Surat Kepercayaan Duta Besar RI Kepada Direktur Jenderal UNESCO

 Surat Kepercayaan Duta Besar RI Kepada Direktur Jenderal UNESCO-Duta Besar LBBP/Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Arrmanatha C. Nasir telah menyerahkan surat kepercayaan kepada Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, pada hari Selasa, 10 September 2019, di Kantor Pusat UNESCO, Paris.

Duta Besar Arrmanatha Nasir didampingi oleh Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Surya Rosa Putra, dan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Kemasyarakatan, Kemdikbud, Harris Iskandar, yang sedang mengikuti General Meeting of the Global Alliance for Literacy (GAL) di UNESCO.

Sementara, Audrey Azoulay didampingi oleh Direktur Divisi Relasi Eksternal, Sektor Prioritas Afrika dan Relasi Eksternal UNESCO, Genc Seiti. Duta Besar, Arrmanatha Nasir menggantikan Duta Besar Hotmangaradja Pandjaitan yang bertugas sebagai Delegasi Tetap RI untuk UNESCO période 2015-2019.

Sementara, Audrey Azoulay didampingi oleh Direktur Divisi Relasi Eksternal, Sektor Prioritas Afrika dan Relasi Eksternal UNESCO, Genc Seiti. Duta Besar, Arrmanatha Nasir menggantikan Duta Besar Hotmangaradja Pandjaitan yang bertugas sebagai Delegasi Tetap RI untuk UNESCO période 2015-2019.

Baca juga   Reog Meriahkan Indonesia Street Festival, New York

Penyerahan surat kepercayaan diikuti dengan pembicaraan singkat antara  kedua pejabat. Dalam kesempatan tersebut, Dubes LBBP/Delegasi Tetap RI menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung program-program UNESCO, diantaranya,  dengan  berperan aktif sebagai anggota Executive Board UNESCO periode 2017-2021,  konsisten dalam menjaga serta melestarikan warisan dunia yang terdapat di Indonesia., serta dengan mengembangkan upaya pemanfaatan warisan dunia tak benda dalam mendorong ekonomi kreatif.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal UNESCO menyampaikan apresiasinya. Azoulay, terutama sangat berterima kasih kepada Indonesia terhadap suksesnya penyelenggaraan  sidang International Co-ordinating Council of Man and Biosphere Programme (ICC-MAB) ke-30 di Palembang tahun 2018 dan penyelanggaraan UNESCO World Press Freedom Day tahun 2017. Ke depan Azoulay mengharapkan peran Indonesia dalam General Conference, terutama menyangkut topik-topik amandemen Konstitusi UNESCO, etika Artifcial Intelligence, serta keuangan UNESCO.

Pada kesempatan tersebut, Dubes juga mengundang Azoulay untuk berkunjung ke Indonesia, yang saat ini menjadi pusat UNESCO di sector Sains untuk regional Asia Pasifik dan di semua sector untuk kluster Malaysia, Brunei Darussalam dan Timor Leste. Kunjungan, disamping membicarakan kerjasama Indonesia-UNESCO, bisa dirangkaikan dengan melihat Warisan Dunia UNESCO baru di ASEAN, seperti situs Bagan di Myanmar, situs Megalitik Jar site di Laos dan Tambang Batubara Ombilin, Sawahlunto. Azoulay menyatakan ketertarikannya dan akan mempertimbangkannya secara positif. 

Baca juga   Uni Eropa Hadapi Perpecahan Menjelang KTT Bahas Masalah Migrasi

Lebih jauh, Dubes juga memanfaatkan kesempatan pertemuan tersebut untuk mengundang Azoulay menghadiri acara Presenting Indonesian Heritage to the World yang akan diadakan pada tanggal 19 September 2019.  Acara itu merupakan promosi budaya berupa pertunjukan seni Indonesia dengan latar belakang berupa video warisan dunia yang sudah diinskripsi oleh UNESCO.

“Indonesia baru saja menyelesaikan mandat sebagai anggota Komite Warisan Dunia UNESCO untuk periode 2015-2019. Selesainya mandat bukan berarti selesai tugas secara keseluruhan. Indonesia harus terus menerus berupaya menularkan nilai-nilai universal yang terdapat di tiap warisan dunia UNESO yang dimiliki kepada dunia. Pertunjukan Presenting Indonesian Heritage to the World adalah salah satunya,” tegas Duta Besar RI. 

Penulis : hm
Editor : Gencil News
Sumber : kemenlu