Majelis Umum Kesehatan Dunia atau World Health Assembly (WHA) ke-73 telah mengesahkan resolusi COVID-19 secara konsensus. Resolusi COVID-19 adalah satu-satunya outcome pertemuan extraordinary WHA-73 yang memang difokuskan oleh Dirjen WHO untuk membahas penanganan pandemi COVID-19.

Pesan umum yang disampaikan oleh delegasi negara, Dirjen WHO dan juga Badan PBB dan OI lainnya dalam persidangan WHA-73 ini adalah seruan keperluan untuk solidaritas dan kesatuan penanganan COVID-19.

Hal ini menjadi kunci keberhasilan kerja sama multilateral dalam mendukung otoritas kesehatan nasional, pihak swasta dan aktor global lainnya melawan COVID-19.

Indonesia menjadi co-sponsor ranres tersebut. Ini merupakan keputusan strategis dan bagian dari upaya nyata diplomasi Indonesia untuk membangun solidaritas dan kesatuan penanganan COVID-19.

“Kita tentunya sangat mendukung adanya konsensus terkait kesatuan global penanganan COVID-19 ini,” demikian ditegaskan oleh Dubes/Wakil Tatap RI di Jenewa, Dubes Hasan Kleib.

Baca juga   CEO Boeing Minta Maaf, Keluarga Korban Lion Air Tetap Tuntut Boeing

Hal ini tercermin juga dalam proses negosiasi di WHO dimana delegasi RI terus mendorong resolusi untuk dapat diterima secara luas.

“Dari sisi substansi, sejumlah perhatian yang Indonesia majukan secara umum telah diakomodir di dalam dokumen ini, seperti memastikan adanya akses dari medical products untuk COVID-19 secara berkeadilan dan terjangkau,” ujar Dubes Hasan Kleib.

Substansi ini memberikan dasar lebih kuat bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya untuk realisasi akses berkeadilan dan terjangkau terhadap produk medis: vaksin, obat dan alat perawatan COVID-19.

Hal ini baik melalui penelitian bersama ataupun peningkatan produksi  (scaling-up) untuk vaksin yang juga nantinya dapat diproduksi di Indonesia.

Hal lain yang diatur dalam resolusi ini adalah dukungan konsensus negara-negara anggota, termasuk Indonesia, untuk WHO melakukan evaluasi mandiri atas penanganan COVID-19.

Baca juga   Pemerintah Berencana Beri Izin Asing Buka Universitas di Indonesia

Dirjen WHO menyambut baik evaluasi ini dan menegaskan telah menjadi bagian kultur kerja organisasi pasca penanganan wabah dan pandemi.

Proses evaluasi ini juga ditujukan untuk perbaikan upaya global untuk mencegah, bersiap siaga, dan perbaikan kapasitas penanganan pandemi atau krisis kesehatan global di masa mendatang.

Resolusi COVID-19 diusulkan oleh Uni Eropa dan sejauh ini di-co-sponsor oleh sejumlah 135 negara.

Selain Indonesia, negara co-sponsor lainnya termasuk China, Australia, Brazil, Rusia, Jepang, Korea Selatan dan Kelompok Negara Afrika.(kemenlu)