Serpihan Pesawat United Airlines Jatuh Menimpa Permukiman di Denver
Connect with us

Internasional

Serpihan Pesawat United Airlines Jatuh Menimpa Permukiman di Denver

Published

on

Serpihan Pesawat United Airlines Jatuh Menimpa Permukiman di Denver

Gencil News – Beberapa serpihan pesawat United Airlines jatuh menimpa permukiman di pinggiran Denver ketika mendarat darurat pada Sabtu (20/2). Sebuah serpihan sangat besar yang diduga bagian dari mesin pesawat, nyaris menimpa sebuah rumah.

Pesawat itu mendarat dengan selamat dan tidak ada seorang pun di dalam pesawat maupun di darat yang terluka, kata pihak berwenang.

Administrasi Penerbangan Federal mengatakan dalam pernyataan bahwa Boeing 777-200 kembali ke Bandara Internasional Denver setelah mengalami kerusakan pada mesin bagian kanan, tak lama setelah lepas landas. Penerbangan 328 itu sedang terbang menuju Honolulu ketika insiden terjadi, kata FAA.

United Airlines mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa terdapat 231 penumpang dan 10 kru di dalamnya. Maskapai itu tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Departemen Kepolisian Broomfield memasang foto di Twitter yang memperlihatkan potongan besar dekat sebuah rumah yang terletak sekitar 25 kilometer dari Denver. Polisi meminta siapapun yang terluka untuk melapor.

Sebuah video di Twitter oleh seorang perempuan yang mengaku sebagai puteri dari salah seorang penumpang, memperlihatkan mesin terbakar ketika pesawat terbang di udara.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Internasional

American Airlines Umumkan Keadaan Darurat, Pilot Matikan Satu Mesin

Published

on

American Airlines Umumkan Keadaan Darurat, Pilot Matikan Satu Mesin
American Airlines Boeing 737 MAX 8, dalam penerbangan dari Miami ke New York City, akan mendarat di Bandara LaGuardia di New York, AS, 12 Maret 2019. (Foto: REUTERS/Shannon Stapleto)

Gencil News – VOA – American Airlines Jumat (5/3), mengatakan bahwa penerbangan Boeing 737 MAX menuju Bandara Internasional Newark Liberty New Jersey sempat dalam keadaan darurat setelah kapten mematikan satu mesinnya. Tindakan itu dilakukan karena kemungkinan adanya masalah mekanis.

Meski demikian, maskapai itu mengatakan penerbangan 2555 Amerika dari Miami dengan 95 penumpang dan enam awak mendarat dengan selamat di Newark tanpa insiden.

Reuters melaporkan masalah yang mungkin terjadi pada penerbangan itu terkait dengan tekanan oli mesin atau indikator volume dan tidak terkait dengan sistem MCAS. Maskapai mengatakan dua kecelakaan fatal 737 MAX pada 2018 dan 2019 -yang mendorong pesawat dilarang terbang selama 20 bulan- diduga berkaitan dengan sistem itu.

Boeing Co mengatakan telah mengetahui hal tersebut dan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengatakan akan menyelidikinya.

American Airlines adalah maskapai penerbangan AS pertama yang melanjutkan penerbangan 737 MAX mulai akhir tahun lalu, menyusul persetujuan FAA untuk pembaruan keselamatan Boeing.

Ketika pesawat diizinkan untuk terbang lagi, administrator FAA Steve Dickson mengatakan dia yakin bahwa jet itu aman, Namun ia memperingatkan bahwa masalah mekanis dalam penerbangan kadang-kadang terjadi pada semua pesawat komersial.

“Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa suatu saat di masa mendatang, sebuah Boeing 737 MAX akan kembali ke bandara asalnya, dialihkan, atau mendarat di tempat tujuan dengan sebenarnya atau diduga ada masalah dalam penerbangan,” ujarnya.

FAA mengevaluasi semua peristiwa yang melibatkan maskapai penerbangan AS, katanya pada saat itu, menambahkan: “Sangat penting untuk membedakan antara peristiwa rutin yang terjadi dengan pesawat mana pun dan masalah keselamatan akut yang menyebabkan hilangnya nyawa dan pelarangan terbang MAX.” 

Continue Reading

Global

Momentum Peringatan Hari Perempuan Internasional Hingga Isu Kesetaraan Gender

Published

on

Momentum Peringatan Hari Perempuan Internasional Hingga Isu Kesetaraan Gender

Gencil News- Momentum peringatan hari Perempuan Internasional ( International Womens Day) hingga isu kesetaraan gender masih menjadi sorotan.

Hari Perempuan Sedunia jatuh pada tanggal 8 Maret, menjadi penanda sebuah pencapaian kaum wanita dalam berbagai bidang.

Saat ini wanita masuk dan sekaligus berperan aktif dalam setiap aspek kehidupan mulai dari sosial, ekonomi, budaya hingga politik.

Selanjutnya, Mengimbangi masuk dalam beragam peran sekaligus memiliki karakter yang kuat.

Selain itu, Menariknya kesetaraan gender masih menjadi satu tantangan yang besar secara global.

Bahkan tidak semua negara maju sudah mengalami kesetaraan gender, khususnya dalam partisipasi wanita dalam dunia kerja.

Mengutip dari Global Gender Gap Report 2020, Rilis dari Forum Ekonomi Dunia (World Forum Economic/ WEF) Memberikan gambaran cukup mengejutkan.

Secara global, dari laporan tersebut ada 153 negara baik pada Kawasan Asia Pasifik, Australia, Afrika, Amerika dan Eropa menyatakan kesetaraan gender sudah mencapai 68,6 persen.

Sedangkan Indonesia menempati posisi 85, menutup 70 persen dari kesenjangan gendernya.

Hingga saat ini isu kesetaraan gender adalah merupakan tanggung jawab dan tantangan secara global.

Keterlibatan perempuan dalam berbagai bidang memiliki peranan yang sangat berartidalam upaya pemerataan pembangunan.

Karena dengan mengaplikasikan hak serta kewajiban yang sama antara laki laki maupun perempuan dalam berbagai sektor kehidupan, akan menopang keberlangsungan sebuah negara.

Sedangkan menurut Kompas.com pada 03/10/2019. dalam Jumlah Anggota DPR Perempuan Meningkat, Diimbangi dengan Kualitas?

“Keterwakilan perempuan minimal 30 persen belum juga berhasil dalam Pemerintahan”

Ini menunjukkan bahwa belum sepenuhnya wanita memiliki kesempatan dan berhasil dalam membantu pemerintahan sepenuhnya.

Semoga dalam kesempatan berikutnya akan muncul kesempatan lebih baik hingga banyak porsi secara proporsional yang melibatkan peranan wanita kedepan nya.

Selamat Hari Perempuan Sedunia.

Continue Reading

Internasional

Belum Ada Eksodus Warga Indonesia dari Myanmar

Published

on

Belum Ada Eksodus Warga Indonesia dari Myanmar
Aksi protes di depan Kedutaan Besar RI di Yangon, Myanmar, 24 Februari 2021.

Gencil News – VOA – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, Jumat (5/3) menjelaskan sampai saat ini belum ada eksodus warga Indonesia dari Myanmar walau kekerasan terus meningkat di negara tersebut pasca kudeta militer pada 1 Februari lalu.

“Sejauh ini belum ada laporan. Memang baru kemarin ditetapkan kondisi Siaga II dan kita belum mendengar adanya masyarakat kita yang memutuskan untuk pulang. Bahkan dari pihak KBRI sendiri pun belum memulangkan anggota keluarga mereka,” kata Faizasyah.

Faizasyah berharap situasi di Myanmar berangsur stabil sehingga tidak perlu mengevakuasi warga Indonesia dari Myanmar.

Dari sekitar 380 warga Indonesia yang menetap di Myanmar, lanjut Faizasyah, sebagian besar tinggal di Yangon. Perhatian pemerintah sekarang ini adalah soal keselamatan warga negara Indonesia di Myanmar karena kekerasan yang terus terjadi dapat ikut menimbulkan dampak.

Pemerintah melalui KBRI Yangon meminta warga Indonesia di Myanmar tidak berkegiatan di luar rumah, terutama di tempat-tempat ada kerumunan orang agar tidak menjadi korban.

Pakar ASEAN sekaligus pendiri Synergy Policies Dinna Prapto Raharja mengatakan situasi sekarang itu sangat sensitif bagi elit dan rakyat Myanmar.

“Kesan yang harus diciptakan itu adalah kita simpati dan kita empati pada perkembangan demokrasi di dalam Myanmar. Itu yang nggak boleh sampai disalahartikan di Myanmar. Jadi bukan kita sibuk sendiri untuk mencari solusi di luar yang bisa dibuat oleh orang Myanmar. Jangan sampai tercipta kesan itu,” ujar Dinna.

Dinna menambahkan Indonesia bisa membahas persoalan Myanmar dengan pihak lain dengan tujuan tidak ada penindasan terhadap kebebasan sipil dan suara-suara demokrasi yang sudah berkembang di Myanmar.

Rencana junta militer untuk menggelar pemilihan umum baru tahun depan menurutnya merupakan tindakan kontraproduktif karena pesta demokrasi dilangsungkan tahun lalu sudah menyuarakan pilihan masyarakat Myanmar.

KBRI Yangon Tetapkan Siaga II

KBRI Yangon menetapkan kondisi Siaga II setelah kekerasan meningkat dalam dua pekan terakhir. Tindakan represif aparat keamanan terhadap pengunjuk rasa di berbagai kota di Myanmar telah menewaskan puluhan warga sipil, termasuk 18 orang pada hari Minggu (28/2) dan 38 orang lainnya pada hari Rabu (5/3).

Situasi politik dan keamanan di Myanmar memanas setelah junta militer melakukan kudeta terhadap pemerintahan sipil yang dikuasai Liga Nasional Untuk Demokrasi NLD pimpinan Aung San Suu Kyi yang menang telak dalam pemilu November lalu. Junta militer menilai telah terjadi kecurangan dalam proses pemilu itu, hal yang sudah dibantah NLD dan komisi pemilu.

Dalam kudeta 1 Februari itu pihak junta militer menangkapi para pejabat sipil dan aktivis demokrasi, serta wartawan yang meliput kekerasan yang dilakukan pasukan keamanan Myanmar terhadap para demonstran.

Suu Kyi juga sudah mulai diadili dengan tiga dakwaan, termasuk memiliki walki talkie secara tidak sah.

Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING