Indonesia Sentuh Angka Positivity Rate COVID-19 Terendah Selama Pandemi
Connect with us

Nasional

Indonesia Sentuh Angka Positivity Rate COVID-19 Terendah Selama Pandemi

Published

on

Indonesia Sentuh Angka Positivity Rate COVID-19 Terendah Selama Pandemi

Gencil News – VOA – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan positivity rate COVID-19 di Indonesia per Mei 2021 mencapai 11,3 persen. Angka ini, menurut Wiku, terendah selama pandemi, di mana terjadi penurunan yang cukup signifikan dibandingkan pada Januari hingga Februari 2021. Ketika itu, jumlah kasus positif menyentuh level 27,2 persen.

Penurunan ini, menurut Wiku, disebabkan berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah, seperti adanya kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara mikro.

“Perbaikan dengan penghapusan cuti bersama pada tanggal merah, serta intervensi kebijakan melalui pelaksanaan PPKM Mikro dan pembentukan posko di tingkat Desa atau Kelurahan terbukti berpengaruh dalam menurunkan angka penambahan kasus positif dan kasus aktif dari waktu ke waktu sehingga positivity rate juga menurun. Positivity rate di Indonesia pada Mei adalah 11,3 persen, terendah selama pandemi,” ungkap Wiku dalam telekonferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (11/5).

Meski terjadi penurunan, Wiku berharap masyarakat tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Pasalnya, belajar dari situasi pandemi yang terjadi di India, peningkatan kasus secara signifikan sangat mungkin terjadi.

Wiku menjelaskan, positivity rate COVID-19 di India pada awalnya lebih rendah dibandingkan dengan di Indonesia, yakin berkisar 2-3 persen dan paling tinggi mencapai delapan persen pada September tahun lalu.

Namun, kondisi ini berubah sejak April 2021, di mana positivity rate corona di India mencapai 14 persen, dan menyentuh level 21,7 persen pada Mei 2021, dengan penambahan kasus harian mencapai 400.000 kasus.

“Ini menunjukkan, tidak butuh waktu lama untuk menaikkan kasus yang diakibatkan oleh abainya kita dalam menjaga protokol kesehatan. Sedangkan di Indonesia, butuh belajar selama 12 bulan menangani pandemi untuk akhirnya menemukan formulasi yang tepat dalam menjaga agar kasus semakin turun setiap harinya,” paparnya.

Maka dari itu, Wiku meminta masyarakat untuk tidak pulang ke kampung halaman pada masa libur Idul Fitri. Ia menekankan, apabila masyarakat tetap nekat mudik, maka bukan tidak mungkin Indonesia akan bernasib sama seperti India.

“Sebagai gambaran, keadaan di India saat ini sangat mengkhawatirkan, di mana rumah sakit sudah tidak mampu lagi menampung pasien, baik COVID-19 maupun non COVID-19. Bukan hanya rumah sakit, tenaga kesehatan maupun alat kesehatan dan obat-obatan yang dibutuhkan juga tidak mencukupi lagi. Jangan sampai kita berada dalam kondisi seperti ini. Maka dari itu, jangan lakukan silaturahmi fisik. Ketahuilah, jika kita masih memaksakan untuk bertemu dalam rangka silaturahmi fisik, baik dengan keluarga ataupun dengan kerabat di manapun, maka kemungkinan besar kita dapat tertular dan menularkan virus COVID-19,” tegasnya.

Zonasi COVID-19

Per 9 Mei 2021, ujar Wiku, terdapat 12 kabupaten/kota yang masuk zona merah atau risiko tinggi. Sedangkan untuk daerah dengan risiko sedang atau zona oranye tercatat 324 kabupaten/kota.

Wiku memperingatkan satgas dan pemerintah di daerah agar menyiapkan sarana dan fasilitas kesehatan guna menangani potensi peningkatan kasus. Pasalnya, zonasi oranye didominasi oleh daerah tujuan mudik.

“Sebagai catatan jumlah kabupaten/kota di zona oranye didominasi oleh kabupaten/kota yang berasal dari provinsi tujuan mudik seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat. Ini harus menjadi perhatian kita bersama, mengingat di provinsi-provinsi ini penularan lebih mungkin terjadi dengan cepat,” kata Wiku.

Ribuan Pemudik Positif Corona

Dalam kesempatan yang lain, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan hasil dari pengetatan dan penyekatan yang dilakukan pihak kepolisian di 381 titik lokasi terdapat ribuan pemudik yang positif COVID-19.

“Jumlah pemudik yang dirandom testing dari 6.700, 4.123 orang positif, dan dilakukan isolasi mandiri 1.686 orang dan yang dirawat 75 orang. Kemudian untuk kendaraan di operasi ketupat, jumlah yang diperiksa 113.694 dan yang diputar balikkan 41.097 dan pelanggaran 346 kendaraan,” ungkap Airlangga.

Orang-orang antre untuk check-in tiket dengan barang bawaan mereka di Bandara Soekarno-Hatta untuk mudik menjelang perayaan Idulfitri, di tengah wabah COVID-19 di Tangerang . (REUTERS)
Orang-orang antre untuk check-in tiket dengan barang bawaan mereka di Bandara Soekarno-Hatta untuk mudik menjelang perayaan Idulfitri, di tengah wabah COVID-19 di Tangerang . (REUTERS)

Ia menambahkan, Pekerja Migran Indonesia (PMI) juga telah tiba di Indonesia mendekati libur lebaran kali ini. Tecatat, 24.215 PMI tiba di tanah air pada April kemarin, sementara pada Mei diprediksi setidaknya akan ada 25.467 PMI yang akan pulang.

Pemerintah, ujar Airlangga, akan melakukan penanganan secara khusus terkait kedatangan PMI untuk mencegah terjadinya imported cases di tanah air. Pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kata Airlangga, akan berkoordinasi dengan Pemda setempat dan pihak TNI/Polri untuk melakukan karantina, serta screening ketat dengan tes swab PCR.

“Dan hasil positif yang cukup tinggi ini diantisipasi di daerah yang memang masuk untuk PMI dan kemarin dengan Pak Gubernur dibahas di daerah Sumatera, termasuk dengan Riau, Kepri, Kaltara, Kalbar terkait kebutuhan tempat, karantina bagi PMI dan diantisipasi yang dilakukan termasuk penambahan kapasitas di daerah Dumai misalnya, di mana RS Pertamina akan membantu untuk mengisi kesiapan tersebut,” pungkasnya.

Epidemiolog: Indonesia Termasuk Negara Dengan Risiko Paparan COVID-19 yang Tinggi

Ahli Epidemilogi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan kenekatan masyarakat yang tetap mudik pada masa lebaran kali ini berpotensi besar dalam menyebar virus corona, apalagi sebagian besar pemudik tidak mengetahui apakah dirinya positif atau negatif corona.

“Kita ini memiliki tes positivity rate di atas 10 persen. Berapa pun pokoknya di atas 10 persen itu adalah daerah atau negara yang memiliki risiko paparan tinggi. Eksposurenya tinggi sehingga setiap orang yang mobile itu besar kemungkinan membawa virus,” ujar Dicky kepada VOA.

Menurut Dicky, tingkat penularan virus corona di Indonesia sudah masuk level transmisi komunitas atau community transmission. Ini artinya, pemerintah, kata Dicky, tidak bisa mendeteksi sebagian besar infeksi virus corona yang ada di masyarakat. “Jadi baru puncak gunung esnya yang bisa dideteksi,” tuturnya.

Maka dari itu, arus mudik memang berpotensi meningkatkan kasus COVID-19 di Indonesia, namun memang tidak akan serta merta meningkat seperti yang terjadi di India.

Bom Waktu

Lebih jauh Dicky mengungkapkan ia meragukan validitas klaim pemerintah bahwa kurva kasus COVID-19 di tanah air sudah turun. Menurutnya, laporan COVID-19 yang disajikan pemerintah selama ini tidak memadai untuk bisa dijadikan sebuah kurva epidemiologi. Hal ini dikarenakan data-data yang disajikan tidak secara real time, dengan jeda yang cukup panjang dan jumlah tes yang tidak memenuhi standar WHO dan tidak merata di seluruh daerah.

Para petugas memeriksa sebuah bus penumpang pada hari pertama penerapan larangan mudik nasional untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19, di Tasikmalaya, Jawa Barat, 6 Mei 2021. (Foto: Adeng Bustomi/ Antara Foto via Reuters)
Para petugas memeriksa sebuah bus penumpang pada hari pertama penerapan larangan mudik nasional untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19, di Tasikmalaya, Jawa Barat, 6 Mei 2021. (Foto: Adeng Bustomi/ Antara Foto via Reuters)

“Saat ini sebenarnya kurva kita ini masih panjang, lama dan menguat, dan masih di gelombang pertama, artinya ketika satu gelombang belum selesai dalam waktu satu tahun itu artinya strateginya salah, tidak efektif dan itu tidak berhasil melandaikan kurva. Kita belum melandaikan kurva ini dan ini berbahaya karena artinya kita menyimpan bom waktu, dan itulah yang menyebabkan kita masih berada dalam level community transmission,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, Dicky menyarankan pemerintah melakukan perbaikan mulai dari sistem pengawasan di komunitas, puskesmas, rumah sakit serta surveillance genomic. Selain itu, ia berharap pemerintah juga bisa memperbaiki sistem kesehatan dengan baik, mulai dari semua fasilitas kesehatan beserta sumber daya manusia (SDM) yang cukup dan memadai.

“PSBB (pembatasan sosial berskala besar) menjadi sangat penting, mungkin 2 minggu paling tidak, di Jawa Bali serentak untuk mencegah, karena ini saya sampaikan alarmnya sudah semakin serius, sudah saatnya kita lakukan respon yang jauh lebih serius,” pungkasnya. 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nasional

Pencari Suaka di Jakarta Hidup dalam Ketidakpastian

Published

on

Pencari Suaka di Jakarta Hidup dalam Ketidakpastian

Gencil News – VOA – Menurut data UNHCR, ada sekitar 14 ribu pengungsi dan pencari suaka di Indonesia, yang menunggu proses penempatan ke negara ketiga. Sebagian besar berasal dari wilayah-wilayah konflik seperti Afghanistan, Somalia dan Myanmar. Selama di Indonesia mereka hidup dalam keterbatasan dan ketidakpastian.

Salah satunya adalah Bismillah Tahirzada, pria berusia 24 tahun asal Ghazni, Afghanistan.

Bismillah Tahirzada, pria 24 tahun asal Ghazni, Afghanistan (foto: VOA/Indra Yoga).
Bismillah Tahirzada, pria 24 tahun asal Ghazni, Afghanistan (foto: VOA/Indra Yoga).

Kepada VOA ia menuturkan, “Saya sebagai pengungsi di Indonesia hanya berusaha untuk bertahan hidup dan mencukupi kebutuhan hidup saya sambil menambah pengetahuan dan pengalaman selama menunggu dalam ketidakpastian, tidak seorangpun tahu apa yang akan terjadi esok hari.”

Sudah lebih dari 7 tahun ia tinggal di Jakarta dalam ketidakpastian menunggu penempatan oleh UNHCR ke negara baru, yang biasanya memakan waktu lebih dari 5 tahun. Statusnya sebagai pengungsi di indonesia tak membolehkannya untuk bekerja secara resmi.

Untuk menopang hidupnya, Bismillah menjalankan usaha menjual keripik kentang, yang ia jual secara online. Usaha ini ia jalankan berkat bantuan seorang fasilitator dari Universitas Atmajaya Jakarta, Inggrid Nathania Wongso, yang menyelenggarakan program pelatihan bagi pengungsi.

“Ya, semoga selama masa penantiannya, mereka gak cuma duduk diam dan akhirnya stress sendiri tapi mereka bisa melakukan sesuatu. Mungkin bisa menyumbangkan sesuatu juga buat perekonomian bangsa Indonesia dan berguna juga bagi mereka sendiri,” harap Inggrid.

Bismillah Tahirzada sedang membuat keripik kentang untuk dijual secara online (foto: VOA/Indra Yoga).
Bismillah Tahirzada sedang membuat keripik kentang untuk dijual secara online (foto: VOA/Indra Yoga).

Namun, pandemi COVID-19 yang berkepanjangan memukul usaha yang telah ia jalankan selama 2 tahun ini.

“Situasi saat ini agak terlalu sulit karena pandemi COVID-19, jadi situasi bisnis di Indonesia kebanyakan terkena dampaknya dari pandemi COVID-19 termasuk usaha saya. Jadi bisa dibilang, (situasi) saat ini lebih sulit dari sebelumnya,” ungkap Bismillah.

Pengungsi perempuan asal Afghanistan sedang menyulam di tenda pengungsi seberang Rudenim Jakarta (Foto dok: VOA/Sasmito)
Pengungsi perempuan asal Afghanistan sedang menyulam di tenda pengungsi seberang Rudenim Jakarta (Foto dok: VOA/Sasmito)

Dengan kondisi ketidakpastian dan pandemi yang berkepanjangan, Bismillah sangat berharap UNHCR bisa bekerja lebih cepat dan segera menempatkannya ke negara baru, agar ia dan ribuan pengungsi lainnya bisa menjalani hidup dengan normal.

“Jadi saya berharap suatu hari nanti saya bisa segera pindah dari Indonesia ke negara yang lebih baik, yang mana saya bisa merasakan hidup sebagai manusia yang memiliki hak-hak sebagaimana orang-orang lain pada umumnya,” harapnya.

Continue Reading

Nasional

Ratusan Nakes yang Sudah Divaksinasi Terjangkit COVID-19

Published

on

Ratusan Nakes yang Sudah Divaksinasi Terjangkit COVID-19
Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) bersiap untuk merawat pasien di rumah sakit darurat COVID-19 di Wisma Atlet, Jakarta, 26 Januari 2021. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Gencil News – VOA – Para pejabat mengatakan lebih dari 350 dokter dan pekerja medis telah terjangkit COVID-19 meskipun telah divaksinasi dengan Sinovac. Puluhan nakes lainnya juga dirawat di rumah sakit. Hal tersebut terjadi di tengah kekhawatiran tentang kemanjuran beberapa vaksin terhadap varian virus corona yang lebih menular.

Badai Ismoyo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengatakan, seperti dikutip oleh Reuters (17/6), sebagian besar nakes yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala dan melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun, ada puluhan nakes yang harus dirawat di rumah sakit karena mengalami demam tinggi dan penurunan tingkat saturasi oksigen.

Kudus, yang memiliki sekitar 5.000 petugas kesehatan, sedang berjuang melawan merebaknya wabah COVID-19, yang diyakini akibat varian Delta dari India- yang lebih menular. Peningkatan wabah kali ini mengakibatkan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit melonjak hingga di atas 90 persen.

Seorang dokter senior sedang divaksin COVID-19 oleh rekan sejawat di Rumah Sakit Adam Malik di Medan, Sumatra Utara, 8 Februari 2021.
Seorang dokter senior sedang divaksin COVID-19 oleh rekan sejawat di Rumah Sakit Adam Malik di Medan, Sumatra Utara, 8 Februari 2021.

Petugas kesehatan adalah masuk dalam kategori prioritas sehingga termasuk golongan pertama yang divaksinasi ketika program vaksinasi dimulai pada Januari.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan, Kamis (17/6), hampir semua nakes telah menerima vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi China, Sinovac.

Menurut kelompok inisiatif data LaporCOVID-19, jumlah petugas kesehatan yang meninggal akibat COVID-19 telah menurun tajam dari 158 pada Januari menjadi 13 orang pada Mei. Namun pakar kesehatan masyarakat mengatakan kondisi rawat inap di Jawa memprihatinkan.

“Data menunjukkan varian Delta (di Kudus) sehingga tidak heran terobosan infeksinya lebih tinggi dari sebelumnya, karena seperti yang kita ketahui mayoritas tenaga kesehatan di Indonesia mendapatkan vaksinasi Sinovac, dan kita masih belum tahu seberapa efektifnya (vaksin itu) di dunia nyata dalam melawan varian Delta,” kata Dicky Budiman, ahli epidemiologi di Universitas Griffith Australia.

Juru bicara dari Sinovac dan Kementerian Kesehatan tidak segera dapat dihubungi Reuters untuk mengomentari kemanjuran CoronaVac terhadap varian virus yang lebih baru.

Seorang pasien berbaring di bangku mengantre untuk mendapat perawatan di ruang gawat darurat di RSUD Dr. Loekmono Hadi di tengah pandemi COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah, 2 Juni 2021.
Seorang pasien berbaring di bangku mengantre untuk mendapat perawatan di ruang gawat darurat di RSUD Dr. Loekmono Hadi di tengah pandemi COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah, 2 Juni 2021.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyetujui penggunaan darurat vaksin Sinovac pada bulan ini. Laporan menujukkan keefektifan vaksin itu dalam mencegah penyakit simtomatik pada 51 persen penerima. Vaksin itu juga dapat mencegah kondisi COVID-19 yang parah dan potensi dirawat di rumah sakit, berdasarkan pada semua hal yang diteliti.

Indonesia bergulat dengan salah satu wabah terburuk di Asia. Lebih dari 1,9 juta orang positif infeksi dan 53.000 meninggal. Sebanyak 964 di antara korban meninggal adalah para dokter dan perawat.

Lenny Ekawati, dari LaporCOVID-19, mengatakan banyak orang yang sekarang mengalami kelelahan dalam menghadapi pandemi dan kurang waspada dengan protokol kesehatan setelah divaksinasi.

“Fenomena itu cukup sering terjadi akhir-akhir ini, tidak hanya di masyarakat, tetapi juga petugas kesehatan,” katanya. “Mereka berpikir karena mereka divaksinasi, mereka aman.”

Namun karena lebih banyak kasus varian Delta yang sangat menular, data mulai menceritakan kisah yang berbeda.

Menurut data LaporCOVID-19, setidaknya lima dokter dan satu perawat telah meninggal meskipun telah divaksinasI. Satu di antara korban nakes itu baru menerima suntikan pertama.

Seorang tenaga kesehatan menerima suntikan dosis kedua vaksin COVID-19 di sebuah rumah sakit di Sidoarjo, Jawa Timur, 29 Januari 2021. (Foto: Umarul Faruq/Antara Foto via Reuters)
Seorang tenaga kesehatan menerima suntikan dosis kedua vaksin COVID-19 di sebuah rumah sakit di Sidoarjo, Jawa Timur, 29 Januari 2021. (Foto: Umarul Faruq/Antara Foto via Reuters)

Di Kudus, IDI mengungkapkan, seorang dokter senior meninggal, meskipun diketahui dokter itu memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Di Jakarta, ahli radiologi Dr Prijo Sidipratomo mengatakan kepada Reuters bahwa dia mengetahui setidaknya enam dokter yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 dan satu sekarang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dalam sebulan terakhir, meskipun mereka telah divaksinasi.

“Ini mengingatkan kami karena kami tidak bisa hanya mengandalkan vaksinasi,” katanya, sambil mendesak orang untuk mengambil tindakan pencegahan.

Beberapa minggu setelah Hari Raya Idul Fitri, terjadi lonjakan kasus di Tanah Air, dengan tingkat positif melebihi 23 persen pada Rabu (16/6) dan kasus harian mendekati 10 ribu, angka tertinggi sejak akhir Februari.

Dalam laporan terbarunya, WHO mendesak Indonesia untuk memperketat lockdown atau kuncitara (penguncian sementara) karena peningkatan penularan akibat sejumlah varian virus COVID-19 dan juga kekhawatiran atas lonjakan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit.

Continue Reading

Lintas Kalbar

Pemprov Kalbar Batasi Kegiatan dan Pertemuan Selama Sebulan

Published

on

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar akan batasi kegiatan dan pertemuan selama sebulan (30hari), terhitung dari 18 juni - 18 juli 2021. Pembatasan kegiatan dan pertemuan ini tertuang dalam Surat Edaran.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar akan batasi kegiatan dan pertemuan selama sebulan (30hari), terhitung dari 18 juni - 18 juli 2021. Pembatasan kegiatan dan pertemuan ini tertuang dalam Surat Edaran - Foto Ilustrasi

Gencil News – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar akan batasi kegiatan dan pertemuan selama sebulan (30hari), terhitung dari 18 juni – 18 juli 2021. Pembatasan kegiatan dan pertemuan ini tertuang dalam Surat Edaran.

Surat Edaran nomor 440/ 2097 /UM-B untuk mendukung pelaksanaan Surat Keputusan Gubemur Kalimantan Barat Nomor 463/KESRA/2021 tentang Perpanjangan Masa Berlaku Keputusan Gubernur Nomor 280/KESRA/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease-2019 di Provinsi Kalbar.

Surat Edaran tersebut berisi himbauan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah, untuk tidak mengadakan kegiatan apapun. Kemudian mengimbau untuk dapat mengoptimalkan Satgas Covid-19 pada satuan kerja masing-masing.

Kepada ASN juga diminta melapor kepada pimipinan apabila dari hasil swab berbasis PCR, terkonfirmasi positif covid-19.

Pemprov Kalbar Gelar Vaksinasi Massal, Pendaftar Capai 525 Orang

Gubernur Kalimantan Barat melakukan peninjauan terhadap kegiatan vaksinasi kepada masyarakat secara massal. Vaksinasi massal tersebut terlaksana di GOR Pangsuma Pelataran GOR Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak, Kamis (17/6/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson, Kasat Pol PP Kalbar, Anthonius Rawing,dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Kalbar, Sefpri Kurniadi turut mendampingi Gubernur Kalbar.

Dari keterangan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Harison mengatakan, bahwa pada hari ini yang mendaftar vaksin secara online ada 525 orang. Namun ada yang datang secara manual atau tidak mendaftar secara online, tapi tetap difasilitasi.

“Targetnya kita melaksanakan vaksinasi ini selama tiga hari mulai tanggal 17, 18, dan 19 Juni 2021. Setelah itu nanti akan berkeliling ke tempat-tempat lain di mal-mal. Agar masyarakat dapat mengakses dengan mudah pelayanan vaksinasi Covid-19 ini,” jelasnya.

Untuk vaksinasi hari ini, rata rata usia 40 tahun ke atas, dan masyarakat menyambut antusias. Supaya tidak terjadi kerumunan, maka pendaftaran wajib melalui online.

“Makanya pendaftarannya harus online. Kalau pendaftarannya online, kami sudah susun nanti siapa, nomor berapa, dan datang harus jam berapa,” pinta Harison.

Untuk masyarakat, persyaratan untuk mendapatkan vaksinasi hanya dengan membawa Kartu Identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selain itu masing-masing wajib membawa alat tulis.

“Persyaratannya hanya dengan membawa KTP, nanti bawa juga alat tulis, karena mereka harus menulis untuk riwayat penyakitnya,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan, persediaan vaksin di Kalbar masih banyak. Karena kemaren Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ini terpaku hanya untuk lansia, ke depan akan kita tingkatkan cakupan pelayanannya kepada semua usia.

“Nanti akan kita buka pelayanan untuk usia yang lain diharapkan masyarakat akan banyak yang ingin divaksin. Sehingga mempercepat cakupan pelayanan vaksin kita. Pemprov Kalbar juga bekerja sama dengan Kodam, Bakesdam dan Biddokkes Polda Kalbar. Nanti ke depan masing-masing akan terus bekerja sama untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19 ini,” tutupnya.













Continue Reading

Nasional

Dispora Landak Minta GENPI Promosikan Pariwisata Landak

Published

on

By

Pengurus Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kabupaten Landak

Gencil News – Setelah tertunda beberapa bulan, Pengurus Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kabupaten Landak Provinsi Kalbar akhirnya dilantik secara resmi, Rabu, (16/06/2021)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Landak, Yosef yang mengukuhkan langsung Pengurus GenPI Kabupaten Landak.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Landak dalam sambutannya mengharapkan dukungan dari GenPI Landak untuk turut mempromosikan pariwisata Landak. Untuk itu, Yosef berharap GenPI Landak memaksimalkan media komunikasinya.

“Kami berharap, GenPI Landak bisa memaksimalkan media komunikasinya untuk mempromosikan dunia pariwisata Landak selain kegiatan GenPI Landak. Baik itu media sosialnya maupun mungkin ke depannya punya media atau media lainnya sendiri, itu kami tunggu geraknya ungkap Yosef.

Tugas pertama yang menjadi Pekerjaan Rumah bagi Pengurus Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Landak dari Kadisporapar Landak Yosef. Serta Kepala Bidang Pariwsata Kabupaten Landak Supiana adalah membuat Paket Wisata Kota untuk para pengurus Generasi Pesona Indonesia untuk di kerjakan bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwsata Kabupaten Landak.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING