Beredar Surat Edaran Jam Kerja ASN Selama Bulan Ramadhan
Connect with us

Nasional

Beredar Surat Edaran Jam Kerja ASN Selama Bulan Ramadhan

Published

on

Beredar Surat Edaran Jam Kerja ASN Selama Bulan Ramadhan

Gencil News – Beredar Surat Edaran dari Kemenpan RB tentang penyesuaian jam kerja bagi ASN.  Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (SE Menpan-RB) Nomor 9 Tahun 2021 tentang Penetapan Jam Kerja Pada Bulan Ramadhan 1442 Hijriah Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Instansi Pemerintah.

“Dalam rangka pelaksanaan tugas kedinasan pada bulan Ramadhan 1442 Hijriah, dengan tetap memperhatikan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di lingkungan instansi pemerintah, perlu dilakukan penyesuaian jam kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara,” kata Tjahjo dalam SE tersebut dikutip Jumat (9/4/2021).

“Dan kriteria sebagaimana dimaksud dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 58 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Tatanan Normal Baru sebagaimana telah diubah dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 67 Tahun 2020,” jelas SE Menpan-RB.

Berikut Jam kerja bagi ASN sesuai SE Kemenpan

1) Hari Senin-Kamis Pukul: 08.00 – 15.00
Waktu istirahat Pukul: 12.00 – 12.30

2) Hari Jumat Pukul: 08.00 – 15.30
Waktu istirahat Pukul: 11.30 – 12.30

Berikut ini untuk instansi pemerintah yang memberlakukan 6 hari kerja:

1) Hari Senin-Kamis, dan Sabtu Pukul: 08.00 – 14.00
Waktu istirahat Pukul: 12.00 – 12.30

2) Hari Jumat Pukul: 08.00 – 14.30
Waktu Istirahat Pukul: 11.30 12.30

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nasional

Dispora Landak Minta GENPI Promosikan Pariwisata Landak

Published

on

By

Pengurus Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kabupaten Landak

Gencil News – Setelah tertunda beberapa bulan, Pengurus Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kabupaten Landak Provinsi Kalbar akhirnya dilantik secara resmi, Rabu, (16/06/2021)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Landak, Yosef yang mengukuhkan langsung Pengurus GenPI Kabupaten Landak.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Landak dalam sambutannya mengharapkan dukungan dari GenPI Landak untuk turut mempromosikan pariwisata Landak. Untuk itu, Yosef berharap GenPI Landak memaksimalkan media komunikasinya.

“Kami berharap, GenPI Landak bisa memaksimalkan media komunikasinya untuk mempromosikan dunia pariwisata Landak selain kegiatan GenPI Landak. Baik itu media sosialnya maupun mungkin ke depannya punya media atau media lainnya sendiri, itu kami tunggu geraknya ungkap Yosef.

Tugas pertama yang menjadi Pekerjaan Rumah bagi Pengurus Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Landak dari Kadisporapar Landak Yosef. Serta Kepala Bidang Pariwsata Kabupaten Landak Supiana adalah membuat Paket Wisata Kota untuk para pengurus Generasi Pesona Indonesia untuk di kerjakan bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwsata Kabupaten Landak.

Continue Reading

Nasional

Hadiah Ayam hingga Apartemen, Upaya Genjot Vaksinasi COVID-19

Published

on

By

Hadiah Ayam hingga Apartemen, Upaya Genjot Vaksinasi COVID-19
Kapolsek Galih Apria memberikan hadiah ayam kepada Jeje Jaenudin, warga Desa Sindanglaya, menerima suntikan dosis pertama vaksin COVID-19, saat program vaksinasi jemput bola di Kabupated Cianjur, Jawa Barat, Selasa, 15 Juni 2021. (Foto: Willy Kurniawan/Re

Gencil News- VOA – Ayam, sapi, cuti dibayar, bahkan apartemen seharga sejuta dolar, adalah deretan hadiah yang ditawarkan oleh otoritas sejumlah negara di Asia, mulai dari Thailand, Hong Kong hingga Indonesia bagi warga yang bersedia divaksin COVID-19.

Program vaksinasi berhadiah itu bertujuan untuk memupus keraguan di kalangan masyarakat di Asia terhadap vaksinasi COVID-19.

Varian virus corona yang lebih menular telah mendorong terjadinya lonjakan kasus di Asia Tenggara dalam beberapa pekan terakhir sehingga pihak berwenang mulai menawarkan hadiah undian untuk vaksinasi.

Mengutip Reuters, Rabu (16/6), di distrik Mae Chaem Thailand di utara Chiang Mai, yang sebagian besar penduduknya adalah peternak sapi, pihak berwenang meluncurkan undian berhadiah sapi bulan ini yang terbukti sukses.

“Ini adalah hadiah terbaik yang pernah ada,” kata Inkham Thongkham yang berusia 65 tahun. Dia memenangkan seekor sapi betina berumur satu tahun seharga 10.000 baht atau sekitar Rp 4,6 juta setelah ia divaksin virus corona.

Charan Damrongkiatpana menunjukkan poster setelah memenangkan undian dalam program vaksinasi berhadiah sapi untuk meningkatkan vaksinasi COVID-19 di Provinsi Chiang Mai, Thailand, 8 Juni 2021. (Foto: Stringer/Reuters)
Charan Damrongkiatpana menunjukkan poster setelah memenangkan undian dalam program vaksinasi berhadiah sapi untuk meningkatkan vaksinasi COVID-19 di Provinsi Chiang Mai, Thailand, 8 Juni 2021. (Foto: Stringer/Reuters)

Program vaksin berhadiah sapi itu sudah memasuki pekan kedua dengan menyediakan total 27 sapi sebagai hadiah. Pihak berwenang mengatakan kampanye tersebut telah mendorong lebih dari 50 persen dari 1.400 penduduk di distrik itu untuk mendaftar. Kebanyakan yang mendaftar adalah lansia dan kelompok berisiko tinggi.

Dari populasi Thailand yang berjumlah 66 juta, hanya 4,76 juta yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID-19.

Banyak bagian masyarakat di seluruh Asia yang enggan untuk divaksinasi. Disinformasi dan ketidakpastian yang meluas memicu keraguan atas keamanan, kemanjuran, dan masalah agama terhadap vaksin.

Di Hong Kong, yang sejauh ini berhasil mengendalikan pandemi, pihak berwenang khawatir bahwa tingkat vaksinasi yang rendah masih dapat membuat wilayah China itu rentan terhadap wabah yang mematikan tersebut.

Voucher belanja, penerbangan, dan apartemen baru senilai HK$10,8 juta atau sekitar Rp 19,2 miliar adalah beberapa insentif yang ditawarkan dalam undian berhadiah bagi mereka yang telah divaksinasi.

Beberapa pelaku bisnis mengambil langkah tambahan, misalnya dengan menawarkan cuti berbayar bagi mereka yang telah divaksinasi. Namun, satu klub olahraga swasta malah menerapkan hukuman alih-alih hadiah. Klub tersebut menginstruksikan anggota stafnya untuk divaksinasi pada akhir Juni atau tidak akan mendapatkan bonus, promosi, dan kenaikan gaji di masa mendatang

Bahkan di negara-negara yang dilanda virus corona, seperti Indonesia, pihak berwenang telah berjuang untuk menghilangkan ketakutan akan vaksin.

Seorang pria menerima suntikan vaksin COVID-19 buatan perusahaan farmasi China, Sinovac, di sebuah pusat vaksinasi di Hong Kong, 23 Februari 2021. (Foto: Paul Yeung/AFP)
Seorang pria menerima suntikan vaksin COVID-19 buatan perusahaan farmasi China, Sinovac, di sebuah pusat vaksinasi di Hong Kong, 23 Februari 2021. (Foto: Paul Yeung/AFP)

Data resmi menunjukkan, Indonesia melaporkan lebih dari 1,9 juta orang terinfeksi virus corona dan 53.280 meninggal akibat virus itu. Studi terbaru dari sampel serum darah, bagaimanapun, menunjukkan penyebaran COVID-19 yang sebenarnya bisa 30 kali lebih tinggi.

“Saya takut kalua saya divaksinasi, saya akan langsung mati … Kemudian ada berita yang lebih mengkhawatirkan bahwa vaksin ini mengandung babi,” kata Asep Saepudin, 67 tahun, warga di Cipanas, Jawa Barat.

Pihak berwenang di Cipanas mengatakan sangat sulit untuk meyakinkan orang tua bahwa vaksin itu aman dan halal. Seperti di Thailand, otoritas juga mengiming-imingi hadiah ternak dan ayam untuk setiap lansia yang divaksinasi.

“Lansia tidak mau divaksin dengan berbagai alasan, ada yang bilang mau tapi tidak datang, bahkan ada yang takut,” kata Kapolsek Galih Aprian.

“Jadi kami menghadiahi (partisipasi mereka) dengan ayam.”

Data Kementerian Kesehatan Indonesia menunjukkan hanya 5 persen atau 8,8 juta orang yang telah divaksinasi lengkap, masih jauh dari target 181,5 juta orang pada akhir tahun.

Continue Reading

Nasional

Pemprov Kalbar Diminta Terapkan Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup

Published

on

By

Pemprov Kalbar Diminta Terapkan Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup
Wagub Kalbar Ria Norsan mengahdiri acara Penyampaian Penjelasan DPRD Provinsi Kalbar terhadap Raperda Prakarsa DPRD Provinsi Kalbar

Gencil News – Wagub Kalbar Ria Norsan mengahdiri acara Penyampaian Penjelasan DPRD Provinsi Kalbar terhadap Raperda Prakarsa DPRD Provinsi Kalbar. Raperda tentang Jasa Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan pada hari Rabu (16/6/2021).

Juru bicara Anggota Dewan Provinsi Kalbar dari Fraksi PDI Perjuangan, Thomas Alexander dalam penjelasan dua Raperda tersebut. Ia meminta Pemprov Kalbar untuk memperhatikan tentang pengelolan dan perlindungan lingkungan hidup dalam pengembangan suatu sistem yang terpadu.

Dengan berupa suatu kebijakan nasional perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Yang harus dilaksanakan secara taat asas dan konsekuen biak dari pusat sampai ke daerah.

“Daerah wajib mengembangkan dan menerapkan instrumen ekonomi lingkungan hidup meliputi perencanaan pembangunan kegiatan neraca sumber daya alam dan lingkungan hidup, penyusunan domestik bruto, dan produk domestik regional bruto yang mencakup penyusutan sumber daya alam dan kerusakan lingkungan hidup, baik itu, mekanisme, kompensasi, atau imbal balik jasa lingkungan hidup antar daerah internalisasi biaya lingkungan hidup,” paparnya

Sebagaimana peraturan tersebut, kata Thomas, instrumen ekonomi lingkungan hidup adalah seperangkat kebijakan ekonomi. Untuk mendorong pemerintah pusat sampai daerah, untuk diarahkan ke pelestarian fungsi lingkungan hidup.

“Sedangkan jasa lingkungan hidup adalah manfaat dari ekosistem dan lingkungan hidup bagi manusia. Juga keberlangsungan yang di antaranya mencakup, penyediaan sumber daya alam, penyatuan alam dan lingkungan hidup. Dalam rangka menyokong proses alam dan pelestarian nilai budaya,” paparnya.

Lebih lanjut Thomas menerangkan, terkait dengan rancangan peraturan daerah tentang kebakaran hutan dan lahan. Kalbar merupakan daerah yang sering terjadinya kebakaran hutan dan lahan dan sebagian besar penyebabnya adalah karena oleh manusia.

Karhutla Ancaman Yang Serius

Untuk itu, pemerintah wajib untuk melakukan tindakan hukum yang sesuai dengan peraturan dan kewenangan.

“Dampak dari kebakaran hutan dan lahan setiap tahunnya merupakan suatu ancaman yang serius. Terhadap keberlangsungan hidup masyarakat dan kelestarian fungsi lingkungan hidup, yang menyebabkan kerugian ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan kebudayaan. Sehingga perlu peraturan mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” pintanya.

Continue Reading

Nasional

Menag Terbitkan Edaran Pembatasan Kegiatan di Rumah Ibadah

Published

on

Menag Terbitkan Edaran Pembatasan Kegiatan di Rumah Ibadah

Gencil News – Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam satu bulan terakhir kembali meningkat tajam di berbagai daerah yang dibarengi dengan munculnya varian baru.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran untuk menjadi pedoman masyarakat dalam kegiatan di rumah ibadah.

Melalui Surat Edaran No SE 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah itu, Menag berharap umat beragama tetap bisa menjalankan aktivitas ibadah sekaligus terjaga keselamatan jiwanya dengan cara menyesuaikan kondisi terkini di wilayahnya.  

“Saya telah menerbitkan surat edaran, sebagai panduan upaya pencegahan, pengendalian, dan pemutusan mata-rantai penyebaran Covid-19 di rumah ibadah,” ujar Menag Yaqut di Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Menag menjelaskan, untuk kegiatan keagamaan di daerah zona merah untuk sementara ditiadakan sampai wilayah tersebut dinyatakan aman dari Covid-19. Penetapan perubahan wilayah zona dilakukan oleh pemerintah daerah masing-masing.

“Kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan, seperti pengajian umum, pertemuan, pesta pernikahan,  dan sejenisnya di ruang serbaguna di  lingkungan rumah ibadah juga dihentikan sementara di daerah zona merah dan oranye sampai dengan kondisi memungkinkan,” terang Menag.

Menag menandaskan, kegiatan peribadatan di rumah ibadah di daerah yang dinyatakan aman dari penyebaran Covid-19, hanya boleh dilakukan oleh warga lingkungan setempat dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Untuk teknis pelaksanaannya, Kementerian Agama sudah mengatur hal tersebut melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE. 1 Tahun  2020 tentang Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 pada Rumah Ibadah.

Kepada jajarannya di tingkat pusat, Menag juga minta untuk melakukan pemantauan pelaksanaan surat edaran ini secara berjenjang.

Demikian juga para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan, Penyuluh Agama, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Keagamaan, dan pengurus rumah ibadat juga diinstruksikan melakukan pemantauan.

“Lakukan koordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah dan Satuan Tugas Covid-19 setempat,” tegasnya.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING