakan kota dengan populasi terbanyak di China dengan hampir 24 juta penduduk. Shanghai menjadi kota paling mahal di China daratan. untuk kisaran biaya sewa di pinggiran Kota Beijing sebesar RMB 2.000 (Rp 4 juta) sampai RMB 4.000 (Rp 8 juta) untuk tipe single bed room, sedangkan sewa apartemen di dalam atau pusat kota menyentuh angka RMB 4.500 sampai RMB 7.000 per bulannya.

7. Tokyo, Jepang

Tokyo tower and city at dusk, Tokyo, Japan

Ibu kota Jepang ini memang sudah sejak lama punya biaya hidup sangat tinggi. Dengan perhitungan Cost living index: 79,87. Rent index: 26,66. Restaurant index: 47,20 kira- kira anda harus mampu mengantungi pemasukan hampir 100 juta rupiah perbulan nya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Internasional

Arab Saudi Secara Bertahap Akan Buka Umrah Mulai 4 Oktober

Published

on

Arab Saudi Secara Bertahap Akan Buka Umrah Mulai 4 Oktober

Gencil News – Arab Saudi secara bertahap akan membuka kembali umrah mulai 4 Oktober. Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan hal itu pada Selasa (22/9), setelah ibadah itu dihentikan pada Maret karena pandemi virus corona.

Pada tahap pertama, “6.000 warga dan penduduk kerajaan akan diizinkan untuk melakukan umrah per hari mulai 4 Oktober,” kata kementerian itu dalam pernyataan yang diterbitkan Kantor Pers Arab Saudi.

Kementerian itu menambahkan umrah bagi Muslim dari luar kerajaan akan diizinkan mulai 1 November, ketika kapasitas umrah akan ditingkatkan menjadi 20.000 jemaah per hari.

Kementerian Dalam Negeri setempat mengatakan keputusan itu diambil setelah menilai perkembangan virus corona dan sebagai tanggapan atas keinginan umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan ritual tersebut.

Tahap pertama dari pemulangan bertahap akan mencakup mengizinkan warga negara dan ekspatriat dari dalam Kerajaan untuk melakukan umrah dengan kapasitas 30 persen mulai 4 Oktober. Ini setara dengan 6.000 jamaah per hari.

Fase kedua akan meningkatkan kapasitas Masjidil Haram menjadi 75 persen, yang akan mencakup 15.000 jamaah dan 40.000 jamaah sehari mulai 18 Oktober.

Pada tahap ketiga, jamaah dari luar negeri akan diizinkan untuk melakukan umrah mulai 1 November dengan kapasitas penuh 20.000 jemaah dan 60.000 jemaah per hari.

Tahap keempat akan membuat Masjidil Haram kembali normal, ketika semua risiko COVID-19 telah hilang. 

Masuknya jamaah, jamaah, dan pengunjung akan diatur melalui aplikasi bernama “I’tamarna”. Aplikasi ini akan diluncurkan oleh Kementerian Haji dan Umrah, dengan tujuan untuk menegakkan standar kesehatan dan memudahkan jamaah untuk memesan perjalanan mereka.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi meminta semua orang yang mengunjungi tempat-tempat suci itu untuk mematuhi langkah-langkah pencegahan, memakai masker wajah, menjaga jarak aman dari orang lain, dan menahan diri dari kontak fisik.

Kementerian tersebut mengatakan Arab Saudi ingin “memberdayakan para peziarah, baik dari dalam maupun luar Kerajaan, untuk dapat melakukan” ritual dengan cara yang aman dan sehat, “sambil melindungi mereka dari ancaman pandemi.”

Continue Reading

Internasional

Rusia dan China Menentang Penerapan Sanksi Baru AS Terhadap Iran

Published

on

Rusia dan China Menentang Penerapan Sanksi Baru AS Terhadap Iran
Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mendengarkan papar Ketua Organisasi Energi Atom Iran Ali-Akbar Salehi dalam pembukaan pertemuan IAEA, di Wina, Austria, Senin, 21 September 2020. (Foto: Reuters)

Gencil News – VOA – Amerika Serikat memberlakukan sanksi baru terhadap Iran untuk mengekang ancaman nuklir, rudal, dan senjata konvensional Iran. Langkah itu dilakukan setelah Amerika, Sabtu (19/9) malam, memberi tahu PBB bahwa embargo senjata terhadap Iran diberlakukan kembali tanpa batas.

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Robert O’Brien, Senin (21/9), mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump menerapkan sanksi baru dan langkah-langkah pengendalian ekspor terhadap 27 entitas dan individu yang terkait program senjata nuklir Iran.

Perintah eksekutif Gedung Putih menjabarkan rencana memblokir properti individu yang terlibat pengiriman bahan senjata dan peralatan militer ke dan dari Iran. Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan juga merinci bagaimana individu dan bisnis asing akan dihukum atas pelanggaran itu.

Organisasi Industri Pertahanan Iran (DIO) dan direkturnya, Mehrdad Akhlaghi-Ketabchi, dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro termasuk di antara mereka yang dikenakan sanksi.

China dan Rusia dengan tegas menolak sikap Amerika, sementara Inggris, Prancis, dan Jerman – negara-negara yang disebut E3 – mengatakan pengumuman Amerika itu tidak memiliki dampak hukum.

China, Senin (21/9), menyatakan menentang tindakan Amerika itu, dan menyebutnya sebagai sanksi sepihak yang ilegal.

Dalam konferensi pers di Beijing, juru bicara kementerian luar negeri Cina, Wang Wenbin, mengatakan “Amerika mengikuti hukum internasional hanya kalau merasa nyaman. Apa yang dilakukannya bukan hanya tidak mengikuti hukum itu sendiri, tetapi juga mengancam menggunakan sanksi sepihak yang ilegal untuk memaksa negara-negara lain.”

Pejabat-pejabat Amerika mengatakan individu dan perusahaan, termasuk bank-bank Eropa yang membantu Iran dalam pelanggaran sanksi PBB yang luas ini, akan dihukum.

Continue Reading

Internasional

Demo Tolak PSBB Ketat di London Diwarnai Bentrok

Published

on

Demo Tolak PSBB Ketat di London Diwarnai Bentrok

Gencil News – Voa – Polisi di London, ibu kota Inggris, bentrok dengan para demonstran dalam sebuah unjuk rasa menentang pengetatan pembatasan terkait virus corona.

Serangkaian unjuk rasa itu terjadi beberapa jam setelah Wali Kota London memperingatkan bahwa “kemungkinan besar” London akan segera memberlakukan pembatasan yang lebih ketat guna mencegah penambahan infeksi secara tajam.

Bentrokan pecah Sabtu (19/9) ketika polisi berusaha membubarkan ratusan demonstran yang berkumpul di Lapangan Trafalgar London.

Dalam Aksi “Tolak dan Aksi demi Kebebasan,” puluhan orang mengangkat spanduk dan poster bertuliskan “Ini adalah Tirani” dan meneriakkan “Kebebasan!”

Pemerintah Inggris melarang kerumunan lebih dari enam orang pekan ini guna mencegah naiknya kasus Covid-19.

Pengetatan aturan pembatasan sosial juga telah diberlakukan di banyak bagian kota-kota di Inggris barat laut, berdampak pada 13,5 juta orang.

Namun para pejabat mempertimbangkan pembatasan nasional yang lebih ketat, setelah Perdana Menteri Boris Johnson pada Jumat (18/9) mengukuhkan bahwa Inggris “kini mengalami gelombang kedua” virus corona, menyusul tren yang terjadi di Perancis, Spanyol dan seluruh Eropa.

Wali Kota London Sadiq Khan mengatakan kota itu mungkin akan memberlakukan sebagian pembatasan yang telah diberlakukan di tempat lain di Inggris. Upaya pembatasan yang dimaksud termasuk jam malam, penutupan pub lebih awal dan pelarangan kunjungan ke rumah-rumah. 

Continue Reading

TRENDING