Connect with us

Nasional

Iran Menyatakan Lakukan Penangkapan Pelaku Penembakan Pesawat

Published

on

Kepingan pesawat Boeing 737-800 yang jatuh di luar ibukota Teheran, Iran, 8 Januari 2020. (Foto: STR/ Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina/AFP).

Gencil News – Iran menyatakan telah melakukan penangkapan pelaku penembakan “tak sengaja” pesawat penumpang Ukraina yang menewaskan seluruh 176 orang, sesaat setelah lepas landas dari bandara di Teheran.

Pengumuman itu muncul tidak lama setelah Presiden Iran meminta pembentukan pengadilan khusus untuk menyelidiki penembakan pesawat itu minggu lalu oleh pasukan Iran.

Media pemerintah Iran mengutip juru bicara pengadilan, Gholamhossein Esmaili yang menyatakan “sejumlah penyelidikan ekstensif dilakukan dan beberapa orang ditangkap. Esmaili tidak mengungkapkan berapa orang yang telah ditahan atau pun menyebutkan nama mereka.

Iran, yang awalnya menyangkal tuduhan bahwa sebuah rudal telah menjatuhkan pesawat jet itu, akhirnya mengakui – tiga hari setelah jatuhnya pesawat hari Rabu setelah menghadapi semakin banyak bukti – bahwa pasukan Garda Revolusioner negara itu telah menembak jatuh pesawat Ukraina itu.

Dalam pidato yang disiarkan televisi di Iran, Selasa (14/1), Presiden Hassan Rouhani mengemukakan,

“Kehakiman harus membentuk sebuah pengadilan khusus dengan hakim terkemuka dan puluhan pakar. Ini bukanlah kasus biasa. Seluruh dunia akan menyaksikan pengadilan ini.”

Rouhani menyebut insiden tersebut suatu kesalahan ‘yang menyakitkan dan tidak termaafkan’ dan berjanji bahwa pemerintahannya akan menangani kasus ini ‘dengan segala cara.’

“Tanggung jawab jatuh tidak hanya pada satu orang saja,” Rouhani menambahkan mereka yang terbukti bersalah harus dihukum.

Tanpa merinci lebih lanjut, Rouhani mengemukakan “Ada yang lain juga, dan saya ingin masalah ini terungkap dengan jujur.”

Rouhani juga menyebut pengakuan pemerintah bahwa pasukan Iran menembak jatuh pesawat itu sebagai “langkah baik pertama.”

Pesawat yang dalam perjalanan ke ibukota Ukraina Kyiv itu membawa 167 penumpang dengan sembilan awak dari beberapa negara, termasuk 82 warga Iran, 57 warga Kanada – termasuk banyak warga Iran dengan kewarganegaraan ganda – dan 11 warga negara Ukraina, menurut para pejabat. Di antara penumpang itu terdapat beberapa orang anak, termasuk seorang bayi. 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Nasional

Angka Kematian di 22 Provinsi Indonesia di Bawah Dunia

Published

on

Angka Kematian di 22 Provinsi Indonesia di Bawah Dunia
Para penjahit di bawah jembatan Jatinegara mengenakan masker pelindung di tengah pandemi virus corona (Covid-19) di Jakarta, 22 Juli 2020 (Foto: Reuters)


Gencil News – Voa – Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan Angka Kematian di 22 Provinsi Indonesia di Bawah Dunia.

“Jadi sebenarnya kinerja dari angka kematian itu ada 22 provinsi dari 34 provinsi yang berada di bawah angka rata-rata dunia. Ini adalah prestasi dari 22 provinsi ini dan harus tetap dipertahankan dan ditekan terus agar tetap terjaga. Demikian pula dari sisi lainnya yaitu 12 provinsi kita harapkan untuk bisa ditekan,” ungkap Wiku dalam telekonferensi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/8).

Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia saat ini adalah 4,5 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia, yakni 3,64 persen.

Namun demikian, Wiku mengatakan angka kematian akibat wabah ini, di 22 provinsi di Indonesia masih di bawah rata-rata dunia.

Beberapa di antara 22 provinsi yang memiliki angka kematian di bawah rata-rata angka kematian dunia adalah

DKI Jakarta (3,56 persen)

Sulawesi Selatan (3,18 persen)

Jawa Barat (3 persen)

Bali (1,28 persen)

Papua (1,06 persen)

Kalimantan Timur (2,84 persen)

Maluku Utara (3,3 persen)

Gorontalo (2,54 persen)

Maluku (1,8 persen)

Sumatra Barat (2,8 persen)

Daerah Istimewa Yogyakarta (2,85 persen)

Riau (1,8 persen)

Aceh (2,8 persen)

Papua Barat (1 persen)

Kalimantan Barat (0,96 persen)

Kalimantan Utara (0,67 persen)

Jumlah Kasus Aktif Corona di Indonesia Masih di Bawah Rata-Rata Dunia

Dalam kesempatan ini, Wiku juga membandingkan angka kasus positif aktif dan angka kesembuhan antara dunia dan Indonesia.

Ia menjelaskan, angka kasus positif aktif di Indonesia masih berada di bawah dunia, yaitu 30,8 persen atau sekitar 39.082 kasus dari total 127.083 kasus per 10 Agustus 2020. Angka rata-rata kasus positif aktif di dunia saat ini mencapai 31,5 persen.

“Kasus aktif artinya kasus yang masih aktif di masyarakat, kasus Covid-19, dibandingkan dengan kasus kumulatif atau terkonfirmasi positif, itu menunjukkan jumlah kasus sampai dengan sekarang,” jelasnya.

Sementara itu, angka kesembuhan Indonesia per 10 Agustus 2020, sama dengan angka kesembuhan dunia, yakni 64,7 persen.

“Kesembuhan Indonesia kebetulan kemarin sama dengan dunia yaitu 64,7 persen dan dunia 64,7 persen,” imbuhnya.

Continue Reading

Nasional

Pemda Wajib Tutup Sekolah Jika Risiko Penyebaran Covid-19 Kembali Tinggi

Published

on

Pemda Wajib Tutup Sekolah Jika Risiko Penyebaran Covid-19 Kembali Tinggi
Anggota staf sekolah membersihkan ruang kelas setelah sekolah ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona di Solo, Jawa Tengah, 16 Maret 2020. (Foto: AP)

Gencil NEws -Pemerintah melalui surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Agama dan Menteri Kesehatan telah menyepakati pemberian izin belajar mengajar secara tatap muka langsung di sekolah.

Namun, kegiatan belajar mengajar seperti ini hanya diperbolehkan di daerah yang masuk dalam kategori zona hijau dan kuning saja. Sebelumnya, hanya daerah di zona hijau saja yang diperbolehkan.

Dalam kesempatan ini, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta daerah setempat yang kembali membuka sekolah tatap muka untuk selalu melakukan pengawasan dan evaluasi secara bertahap. Apabila, risiko perebakan wabah virus corona kembali meninggi, katanya, sekolah harus kembali ditutup.

“Jika satuan pendidikan terindikasi dalam kondisi tidak aman, atau tingkat risiko daerah berubah jadi lebih tinggi, maka pemda wajib menutup kembali satuan pendidikan tersebut,” ujar Wiku.

Ia pun memperingatkan pembukaan sekolah di wilayah zona kuning dan hijau harus memenuhi beberapa persyaratan dan aturan.

Pertama, sekolah tatap muka boleh dilakukan dengan persetujuan pemda setempat atau kantor wilayah, kepala sekolah, komite sekolah, dan orang tua murid.

Kedua, protokol kesehatan diberlakukan secara ketat, diantaranya dengan membatasi jumlah murid dalam satu ruangan pada saat belajar. “Dari kapasitas, pembelajaran tatap muka akan dilakukan secara bertahap dengan syarat 30-50 persen dari standar peserta didik per kelas,” ucap Wiku.

Wiku pun meminta, pembukaan sekolah tatap muka ini hendaknya diprioritaskan di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T) atau daerah yang kesulitan mendapatkan akses jaringan internet sehingga tidak memungkinkan proses pembelajaran jarak jauh.

“Banyak satuan pendidikan di daerah 3T yang sangat kesulitan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh karena minimnya akses digital,” kata Wiku.

Continue Reading

Nasional

Wapres Soroti Peringkat Inovasi Indonesia Nomor 2 Terendah di ASEAN

Published

on

Wapres Soroti Peringkat Inovasi Indonesia Nomor 2 Terendah di ASEAN
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menghadiri peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) 2020 secara online, Senin, 10 Agustus 2020. (Foto: screenshoot).

Gencil.News Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ma’ruf Amin soroti peringkat Inovasi Indonesia Nomor 2 terendah di ASEAN. Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan berdasarkan data Global Innovation Index (GII) 2019.

Peringkat inovasi Indonesia berada pada posisi 85 dari 129 negara di dunia, kalah jauh dari Singapura yang berada pada peringkat delapan dan Malaysia pada peringkat 35. Di kalangan ASEAN, inovasi Indonesia kedua terendah, di atas Kamboja.

Padahal Amin mengklaim, alokasi anggaran Indonesia untuk inovasi tidak kalah dari negara ASEAN lainnya, seperti Vietnam.

“Indonesia mempunyai alokasi anggaran lebih besar, USD 2.130,3 miliar, dibanding Vietnam. Tetapi jumlah sumber daya peneliti Indonesia hanya 89 orang per 1 juta penduduk. Bandingkan dengan Vietnam yang jumlah penelitinya 273 orang per 1 juta penduduk,” kata Ma’ruf Amin dalam peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) 2020 secara online, Senin (10/8).

Ma’ruf Amin menambahkan, walaupun banyak dihasilkan, masih sedikit produk inovasi Indonesia yang dipasarkan. “Jika inovasi tidak dapat dikomersilkan, maka inovasi tersebut kurang bermakna bagi bangsa ini,” tambah Ma’ruf Amin.

Ia juga mengapresiasi terbentuknya Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 yang telah meluncurkan 57 produk inovasi.

Konsorsium ini terdiri dari kementerian-lembaga, rumah sakit, perguruan tinggi, asosiasi profesi kesehatan dan industri.

Menurut Ma’ruf, kerjasama antara pemerintah, kalangan akademik dan pengusaha merupakan kunci utama dalam menguatkan inovasi di Indonesia.

Ma’ruf meminta para inovator untuk tetap mengikuti prosedur aturan yang ada dalam pengembangan produk seperti sertifikasi, uji klinis, izin produksi dan edar. Prosedur tersebut, menurutnya, dibutuhkan untuk memastikan keselamatan pengguna.

Continue Reading

TRENDING