Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo, memerintahkan kepada seluruh kepala daerah agar terus menerus mensosialisasikan instruksi physical distancing atau pembatasan kontak fisik guna mencegah penyebaran virus corona.

Tambahnya, physical distancing tersebut tidakhanya berlaku di tempat umum, tapi juga dalam lingkungan keluarga, mengingat virus ini bisa dengan mudah menular. Sosialisasi ini, imbuh Doni, harus sampai terutama kepada masyarakat kalangan bawah.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Doni Monardo saat menggelar konferensi pers bersama Ketua Komnas Hak Asasi Manusia (HAM), Ahmad Taufan Damanik di Gedung BNPB Jakarta, 21 Maret 2020. (Foto: Courtesy/BNPB)
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Doni Monardo saat menggelar konferensi pers bersama Ketua Komnas Hak Asasi Manusia (HAM), Ahmad Taufan Damanik di Gedung BNPB Jakarta, 21 Maret 2020. (Foto: Courtesy/BNPB)


“Kemudian Bapak Presiden menegaskan dan menekankan kepada para Gubernur bahwa penjelasan-penjelasan ini harus sampai ke tingkat paling rendah, yaitu desa dan kelurahan. Demikian juga harus melibatkan semua potensi yang ada di kelurahan, seperti halnya PKK, karang taruna, posyandu, RT/RW, termasuk juga relawan-relawan yang diorganisir. Saatnya kita saling bahu membahu dan saling menolong,” ujar Doni.

Baca juga   Pesantren Wajib Melestarikan Nilai-nilai Kebangsaan dan Islam Moderat

Doni juga mengatakan bahwa industri tekstil Tanah Air bisa dimaksimalkan untuk memproduksi alat kesehatan yang sangat diperlukan pada situasi seperti sekarang,seperti alat pelindung diri (APD), masker dan juga hand sanitizer. Dengan begitu, Indonesia tidak perlu bergantung kepada negara lain.