Beredar Hoaks! Pesan Arahan Dari Kapolri Hingga Gubernur Sulteng

Beredar Hoaks! Pesan Arahan Dari Kapolri Hingga Gubernur Sulteng
Beredar Hoaks! Pesan Arahan Dari Kapolri Hingga Gubernur Sulteng

 Beredar Hoaks! Pesan Arahan Dari Kapolri Hingga Gubernur Sulteng -Sebuah pesan berantai heboh di media sosial. Isinya soal arahan dari Kapolri Tito Karnavian mengenai aksi demonstrasi 22 Mei yang lalu. 

Dalam pesan tersebut berisikan beberapa poin dari Kapolri. Di antaranya mengenai ucapan terima kasih untuk jajaran Polri karena berhasil memukul mundur massa yang pro 02.

Sementara itu, pesan berantai lainnya tentang himbauan agar semua jajaran Polri bersabar untuk mengalah untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu Democratic Policing (nantinya TNI akan tunduk pada hukum kepolisian.)

Mengenai pesan berantai tersebut, Plt Karo Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan, Tim AIS Kominfo telah menelusuri pesan tersebut.

Baca juga   "Sabda Rindu", Single Terbaru Manjakani

“Tidak benar, itu hoaks. Informasi resminya sudah disampaikan langsung sama Divisi Humas Polri,” kata Ferdinandus di Jakarta, Kamis (13/06/2019).

Ferdinandus menegaskan, informasi dari Divisi Humas Polri dalam postingan di akun Twitter resminya mengatakan bahwa, Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D., tidak pernah mengeluarkan statement seperti itu.

“Jadi sudah jelas ya, Pak Tito tidak pernah mengeluarkan arahan dalam bentuk broadcast itu. Sekali lagi, itu hoaks!” terangnya. 

Kabar hoaks lainnya datang dari Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) yang membiayai aksi people power di Sulteng. Namun, kabar tersebut langsung diklarifikasi oleh Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng Longki Djanggola.

“Itu gambar koran, dipastikan merupakan hasil editan. Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng, pak Longki Djanggola menyanggah berita bohong atau hoax yang menyebut dirinya membiayai gerakan people power itu,” ujar Ferdinandus

Baca juga   Wiski Langka Macallan Valerio Adami Tahun 1926 Terjual Seharga 17 Miliar

Selain Longki, Pemimpin Redaksi Harian Mercusuar Tasman Banto, juga menyatakan sangat keberatan atas tindakan yang mencatut media yang dipimpinnya, dan menjelek-jelekkan gubernur.

Terkait hal tersebut, Tim hukum Pemprov Sulteng, bersama PJ koran harian Mercusuar telah mendatangi Polda Sulteng untuk melapor. 

Penulis : Gencil News
Editor : Gencil News
Sumber : Gencil News