Densus 88 Klaim Jamaah Islamiyah Mulai Melemah
Connect with us

Nasional

Densus 88 Klaim Jamaah Islamiyah Mulai Melemah

Published

on

Densus 88 Klaim Jamaah Islamiyah Mulai Melemah

Gencil News – VOA – Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88) Polri menduga aktvitas Jamaah Islamiyah (JI) menurun setelah serangkaian penangkapan terhadap tokoh utamanya pada beberapa waktu terakhir. Meski begitu, upaya menghapus sel gerakannya tidak berhenti.

Klaim bahwa JI telah mengalami pelemahan disampaikan Kombes Pol MD Shodiq, Direktur Identifikasi dan Sosialisasi, Densus 88 Anti Teror Polri. Dia berbicara dalam diskusi “Mengenal Al Jamaah Al Islamiyah, Dulu, Kini dan Masa Mendatang,” Selasa (12/10).

“Setelah puncaknya kemarin kita lakukan penegakan hukum terhadap Abu Rusdan, salah satu tokoh dan figur di kelompok JI, secara umum peta JI sudah down. Artinya tokoh-tokohnya sudah kita amankan,” kata Shodiq dalam diskusi yang diselenggarakan Program Studi Kajian Terorisme, Universitas Indonesia.

Abu Rusdan ditangkap di Bekasi pada 10 September 2021 bersama tiga anggota JI lainnya. Abu Rusdan pernah ditahan pada 2003-2006 karena terbukti melindungi salah satu pelaku Bom Bali, Ali Ghufron. Setelah bebas, Abu Rusdan terus melakukan aktivitas ceramah melalui media sosial dan membangun pengikut baru.

Polisi memeriksa mobil yang digunakan penyerang di luar Mapolres Pekanbaru, Riau, menyusul penyerangan pada 16 Mei 2018. (Foto: AFP/Dedy Sutisna)
Polisi memeriksa mobil yang digunakan penyerang di luar Mapolres Pekanbaru, Riau, menyusul penyerangan pada 16 Mei 2018. (Foto: AFP/Dedy Sutisna)

JI Terus Bergerak

Shodiq menduga, saat ini JI setidaknya memiliki anggota sekitar 6.000-7.000 orang di seluruh Indonesia. Mereka masih menerapkan apa yang disebut sebagai Pedoman Umum Perjuangan Jamaah Islamiyah (PUP JI), meski pemerintah sudah menetapkan JI sebagai organisasi terlarang pada 2007.

“Sejak adanya kelompok JI yang melakukan teror di Indonesia, sampai hari ini kita sudah menangkap dan memproses hukum sebanyak 876 orang dari kelompok JI,” tambah Shodiq.

Kelompok JI menyumbang jumlah paling besar penangkapan dalam rentang sejak awal 2000 hingga sekarang. Menurut data Densus 88 yang dipaparkan Shodiq, total telah ada 2.914 anggota gerakan sejenis yang dikenakan penegakan hukum. Jumlah tersebut datang dari seluruh kelompok yang tumbuh di Indonesia.

Baca juga   Keisuke Honda: "Jepang Punya Cetak Biru Strategi Masa Depan"
Prajurit TNI menahan seseorang yang bertindak sebagai teroris dalam latihan antiteror di Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, 13 Maret 2010. (Foto: REUTERS/Beawiharta)
Prajurit TNI menahan seseorang yang bertindak sebagai teroris dalam latihan antiteror di Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, 13 Maret 2010. (Foto: REUTERS/Beawiharta)

JI adalah organisasi dengan anggota yang tertangkap paling besar. Selain itu ada juga penangkapan terhadap anggota kelompok NII, yang belum berbaiat ke siapa pun tetapi langsung bergabung menjalankan kegiatan teror. Ada pula yang lahir dari kelompok MMI, JAT, JAD, Hazmi, kelompok Abu Uswah, MIT, MIB, MAT, dan JAK. Kemudian ada pula kelompok Khatib Aliman, Fikrah Abu Hamzah, dan Taliban Malayi, yang 42 anggotanya ditangkap pasca peledakan bom masjid di Cirebon.

“Salah satu faktor JI masih hidup dan berjalannya organisasi ini, yang pertama adalah dari sumber pendanaan,” kata Shodiq.

Namun, Densus 88 telah menggarap sektor pendanaan ini dengan melakukan upaya penangkapan terhadap segala tindak pengumpulan dana bagi kegiatan teror. Shodiq mengakui, yang masih sulit untuk ditangani adalah regenerasi.

“Kelompok JI ada semacam sekolahan ya, di seluruh Indonesia ini ada kurang 67 kalau enggak salah. Itu sumber-sumber SDM-nya ada di sana. Untuk JI, sekarang kita tahu sebelum melakukan jihad global, dia melakukan kegiatan pelatihan di sasana-sasana yang dibentuk, dan 10 besar terbaik akan dikirim untuk jihad global ke Syria, Afghanistan dan sebagainya,” tambah Shodiq.

Kemajuan berarti dilakukan Indonesia dengan pengesahan UU 5/2018, yang memungkinkan Densus 88 bertindak tanpa menunggu pelaksanaan aksi. Artinya, para pelaku terorisme ini dapat dikenakan hukum sejak mereka terbukti melakukan perencanaan.

Pendekatan Kemanusiaan

Baca juga   Soal Beserta Kunci Jawaban Kelas 4 Tema 4 Halaman 29 Hingga 36

Dosen Program Studi Kajian Terorisme UI, Dr Amanah Nurish, menyarankan pemerintah untuk menempuh cara lebih manusiawi dalam memperlakukan para terpidana kasus terorisme. Dia mengaku melihat sendiri bagaimana istri dan anak terpidana di Sulawesi Tengah tidak dapat bertemu suami atau ayah mereka yang tengah ditahan.

“Saya kira negara tidak perlu berlebihan untuk membatasi gerak pertemuan itu. Mungkin memang untuk alasan keamanan, keselamatan, dan memutus jaringan,” ujarnya.

Namun, lanjut Amanah, dalam hal-hal kecil misalnya dalam konteks gender, sosial kebudayaan, dalam kasus ini di Sulawesi, hal tersebut dianggap agak rentan.

Petugas menempel poster memuat foto dan identitas empat teroris anggota MIT yang masih diburu dalam operasi Madago Raya. Sabtu (25/9/2021). (Foto: Courtesy/Humas Polda Sulteng)
Petugas menempel poster memuat foto dan identitas empat teroris anggota MIT yang masih diburu dalam operasi Madago Raya. Sabtu (25/9/2021). (Foto: Courtesy/Humas Polda Sulteng)

Amana, yang melakukan penelitian di Sulawesi Tengah, khawatir kemarahan-kemarahan kecil di lingkungan keluarga pelaku teror ini akan membesar. Bukan tidak mungkin kondisi itu mendorong reintegrasi antara anggota JI dengan MIT dan JAD.

“Orang gunung bisa saja turun dan bersatu dengan mereka yang ada di Sigi dan Poso, apabila negara tidak sangat peka memperlakukan JI pasca Taliban ini,” tambahnya.

Jika negara absen dari hal-hal sepele semacam itu, menurut Amanah, akan muncul potensi ancaman besar ke depannya. Bagaimanapun, kelompok ini memiliki modal yang cukup untuk terus berkembang.

“Saya kira negara perlu sungguh berhati-hati memperlakukan para keluarga napi terorisme, terutama para istri-istrinya, yang ternyata mereka juga sangat powerful di dalam gerakan ini,” ujarnya lagi.

Baca juga   Negosiasi Perbatasan RI-Malaysia Segera Selesai

Dalam sudut pandang korban, upaya pendekatan manusiawi ini teryata juga terbukti efektif. Pengalaman ini disampaikan Sudirman, dari Yayasan Penyintas Indonesia. Sudirman adalah mantan petugas keamanan di Kedutaan Australia yang menjadi korban ledakan bom pada 2004. Dia kehilangan mata kirinya, mengalami cacat di tangan, dan masih harus mengonsumsi obat-obatan sampai saat ini.

Sudirman menilai perlu pendekatan lebih dari hati ke hati untuk mencegah pelaku teror kembali menjalankan aksinya. Salah satu yang dia lakukan adalah menemui para terpidana dan berbagi kisah tentang apa yang harus dihadapi setelah peristiwa tragis itu.

“Pada saat kami bercerita bagaimana dampak bom itu, cacat yang kami alami, kami jelaskan bagaimana kehidupan keluarga kami, mayoritas mereka menangis. Mereka seakan-akan tidak pernah berpikir bahwa apa yang mereka lakukan itu membuat dampak begitu dahsyat, dan mayoritas adalah umat Islam sendiri,” papar Sudirman.

Karena itulah, narasi korban dinilai kuat mencegah tindakan-tindakan terorisme ke depan. Sudirman beralasan, korban memiliki pendekatan dari hati.

Pengamat terorisme Noor Huda Ismail Ph.D menyebut pendekatan yang perlu dilakukan serupa teknik akupuntur. Satu sentuhan kecil di titik yang tepat lebih berdampak bagi upaya penanggulangan terorisme dibanding upaya besar yang tidak fokus. Narasi emosi, seperti yang dipaparkan Sudirman, dinilai Noor Huda adalah langkah tepat.

“Bukan pakai pendekatan ala Barat yang harus formal, di hotel berbintang, bertepuk tangan, ada sambutan. Duitnya habis untuk penginapan dan biaya perjalanan. Lebih baik seperti akupuntur, spesifik dan targeted, itu saya kira akan lebih kena,” kata Noor Huda. 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nasional

Gempa Hari Ini Guncang Kabupaten Malang Kekuatan 5,3 Magnitudo

Published

on

By

Gempa Hari Ini Guncang Kabupaten Malang Kekuatan 5,3 Magnitudo
Gempa Hari Ini Guncang Kabupaten Malang Kekuatan 5,3 Magnitudo/Twitter : @infoBMKG

Gencil News- Gempa terkini dengan kekuatan Magnitudo 5,3 mengguncang Kabupaten malang, jawa Timur. Pada hari Jumat (22/10/2021)

Melansir dari twitter @infoBMKG bahwasannya kejadian gempa ini terjadi pada pukul 09:21:15 WIB. Dengan Lok: 8:84 LS, 112.51 BT ( 78 km BaratDaya Kab-Malang-Jatim) Kedalaman: 33 Km, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa yang terjadi tadi terasa hingga ke daerah Tulungagung

“Gempa terasa sampai Tulungagung,”tulis @AniendyaBeatris

Baca juga   Kunci Jawaban Kelas 6 SD Tema 3 Halaman 143 Sampai 147

Hal ini juga terasa hingga kini trending di twitter yakni #Gempa dan #Tulungagung

“kan bener, di Malang ternyata, tapi kerasa ampe Tulungagung. Stay Safe everyone,”tu;is @morningelv

Hingga saat ini belum ada laporan terkait dampak dari gempa bumi berupa kerusakan bangunan dan korban jiwa.

Belum ada laporan terkait dampak gempa bumi yang menimbulkan kerusakan bangunan dan korban jiwa. BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami

Continue Reading

Nasional

Sejarah Hari Santri 22 Oktober Beserta Makna Logo HSN 2021

Published

on

By

Sejarah Hari Santri 22 Oktober Beserta Makna Logo HSN 2021

Gencil News- 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Peringatan Hari Santri ini ditetapkan oleh Presiden RI, Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan Resolusi Jihad.

Yang manaPada saat itu KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) memprakarsai gerakan resolusi jihad pada 22 Oktober 1945.

KH Hasyim Asy’ari menuliskan teks Resolusi Jihad sebagai landasan dari para santri di seluruh negeri untuk angkat senjata mempertahankan Indonesia.

Dampak Resolusi Jihad ini adalah meletusnya pertempuran melawan Inggris di Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Pertempuran yang berjalan selama tiga minggu dari 17 Oktober hingga 20 November 1945, berhasil mempertahankan Kota Surabaya dari serangan Inggris.

Baca juga   Soal Beserta Kunci Jawaban Kelas 4 Tema 4 Halaman 29 Hingga 36

Tidak hanya di Surabaya saja. Namun di berbagai tempat para santri juga turut berjuang mempertahankan bekas-bekas wilayah penjajahan.

Resolusi jihad ini sebagai bentuk perlawanan santri dari kolonialisme Belanda dan Sekutu yang datang kembali lewat Agresi Militer I, padahal Indonesia telah mengumumkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Seruan Jihad ini lah yang menjadi salah satu keberhasilan Indonesia mempertahankan kedaulatan kemerdekaan sepenuhnya hingga dijadikan momentum Hari Santri oleh Joko Widodo.

Melansir dari situs Kemenag RI, Meneri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan bahwa tema yang diusung pada Hari Santri 2021 adalah Santri Jiwa dan Raga. Yang mana Ini sebagai bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia.

Baca juga   Sutopo Purwo Nugroho "Pemberi Info Bencana dan Krisis" Tutup Usia

Lanjutnya, Siaga Jiwa Raga juga merupakan komitmen seumur hidup santri untuk membela tanah air yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman, dan tempaan santri selama di pesantren

Adapun makna dari Siaga Jiwa, Menag Yaqut menjelaskan bahwa santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran Islam rahmatan lil’alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia.

Maka dari itu santri tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak pemikiran dan komitmen terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia.

Selanjtnya, Yaqut menjelaskan mengenai makna “Siaga Raga” berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia.

Baca juga   Bawaslu Bakal Bubarkan Paslon Kampanye Ditempat Terlarang

Maka dari itu santri tidak pernah lelah berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia, Ia menambahkan bahwa Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting di era pandemi Covid-19 sekarang ini, di mana santri tetap disiplin dan tidak boleh lengah dalam melaksanakan protokol kesehatan demi kepentingan bersama

Continue Reading

Nasional

Jokowi Targetkan Rehabilitasi 600 Ribu Hektare Hutan Mangrove Hingga 2024

Published

on

Jokowi Targetkan Rehabilitasi 600 Ribu Hektare Hutan Mangrove Hingga 2024
Presiden Jokowi (ketiga dari kiri) bersama para Duta Besar negara sahabat melakukan penanaman kembali mangrove di Desa Bebatu, Kalimantan Utara, pada 19 Oktober 2021. Jokowi memasang target untuk merehabilitasi sebanyak 600 hektare lahan mangrove. (Foto: Biro Setpres)

Gencil News – VOA- Presiden Joko Widodo memasang target untuk memperbaiki kondisi hutan mangrove di Indonesia yang mengalami kerusakan. Saat ini, Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki luas hutan mangrove terbesar di dunia, di mana luasnya mencapai sekitar 3,4 juta hektare.

Presiden Joko Widodo menargetkan rehabilitasi hutan mangrove di tanah air bisa mencapai 600 ribu hektare dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.

“Target kita dalam tiga tahun ke depan akan kita perbaiki, kita rehabilitasi sebanyak 600 ribu hektare dari total luas hutan mangrove kita,” ungkap pria yang akrab disapa Jokowi itu usai menanam mangrove di Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, pada Selasa, (19/10).

Ia menjelaskan, penanaman kembali mangrove tersebut adalah dalam rangka memperbaiki kerusakan yang terjadi pada hutan mangrove di dalam negeri, apalagi Indonesia merupakan negara yang memiliki hutan mangrove terbesar di dunia.

Baca juga   Kunci Jawaban Kelas 6 SD Tema 3 Halaman 143 Sampai 147

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2015 menunjukkan bahwa saat ini luas hutan mangrove di dalam negeri mencapai 3,4 juta hektare, di mana sekitar 1,8 juta hektare dari luas tersebut berada dalam kondisi rusak.

Jokowi mengatakan rehabilitasi hutan mangrove ini diperlukan untuk menjaga daratan dari gelombang air laut, intrusi air laut yang dapat menyebabkan percampuran antara air laut dan air tanah serta untuk menjaga habitat dan spesies yang ada di dalam kawasan hutan.

“Dan di Kalimantan Utara ini ada 180 ribu hektare hutan mangrove yang kita akan lihat secara lebih detail lagi dan akan rehab,” tuturnya.

Apresiasi Duta Besar Negara Sahabat

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi melakukan penanaman kembali hutan mangrove di Kalimantan Utara bersama sejumlah duta besar negara sahabat dan masyarakat sekitar. Para Dubes ini pun mengapresiasi upaya pemerintah untuk memperbaiki kawasan hutan mangrove yang telah rusak.

Wakil Duta Besar Brazil untuk Indonesia, Daniel Barra Ferreira, mengatakan rencana rehabilitasi hutan mangrove di sejumlah wilayah yang dikemukakan oleh Presiden Jokowi tersebut menunjukkan komitmen yang serius dari Indonesia terkait dengan pembangunan yang berkelanjutan.

Baca juga   Bawaslu Bakal Bubarkan Paslon Kampanye Ditempat Terlarang

Sementara itu, Duta Besar Finlandia untuk Indonesia Jari Sinkari pun mengatakan bahwa rehabilitasi hutan mangrove tersebut akan mendatangkan banyak keuntungan bagi Indonesia.

“Saya berasal dari negara yang mempunyai banyak hutan, tetapi kami tidak mempunyai hutan mangrove. Tetapi saya mengerti bahwa mangrove ini sangat efisien untuk menyerap karbon dioksida. Jadi menurut saya jika anda ingin mengharapkan banyak keuntungan dari satu jenis hutan, mangrove adalah pilihan yang sangat tepat. Dan saya mengucapkan selamat untuk pemerintah Indonesia karena telah memilih mangrove,” ungkap Sinkari.

Presiden Jokowi (tengah) berbincang dengan para Duta Besar negara sahabat seusai melakukan penanaman kembali mangrove di Desa Bebatu, Kalimantan Utara, pada 19 Oktober 2021. (Foto: Biro Setpres)
Presiden Jokowi (tengah) berbincang dengan para Duta Besar negara sahabat seusai melakukan penanaman kembali mangrove di Desa Bebatu, Kalimantan Utara, pada 19 Oktober 2021. (Foto: Biro Setpres)

Selain itu, Direktur Bank Dunia untuk wilayah Indonesia dan Timor Leste, Satu Kahkonen, mengatakan program tersebut tidak hanya untuk menyelamatkan Indonesia semata, namun juga bisa menyelamatkan dunia.

“Program yang telah digagas oleh Presiden Jokowi dan pemerintah Indonesia ini sangatlah penting untuk Indonesia dan seluruh dunia. Ini adalah program restorasi mangrove terbesar di dunia, dan oleh karena itu kita salut atas usaha dari pemerintah Indonesia,” tutur Satu.

WALHI: Perbaiki Sumber Penyebab Kerusakan Hutan Mangrove

Koordinator Kampanye Wahana Lingkungan Indonesia (WALHI) Ode Rakhman mengapresiasi upaya pemerintah untuk melakukan rehabilitasi hutan mangrove tersebut. Namun ia menekankan, bahwa selain upaya penanaman kembali, pemerintah juga harus mencari tahu penyebab utama kerusakan hutan mangrove tersebut.

Baca juga   Singkawang Jadwalkan Persiapan Pengadaan Lahan Akses Jalan Bandara

“Karena kalau proses rehabilitasi dijalankan, tetapi kalau sumber kerusakannya tidak diselesaikan, angka 600 ribu hektare itu sebenarnya tidak ada apa-apanya,” kata Ode kepada VOA.

Ia menambahkan bahwa angka 600 hektare yang tercantum dalam rencana rehabilitasi hutan mangrove tersebut tidak terlalu memiliki arti jika kerusakan dan eksploitasi terhadap hutan mangrove terus terjadi.

Menurut pantauan WALHI, sumber utama yang menyebabkan kerusakan hutan mangrove itu diantaranya bersumber dari ekspansi area tambak, pembangunan infrastruktur, pembangunan kawasan pariwisata, dan pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang menyasar kawasan pesisir yang didalamnya terdapat ekosistem mangrove.

Maka dari itu, Ode mengimbau pemerintah untuk menghapus kebijakan pemerintah khususnya untuk pembangunan infrastruktur yang menyasar kawasan ekosistem mangrove. Selain itu, penegakan hukum katanya juga harus tegas dan tidak pandang bulu.

“Entah itu dia untuk proyek strategis nasional, tapi kalau kemudian menyasar ekosistem mangrove dan kemudian menyalahi aturan, ya pemerintah harus tegas bahwa kebijakan pembangunan itu ya tidak boleh menghilangkan ekosistem mangrove,” tuturnya.

Continue Reading

Nasional

Link Twibbon Hari Santri Nasional Dengan Cara Download Yang Mudah

Published

on

By

Link Twibbon Hari Santri Nasional Dengan Cara Download Yang Mudah

Gencil News – Twibbon Hari Santri 2021 jadi banyak dicari tahu jelang peringatannya yang dilaksanakan pada 22 Oktober 2021. Banyak desain menarik dan unik guna menyemarakkan peringatan tersebut.

Adapun peringatan Hari Santri 2021 diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 20 Tahun 2015. Dengan kata lain. peringatan ini baru berjalan 6 tahun lamanya.

Karena Twibbon dikenal sebagai cara merayakan sebuah peringatan, tak ada salahnya jika mengunggah Twibbon Hari Santri 2021 di media sosial sebagai bentuk dukungan juga loh.

Pada artikel ini anda akan menemukan sejumlah link Twibbon Hari Santri 2021 yang diambil dari laman Twibbonzie berikut ini.

Hari Santri Nasional 2021 bakal jatuh besok, tanggal 22 Oktober 2021. Adapun tema yang diangkat adalah ‘Santri Siaga Jiwa dan Raga’ yang dirilis bersamaan dengan logonya.

Baca juga   Masih Muda, Pria Ini Sudah Pimpin Buggati-Rimac

Mengutip dari situs Kemenag RI, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan jika tema ini merupakan bentuk pernyataan sikap santri. Yang mana selalu siap menyerahkan jiwa dan raga membela tanah air.

“Tema ini sebagai bentuk pernyataan sikap santri selalu siap menyerahkan jiwa dan raga membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dikutip dari situs Kemenag.

Sebagai salah satu upaya merayakan Hari Santri, berikut ini link Twibbon Hari Santri 2021 yang bisa dipilih untuk diunggah di berbagai media sosial milikmu:

  1. https://www.twibbonize.com/harisantri2021santrisiagajiwaraga
  2. https://www.twibbonize.com/peringatanharisantri2021
  3. https://www.twibbonize.com/harisantri2021nu
  4. https://www.twibbonize.com/santrisiagajiwaraga22oktober
Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING