Connect with us

Nasional

Indonesia Masih Jauh dari Puncak Pandemi Covid-19

Published

on

Indonesia Masih Jauh dari Puncak Pandemi Covid-19
Dua pelajar berbincang sambil mengenakan masker di tengah pandemi virus corona di Banda Aceh, 10 Juni 2020. (Foto: AFP)

GENCIL NEWS – VOA – Ahli epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan Indonesia masih jauh dari puncak pandemi, walaupun jumlah kasusnya terus meningkat di atas 1.000 setiap harinya.

Ia melihat, puncak Covid-19 akan terlihat kalau sudah terjadi penurunan kasus secara bertahap dalam kurun waktu tertentu.

Bahkan Pandu memperkirakan, jumlah kasus virus corona di Indonesia masih akan meningkat sampai akhir tahun ini.

“Belum. Indonesia kan penduduknya besar. Nanti kalau sudah turun berarti sudah terasa kita sudah mencapai puncak. Lagi naik-naiknya. Masih jauh. Sampai akhir tahun bisa enggak turun-turun,” ujarnya kepada VOA, di Jakarta, Jumat (3/7).

Lebih lanjut Pandu menjelaskan jumlah testing dengan metode real time PCR kepada orang yang positif juga dinilainya masih rendah. Sejauh ini, ia hanya melihat DKI Jakarta dan Jawa Barat yang sudah melakukan testing dengan jumlah cukup banyak.

Angka jumlah spesimen yang di tes setiap harinya, yang selalu diumumkan oleh jubir, kata Pandu tidak mencerminkan angka yang berarti, karena menurutnya rumah sakit bisa saja melakukan dua sampai tiga kali tes kepada orang yang sama untuk memperoleh hasil negatif.

“Jadi kan kalau kita hanya melihat angka itu kadang-kadang itu tidak tahu dari berapa orang yang dites. Jadi informasi yang disampaikan oleh jubir itu tidak informatif, bisa dipersepsikan beda.

Harusnya tanya angka itu dari berapa orang yang di tes. Itu berapa persen positivity rate-nya. Orang terpaku sama angka, itu kan angka absolut, bukan angka relatif,” jelasnya.

Terus meningkatnya jumlah kasus baru setiap harinya, ujar Pandu, mencerminkan bahwa penularan masih terjadi di tengah masyarakat. Diakuinya memang sulit untuk membuat masyarakat patuh melakukan tiga M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan).

Padahal menurutnya, kalau masyarakat patuh hal tersebut akan lebih ampuh dibandingkan dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pemerintah, menurutnya saat ini kurang mengintervensi dan menggalakkan tiga M tersebut di tengah-tengah masyarakat dan cenderung lebih terfokus pada usaha memperbaiki perekonomian yang anjlok.

“Boleh dibuka (ekonomi), susahnya kan mempraktekan tiga M itu. Jadi yang dilupakan hanya membuka tapi tidak meningkatkan proporsi yang patuh terhadap tiga M .

Dibuka saja untuk perekonomian jalan, tapi tiga M itu harus dipakai. Jadi intervensi public health tiga M itu dan melakukan testing dan melacak dan isolasi itu menjadi tulang punggung supaya ekonomi bisa jalan tapi public health intervensinya tetap jalan,” paparnya.

Ia pun menyarankan pemerintah untuk memperkuat testing dengan metode real time PCR dan menghentikan penggunaan rapid test, karena hasilnya tidak akurat dan hanya menghabiskan anggaran negara.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Nasional

Andika Perkasa Jadi Wakil Erick Thohir di Komite Penanganan Covid-19

Published

on

Andika Perkasa Jadi Wakil Erick Thohir di Komite Penanganan Covid-19

GENCIL NEWS – KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat) Jenderal TNI Andika Perkasa jadi wakil Erick Thohir di Komite Penanganan Covid-19. Penunjukan Andika Perkasa menjadi Wakil Erick Thohir berdasarkan keputusan Presiden RI, Joko Widodo.

Dengan adanya Andika Perkasa, Erick berharap disiplin masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan standar dalam kehidupan sehari-hari, bisa dijalankan dengan lebih intens, luas dan masif.

“Satu kunci dalam memerangi pandemi adalah menjaga kepatuhan, ketaatan, dan disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan selama pandemi. Sosialisasi tentang pentingnya menjaga protokol itulah yang perlu kita tingkatkan sehingga saya merasa perlu keterlibatan TNI Angkatan Darat,” ujar Erick dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (7/8).

Erick menyebut keterlibatan Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Wakil Ketua Pelaksana KPCPEN bagian dalam memperkuat struktur pelaksana KPCPEN.

Sehingga, penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi yang berada dalam satu komando itu semakin cepat, tepat, dan efisien dikerjakan dan dituntaskan dalam waktu yang bersamaan.

“Fokus kami di komite sudah jelas, kesehatan pulih, ekonomi bangkit. Terkait upaya pemulihan kesehatan, maka kami harus benar-benar turun ke bawah dengan semangat memudahkan dan melayani masyarakat agar bersama dan saling bahu membahu memerangi pandemi ini hingga tuntas,” papar Erick.

Dalam keterangan resmi yang sama, Andika menyatakan kesiapan menjadi bagian dari KPCPEN yang punya misi mengatasi pandemi dan pemulihan ekonomi nasional secara tepat.

“Kami siap memberikan dukungan dan bantuan atas misi bersama ini untuk memulihkan kesehatan masyarakat dan juga ekonomi nasional. Kami akan melibatkan struktur komando hingga lapisan terbawah yang dekat dengan masyarakat agar disiplin dan taat protokol kesehatan,” ujar Andika.

Continue Reading

Nasional

Indonesia Siap Uji Vaksin Covid-19, Tapi Relawannya Masih Kurang

Published

on

Indonesia Siap Uji Vaksin Covid-19, Tapi Relawannya Masih Kurang

Gencil.News – Indonesia Siap Uji Vaksin Covid-19 yang akan digelar di Kota Bandung, Jawa Barat, mulai Selasa, 11 Agustus 2020.  Namun mendekati waktu pengujian Vaksin Covid-19  jumlah relawan belum mencukupi.


Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) akan menguji vaksin asal China itu kepada 1.620 relawan. Pengujian akan dilakukan di enam lokasi yang tersebar di Kota Bandung.

Sebelum pengujian, tim peneliti menggelar simulasi uji klinis di FK Unpad, Kamis 6/8) siang. Anggota tim penguji, DR. Sunaryati Sudigdoadi, mengatakan simulasi ini untuk memberikan gambaran uji klinis kepada masyarakat.

“Juga masyarakat yang berminat jadi relawan akan tahu bagaimana sih alurnya, apa keuntungannya dan sebagainya,” terangnya kepada wartawan.

Pakar mikrobiologi klinis ini menjelaskan para relawan awalnya akan dipastikan belum terinfeksi Covid-19 lewat tes PCR dan rapid test.

Tiga hari kemudian, ketika hasil PCR keluar, peserta yang sehat akan disuntikkan vaksin. Dua minggu kemudian, relawan akan diberi vaksin lagi.

Totalnya relawan akan datang lima kali selama enam bulan ke depan. Selama itu pula, relawan dipantau ketat dari segi kesehatan dan responnya terhadap vaksin.

“(Jika ada) gejala-gejala pilek, batuk, sakit tenggorokan, demam, seperti gejala Covid-19, nah itu harus melapor ke site atau Puskesmas di mana dia direkrut,” terangnya yang mendapatkan gelar doktor dari Unpad ini.

“Kemudian pada subjek yang bergejala, kami lakukan pemeriksaan swab, di PCR lagi, apakah gejala-gejala itu gejala Covid-19 bukan,” imbuhnya, seraya menegaskan para relawan dijamin asuransi kesehatan.

Relawan Baru 800-an

Meski begitu, H-5 pengujian, jumlah relawan baru melewati angka 800 orang. DR. Sunaryanti menyatakan optimis kuotanya akan terpenuhi mengingat pendaftaran masih dibuka.

“Jadi dalam perjalanan rekrutmen itu diharapkan masih ada lagi subjek-subjek yang mendaftarkan menjadi relawan. Insya Allah lah doain semuanya.

Dia pun percaya bahwa ketua uji klinis, Prof. Kusnandi Rusmil, akan dapat memenuhi kuota relawan itu mengingat pengalamannya dalam lebih dari 30 kali uji klinis.

Belum terpenuhinya kuota relawan bahkan menyita perhatian Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Pekan lalu, dia mengatakan, pimpinan daerah mengajukan diri jadi relawan vaksin.

“Jika tidak ada halangan dari unsur kesehatan pribadi, maka Forkominda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) pun akan menjadi relawan untuk pengetesan vaksin. Sehingga kalau pimpinannya juga melakukan Insya Allah rakyatnya juga akan meyakini proses vaksin ini berjalan dengan lancar,” ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (3/8) sore.

Bio Farma Tingkatkan Kapasitas Produksi

Pengujian ini menggunakan vaksin produksi Sinovac, perusahaan bioteknologi asal China, yang didatangkan ke Indonesia oleh PT Bio Farma. Tahap I dan II uji klinis telah selesai di China dan dinyatakan berhasil.

Pada uji tahap III, sejumlah negara ikut melakukan pengujian termasuk Indonesia. Ketika tahap ini selesai dan berhasil, Bio Farma akan memproduksinya secara massal.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, mengatakan pihaknya tengah meningkatkan kapasitas produksi dari 150 juta dosis jadi 250 juta dosis per tahun.

“Sehingga artinya pada 2021 kita sudah siap untuk kapasitas sebanyak 250 juta dosis per tahun. Untuk produksi vaksinnya tentunya kami menunggu uji klinis vaksin ini yang selesai, katakanlah Januari,” terangnya usai kick off meeting uji klinis di FK Unpad.

Mengingat kredibilitas Bio Farma sudah diakui WHO, Honesti optimis dapat memenuhi permintaan pemerintah Indonesia awal tahun depan.

“Karena teknologi produksi kita juga sudah cukup bagus. Tergantung sekarang program pemerintah mau berapa yang dilakukan vaksinasi,” tandasnya.

Sembari menunggu uji klinis, Bio Farma tengah berkomunikasi dengan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Lembaga Pengkajian Pangan Obat–obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI untuk menguji kehalalan vaksin tersebut.

“Kami concern terhadap aspek kehalalan ini sehingga dalam riset dan pengembangan vaksin akan mengutamakan penggunaan bahan-bahan yang non-animal origin,” kata Honesti Basyir.

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan akan mengawasi uji klinis ini dari aspek ilmiah dan etik. BPOM akan mengacu pada Pedoman Cara Uji Klinik yang Baik (CUKB).

“Sebagai regulator, Badan POM berkomitmen melakukan pengawalan sepanjang siklus perjalanan vaksin Covid-19 di Indonesia. Mulai dari tahap uji klinik, pendaftaran untuk memperoleh izin edar, produksi, hingga distribusi nanti,” tegasnya dalam kesempatan yang sama.

Continue Reading

Nasional

Lirik Lagu Photograph – Ed Sheeran

Published

on

Lirik Lagu Photograph – Ed Sheeran

GENCIL NEWS – Lagu Photograph merupakan lagu ke-lima Ed Sheeran dari album kedua nya yaitu X atau dibaca multiply.

Lagu itu dirilis pada tahun 2014. Video lagu Photograph di YouTube juga sudah ditonton sebanyak 990 juta kali.

Lagu Photograph adalah lagu Ed Sheeran yang mengisahkan tentang LDR atau hubungan jarak jauh dengan pasangannya.

Photograph

Loving can hurt, loving can hurt sometimes
But it’s the only thing that I know
When it gets hard, you know it can get hard sometimes
It is the only thing that makes us feel alive

We keep this love in a photograph
We made these memories for ourselves
Where our eyes are never closing
Hearts are never broken
And time’s forever frozen still

So you can keep me inside the pocket of your ripped jeans
Holding me closer ’til our eyes meet
You won’t ever be alone, wait for me to come home

And if you hurt me
That’s okay baby, only words bleed
Inside these pages you just hold me
And I won’t ever let you go
Wait for me to come home

Love can heal, loving can mend your soul
And it’s the only thing that I know, know
I swear it will get easier,
Remember that with every piece…

Continue Reading

Kumpulan Resep Masakan Enak

TRENDING