Kemlu Sampaikan Keprihatinan pada China Soal ABK Asal Indonesia
Connect with us

Headline

Kemlu Sampaikan Keprihatinan pada China Soal ABK Asal Indonesia

Published

on

Dalam jumpa pers secara virtual dari kantornya di Jakarta, Kamis (7/5), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan telah memanggil Duta Besar China Untuk Indonesia Xiao Qian, guna meminta penjelasan mengenai perlakuan tidak manusiawi yang diterima anak buah kapal ABK Indonesia yang bekerja di empat kapal ikan berbendera China, yakni Long Xin 605, Long Xin 629, dan Long Xin 606, dan Tian Yu 8.

Dalam pertemuan dengan Xiao Qian, lanjut Retno, Kementerian Luar Negeri kembali meminta klarifikasi dan mendapatkan informasi yang valid apakah penguburan di laut terhadap tiga jenazah ABK Indonesia sudah sesuai standar ILO.

“Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan atas kondisi kehidupan di kapal yang tidak sesuai dan dicurigai telah menyebabkan kematian empat awak Indonesia,” kata Retno.

Seorang petugas kesehatan menyemprotkan disinfektan ke salah satu anak buah kapal (ABK) kapal pesiar Explorer Dream yang tiba di pelabuhan JCT, Jakarta, di tengah wabah virus corona, Jakarta, 29 April 2020. (Foto: Antara via Reuters)
Seorang petugas kesehatan menyemprotkan disinfektan ke salah satu anak buah kapal (ABK) kapal pesiar Explorer Dream yang tiba di pelabuhan JCT, Jakarta, di tengah wabah virus corona, Jakarta, 29 April 2020. (Foto: Antara via Reuters)


Pemerintah Indonesia juga meminta dukungan pemerintah China untuk membantu pemenuhan tanggung jawab perusahaan keempat kapal tersebut atas hak-hak ABK Indonesia, termasuk gaji yang belum dibayarkan dan kondisi kerja yang aman.

Dubes China Sampaikan Belasungkawa

Duta Besar Xiao Qian menyatakan akan menyampaikan ketiga pesan dari pemerintah Indonesia itu ke Beijing. Xiao Qian juga menyampaikan duka cita dan simpati kepada keluarga keempat ABK Indonesia yang meninggal. Dia juga memastikan perusahaan empat kapal China tersebut akan memenuhi tanggung jawab dan menghormati kontrak yang telah disepakati.

Retno menegaskan perlindungan warga Indonesia, termasuk para pekerja migran Indonesia, telah dan akan selalu menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Oleh karena itu Kementerian Luar Negeri dan kantor perwakilan Indonesia telah hadir sejak kasus perlakuan tidak manusiawi terhadap ABK Indonesia yang bekerja di empat kapal ikan berbendera China tersebut mengemuka dan akan mengawal penyelesaiannya.

Retno mengatakan pemerintah melalui KBRI di Seoul akan memfasilitasi kepulangan 14 ABK Indonesia yang menjalani karantina di Busan. Rencananya mereka akan dipulangkan pada 8 Mei 2020. Selain itu, KBRI Seoul juga akan membantu pemulangan jenazah E ke Indonesia.

Terkait penyelidikan lebih lanjut terhadap kapal Long Xin 629 dan kapal Tian Yu 8, langkah-langkah yang akan dilakukan adalah meminta polisi perairan Korea Selatan untuk menginvestigasi kedua kapal itu. Pihak KBRI Seoul, Kamis (7/5) mendampingi 14 awak kapal Long Xin 629 di Busan yang akan diambil keterangannya oleh pihak keamanan Korea Selatan.

Dia menjelaskan terdapat 46 awak kapal asal Indonesia yang bekerja di keempat kapal tersebut, yakni 15 orang bekerja di kapal Long Xin 629, delapan orang di kapal Long Xin 605, tiga orang di kapal Tian Yu 8, dan 20 orang di kapal Long Xin 606.

KBRI di Seoul Siap Kawal

Menurut Retno, sejak 14 April-16 April 2020, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Seoul, Korea Selatan telah menerima informasi mengenai kapal Long Xin 605 dan Tian Yu 8 berbendera China yang akan berlabuh di Busan membawa ABK Indonesia. KBRI Seoul juga menerima informasi tentang adanya awak kapal dari Indonesia meninggal di kapal tersebut.

Dari penelusuran KBRI Seoul pada sejumlah pihak di Seoul, pada 23 April 2020 diperoleh informasi lebih rinci. Kapal Long Xin 605 dan Tian Yu 8 yang membawa 46 ABK Indonesia sempat berlabuh di Busan dan saat ini sudah berlayar ke China. Kedua kapal itu memang sempat tertahan karena terdapat 35 ABK Indonesia yang tidak terdaftar di dua kapal tersebut, yaitu 15 orang sebenarnya terdaftar di kapal Long Xin 629 dan 20 orang terdaftar di kapal Long Xin 606.

Sebab itu, otoritas pelabuhan di Busan tidak menganggap 35 warga Indonesia itu sebagai ABK, namun dihitung sebagai penumpang.

Retno menambahkan delapan ABK Indonesia terdaftar di kapal Long Xin 605 dan tiga orang terdaftar di kapal Tian Yu 8 saat ini telah dipulangkan ke Indonesia pada 24 April 2020.

Sedangkan 15 ABK Indonesia terdaftar di kapal Long Xin 629 diturunkan dari kapal atas dasar kemanusiaan dan sekarang ini sedang dikarantina di salah satu hotel di Busan selama 14 hari. Selain itu, 18 dari 20 awak kapal asal Indonesia terdaftar di kapal Long Xin 606 sudah kembali ke Indonesia pada 3 Mei 2020. Sisanya dua orang masih menjalani proses di imigrasi Korea Selatan untuk dipulangkan ke Indonesia.

Satu ABK Meninggal di Busan

Retno mengungkapkan pada 26 April 2020, KBRI Seoul mendapat informasi satu warga Indonesia berinisial EP sakit. Setelah dihubungi ke ke kamarnya, dia mengaku sudah sakit sesak napas dan batuk berdarah cukup lama. Atas permintaan KBRI Seoul, pihak agen telah membawa EP ke Busan Medical Center untuk pengawasan. Namun pada 27 April 2020 pukul 06:50 waktu setempat, EP dinyatakan meninggal di rumah sakit tersebut.

Dari surat keterangan kematiannya, EP meninggal karena pneumonia. KBRI Seoul saat ini dan Kementerian Luar Negeri sedang mengurus pemulangan jenazah EP. EP termasuk 15 ABK Indonesia yang bekerja di kapal Long Xin 629.

Kantor KBRI dan IIPC di Seoul, Korea Selatan, yang ditutup sejak Jumat (28/2) karena temuan satu kasus virus korona di dekat lokasi kompleks itu. (foto: courtesy)
Kantor KBRI dan IIPC di Seoul, Korea Selatan, yang ditutup sejak Jumat (28/2) karena temuan satu kasus virus korona di dekat lokasi kompleks itu. (foto: courtesy)

Selain soal 46 ABK Indonesia tersebut, KBRI Seoul juga mendapat informasi mengenai meninggalnya ABK Indonesia meninggal di atas kapal dan mayatnya sudah dilarung ke laut. Informasi ini diketahui dari pernyataan tertulis dari pihak kapal Tian Yu 8.

“Tanggal 26 Maret, AR sakit dan dipindahkan dari kapal Long Xin 629 ke kapal Tian Yu 8 untuk dibawa berobat ke pelabuhan. Kondisinya kritis dan pada 30 Maret 2020 pukul tujuh pagi, AR meninggal. Jenazah almarhum kemudian dilarung/dikuburkan di laut lepas pada 31 Maret 2020 pukul delapan pagi,” ujar Retno.

KBRI Seoul mendapat informasi pihak kapal Tian Yu 8 telah memberitahu pihak keluarga dan sudah mendapat surat persetujuan dari keluarga pada 30 Maret 2020 untuk menguburkan jenazah AR di laut lepas. Kerabat AR juga setuju menerima uang kompensasi kematian dari pihak kapal Tian Yu 8.

2 Jenazah ABK Dilarung pada Desember

Kasus lainnya, menurut Retno, adalah kematian dua awak kapal asal Indonesia sedang berlayar di Samudera Pasifik. Keduanya bekerja di kapal Long Xin 629. Kedua jenazah itu sudah dilarung ke laut pada Desember 2019.

Keputusan untuk melarung dua mayat awak kapal asal Indonesia itu diambil oleh kapten kapal Long Xin 629 karena kematian mereka disebabkan oleh penyakit menular. Hal ini juga berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya.

Kapal-kapal ikan China di pelabuhan Dongfang, di Provinsi Hainan, 18 Juni 2014. (Foto: Reuters)
Kapal-kapal ikan China di pelabuhan Dongfang, di Provinsi Hainan, 18 Juni 2014. (Foto: Reuters)


Terkait kematiannya, KBRI di Beijing telah menyampaikan nota diplomatik untuk meminta klarifikasi atas kasus tersebut. Nota diplomatik ini sudah dijawab oleh Kementerian Luar Negeri China yang isinya pelarungan telah dilakukan sesuai praktek kelautan internasional untuk menjaga kesehatan awak kapal lainnya sesuai ketentuan IMO (Organisasi Maritim Internasional).

Kementerian Luar Negeri sudah menghubungi sekaligus memberikan santunan dari pihak agen kepada keluarga dari kedua almarhum. Retno menegaskan pemerintah masih terus berupaya agar hak-hak keempat awak kapal asal Indonesia yang telah meninggal dipenuhi oleh perusahaan.

Migrant Care Kembali Kritisi Kerentanan Pekerja Migran di Laut

Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo mengatakan kerentanan pekerja migran Indonesia di sektor kelautan dan perikanan memang bukan hal yang baru.

Dalam Global Slavery Index yang dikeluarkan Walk Free tahun 2014-2016 di mana Migrant Care menjadi bagian inisiatif ini, juga menempatkan pekerja migran di sektor kelautan dan perikanan (terutama sebagai ABK di kapal pencari ikan) sebagai praktek perbudakan modern yang terburuk. Dalam pemeringkatan ini, terhitung ada ratusan ribu ABK Indonesia di kapal-kapal penangkap ikan berada dalam perangkap perbudakan modern.

Evakuasi ABK World Dream dari KRI dr. Soeharso di perairah Kepulauan Seribu menuju Pulau Sebaru Kecil. (Foto: Dinas Penerangan AL RI)
Evakuasi ABK World Dream dari KRI dr. Soeharso di perairah Kepulauan Seribu menuju Pulau Sebaru Kecil. (Foto: Dinas Penerangan AL RI)

Menurutnya kerentanan para pekerja migran Indonesia di sektor kelautan dan perikanan juga dipicu oleh ketiadaan instrumen perlindungan yang memadai sebagai payung perlindungan bagi mereka.

Meski UU No.18/2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia mengamanatkan adanya aturan khusus mengenai perlindungan pekerja migran di sektor kelautan dan perikanan, namun hingga saat ini aturan turunan tersebut belum diterbitkan. Bahkan terlihat ada kecenderungan berebut kewenangan antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Gaya Hidup

Tidur Sejenak Tingkatkan Daya Ingat dan Kemampuan Belajar

Published

on

GENCILNEWS – Berbagai penelitian menunjukkan istirahat malam yang baik dapat membantu kita tetap sehat, jiwa maupun raga. Para peneliti juga menyatakan tidur mungkin cara terbaik untuk membantu daya ingat dan kemampuan belajar kita.

Michael Twery, direktur Pusat Riset Nasional untuk Gangguan Tidur di Institut Kesehatan Nasional Amerika, adalah pakar mengenai tidur dan gangguan tidur.

“Tidur malam yang baik penting bagi proses belajar dan menghafal. Proses ini penting karena menyimpan latihan-latihan fisik dan belajar ke ingatan yang lebih permanen sewaktu kita tidur 7-8 jam. Keesokan paginya sewaktu kita bangun, otak kita lebih siap bertindak berdasarkan informasi tersebut,” jelas Twery.

Bagaimana dengan istirahat sejenak pada tengah hari? Hasil studi terdahulu menunjukkan tidur sejenak membantu bayi dan anak-anak kecil belajar lebih baik. Bagi orang dewasa, tidur sejenak membantu kinerja otaknya.

Banyak orang Amerika yang tidur sejenak pada siang hari. Tetapi sepertiga orang dewasa di Amerika Serikat mengalami kelelahan kronis, sebut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika. CDC mendapati 50 hingga 70 juta orang Amerika mengalami gangguan tidur kronis.

Jadi, orang yang tidur sejenak untuk membayar kekurangan tidurnya tidak mengalami manfaat yang diperoleh seseorang yang sehat, cukup istirahat. Banyak orang juga tidak ingin mengaku tidur sejenak karena mengira itu menunjukkan mereka lemah atau kurang energi. Karena itu banyak yang beranggapan hanya anak-anak, orang lanjut usia, sakit atau malas yang tidur sejenak.

Semua itu mungkin berubah. Banyak kantor yang sekarang menyediakan ruang untuk tidur sejenak dan kafe tidur bermunculan di banyak kota di Amerika, termasuk di Washington DC.

Sementara beristirahat tengah hari pada jam kerja mungkin dianggap sebagai kemewahan bagi warga Amerika, tidur sejenak sebenarnya bagian dari kehidupan sehari-hari yang normal di banyak tempat lain.

Suatu hasil penelitian terhadap subjek berusia 65 tahun ke atas yang dimuat di the Journal of the American Geriatrics Society menunjukkan, mereka yang rehat siang satu jam menunjukkan hasil lebih baik dalam tes mental daripada yang tidak melakukannya. Namun Michael Twery merekomendasikan tidur paling lama 30 menit bagi kalangan dewasa muda yang sehat. Periode itu, katanya, cukup untuk menghilangkan tekanan agar tidur dan akan membuat kita lebih terjaga.

National Sleep Foundation juga memperingatkan jika kita sulit tidur pada malam hari, batasi tidur sejenak di bawah 45 menit, dan tidurlah sebelum pukul 3 sore. [uh/ab]

Continue Reading

Headline

10 Negara Bagian Dengan Mutu Pendidikan Terbaik di Amerika

Published

on

10 Negara Bagian Dengan Mutu Pendidikan Terbaik di Amerika

Gencil News – 10 Negara Bagian Dengan Mutu Pendidikan Terbaik di Amerika menjadi sorotan Majalah US NEWS and World Report. Majalah ini melansir 10 negara bagian di amerika yang memiliki mutu pendidikan dan lingkungan terbaik pada tingkat perguruan tinggi.

Bagi banyak orang, belajar di perguruan tinggi Amerika masih dianggap sebagai suatu hal yang bisa menunjang karir mereka.

Coba saja lihat latar belakang pejabat yang ikut dalam pemerintahan Indonesia yang sekarang ataupun yang dulu. Lalu dimana universitas terbaik di Amerika Serikat?

Berikut ini adalah 10 negara bagian itu, dimulai dari yang paling bawah

10. Utah

Negara bagian Utah, di barat Amerika penduduknya hanya 3,1 juta orang, dan sekitar 44 persen dari mereka tamatan universitas.

Utah dengan ibukota Salt Lake City juga adalah markas kelompok Kristen yang beraliran Mormon.

Di negara bagian ini juga terdapat danau air asin yang terbesar di belahan bumi bagian barat, dan karena itulah ibukotanya bernama Salt Lake City.

Kalau terdaftar sebagai penduduk negara bagian itu, ongkos kuliahnya cukup murah, hanya AS$6.334 per tahun.

9.  Iowa

Iowaberada di barat-tengah Amerika. Jumlah penduduknya juga sekitar tiga juta orang, dan 41 persen warganya tamatan perguruan tinggi.

Terkenal dengan industri pertanian, Iowa adalah penghasil daging babi paling besar di Amerika, disusul daging sapi dan daging ayam. Ongkos kuliahnya AS$8.361 per tahun.

8. Vermont ….

Continue Reading

Headline

Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran

Published

on

Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran

Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran –  Perayaan Idulfitri atau lebaran menjadi sebuah momen yang ditunggu oleh umat muslim di seluruh Indonesia, setelah menjalankan ibadah berpuasa satu bulan penuh.

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, ternyata terdapat berbagai macam cara unik masyarakat di daerah untuk menyambut dan merayakan hari Lebaran. Berikut ragam tradisi unik di berbagai wilayah di Indonesia yang dikumpulkan dari berbagai sumber.

1. Grebeg Syawal di Yogyakarta
Kota Yogyakarta memiliki tradisi yang selalu dilakukan setelah Idulfitri, yaitu perayaan Grebeg Syawal. Sebenarnya, Grebeg Syawal adalah tradisi keraton untuk menyambut 1 Syawal. Biasanya perayaan ini akan diawali dengan para warga mengarak bermacam-macam hasil bumi yang disusun rapi berbentuk kerucut berukuran besar dari Pagelaran Keraton menuju Halaman Masjid Agung Kauman. Setelah didoakan, hasil bumi tadi biasanya akan menjadi rebutan warga yang hadir dalam kegiatan tersebut

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Grbeg Syawal

2. Sungkem Tlompak di Magelang
Tradisi ini diikuti masyarakat lereng bara Gunung Merbabu sebagai bentuk syukur atas ketersediaan air di mata air Telompak di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Usai berdoa dan memasang sesaji yang dipimpin seorang juru kunci, mereka menggelar kesenian tradisional Campur Bawur di mata air tersebut.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Sungkem Tlompak

3. Malaman di Lampung 
Malaman dilakukan pada malam takbir, sehari jelang Idulfitri. Anak-anak dan remaja laki-laki akan menyusun batok-batok kelapa di halaman rumah mereka hingga menjulang setinggi satu meter bahkan lebih. Menjelang Lebaran, akan ada banyak batok kelapa yang tidak terpakai sisa masak rendang. Usai disusun, batok kelapa dibakar hingga api tampak menjulang dan anak-anak bersorak kegirangan.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Malaman

4. Bedulang di Bangka
Penduduk Bangka di Kepulauan Bangka Belitung mempunyai tradisi unik untuk merayakan momen kebersamaan saat Lebaran, yaitu Bedulang. Tradisi yang biasanya dilakukan setelah bersilaturahmi dan bermaaf-maafan ini merupakan tradisi makan begara yang artinya makan bersama. Namun karena penyajiannya menggunakan tudung saji, akhirnya disebut juga dengan nama bedulang. Uniknya, saat menyantap makanan kamu nggak boleh pakai sendok dan diharuskan pakai tangan. Jadi harus cuci tangan dulu, dengan aturan orang yang paling tua dulu yang cuci tangan, baru kemudian dilanjutkan dengan yang lebih muda.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Bedulang

5. Perang Topat di Lombok
Perang Topat di Lombok bertujuan untuk mempererat hubungan antara umat beragama. Perang Topat yang berarti perang ketupat ini dilakukan oleh suku asli Lombok, yaitu Suku Sasak dan biasanya dilakukan saat hari ke-6 Lebaran. Tradisi ini dimulai dengan mengarak hasil bumi, kemudian dilanjutkan dengan saling lempar ketupat yang dipercaya akan mengabulkan doa dan permohonan mereka.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Perang Topat

6. Festival Tumbilotohe di Gorontalo
Festival Tumbilotohe ini berasal dari Gorontalo dan merupakan tradisi dimana para warga Gorontalo akan menyalakan lampu yang berbahan minyak tanah yang nantinya bakal menerangi sepanjang jalan di kota Gorontalo. Tujuannya sebenarnya yaitu untuk menerangi jalan agar warga desa bisa dengan mudah melaluinya saat membagi-bagikan zakat. Biasanya tradisi ini juga dimeriahkan dengan tabuhan bedug dan meriam dari bambu.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Festival Tumbitohe

7. Ngejot di Bali
Tradisi di Pulau umat Muslim di Pulau Dewata ini merupakan tradisi yang dilakukan setiap tahun ini bertujuan menciptakan hubungan yang harmonis antar umat beragama di Bali. Dalam kegiatan ini umat muslim akan membagi-bagikan makanan bagi semua warga tanpa membedakan agama yang dianutnya. Tradisi Ngejot juga sering dilakukan oleh umat Hindu di Bali saat mereka merayakan hari besar agama Hindu.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Ngejot

8. Ronjok Sayak di Bengkulu
Masyarakat Bengkulu percaya bahwa api merupakan penghubung antara manusia dengan leluhur mereka melahirkan tradisi Lebaran bernama Ronjok Sayak atau yang dikenal juga dengan Bakar Gunung Api. Tradisi ini sudah dilakukan selama ratusan tahun oleh Suku Serawai dan selalu dilakukan saat malam takbiran. Biasanya Suku Serawai akan menyusun batok-batok kelapa hingga menjulang tinggi lalu kemudian dibakar di depan rumah masing-masing.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Rojok Sayak

9. Festival Meriam Karbit di Pontianak
Tradisi yang dilakukan oleh penduduk Pontianak ini sudah dijalankan selama 200 tahun lebih. Festival Meriam Karbit sendiri menggunakan meriam yang terbuat dari bambu besar dan diletakkan di pinggir Sungai Kapuas. Menjelang malam takbiran, para warga Pontianak akan berkumpul di sekitar pinggir sungai untuk menyalakan meriam-meriam besar tersebut sebagai tanda datangnya hari kemenangan

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Festival Meriam Karbit

10. Batobo di Riau
Tradisi Batobo merupakan kegiatan penduduk Riau yang mudik ke kampung halamannya akan disambut meriah oleh keluarga dan bahkan oleh warga desa. Mereka akan diarak sambil diiringi pukulan rebana menuju tempat buka bersama. Biasanya tradisi ini juga diisi dengan pengajian dan lomba baca Al-Quran, dimana hadiahnya berasal dari para pemudik yang pulang kampung tersebut.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Batabo

11. Meugang di Aceh
Tradisi Meugang yang berasal dari Aceh ini biasanya dilakukan setiap tahun menjelang Idulfitri. Tradisi Meugang sendiri biasanya dilakukan oleh semua warga di sebuah kampung. Dimana mereka akan berkumpul di masjid untuk memasak daging dan menyantapnya bersama-sama. Selain itu, daging yang ada juga biasanya dibagikan kepada sesama yang membutuhkan sebegai bentuk saling berbagai di bulan Ramadan. Tradisi ini juga dilakukan saat perayaan Idul Adha.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Meugang

12. Pukul Sapu di Maluku Tengah
Tradisi yang dilakukan oleh penduduk Leihitu, Maluku Tengah ini bisa dibilang cukup ekstrem. Tradisi yang digelar pada hari ke-7 Lebaran ini biasanya dilakukan oleh perwakilan pria dari masing-masing desa yang meliputi desa Morella dan desa Mamala. Para perwakilan dari masing-masing desa akan berkumpul di halaman masjid besar dan mereka akan saling memukul punggung satu sama lain menggunakan lidi dari pohon enau. Tradisi ini berlangsung selama sekitar 30 menit dan biasanya akan membuat kulit sobek hingga berdarah-darah.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Pukul Sapu

13. Kenduri Makam di Aceh
Tradisi yang turun-temurun dilakukan oleh warga Desa Pasi di Kabupaten Aceh Barat ini diperingati di hari ke-12 setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri.

20190606 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Sambut Lebaran Kenduri Makam


Warga akan melakukan ziarah dan makan kenduri bersama di lokasi pemakaman tempat keluarga dikebumikan. Orang yang menghadiri ritual kenduri membawa beraneka macam masakan nasi dan aneka kue khas Aceh untuk dimakan bersama usai rangkaian acara.

Continue Reading

Bisnis

Cara Menghentikan Kesalahan Anda Sendiri Dalam Bisnis

Published

on

Pengusaha menghabiskan banyak upaya menjaga bisnis mereka dari kekuatan luar seperti pesaing . Tetapi kadang-kadang apa yang paling merugikan perusahaan adalah tingkah laku sang pendiri sendiri.

(lebih…)

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING