Ketua KPU RI Tegaskan Jadwal Tahapan Pemilu 2024 Belum Pasti
Connect with us

Nasional

Ketua KPU RI Tegaskan Jadwal Tahapan Pemilu 2024 Belum Pasti

Published

on

Ketua KPU RI Tegaskan Jadwal Tahapan Pemilu 2024 Belum Pasti

Gencil News- Ketua KPU RI, Ilham Saputra menegaskan jadwal pemajuan tahapan Pemilu 2024 yang bermula pada tanggal 21 April menjadi 21 Februari belum pasti.

“Terkait beredarnya informasi mengenai beberapa poin kesepakatan yg beredar luas, perlu kami sampaikan bahwa kesepakatan tersebut baru merupakan hasil rapat konsinyering antara KPU, Bawaslu, Pemerintah (Kemendagri), dan DPR (Komisi II),” ujar Ilham Saputra dalam keterangannya, Sabtu (5/6/2021).

Gagasan tersebut masih berupa usulan yang KPU sampaikan ke Komisi II DPR dan pemerintah dalam rapat dengar pendapat beberapa waktu lalu.

Ketua KPU RI menegaskan konsinyering merupakan forum rapat bersama yang bertujuan untuk mempersiapkan perencanaan dan tahapan Pemilu dan Pilkada 2024.

Rencananya, rapat konsinyasi mengenai jadwal pemilu akan berlangsung beberapa kali.

Poin-poin yang telah disepakati saat rapat konsinyasi pertama pada Kamis (3/6) tersebut merupakan kesepakatan awal.

Sementara jadwal penyelenggaran kontestasi tersebut akan menunggu keputusan pleno.

Hasil rapat pleno kemudian dikonsultasikan dengan pemerintah dan DPR saat KPU mengajukan rancangan Peraturan KPU tentang Tahapan, Program, dan Jadwal.

Pada forum itulah, KPU akan mengajukan usulan final terkait hari pemungutan suara, lama waktu persiapan.

Selanjutnya, Kapan mulai pendaftaran parpol dan berapa lama masa kampanye.

Selain itu, KPU akan terus mempersiapkan pelaksanaan pemilu 2024, mulai dari infrastruktur, rekrutmen anggota KPU daerah, hingga data dan sistem teknologi informasi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nasional

Ratusan Nakes yang Sudah Divaksinasi Terjangkit COVID-19

Published

on

Ratusan Nakes yang Sudah Divaksinasi Terjangkit COVID-19
Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) bersiap untuk merawat pasien di rumah sakit darurat COVID-19 di Wisma Atlet, Jakarta, 26 Januari 2021. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Gencil News – VOA – Para pejabat mengatakan lebih dari 350 dokter dan pekerja medis telah terjangkit COVID-19 meskipun telah divaksinasi dengan Sinovac. Puluhan nakes lainnya juga dirawat di rumah sakit. Hal tersebut terjadi di tengah kekhawatiran tentang kemanjuran beberapa vaksin terhadap varian virus corona yang lebih menular.

Badai Ismoyo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengatakan, seperti dikutip oleh Reuters (17/6), sebagian besar nakes yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala dan melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun, ada puluhan nakes yang harus dirawat di rumah sakit karena mengalami demam tinggi dan penurunan tingkat saturasi oksigen.

Kudus, yang memiliki sekitar 5.000 petugas kesehatan, sedang berjuang melawan merebaknya wabah COVID-19, yang diyakini akibat varian Delta dari India- yang lebih menular. Peningkatan wabah kali ini mengakibatkan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit melonjak hingga di atas 90 persen.

Seorang dokter senior sedang divaksin COVID-19 oleh rekan sejawat di Rumah Sakit Adam Malik di Medan, Sumatra Utara, 8 Februari 2021.
Seorang dokter senior sedang divaksin COVID-19 oleh rekan sejawat di Rumah Sakit Adam Malik di Medan, Sumatra Utara, 8 Februari 2021.

Petugas kesehatan adalah masuk dalam kategori prioritas sehingga termasuk golongan pertama yang divaksinasi ketika program vaksinasi dimulai pada Januari.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan, Kamis (17/6), hampir semua nakes telah menerima vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi China, Sinovac.

Menurut kelompok inisiatif data LaporCOVID-19, jumlah petugas kesehatan yang meninggal akibat COVID-19 telah menurun tajam dari 158 pada Januari menjadi 13 orang pada Mei. Namun pakar kesehatan masyarakat mengatakan kondisi rawat inap di Jawa memprihatinkan.

“Data menunjukkan varian Delta (di Kudus) sehingga tidak heran terobosan infeksinya lebih tinggi dari sebelumnya, karena seperti yang kita ketahui mayoritas tenaga kesehatan di Indonesia mendapatkan vaksinasi Sinovac, dan kita masih belum tahu seberapa efektifnya (vaksin itu) di dunia nyata dalam melawan varian Delta,” kata Dicky Budiman, ahli epidemiologi di Universitas Griffith Australia.

Juru bicara dari Sinovac dan Kementerian Kesehatan tidak segera dapat dihubungi Reuters untuk mengomentari kemanjuran CoronaVac terhadap varian virus yang lebih baru.

Seorang pasien berbaring di bangku mengantre untuk mendapat perawatan di ruang gawat darurat di RSUD Dr. Loekmono Hadi di tengah pandemi COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah, 2 Juni 2021.
Seorang pasien berbaring di bangku mengantre untuk mendapat perawatan di ruang gawat darurat di RSUD Dr. Loekmono Hadi di tengah pandemi COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah, 2 Juni 2021.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyetujui penggunaan darurat vaksin Sinovac pada bulan ini. Laporan menujukkan keefektifan vaksin itu dalam mencegah penyakit simtomatik pada 51 persen penerima. Vaksin itu juga dapat mencegah kondisi COVID-19 yang parah dan potensi dirawat di rumah sakit, berdasarkan pada semua hal yang diteliti.

Indonesia bergulat dengan salah satu wabah terburuk di Asia. Lebih dari 1,9 juta orang positif infeksi dan 53.000 meninggal. Sebanyak 964 di antara korban meninggal adalah para dokter dan perawat.

Lenny Ekawati, dari LaporCOVID-19, mengatakan banyak orang yang sekarang mengalami kelelahan dalam menghadapi pandemi dan kurang waspada dengan protokol kesehatan setelah divaksinasi.

“Fenomena itu cukup sering terjadi akhir-akhir ini, tidak hanya di masyarakat, tetapi juga petugas kesehatan,” katanya. “Mereka berpikir karena mereka divaksinasi, mereka aman.”

Namun karena lebih banyak kasus varian Delta yang sangat menular, data mulai menceritakan kisah yang berbeda.

Menurut data LaporCOVID-19, setidaknya lima dokter dan satu perawat telah meninggal meskipun telah divaksinasI. Satu di antara korban nakes itu baru menerima suntikan pertama.

Seorang tenaga kesehatan menerima suntikan dosis kedua vaksin COVID-19 di sebuah rumah sakit di Sidoarjo, Jawa Timur, 29 Januari 2021. (Foto: Umarul Faruq/Antara Foto via Reuters)
Seorang tenaga kesehatan menerima suntikan dosis kedua vaksin COVID-19 di sebuah rumah sakit di Sidoarjo, Jawa Timur, 29 Januari 2021. (Foto: Umarul Faruq/Antara Foto via Reuters)

Di Kudus, IDI mengungkapkan, seorang dokter senior meninggal, meskipun diketahui dokter itu memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Di Jakarta, ahli radiologi Dr Prijo Sidipratomo mengatakan kepada Reuters bahwa dia mengetahui setidaknya enam dokter yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 dan satu sekarang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dalam sebulan terakhir, meskipun mereka telah divaksinasi.

“Ini mengingatkan kami karena kami tidak bisa hanya mengandalkan vaksinasi,” katanya, sambil mendesak orang untuk mengambil tindakan pencegahan.

Beberapa minggu setelah Hari Raya Idul Fitri, terjadi lonjakan kasus di Tanah Air, dengan tingkat positif melebihi 23 persen pada Rabu (16/6) dan kasus harian mendekati 10 ribu, angka tertinggi sejak akhir Februari.

Dalam laporan terbarunya, WHO mendesak Indonesia untuk memperketat lockdown atau kuncitara (penguncian sementara) karena peningkatan penularan akibat sejumlah varian virus COVID-19 dan juga kekhawatiran atas lonjakan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit.

Continue Reading

Lintas Kalbar

Pemprov Kalbar Batasi Kegiatan dan Pertemuan Selama Sebulan

Published

on

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar akan batasi kegiatan dan pertemuan selama sebulan (30hari), terhitung dari 18 juni - 18 juli 2021. Pembatasan kegiatan dan pertemuan ini tertuang dalam Surat Edaran.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar akan batasi kegiatan dan pertemuan selama sebulan (30hari), terhitung dari 18 juni - 18 juli 2021. Pembatasan kegiatan dan pertemuan ini tertuang dalam Surat Edaran - Foto Ilustrasi

Gencil News – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar akan batasi kegiatan dan pertemuan selama sebulan (30hari), terhitung dari 18 juni – 18 juli 2021. Pembatasan kegiatan dan pertemuan ini tertuang dalam Surat Edaran.

Surat Edaran nomor 440/ 2097 /UM-B untuk mendukung pelaksanaan Surat Keputusan Gubemur Kalimantan Barat Nomor 463/KESRA/2021 tentang Perpanjangan Masa Berlaku Keputusan Gubernur Nomor 280/KESRA/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease-2019 di Provinsi Kalbar.

Surat Edaran tersebut berisi himbauan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah, untuk tidak mengadakan kegiatan apapun. Kemudian mengimbau untuk dapat mengoptimalkan Satgas Covid-19 pada satuan kerja masing-masing.

Kepada ASN juga diminta melapor kepada pimipinan apabila dari hasil swab berbasis PCR, terkonfirmasi positif covid-19.

Pemprov Kalbar Gelar Vaksinasi Massal, Pendaftar Capai 525 Orang

Gubernur Kalimantan Barat melakukan peninjauan terhadap kegiatan vaksinasi kepada masyarakat secara massal. Vaksinasi massal tersebut terlaksana di GOR Pangsuma Pelataran GOR Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak, Kamis (17/6/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson, Kasat Pol PP Kalbar, Anthonius Rawing,dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Kalbar, Sefpri Kurniadi turut mendampingi Gubernur Kalbar.

Dari keterangan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Harison mengatakan, bahwa pada hari ini yang mendaftar vaksin secara online ada 525 orang. Namun ada yang datang secara manual atau tidak mendaftar secara online, tapi tetap difasilitasi.

“Targetnya kita melaksanakan vaksinasi ini selama tiga hari mulai tanggal 17, 18, dan 19 Juni 2021. Setelah itu nanti akan berkeliling ke tempat-tempat lain di mal-mal. Agar masyarakat dapat mengakses dengan mudah pelayanan vaksinasi Covid-19 ini,” jelasnya.

Untuk vaksinasi hari ini, rata rata usia 40 tahun ke atas, dan masyarakat menyambut antusias. Supaya tidak terjadi kerumunan, maka pendaftaran wajib melalui online.

“Makanya pendaftarannya harus online. Kalau pendaftarannya online, kami sudah susun nanti siapa, nomor berapa, dan datang harus jam berapa,” pinta Harison.

Untuk masyarakat, persyaratan untuk mendapatkan vaksinasi hanya dengan membawa Kartu Identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selain itu masing-masing wajib membawa alat tulis.

“Persyaratannya hanya dengan membawa KTP, nanti bawa juga alat tulis, karena mereka harus menulis untuk riwayat penyakitnya,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan, persediaan vaksin di Kalbar masih banyak. Karena kemaren Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ini terpaku hanya untuk lansia, ke depan akan kita tingkatkan cakupan pelayanannya kepada semua usia.

“Nanti akan kita buka pelayanan untuk usia yang lain diharapkan masyarakat akan banyak yang ingin divaksin. Sehingga mempercepat cakupan pelayanan vaksin kita. Pemprov Kalbar juga bekerja sama dengan Kodam, Bakesdam dan Biddokkes Polda Kalbar. Nanti ke depan masing-masing akan terus bekerja sama untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19 ini,” tutupnya.













Continue Reading

Nasional

Dispora Landak Minta GENPI Promosikan Pariwisata Landak

Published

on

By

Pengurus Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kabupaten Landak

Gencil News – Setelah tertunda beberapa bulan, Pengurus Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kabupaten Landak Provinsi Kalbar akhirnya dilantik secara resmi, Rabu, (16/06/2021)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Landak, Yosef yang mengukuhkan langsung Pengurus GenPI Kabupaten Landak.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Landak dalam sambutannya mengharapkan dukungan dari GenPI Landak untuk turut mempromosikan pariwisata Landak. Untuk itu, Yosef berharap GenPI Landak memaksimalkan media komunikasinya.

“Kami berharap, GenPI Landak bisa memaksimalkan media komunikasinya untuk mempromosikan dunia pariwisata Landak selain kegiatan GenPI Landak. Baik itu media sosialnya maupun mungkin ke depannya punya media atau media lainnya sendiri, itu kami tunggu geraknya ungkap Yosef.

Tugas pertama yang menjadi Pekerjaan Rumah bagi Pengurus Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Landak dari Kadisporapar Landak Yosef. Serta Kepala Bidang Pariwsata Kabupaten Landak Supiana adalah membuat Paket Wisata Kota untuk para pengurus Generasi Pesona Indonesia untuk di kerjakan bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwsata Kabupaten Landak.

Continue Reading

Nasional

Hadiah Ayam hingga Apartemen, Upaya Genjot Vaksinasi COVID-19

Published

on

By

Hadiah Ayam hingga Apartemen, Upaya Genjot Vaksinasi COVID-19
Kapolsek Galih Apria memberikan hadiah ayam kepada Jeje Jaenudin, warga Desa Sindanglaya, menerima suntikan dosis pertama vaksin COVID-19, saat program vaksinasi jemput bola di Kabupated Cianjur, Jawa Barat, Selasa, 15 Juni 2021. (Foto: Willy Kurniawan/Re

Gencil News- VOA – Ayam, sapi, cuti dibayar, bahkan apartemen seharga sejuta dolar, adalah deretan hadiah yang ditawarkan oleh otoritas sejumlah negara di Asia, mulai dari Thailand, Hong Kong hingga Indonesia bagi warga yang bersedia divaksin COVID-19.

Program vaksinasi berhadiah itu bertujuan untuk memupus keraguan di kalangan masyarakat di Asia terhadap vaksinasi COVID-19.

Varian virus corona yang lebih menular telah mendorong terjadinya lonjakan kasus di Asia Tenggara dalam beberapa pekan terakhir sehingga pihak berwenang mulai menawarkan hadiah undian untuk vaksinasi.

Mengutip Reuters, Rabu (16/6), di distrik Mae Chaem Thailand di utara Chiang Mai, yang sebagian besar penduduknya adalah peternak sapi, pihak berwenang meluncurkan undian berhadiah sapi bulan ini yang terbukti sukses.

“Ini adalah hadiah terbaik yang pernah ada,” kata Inkham Thongkham yang berusia 65 tahun. Dia memenangkan seekor sapi betina berumur satu tahun seharga 10.000 baht atau sekitar Rp 4,6 juta setelah ia divaksin virus corona.

Charan Damrongkiatpana menunjukkan poster setelah memenangkan undian dalam program vaksinasi berhadiah sapi untuk meningkatkan vaksinasi COVID-19 di Provinsi Chiang Mai, Thailand, 8 Juni 2021. (Foto: Stringer/Reuters)
Charan Damrongkiatpana menunjukkan poster setelah memenangkan undian dalam program vaksinasi berhadiah sapi untuk meningkatkan vaksinasi COVID-19 di Provinsi Chiang Mai, Thailand, 8 Juni 2021. (Foto: Stringer/Reuters)

Program vaksin berhadiah sapi itu sudah memasuki pekan kedua dengan menyediakan total 27 sapi sebagai hadiah. Pihak berwenang mengatakan kampanye tersebut telah mendorong lebih dari 50 persen dari 1.400 penduduk di distrik itu untuk mendaftar. Kebanyakan yang mendaftar adalah lansia dan kelompok berisiko tinggi.

Dari populasi Thailand yang berjumlah 66 juta, hanya 4,76 juta yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID-19.

Banyak bagian masyarakat di seluruh Asia yang enggan untuk divaksinasi. Disinformasi dan ketidakpastian yang meluas memicu keraguan atas keamanan, kemanjuran, dan masalah agama terhadap vaksin.

Di Hong Kong, yang sejauh ini berhasil mengendalikan pandemi, pihak berwenang khawatir bahwa tingkat vaksinasi yang rendah masih dapat membuat wilayah China itu rentan terhadap wabah yang mematikan tersebut.

Voucher belanja, penerbangan, dan apartemen baru senilai HK$10,8 juta atau sekitar Rp 19,2 miliar adalah beberapa insentif yang ditawarkan dalam undian berhadiah bagi mereka yang telah divaksinasi.

Beberapa pelaku bisnis mengambil langkah tambahan, misalnya dengan menawarkan cuti berbayar bagi mereka yang telah divaksinasi. Namun, satu klub olahraga swasta malah menerapkan hukuman alih-alih hadiah. Klub tersebut menginstruksikan anggota stafnya untuk divaksinasi pada akhir Juni atau tidak akan mendapatkan bonus, promosi, dan kenaikan gaji di masa mendatang

Bahkan di negara-negara yang dilanda virus corona, seperti Indonesia, pihak berwenang telah berjuang untuk menghilangkan ketakutan akan vaksin.

Seorang pria menerima suntikan vaksin COVID-19 buatan perusahaan farmasi China, Sinovac, di sebuah pusat vaksinasi di Hong Kong, 23 Februari 2021. (Foto: Paul Yeung/AFP)
Seorang pria menerima suntikan vaksin COVID-19 buatan perusahaan farmasi China, Sinovac, di sebuah pusat vaksinasi di Hong Kong, 23 Februari 2021. (Foto: Paul Yeung/AFP)

Data resmi menunjukkan, Indonesia melaporkan lebih dari 1,9 juta orang terinfeksi virus corona dan 53.280 meninggal akibat virus itu. Studi terbaru dari sampel serum darah, bagaimanapun, menunjukkan penyebaran COVID-19 yang sebenarnya bisa 30 kali lebih tinggi.

“Saya takut kalua saya divaksinasi, saya akan langsung mati … Kemudian ada berita yang lebih mengkhawatirkan bahwa vaksin ini mengandung babi,” kata Asep Saepudin, 67 tahun, warga di Cipanas, Jawa Barat.

Pihak berwenang di Cipanas mengatakan sangat sulit untuk meyakinkan orang tua bahwa vaksin itu aman dan halal. Seperti di Thailand, otoritas juga mengiming-imingi hadiah ternak dan ayam untuk setiap lansia yang divaksinasi.

“Lansia tidak mau divaksin dengan berbagai alasan, ada yang bilang mau tapi tidak datang, bahkan ada yang takut,” kata Kapolsek Galih Aprian.

“Jadi kami menghadiahi (partisipasi mereka) dengan ayam.”

Data Kementerian Kesehatan Indonesia menunjukkan hanya 5 persen atau 8,8 juta orang yang telah divaksinasi lengkap, masih jauh dari target 181,5 juta orang pada akhir tahun.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING