Connect with us

Internasional

Saudia Airlines Kembali Beroperasi Setelah Penangguhan Perjalanan

Published

on

Saudia Airlines Kembali Beroperasi Setelah Penangguhan Perjalanan

Gencil News- Saudia Airlines Kembali Beroperasi Setelah Penangguhan Perjalanan. Dari keterangan resmi nya. Saudia Airlines kembali beroperasi setelah penangguhan perjalanan sejak 15 September lalu. Saat ini, Saudia membuka kembali penerbangan ke 20 tujuan internasional.

Penerbangan termasuk ke tiga benua. Di Eropa, ada tujuh negara yang dibuka, Amsterdam, Frankfurt, London, Madrid, Paris dan Istanbul, serta ibu kota AS Washington DC.

Saudia Airlines Kembali Beroperasi Setelah Penangguhan Perjalanan. Mengutip Saudi Gazette, Jumat (16/10/20), Saudia Airlines meminta agar semua penumpang bisa mengikuti instruksi dan persyaratan perjalanan di masa pandemi ini. Khususnya, meminta para calon penumpang untuk menyesuaikan penerbangan yang tersedia sesuai ketersediaan.

Sejauh ini, semua bandara internasional di Kerajaan telah disiapkan untuk mengoperasikan penerbangan selama masa pandemi berlangsung.

Dalam keterangannya, Otoritas Umum Penerbangan Sipil maskapai akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Saudi dan badan pemerintah lainnya.

Lebih lanjut, GACA menegaskan bahwa semua penumpang yang kembali ke Kerajaan akan tetap melakukan karantina mandiri selama tiga hari.

Mereka, juga harus menjalani tes PCR lagi 48 jam setelah memasuki wilayah Kerajaan untuk membuktikan bahwa mereka tidak terinfeksi virus corona.

Pihak berwenang mengatakan akan memperbarui pedoman untuk penumpang sesuai dengan protokol kesehatan yang disetujui.

Secara terpisah, Direktorat Jenderal Paspor Saudi (Jawazat) meminta warga negara dan ekspatriat yang melakukan perjalanan melalui pelabuhan, darat, laut, dan udara.

Jawazat menyatakan bahwa ketentuan dan prosedur ini akan diperbarui terus menerus dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Internasional

Dirjen IAEA Rafael Grossi: Iran Mulai Bangun Fasilitas Nuklir

Published

on

Dirjen IAEA Rafael Grossi: Iran Mulai Bangun Fasilitas Nuklir
Dirjen IAEA, Rafael Grossi berbicara di Wina, Austria - foto thomson reuters

Gencil News – VOA – Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi membenarkan informasi bahwa Iran mulai membangun gedung baru dekat fasilitas nuklir bawah tanah. Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi. Menambahkan pihak Iran sekarang ini terus menimbun uranium dalam jumlah yang besar.

Walaupun Iran saat ini tengah memperkaya uranium. Tetapi tampaknya belum cukup untuk memproduksi senjata. Demikian Kantor berita Associated Press melaporkan hal ini hari Selasa (27/10) berdasarkan informasi dari IAEA.

Beberapa waktu lalu, Iran menyebut ledakan kemarin sebagai upaya sabotese pada fasilitas nuklir Natanz bulan juli lalu.

Dalam wawancara dengan Associated Press. Rafael Grossi mengatakan pihaknya mengukuhkan bahwa pembangunan fasilitas itu sudah mulai.

“Mereka sudah mulai tapi belum selesai. Ini proses yang panjang,” ujarnya. Tetapi ia tidak memberi rincian lebih lanjut, dengan mengatakan “ini informasi rahasia.”

Natanz adalah lokasi fasilitas pengayaan uranium utama Iran. Terdapat ruang-ruang bawah tanah yang panjang. Sentrifugal dengan cepat memutar gas uranium heksafluorida untuk memperkaya uranium.

Joint Comprehensive Plan of Action JCPOA adalah perjanjian nuklir tahun 2015 dengan negara-negara adidaya.

Iran memperoleh izin untuk memproduksi sejumlah uranium untuk tujuan non-militer. Sebagai imbalannya, negara-negara adidaya – Amerika, Inggris, Perancis, Tiongkok, Rusia dan Jerman – akan memberikan insentif ekonomi.

Sejak Presiden Amerika Donald Trump untuk tidak terlibat lagi secara unilateral dari perjanjian itu pada tahun 2018, lima negara yang tersisa berupaya keras mempertahankan perjanjian tersebut.

Sementara itu negara Iran dianggap telah memperkaya penimbunan uranium. Dan ini telah melampaui batas kesepakatan jumlah. Iran telah melanggar tingkat kemurnian yang dapat memperkaya uranium, dan pembatasan-pembatasan lain.

Hal ini untuk menekan negara-negara yang ikut menandatangani perjanjian nuklir tahun 2015 itu agar membuat rencana untuk mengimbangi sanksi Amerika.

Pada saat yang sama Iran tetap memberikan akses penuh pada tim pemeriksa IAEA ke fasilitas-fasilitas nuklirnya, termasuk ke Natanz, tambah Grossi.

Dalam laporan triwulan IAEA yang terbaru, badan itu melaporkan bahwa pada 25 Agustus lalu. Iran telah memperkaya uranium walaupun pada tingkatan rendah. Iran telah menimbun 2.105,4 kilogram atau jauh dari batas 202,8 kilogram sesuai peraturan dalam JCPOA.

Dan Iran telah memperkaya uranium hingga ke tingkat kemurnian 4,5% – jauh melebihi batas 3,67% sesuai peraturan dalam JCPOA.

Dalam laporan mendatang, yang akan segera rilis dalam dua minggu lagi, Rafael Grossi mengatakan, “Kami masih melihat trend yang sama yang telah kami lihat sejauh ini.”

Menurut analisa Arms Control Association Washington DC, Iran membutuhkan sekitar 1.050 kilogram uranium kadar rendah, atau yang tingkat kemurniannya kurang dari 5%, dalam bentuk gas.

dan baru dapat diperkaya lebih lanjut untuk menjadi bahan senjata, atau dengan tingkat kemurnian lebih dari 90% untuk dibuat menjadi senjata nuklir.

Continue Reading

Internasional

Singapura Menghentikan Sementara Penggunaan Dua Vaksin Flu

Published

on

Singapura Menghentikan Sementara Penggunaan Dua Vaksin Flu

Gencil News- Singapura menghentikan sementara penggunaan dua vaksin flu menyusul laporan kematian puluhan warga Korea Selatan.

Otoritas Kesehatan Singapura (HSA) tengah meneliti lebih lanjut kaitan dari kematian yang dilaporkan Korsel dengan vaksin yang ada di Singapura.

Kementerian Kesehatan dan HSA menyatakan hingga saat ini tidak ada kematian terkait dengan vaksinasi dua vaksin tersebut di Singapura.

Singapura menghentikan sementara penggunaan dua vaksin flu “Ini adalah tindakan pencegahan dengan menghentikan, setelah kematian yang dilaporkan setelah vaksinasi influenza di Selatan Korea,” tutur mereka dilansir dari The Straits Times, Senin (26/10).

Informasi dari otoritas Korea Selatan mencatat bahwa warga yang meninggal itu telah disuntikkan tujuh merek vaksin influenza.

Dua dari tujuh merek tersedia di Singapura. SKYCellflu Quadrivalent diproduksi oleh SK Bioscience dan didistribusikan di sana oleh AJ Biologics.

Sementara VaxigripTetra dibuat oleh Sanofi Pasteur dan didistribusikan secara lokal oleh Sanofi Aventis.

Seperti obat lainnya, vaksin dapat menyebabkan efek samping, seperti nyeri dan kemerahan di tempat suntikan, demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan dan mual.

“Efek samping ini umumnya ringan dan sembuh dengan sendirinya. Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang mungkin mengalami demam tinggi atau reaksi alergi parah (seperti kesulitan bernapas, mengi dan bengkak di sekitar mata) dan perhatian medis segera harus dicari,” kata HSA.

Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kasus kematian yang berhubungan dengan vaksinasi flu di Singapura. Namun, pemerintah memilih mengambil langkah preventif, menurut Kementerian Kesehatan dan Otoritas Ilmu Kesehatan (HSA) dalam pernyataan pada Minggu (25/10) malam.

Continue Reading

Internasional

Pangeran Abdul Azim Meninggal, Berkabung Nasional Selama 1 Minggu

Published

on

Pangeran Abdul Azim Meninggal, Berkabung Nasional Selama 1 Minggu
Pangeran Abdul Azim - Foto Istimewa

Gencil News – Pangeran Abdul Azim yang merupakan putra kedua dari Sultan Brunei Darussalam meninggal dunia pada usia 38 tahun. Negara Brunei Darussalam mengumumkan hari berkabung nasional selama 7 hari untuk mengenang kepergian Pangeran Abdul Azim.

Putra kedua dari Raja Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah itu menderita sakit dalam waktu yang cukup lama.

Pangeran Azim sendiri adalah pangeran kedua Sultan Hassanal Bolkiah dan istri keduanya, Hajah Mariam.

Pangeran Azim lahir pada tanggal 29 Juli 1982. Selanjutnya mengenyam pendidikan Sekolah Internasional Brunei, Lembaga Raffles Singapura dan Universitas Oxford Brookes.

Pangeran Azim wafat pada pukul 10.08 waktu setempat. Kabar meninggalnya Pangeran Brunei itu berhembus secara resmi melalui radio dan koran setempat.

“Putra Sultan Haji Hassanal Bolkiah, Pangeran Haji ‘Abdul’ Azim meninggal dunia pada tanggal 17 Rabiul awal (24 Okt) pukul 10.08 waktu setempat. Pemakaman akan berlangsung saat salat Ashar (tengah hari) sore ini,” demikian bunyi pengumuman itu.

Brunei akan berkabung selama tujuh hari ke depan, dan semua warganya harus mengenakan pakaian putih.

“Wanita Muslim harus memakai tudung putih atau kerudung, dan non-Muslim wajib memakai baju lengan panjang berwarna putih yang berukuran lebar,” bunyi instruksi dari otoritas setempat.

Pangeran Azim sendiri adalah pangeran kedua Sultan Hassanal Bolkiah dan istri keduanya, Hajah Mariam. Hingga saat ini, belum diketahui penyakit apa yang diidap Pangeran Azim hingga ia meninggal dunia.

Pangeran Azim adalah sosok yang terkenal dengan gaya busananya yang eksentrik. Ia kerap kali menghadiri gelaran fesyen Hollywood seperti peluncuran koleksi lingerie terbaru Coco De Mer. Ia pernah tampil dengan artis ternama Hollywood seperti Pamela Anderson dan Mariah Carey.

Continue Reading

TRENDING