Protes Taksi Online, Sopir Taksi Korsel Bakar Diri

Protes Taksi Online, Sopir Taksi Korsel Bakar Diri
Protes Taksi Online,

Protes Taksi Online, Sopir Taksi Korsel Bakar Diri – Seorang sopir taksi di Korea Selatan meninggal setelah membakar dirinya sendiri untuk memprotes layanan taksi online yang diluncurkan perusahaan aplikasi pesan teks terbesar di negara itu.

Im, pengemudi taksi berusia 64 tahun, parkir dengan Kedutaan Besar AS di pusat Ibu Kota Seoul beberapa saat sebelum api membakar kendaraanya, Rabu (9/1). Dia menjadi sopir taksi kedua yang meninggal bunuh diri dalam satu bulan terakhir.

Dia masih sadar sampai keluar dari mobil yang terbakar pada Rabu malam, menurut penuturan beberapa saksi, seperti diberitakan kantor berita AFP. Im dibawa ke rumah sakit terdekat, tapi nyawanya tak tertolong dan meninggal beberapa jam kemudian, kata polisi yang menemukan botol-botol bensin yang meleleh di dalam taksinya.

Potret sopir taksi pertama yang meninggal setelah membakar diri sendiri diusung oleh ribuan sopir taksi peserta demo menentang aplikasi jasa taksi online dari Kakao Corp di Seoul, Korea Selatan, 20 Desember 2018.
Potret sopir taksi pertama yang meninggal setelah membakar diri sendiri diusung oleh ribuan sopir taksi peserta demo menentang aplikasi jasa taksi online dari Kakao Corp di Seoul, Korea Selatan, 20 Desember 2018.

Menurut laporan kantor berita Yonhap, Im meninggalkan catatan. Dalam catatan itu, dia meminta pelarangan jasa yang dia sebut “tebengan kendaraan ilegal.”

Baca juga   Pemilih Taiwan akan Putuskan soal Perkawinan Sesama Jenis

Im adalah pengemudi taksi kedua dalam satu bulan ini yang membakar dirinya sendiri untuk memprotes jasa transportasi online yang diluncurkan oleh Kakao, perusahaan aplikasi chat.

Jasa layanan taksi online bisa mengurangi ongkos transportasi dan meningkatkan layanan untuk para pengguna di seluruh dunia. Tapi Korea Selatan, transportasi online nyaris tidak ada. Perusahaan taksi online AS, Uber juga beroperasi terbatas.

Uber sudah menutup jasa layanan taksi online utamanya di Korea Selatan sejak 2015 menyusul penolakan keras dari sopir taksi. Uber hanya menyediakan layanan transportasi taxi online dengan izin.

Kakao Mobility, yang baru dalam tahap uji coba, hanya membolehkan para sopir untuk melakukan dua pesanan dalam satu hari.

Baca juga   Sah! Semen Indonesia Akuisisi Holcim

Namun para supir taksi memprotes keras dengan mengatakan layanan itu mengancam pekerjaan dan kesejahteraan mereka.

Kakao Talk memutuskan menunda peluncuran resmi Kakao Mobility, yang dijadwalkan pada 17 Desember lalu. [ft]

Penulis : Gencil News
Editor : Gencil News
Sumber : Gencil News