Connect with us

Headline

Indonesia Berencana Melonggarkan Batas Defisit APBN

Published

on

Pemerintah berencana mengeluarkan aturan darurat yang akan membantu pemerintah mengelola deficit fiskal yang lebih besar dan meningkatnya belanja untuk merespons wabah virus corona. Langkah tersebut akan merevisi undang-undang keuangan negara.

Undang-Undang Keuangan Negara Tahun 2003 membatasi defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) maksimum 3 percent dari produk domestic bruto (PDB) dalam satu tahun fiskal.

Dengan aturan baru, pemerintah diperbolehkan melebihi batas maksimum defisit sebanyak tiga kali tahun fiskal beruntun. Namun, kata Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Selasa (31/3), batas maksimum defisit akan kembali diberlakukan pada 2023.

Indonesia pertama kali mencatat kasus positif virus corona pada 2 Maret. Sejak itu jumlah kasus terus bertambah hingga 1.414 kasus positif dan 122 kematian, per Senin (30/3). Beberapa provinsi dan kota-kota sudah meliburkan sekolah-sekolah dan memerintahkan warga untuk tinggal di rumah.

Luhut mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah membahas kebutungan anggaran untuk persiapan jika ibu kota harus dikarantina.

Melonggarkan batas defisit APBN, imbuh Luhut, bisa mengakomodasi belanja untuk mendukung keputusan tersebut. Seperti misalnya pemberian bantuan tunai langsung untuk 20 persen atau 40 persen dari kelompok paling miskin di Indonesia.

Menurut Luhut, Presiden akan memutuskan kebijakan karantina wilayah pekan ini.

Sebelumnya, Sri Mulyani sudah menghitung ada anggaran belanja sebesar Rp 62,3 triliun yang bisa digunakan untuk merespons wabah COVID-19 dan meminta pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran mereka untuk layanan kesehatan. Sri Mulyani baru-baru ini memperkirakan defisit APBN pada 2020 akan mencapai 2,5 persen dari APBN.

Peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) bisa segera berlaku, tetapi harus disetujui oleh DPR pada masa persidangan berikutnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Gaya Hidup

Awal Mula Interaksi Kucing dan Manusia

Published

on

Jauh sebelum kucing jadi kesayangan di Facebook dan YouTube, mereka telah berinteraksi dengan manusia sejak jaman purba.

Sebuah studi DNA yang menjangkau masa ribuan tahun yang lalu untuk melacak interaksi tersebut dan menemukan dua bukti penyebaran yang utama dari kawasan Timur Tengah, dimana orang terbukti membawa kucing bersama mereka. Jejak genetik kucing ditemukan dalam perjalanan itu dan masih tampak pada jenis kucing yang ada pada zaman modern.

Para peneliti menganalisa DNA dari 209 kucing purba yang berasal dari zaman setua 9.000 tahun yang lalu yang berasal dari Eropa, Afrika, dan Asia, termasuk beberapa mumi kucing purba asal Mesir.

“Mereka saksi langsung tentang situasi di masa lampau,” ujar Eva-Maria Geigl dari the Jacques Monod Institute di Paris. Ia bersama koleganya yang juga meneliti 28 kucing liar modern dari Bulgaria dan Afrika bagian timur.

Ini adalah indikasi terkini dari kisah yang rumit tentang kucing-kucing yang sudah dijinakkan. Mereka keturunan dari kucing-kucing liar yang belajar untuk hidup di tengah manusia dan jadi lumayan jinak – meskipun beberapa pemilik kucing saat ini mengatakan, mereka tampaknya tidak begitu suka berada di lingkungan manusia.

Proses penjinakkan kemungkinan berawal dari masa 10.000 tahun yang lalu ketika orang mulai menetap di kawasan Bulan Sabit Subur, kawasan berbentuk lengkungan yang mencakup pantai timur Laut Mediterranea dan daratan sekitar sungai Tigris dan Eufrat. Mereka menyimpan gandum, sehingga menarik hewan pengerat, yang akhirnya menarik kucing-kucing liar. Hewan-hewan yang ada di tumpukan sampah tampaknya telah menarik mereka juga. Seiring dengan berjalannya waktu, kucing-kucing liar ini beradaptasi pada lingkungan yang dibangun oleh manusia dan membiasakan diri untuk berkeliaran di sekitar manusia.

Studi sebelumnya menemukan seekor kucing yang dimakamkan di samping manusia sekitar 9.500 tahun yang lalu di Siprus, dimana tidak ada kucing yang asli berasal dari pulau itu. Ini adalah indikasi bahwa kucing dibawa dengan perahu dan hewan itu memiliki ikatan khusus dengan orang itu, ujar para peneliti.

Kucing jelas-jelas sudah dijinakkan pada masa sekitar 3.500 tahun yang lalu, dimana pada lukisan tampak kucing ditempatkan di bawah kursi. Ini menunjukkan bahwa saat itu, “kucing sudah jadi bagian dari rumah tangga,” ujar Geigl.

Namun secara keseluruhan proses penjinakkan sulit dilacak oleh para ilmuwan, sebagian karena tengkorak fosil tidak menunjukkan apabila kucing tersebut kucing liar atau sudah dijinakkan.

Lebih mudah untuk membedakan anjing, hewan yang pertama kali kita jinakkan, dari nenek moyang serigalanya. Anjing berevolusi dari serigala dan mulai berinteraksi dengan manusia bahkan sebelum adanya budaya bertani, kemungkinan tertarik oleh sisa-sisa makanan yang ditinggalkan manusia.

Studi baru melacak penyebaran penanda DNA kucing yang bersifat spesifik yang menembus jarak waktu yang panjang, sebuah tanda bahwa orang telah membawa kucing bersama mereka. Hasilnya dirilis hari Senin oleh jurnal Nature Ecology & Evolution.

Studi ini “memperkuat dan menyempurnakan hasil karya sebelumnya,” ujar Carlos Driscoll dari the Wildlife Institute of India. Pengambilan sampel yang bersifat ekstensif dari DNA kucing yang melacaknya hingga ke jaman kuno belum pernah dilakukan, ujarnya.

Para peneliti juga mengamati varian genetik yang menghasilkan bulu dengan pola yang tidak teratur khas kucing modern yang sudah jinak, ketimbang garis-garis menyerupai harimau yang ada pada sepupunya yang masih liar. Pola ini muncul lebih sering pada sampel-sampel yang berasal dari masa sesudah tahun 1300 ketimbang masa sebelumnya, yang sesuai dengan bukti lain bahwa tanda garis-garis pada bulu kucing menjadi sesuatu yang biasa mulai tahun 1700 dan orang mulai mengembang biakkan kucing untuk penampilannya mulai tahun 1800-an.

Berbeda dengan kuda, usaha untuk menjinakkan kucing termasuk terlambat, yang dikembang biakkan untuk tampilannya sejak awal, ujar Geigl.

Fokus sebagian besar studi adalah pada penyebaran kucing pada zaman purba. Pada sampel DNA yang dianalisa, satu jejak genetik yang pertama kali adalah di Turki sisi Asia – dan kemungkinan dahulunya dibawa oleh kucing yang berasal dari kawasan Bulan Sabit Subur – muncul lebih dari 6.000 tahun yang lalu di Bulgaria.

Ini adalah indikasi bahwa kucing telah dibawa kesana dengan perahu ketika para petani pertama melakukan kolonisasi benua Eropa, ujar Geigl. Indikasi ini juga tampak pada masa lebih dari 5.000 tahun yang lalu di Rumania, juga pada masa sekitar 3.000 tahun yang lalu di Yunani.

Jejak genetik kedua, pertama kali muncul di Mesir, telah mencapai Eropa antara abad ke satu dan kelima, sebagaimana ditunjukkan oleh sampel yang berasal dari Bulgaria. Jejak yang berasal dari bandar perdagangan Viking di Eropa utara berasal dari abad ketujuh, dan sampel yang berasal dari Iran berasal dari abad ke delapan.

Menyebarnya kucing di sepanjang Mediterranea kemungkinan dipicu oleh manfaatnya dalam mengendalikan hama pengerat dan hama lainnya di kapal, ujar para peneliti. [ww]

Continue Reading

Gaya Hidup

4 Karakter yang Harus Dipunya Seorang Pemimpin Sukses

Published

on

Berbicara tentang kepemimpinan, hal yang paling utama  adalah integritas dari seorang pemimpin. Sedikitnya ada tiga faktor dalam kepimpinan diantaranya, integritas, komunikasi efektif dan pengaruh.

GENCILNEWS – Jika ketiga faktor tersebut ada dalam diri seorang pemimpin maka dia merupakan pemimpin yang berkualitas dan sukses.

Namun, ada hal yang menarik lagi dari seorang pemimpin sukses yakni dia dapat mendorong bawahannya menjadi seorang yang sukses – tidak hanya dirinya yang sukses tapi bawahnnya pun bisa sukses. Inilah  kehebatan dari seorang pemimpin sukses.

Tidak dipungkiri lagi, gaya dan langkah seorang pemimpin akan selalu diikuti oleh para bawahan, hal tersebut dikarenakan mereka sudah respect terhadap pemimpin tersebut.  Setiap orang adalah pemimpin dan mereka akan terus belajar untuk menjadi pemimpin yang baik.

Pemimpin yang baik adalah mereka yang mempunyai nilai plus di mata pengikutnya serta nilai-nilai tersebut dapat diserap dengan mudah oleh mereka. Jika Anda seorang pemimpin, pastikan Anda mempunyai nilai sehingga bisa mengubah mereka lebih baik dan tentu sukses.

John Maxwell mengatakan jika kita fokus kepada orang lain maka dunia akan terbuka untuk kita. Jika diterjemahkan kalimat John Maxwell tersebut dengan arti ‘membantu mereka sehingga menjadi sukses’. Tidak hanya suskses namun mereka dapat mempunyai nilai sehingga bermafaat bagi dirinya dan orang di sekitarnya.

Beberapa hal Anda dapat dikatakan seorang pemimpin sukses, antara lain:

#1 Lihatlah bawahan sebagai sukses terbesar Anda
Seorang pemimpin akan selalu mensupport bawahannya untuk sukses dengan cara membantu mereka menjadi sukses. Anda bisa menanyakan kepada mereka apa mimpin terbesarnya, selanjutnya arahkan dan bantu mereka untuk mencapainya. Sejatinya jika mereka sukses maka hal tersebut merefleksikan Anda seorang pemimpin sukses.

#2 Apresiasi mereka
Setiap orang menginginkan sukses dan bernilai di mata orang lain. Apresiasi semua usaha yang telah mereka lakukan – memberikan pujian akan membuat mereka merasa diperhatikan dan termotivasi.

#3 Kenali mereka
Dengan mengenali mereka lebih detail akan menguntungkan bagi Anda dan tentu, mereka akan lebih respect kepada Anda. Kenali posisi dan job desk mereka, keluarganya dan yang paling penting Anda bisa mengetahui harapan dan mimpi mereka.

#4 Bekali mereka dengan pengetahuan
Ajak dan arahkan mereka untuk terus meng-upgrade ilmu dan keahliannya. Pelatihan untuk mereka juga terkadang penting dilakukan sehingga mereka lebih percaya diri. Serta berilah kesempatan kepada mereka untuk terus mengembangkan pengetahuannya.

Intinya, seorang pemimpin sukses itu adalah mereka yang dapat membantu dan mengakomodir harapan dan mimpi para pengikutnya – apalagi sampai mereka menjadi sukses. Jika hal tersebut bisa Anda lakukan maka Anda sudah termasuk pemimpin yang sukses. (bns)

 

Continue Reading

Headline

10 Negara Bagian Dengan Mutu Pendidikan Terbaik di Amerika

Published

on

10 Negara Bagian Dengan Mutu Pendidikan Terbaik di Amerika

Gencil News – 10 Negara Bagian Dengan Mutu Pendidikan Terbaik di Amerika menjadi sorotan Majalah US NEWS and World Report. Majalah ini melansir 10 negara bagian di amerika yang memiliki mutu pendidikan dan lingkungan terbaik pada tingkat perguruan tinggi.

Bagi banyak orang, belajar di perguruan tinggi Amerika masih dianggap sebagai suatu hal yang bisa menunjang karir mereka.

Coba saja lihat latar belakang pejabat yang ikut dalam pemerintahan Indonesia yang sekarang ataupun yang dulu. Lalu dimana universitas terbaik di Amerika Serikat?

Berikut ini adalah 10 negara bagian itu, dimulai dari yang paling bawah

10. Utah

Negara bagian Utah, di barat Amerika penduduknya hanya 3,1 juta orang, dan sekitar 44 persen dari mereka tamatan universitas.

Utah dengan ibukota Salt Lake City juga adalah markas kelompok Kristen yang beraliran Mormon.

Di negara bagian ini juga terdapat danau air asin yang terbesar di belahan bumi bagian barat, dan karena itulah ibukotanya bernama Salt Lake City.

Kalau terdaftar sebagai penduduk negara bagian itu, ongkos kuliahnya cukup murah, hanya AS$6.334 per tahun.

9.  Iowa

Iowaberada di barat-tengah Amerika. Jumlah penduduknya juga sekitar tiga juta orang, dan 41 persen warganya tamatan perguruan tinggi.

Terkenal dengan industri pertanian, Iowa adalah penghasil daging babi paling besar di Amerika, disusul daging sapi dan daging ayam. Ongkos kuliahnya AS$8.361 per tahun.

8. Vermont ….

Continue Reading

TRENDING