Taliban Sita $12,4 Juta Uang dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan
Connect with us

Internasional

Taliban Sita $12,4 Juta Uang dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan

Published

on

Taliban Sita

Gencil News – VOA – Bank sentral Afghanistan yang dikuasai Taliban mengatakan Rabu (15/9) bahwa mereka telah menyita hampir 12,4 juta dolar uang tunai dan emas dari mantan pejabat-pejabat tinggi pemerintah, termasuk dari mantan wakil presiden Amrullah Saleh.

Dalam pernyataan, bank sentral mengatakan uang dan emas itu disimpan di rumah pejabat-pejabat, walaupun tidak tahu untuk apa.

Keberadaan Saleh tidak diketahui. Ia bersumpah akan melawan Taliban, yang merebut kekuasaan sebulan lalu. Seorang anggota keluarganya mengatakan, Taliban mengeksekusi saudaranya, Rohullah Azizi, pekan lalu.

Baca juga   Kerusuhan di Penjara Meksiko, Sedikitnya Enam Tewas

Dalam pernyataan terpisah, bank itu mendesak orang Afghanistan agar menggunakan mata uang lokal Afghanistan. Desakan itu disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa bank dan perusahaan negara itu kekurangan uang, terutama dolar, yang banyak digunakan.

Sebagai sinyal bahwa Taliban ingin mendapatkan kembali asset-aset milik mantan pejabat pemerintah, bank sentral mengeluarkan surat edaran kepada bank-bank lokal pekan lalu yang meminta mereka untuk membekukan rekening orang-orang yang terkait politik dari pemerintahan sebelumnya, kata dua bankir komersial.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Internasional

Korsel Uji Coba Roket Antariksa Pertama Buatan dalam Negeri

Published

on

Korsel Uji Coba Roket Antariksa Pertama Buatan dalam Negeri
Roket luar angkasa pertama Korea Selatan "Nuri" diluncurkan di Naro Space Center, Goheung, Provinsi Jeolla Selatan, 473 kilometer selatan Seoul, 21 Oktober 2021. (YONHAP / AFP)

Gencil News – VOA – Korea Selatan melangsungkan uji peluncuran roket antariksa pertama yang diproduksi di dalam negeri, Kamis (21/10).

Roket Nuri meluncur sekitar pukul 5 sore waktu setempat (0800 GMT), mengangkut muatan dummy seberat 1,5 ton yang terdiri dari blok baja tahan karat dan aluminium ke orbit 600 hingga 800 kilometer di atas Bumi.

Peluncuran itu awalnya dijadwalkan satu jam sebelumnya tetapi ditunda karena para teknisi membutuhkan lebih banyak waktu untuk memeriksa beberapa katup di dalam roket, kata Wakil Menteri Sains Korea Selatan Yong Hong-taek kepada wartawan.

Baca juga   Bupati Kapuas Hulu Rencanakan Festival Danau Sentarum 2021

Para teknisi menyelesaikan pemasangan roket setinggi 47 meter itu, Rabu malam, di landasan peluncuran di Pusat Antariksa Naro, satu-satunya pelabuhan antariksa negara itu, di pulau kecil di lepas pantai selatannya.

Setelah mengandalkan negara-negara lain untuk meluncurkan satelit-satelitnya sejak awal 1990-an, kini Korea Selatan berusaha menjadi negara ke-10 yang mengirim satelit ke antariksa dengan teknologinya sendiri. Para pejabat mengatakan kemampuan seperti itu akan sangat penting untuk ambisi luar angkasa negara itu, yang mencakup rencana mengirim satelit komunikasi yang lebih canggih dan mengembangkan satelit intelijen militer sendiri. Negara ini juga berharap untuk mengirim wahana antariksanya ke bulan pada 2030.

Nuri adalah kendaraan peluncur antariksa pertama di negara itu yang dibangun seluruhnya dengan teknologi dalam negeri. Roket tiga tahap ini ditenagai oleh lima mesin roket kelas 75 ton.

Baca juga   Banyak Masalah di Sea Games 2019, Presiden Filipina Geram

Para ilmuwan dan teknisi di Institut Antariksa Korea Selatan berencana menguji Nuri lebih lanjut, termasuk melakukan peluncuran lain dengan muatan dummy pada Mei 2022, sebelum mencoba dengan satelit yang sesungguhnya.

Continue Reading

Internasional

Ratu Inggris Kembali ke Kastil Setelah Diperiksa di Rumah Sakit

Published

on

By

Ratu Inggris Kembali ke Kastil Setelah Diperiksa di Rumah Sakit

Gencil News – VOA – Ratu Inggris Elizabeth II kembali ke rumahnya, Kastil Windsor, Kamis siang (21/10) setelah bermalam di rumah sakit untuk pemeriksaan, kata Istana Buckingham.

Pemeriksaan dilakukan setelah Ratu “dengan enggan” menerima saran medis untuk beristirahat beberapa hari dan membatalkan perjalanan untuk menandai 100 tahun Irlandia Utara.

Kastil Windsor, di Windsor, Inggris, Jumat, 22 Oktober 2021. (AP/Kirsty Wigglesworth)
Kastil Windsor, di Windsor, Inggris, Jumat, 22 Oktober 2021. (AP/Kirsty Wigglesworth)

Istana mengatakan Ratu Inggris (95), pergi ke Rumah Sakit swasta Raja Edward VII di London pada Rabu (20/10) untuk “pemeriksaan awal.” Istana tidak memberi informasi detail, tetapi dipahami bahwa keputusan itu tidak terkait COVID-19. Ratu telah divaksinasi COVID-19.

Baca juga   Referensi Soal Beserta Pembahasannya Untuk Kelas 9 SMP

Istana mengkonfirmasi bahwa ratu dirawat di rumah sakit setelah harian The Sun melaporkan berita tersebut.

Ratu kini kembali ke Kastil Windsor, sebelah barat London, tempat dia lebih banyak berada sejak awal pandemi COVID-19 tahun lalu.

Continue Reading

Internasional

Pintu Umrah Belum Terbuka untuk Jemaah Indonesia

Published

on

By

Pintu Umrah Belum Terbuka untuk Jemaah Indonesia
Para jemaah melaksanakan salat subuh tanpa pembatasan jarak di Masjidil Haram di Mekah pada 17 Oktober 2021 setelah pemerintah Arab Saudi mengumumkan pelonggaran pembatasan COVID-19. (Foto: Saudi Press Agency/Handout via Reuters)

Gencil News – VOA – Arab Saudi memang menyatakan sudah membuka kesempatan ibadah umrah. Namun untuk Indonesia, kesempatan itu belum terbuka, setidaknya sampai hari ini. Sejumlah persoalan teknis masih harus diselesaikan oleh kedua negara.

Kepastian itu disampaikan Eko Hartono, Konsul Jenderal RI di Jeddah, dalam acara Forum Merdeka Barat 9, Kamis (21/10). Dia sekaligus meluruskan pernyataan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pekan lalu, yang mengatakan bahwa Arab Saudi telah membuka umrah bagi jamaah Indonesia.

“Sekarang ini aplikasi umrah untuk Indonesia belum dibuka. Jadi bagaimana kita bisa masuk ke Arab Saudi untuk umrah, kalau visanya belum dibuka. Jadi teman-teman travel juga tidak akan bisa mengakses itu, jadi mohon ditunggu sebentar sampai nanti ada kesepakatan bilateral mengenai pelaksanaan umrah ini, sehingga nanti para jamaah bisa berangkat,” papar Eko.

Eko Hartono, Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah, Arab Saudi. (Foto: Tangkapan Layar)
Eko Hartono, Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah, Arab Saudi. (Foto: Tangkapan Layar)

Eko juga mengatakan, surat yang disampaikan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta ke Kementerian Luar Negeri Indonesia, adalah sekadar pemberitahuan. Tidak ada kesepakatan diplomatik apapun dalam surat tersebut, dan tidak ada penandatanganan dokumen. Tentu saja Indonesia menyambut baik rencana Arab Saudi itu, karena puluhan ribu jamaah umrah telah menantinya.

Baca juga   Wako Edi: Kita Berharap Kolaborasi Dan Sinergitas Terus Berlanjut

Persoalan teknis yang harus diselesaikan, kata Eko, antara lain adalah menghubungkan aplikasi Pedulilindungi dengan aplikasi serupa milik Arab Saudi yang bernama Tawakalna. Jika keduanya sinkron, data vaksinasi jamaah dapat langsung diketahui. Sejauh ini, kode batang (barcode) kartu vaksin yang dibuat pemerintah Indonesia, belum dapat dibaca oleh alat milik Arab Saudi.

Hal lain adalah terkait merk vaksin. Arab Saudi memakai Pfizer, Johnson & Johnson, Astrazeneca dan Moderna. Sementara mayoritas jamaah Indonesia menggunakan Sinopharm dan Sinovac.

“Bagi yang divaksin dengan vaksin di luar empat yang dipakai Arab Saudi, terutama Sinovac dan Sinopharm, maka yang bersangkutan harus memperoleh booster minimal satu kali, dari empat merk yang dipakai oleh Saudi,” tambah Eko.

Puluhan Ribu Jamaah Menunggu

Tertundanya pembukaan kembali ibadah umrah bagi jamaah Indonesia tentu berdampak panjang. Hingga saat ini saja, menurut Budi Darmawan Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji, ada 62 ribu jamaah tertunda keberangkatannya, karena perubahan peraturan Februari 2020 lalu.

Seorang petugas perempuan dari Kepolisian Arab Saudi tampak berjaga di sekitar area Ka'bah saat para jemaah melaksanakan ritual tawaf pada 20 Juli 2021. (Foto: Reuters/Ahmed Yosri)
Seorang petugas perempuan dari Kepolisian Arab Saudi tampak berjaga di sekitar area Ka’bah saat para jemaah melaksanakan ritual tawaf pada 20 Juli 2021. (Foto: Reuters/Ahmed Yosri)

“Dimana hal tersebut sudah persiapan yang matang, baik pembayaran kepada pihak ketiga dari Jamaah kepada kami. Kami sudah melakukan pembayaran kepada airline, kepada hotel dan siap berangkat, visanya juga sudah siap, tapi pada saat waktunya terjadi penutupan,” kata Budi.

Baca juga   Nasib Ratusan Ribu Anak Yaman di Ujung Tanduk

Budi mengakui, dalam perkembangan terakhir ini sempat ada kesalahpahaman di kalangan jamaah terkait pembukaan umrah. Dia berharap, penjelasan detil dari Konjen RI di Jeddah kali ini, dapat mengurangi kebingungan. Budi mengakui, baik perusahaan penyelenggara ibadah maupun jamaah, sama-sama sangat menantikan keberangkatan.

Terkait pembayaran yang sudah dilakukan, baik ke maskapai penerbangan maupun hotel di Arab Saudi, menurut Budi dananya aman.

“Kami memiliki hutang kepada jamaah untuk memberangkatkan, tetapi kami juga memiliki piutang karena uangnya sudah disetorkan kepada pihak ketiga, baik itu penerbangan maupun pihak akomodasi di Saudi Arabia. Sehingga kami bisa memberikan informasi kepada seluruh jamaah Insyaallah, uang itu aman,” tandasnya.

Pemerintah Selesaikan Masalah Teknis

Nur Arifin, Direktur Bina Haji dan Umroh, Kementerian Agama mencatat, dari 62 ribu jamaah umrah yang belum berangkat, ada sebagian yang persoalannya lebih rumit. Jumlah kelompok jamaah jenis ini ada sekitar 18 ribu orang.

“Itu yang 18 ribu sudah bayar tiket, sudah dapat visa dan berangkat. Ini bisa jadi masalah. Ada yang sudah sampai Saudi, begitu sampai di Saudi, ada pengumuman stop umrah tanggal 27 Februari 2020, akhirnya balik lagi ke Indonesia,” kata Nur.

Nur Arifin, Direktur Bina Haji dan Umroh, Kementerian Agama. (Foto: Tangkapan layar)
Nur Arifin, Direktur Bina Haji dan Umroh, Kementerian Agama. (Foto: Tangkapan layar)

Termasuk dalam kelompok ini adalah jamaah yang sudah sampai ke bandara keberangkatan dan siap naik pesawat, tetapi kemudian terjadi penutupan. Selain itu, ada juga kelompok jamaah yang sudah sampai bandara di Arab Saudi, dan kemudian harus kembali. Melihat kasusnya, jelas bahwa biaya tiket sudah dibayarkan perusahaan penyelenggara dan digunakan. Tetapi jamaah belum benar-benar melakukan umrah.

Baca juga   China Pertimbangkan Suntikan 'Booster' Asing Untuk Perkuat Vaksin

“Ini juga menjadi catatan yang perlu ada solusi, dan kami terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak,” tambah Nur.

Kementerian Agama juga membahas dana jamaah umrah, yang tertahan di maskapai penerbangan. Mereka akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengurai persoalan dana umrah ini.

Selain soal penyelarasan data vaksinasi melalui aplikasi milik Indonesia dan Arab Saudi, Nur Arifin juga menjelaskan, sektor kesehatan ikut menjadi perhatian. Kemenag akan membahas ini bersama Pusat Kesehatan Haji.

Pemerintah pusat juga sedang berkoordinasi terkait kewajiban menerima vaksin booster bagi jamaah umrah. Karena ini menjadi aturan dari Arab Saudi, tetapi membutuhkan kebijakan di Indonesia. Indonesia berharap bisa menawar aturan booster vaksin ini.

Kementerian agama juga sedang membahas mengenai biaya umrah.

“Kalau normal kan Rp 20 juta, karena pandemi naik jadi Rp 26 juta minimal. Nah, tahun 2022 ini kita akan revisi sebenarnya kebutuhan riilnya berapa. Apakah masih sama Rp 26 juta ataukah naik,” tambah Nur Arifin. 

Continue Reading

Internasional

Ratu Elizabeth II Dirawat di Rumah Sakit untuk Jalani Pemeriksaan

Published

on

Ratu Elizabeth II Dirawat di Rumah Sakit untuk Jalani Pemeriksaan

Gencil News – VOA- Istana Buckingham, Kamis (21/10), mengatakan Ratu Elizabeth II berada di rumah sakit selama satu malam untuk menjalani uji medis, setelah terpaksa membatalkan kunjungan ke Irlandia Utara minggu ini.

“Mengikuti saran medis untuk beristirahat selama beberapa hari, Ratu pada Rabu (20/10) sore pergi ke rumah sakit untuk mengikuti beberapa pemeriksaan awal, dan kembali ke Kastil Windsor pada Kamis (21/10) saat makan siang, dan tetap berada dalam semangat yang baik,” demikian petikan pernyataan kerajaan itu.

Baca juga   Bupati Kapuas Hulu Rencanakan Festival Danau Sentarum 2021

Kantor berita Press Association mengatakan tidak ada pengumuman ketika Ratu pergi ke rumah sakit karena diperkirakan pemeriksaan awal itu berlangsung singkat, dan sekaligus untuk menghormati privasi ratu berusia 95 tahun itu. Menginap semalam di rumah sakit adalah demi “alasan praktis” semata, tambah pernyataan itu.

Ratu Elizabeth II Inggris berbicara dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, kanan, pada resepsi Global Investment Summit di Windsor Castle, 19 Oktober 2021. (Foto: Arthur Edwards via AP)
Ratu Elizabeth II Inggris berbicara dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, kanan, pada resepsi Global Investment Summit di Windsor Castle, 19 Oktober 2021. (Foto: Arthur Edwards via AP)

Ratu Elizabeth II diperiksa oleh tim spesialis di RS King Edward VII di jantung Kota London, di mana mendiang suaminya, Pangeran Philip, dirawat selama empat minggu karena penyakit jantung yang dideritanya.

Philip, yang menikah dengan Ratu Elizabeth selama 73 tahun, meninggal dunia pada April 2021, hanya beberapa minggu sebelum ulang tahunnya yang ke-100.

Ratu Elizabeth II, yang telah naik takhta sejak tahun 1952 dan menjadi pemimpin terlama di Inggris, dilaporkan telah kembali bertugas pada Kamis (21/10) siang.

Baca juga   Referensi Soal Beserta Pembahasannya Untuk Kelas 9 SMP

Ratu dijadwalkan menghadiri kebaktian ekumenis di kota perbatasan Armagh, yang menandai 100 tahun berdirinya Irlandia Utara.

Pihak Istana Buckingham pada Rabu (20/10) pagi mengatakan Ratu “enggan menerima saran medis untuk beristirahat selama beberapa hari ke depan.”

Keputusan itu tidak terkait virus corona, dan ia dikatakan telah beristirahat di kediamannya di Kastil Windsor, di bagian barat London.

Baca juga   Banyak Masalah di Sea Games 2019, Presiden Filipina Geram

Ratu Elizabeth II, bersama sejumlah anggota senior kerajaan itu, diharapkan akan mengikuti serangkaian acara terkait KTT Iklim di Glasgow bulan depan.

Pekan lalu ia tampak menghadiri acara besar dengan menggunakan tongkat, tetapi pejabat-pejabat kerajaan mengatakan hal itu tidak terkait dengan kondisi kesehatan tertentu.

Namun kabar bahwa ia tinggal satu malam di rumah sakit meningkatkan kekhawatiran atas kondisi kesehatannya, melihat faktor usia yang sudah sepuh. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan apakah sebaiknya ia mengurangi aktivitasnya.

Tahun depan Ratu Elizabeth II akan merayakan Platinum Jubilee yang menandai 70 tahun ia bertakhta.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING