Connect with us

HEADLINE

Komnas Perempuan, LPSK Desak Presiden Beri Amnesti untuk Baiq Nuril

Published

on

Komnas Perempuan, LPSK Desak Presiden Beri Amnesti untuk Baiq Nuril
Komnas Perempuan, LPSK Desak Presiden Beri Amnesti untuk Baiq Nuril
Komnas Perempuan, LPSK Desak Presiden Beri Amnesti untuk Baiq Nuril

Komnas Perempuan, LPSK Desak Presiden Beri Amnesti untuk Baiq Nuril -Putusan MA yang menyatakan terpidana kasus pelanggaran UU ITE Baiq Nuril bersalah dan menjatuhkan hukuman penjara disayangkan oleh berbagai pihak, termasuk Komnas Perempuan.

Dengan kejadian ini, pemerintah dianggap tidak bisa melindungi hak perempuan yang sedang berhadapan dengan kasus hukum.

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) anggap putusan Mahkamah Agung (MA) yang menetapkan terpidana kasus pelanggaran UU ITE Baiq Nuril tetap bersalah, dihukum enam bulan penjara dan denda Rp500 juta, serta menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK), menunjukkan bahwa sistem peradilan telah gagal memberikan keadilan bagi korban kekerasan seksual terutama perempuan.

Wakil Ketua Komnas Perempuan, Budi Wahyuni, mendesak Presiden RI Joko Widodo untuk segera memberikan amnesti pada Baiq Nuril.

“Presiden RI untuk memberikan Amnesti kepada BN ( Baiq Nuril) sebagai langkah khusus sementara karena keterbatasan sistem hukum pidana dalam melindungi warga negara korban dari tindakan kekerasan seksual (belum memberikan kesetaraan perlindungan), sebagaimana prinsip afirmasi yang dimungkinkan dalam Konstitusi dan prinsip due diligence yang ada dalam Konvensi Penghapusan segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW) , yang telah diratifikasi oleh Indonesia pada tahun 1984,” ungkap Budi dalam konferensi pers di kantor Komnas Perempuan , Jakarta, Senin (8/7).

Ditambahkannya, Baiq Nuril adalah korban berlapis dari kekerasan seksual yang dilakukan atasannya, dan dari ketidakmampuan negara melindunginya. Kriminalisasi pada Baiq Nuril ini , kata Budi menjadi preseden buruk bagi hilangnya rasa aman bagi perempuan dan absennya negara dalam melindungi perempuan korban kekerasan seksual, khususnya pelecehan seksual.

Komisioner Komnas Perempuan Sri Nur Herawati mengatakan bahwa telah terjadi mispersepsi dalam implementasi Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No 3 tahun 2017 tentang pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan dengan Hukum.

Sri menjelaskan dalam Perma tersebut cakupan pedoman bagi hakim mengadili kasus perempuan berhadapan dengan hukum ada tiga, yaitu saksi, korban dan pelaku. Pelaku ini sebagai terdakwa maksudnya. Artinya Perma ini seharusnya dilakukan untuk segala situasi bukan hanya sebagai korban.

“Di dalam perma itu juga tertulis perempuan berhadapan dengan hukum, bukan sebagai saksi atau pun korban. Dan jangkauannya PPH adalah saksi, korban dan terdakwa . Jadi di dalam perma nya sendiri itu cukup jelas. Sehingga harus ada turunan di dalam SOP nya supaya terimplementasi peraturannya itu sendiri. Apa ya, tidak cukup jeli atau barangkali tidak cukup membaca perma nya sendiri. Kita harus berasumsi seperti UU, ketika itu di Undangkan semua orang harus tahu di MA itu peraturan internal ya semua orang di MA harus tahu bahwa itu berlaku untuk saksi, korban dan terdakwa,” jelas Sri.

Terkait pemberian amnesti untuk Baiq Nuril, pihaknya juga telah berdiskusi dengan wakil ketua Komisi III DPR RI Erma Ranik. Menurutnya, pihak DPR juga akan memberikan dukungan kalau memang nantinya Jokowi meminta pertimbangan DPR dalam pemberian amnesti untuk Baiq Nuril. Komnas Perempuan menganggap bahwa amnesti ini harus diberikan karena dalam situasi khusus, yaitu soal kesetaraan perlindungan yang belum ada, sehingga pemerintah harus melakukan sesuatu untuk mencegah praktek buruk dan preseden-preseden yang nantinya justru menjauhkan perempuan dari keadilan itu sendiri.

Selain pemberian amnesti, Komnas Perempuan juga meminta DPR RI dan pemerintah untuk segera membahas RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) dan memastikan ke sembilan jenis kekerasan seksual termasuk pelecehan seksual dam RUU tersebut tetap dapat dipertahankan. Hakim pengawas MA juga sedianya mengoptimalkan fungsi pengawasan atas pelaksanaan Perma No 3 tahun 2017 di lingkup pengadilan, sejak dari pengadilan tingkat pertama sampai dengan MA.

Selain itu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI ( KPPPA) dan Dinas PPPA setempat untuk mengupayakan pemulihan dan pendampingan kepada Baiq Nuril, khususnya kepada keluarga dan anak-anaknya yang masih kecil, serta Kemendikbud untuk mengeluarkan kebijakan “zero tolerance” kekerasan seksual termasuk pelecehan seksual di lingkup Kemendikbud, dan merekomendasikan kepada para pendidik pada institusi formal dan non formal untuk meningkatkan edukasi pencegahan kekerasan seksual.

Senada dengan Komnas Perempuan, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Livia Iskandar juga memandang bahwa amnesti tersebut juga perlu diberikan kepada Baiq Nuril. Hal ini akan menjadi suatu keadilan tersendiri bagi Baiq Nuril mengingat pelaku kekerasan seksual dalam kasus ini sama sekali tidak dihukum.

Lebih lanjut, walaupun kasus penyelidikan perbuatan cabul yang dilaporkan oleh Baiq Nuril telah dihentikan oleh Polda NTB, LPSK tetap akan memberikan pelayanan dalam perlindungan dan pemulihan psikis Baiq Nuril. Bahkan pihaknya mengupayakan agar Baiq Nuril nantinya dapat memperoleh pekerjaan baru untuk memperbaiki perekonomian keluarganya.

“Jadi untuk selanjutnya kami berencana untuk bekerja sama dengan Gubernur dan Pemda NTB untuk pemulihan Psiko sosial bagi BN khususnya untuk mencoba memberikan pekerjaan lain untuk BN karena pada saat kami menerima BN sebagai terlindung kami, kami sudah berikan informasi bahwa tidak dilanjutkan di pekerjaannya sebagai tenaga administrasi di sekolahnya tersebut.

Jadi sebelumnya MA menolak peninjauan kembali yang diajukan dengan beberapa pertimbangan yang dinyatakan bersalah dan dihukum enam bulan penjara serta denda 500 juta yang mengundang reaksi beragam. Kami di LPSK mendukung BN untuk memperoleh keadilan salah satunya adalah pemberian amnesti untuk oleh Presiden, “ ujar Livia.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Gaya Hidup

Memaknai Dedikasi, Mencintai Profesi

Published

on

GENCIL NEWS – Rambutnya telah memutih, sementara kulit tidak sekencang dahulu. Ada yang berbeda dengan Bapak yang satu ini dibandingkan dengan penampilan artis lainnya.

Jika beberapa artis muda sibuk menampilkan diri, berfoto dari satu fans ke fans lain dengan dandanan yang ngartis-banget, beliau malah senang berbaur dan bercerita secara mendalam dengan tamu undangan dalam satu meja.

Ceritanya mengalir alami menyusuri fragmen demi fragmen hidupnya, sangat elaboratif untuk ukuran pembicaraan jeda kopi.

Henky Solaiman namanya. Secara kebetulan saya mendapat kesempatan berbincang dengan beliau dalam acara Premier Film Love and Faith atas undangan Majalah Marketing. Di usianya yang beranjak 73 tahun, karya-karya produktif masih dilahirkan dan dedikasinya terhadap dunia layar perak terbilang di atas rata-rata.

Kejarlah daku kau kutangkap, adalah film tahun 80-an yang mengenalkan saya pada sosok ini. Di masa saya kecil, film Kejarlah daku diputar berpuluh-puluh kali di layar televisi yang kala itu masih hitam-putih. Walaupun sering goyang dan bersemut gambarnya, televisi adalah pilihan terbaik saat itu sebagai satu-satunya penyambung nafas kota-kota kecil dan gemerlap ibu kota.

Sejak memulai karir di dunia seni pada tahun 1971, pak Henky Solaiman mencurahkan perhatiannya untuk kemajuan dunia seni peran. Dalam ceritanya, beliau menggambarkan betapa penuh perjuangan bergerak dari satu lokasi ke lokasi syuting yang bisa memakan waktu berhari-hari dengan istirahat seadanya. Sungguh harga yang harus dibayar untuk sekedar membuat penonton tersenyum atau berdecak kagum.

Terlalu jauh rasanya, jika saya harus menjelaskan evolusi yang terjadi pada perfilman Indonesia. Selain saya bukan ahlinya, saya juga bahkan jarang menonton film Indonesia di bioskop. Namun tidaklah perlu menjadi ahli untuk bisa membedakan mana film yang menjadi legenda dan mana film kelas kacang yang sekedar menjadi penggembira. Bukan tanpa sebab film yang bagus itu menjadi berjiwa. Dia lahir karena adanya dedikasi.

Dedikasi diambil dari kata dedicate, persembahan. Ketika suatu profesi menyediakan dirinya untuk kita eksploitasi demi kesejahteraan, maka dedikasi bermakna memberikan balik apa yang kita dimiliki, demi bertunas dan berkembangnya profesi itu. Seorang dokter yang telah berpuluh tahun mendapatkan penghasilan dari pekerjaan kedokterannya, layaknya memberi balik. Mempersembahkan metode baru, menyemai dokter-dokter baru dan mempersiapkan sistem layanan kesehatan untuk memperbaiki hubungan dokter dan pasien.

Para pemasar yang telah malang melintang di dunia pemasaran dan mendapatkan pendapatan luar biasa dari pemasaran, baiknya membayar balik. Mengembangkan dunia pemasaran di Indonesia melalui sharing pengetahuan, membangun institusi pendidikan atau memperkenalkan konsep baru yang lahir dari pengalaman praktis yang didapatkannya.

Salah satu liputan portal berita yang menulis tentang Hengky Solaiman menyebutkan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, beliau membantu tugas akhir mahasiswa IKJ secara pro bono atau tanpa bayaran. Sungguh sepertinya kita perlu mencontoh jejak kaki beliau. Bahwa legenda dicatat dalam sejarah, karena apa yang telah ia persembahkan bagi yang dicintainya. Jika Anda mencintai profesi Anda, persembahkanlah sesuatu bagi berkembangnya profesi itu. Tetap semangat dan salam pembaharu!

…….

Penulis: Wahyu T Setyobudi 

Pengajar PPM School of Management

Continue Reading

Gaya Hidup

Awal Mula Interaksi Kucing dan Manusia

Published

on

Jauh sebelum kucing jadi kesayangan di Facebook dan YouTube, mereka telah berinteraksi dengan manusia sejak jaman purba.

Sebuah studi DNA yang menjangkau masa ribuan tahun yang lalu untuk melacak interaksi tersebut dan menemukan dua bukti penyebaran yang utama dari kawasan Timur Tengah, dimana orang terbukti membawa kucing bersama mereka. Jejak genetik kucing ditemukan dalam perjalanan itu dan masih tampak pada jenis kucing yang ada pada zaman modern.

Para peneliti menganalisa DNA dari 209 kucing purba yang berasal dari zaman setua 9.000 tahun yang lalu yang berasal dari Eropa, Afrika, dan Asia, termasuk beberapa mumi kucing purba asal Mesir.

“Mereka saksi langsung tentang situasi di masa lampau,” ujar Eva-Maria Geigl dari the Jacques Monod Institute di Paris. Ia bersama koleganya yang juga meneliti 28 kucing liar modern dari Bulgaria dan Afrika bagian timur.

Ini adalah indikasi terkini dari kisah yang rumit tentang kucing-kucing yang sudah dijinakkan. Mereka keturunan dari kucing-kucing liar yang belajar untuk hidup di tengah manusia dan jadi lumayan jinak – meskipun beberapa pemilik kucing saat ini mengatakan, mereka tampaknya tidak begitu suka berada di lingkungan manusia.

Proses penjinakkan kemungkinan berawal dari masa 10.000 tahun yang lalu ketika orang mulai menetap di kawasan Bulan Sabit Subur, kawasan berbentuk lengkungan yang mencakup pantai timur Laut Mediterranea dan daratan sekitar sungai Tigris dan Eufrat. Mereka menyimpan gandum, sehingga menarik hewan pengerat, yang akhirnya menarik kucing-kucing liar. Hewan-hewan yang ada di tumpukan sampah tampaknya telah menarik mereka juga. Seiring dengan berjalannya waktu, kucing-kucing liar ini beradaptasi pada lingkungan yang dibangun oleh manusia dan membiasakan diri untuk berkeliaran di sekitar manusia.

Studi sebelumnya menemukan seekor kucing yang dimakamkan di samping manusia sekitar 9.500 tahun yang lalu di Siprus, dimana tidak ada kucing yang asli berasal dari pulau itu. Ini adalah indikasi bahwa kucing dibawa dengan perahu dan hewan itu memiliki ikatan khusus dengan orang itu, ujar para peneliti.

Kucing jelas-jelas sudah dijinakkan pada masa sekitar 3.500 tahun yang lalu, dimana pada lukisan tampak kucing ditempatkan di bawah kursi. Ini menunjukkan bahwa saat itu, “kucing sudah jadi bagian dari rumah tangga,” ujar Geigl.

Namun secara keseluruhan proses penjinakkan sulit dilacak oleh para ilmuwan, sebagian karena tengkorak fosil tidak menunjukkan apabila kucing tersebut kucing liar atau sudah dijinakkan.

Lebih mudah untuk membedakan anjing, hewan yang pertama kali kita jinakkan, dari nenek moyang serigalanya. Anjing berevolusi dari serigala dan mulai berinteraksi dengan manusia bahkan sebelum adanya budaya bertani, kemungkinan tertarik oleh sisa-sisa makanan yang ditinggalkan manusia.

Studi baru melacak penyebaran penanda DNA kucing yang bersifat spesifik yang menembus jarak waktu yang panjang, sebuah tanda bahwa orang telah membawa kucing bersama mereka. Hasilnya dirilis hari Senin oleh jurnal Nature Ecology & Evolution.

Studi ini “memperkuat dan menyempurnakan hasil karya sebelumnya,” ujar Carlos Driscoll dari the Wildlife Institute of India. Pengambilan sampel yang bersifat ekstensif dari DNA kucing yang melacaknya hingga ke jaman kuno belum pernah dilakukan, ujarnya.

Para peneliti juga mengamati varian genetik yang menghasilkan bulu dengan pola yang tidak teratur khas kucing modern yang sudah jinak, ketimbang garis-garis menyerupai harimau yang ada pada sepupunya yang masih liar. Pola ini muncul lebih sering pada sampel-sampel yang berasal dari masa sesudah tahun 1300 ketimbang masa sebelumnya, yang sesuai dengan bukti lain bahwa tanda garis-garis pada bulu kucing menjadi sesuatu yang biasa mulai tahun 1700 dan orang mulai mengembang biakkan kucing untuk penampilannya mulai tahun 1800-an.

Berbeda dengan kuda, usaha untuk menjinakkan kucing termasuk terlambat, yang dikembang biakkan untuk tampilannya sejak awal, ujar Geigl.

Fokus sebagian besar studi adalah pada penyebaran kucing pada zaman purba. Pada sampel DNA yang dianalisa, satu jejak genetik yang pertama kali adalah di Turki sisi Asia – dan kemungkinan dahulunya dibawa oleh kucing yang berasal dari kawasan Bulan Sabit Subur – muncul lebih dari 6.000 tahun yang lalu di Bulgaria.

Ini adalah indikasi bahwa kucing telah dibawa kesana dengan perahu ketika para petani pertama melakukan kolonisasi benua Eropa, ujar Geigl. Indikasi ini juga tampak pada masa lebih dari 5.000 tahun yang lalu di Rumania, juga pada masa sekitar 3.000 tahun yang lalu di Yunani.

Jejak genetik kedua, pertama kali muncul di Mesir, telah mencapai Eropa antara abad ke satu dan kelima, sebagaimana ditunjukkan oleh sampel yang berasal dari Bulgaria. Jejak yang berasal dari bandar perdagangan Viking di Eropa utara berasal dari abad ketujuh, dan sampel yang berasal dari Iran berasal dari abad ke delapan.

Menyebarnya kucing di sepanjang Mediterranea kemungkinan dipicu oleh manfaatnya dalam mengendalikan hama pengerat dan hama lainnya di kapal, ujar para peneliti. [ww]

Continue Reading

Gaya Hidup

Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat

Published

on

Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat
Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat
Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat

Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat-Penelitian menunjukkan, optimistis memiliki manfaat kesehatan yang nyata. Optimistis adalah pondasi kesehatan mental yang akan menunjang kesehatan fisik. Bahkan, lebih dari 100 studi mengkonfirmasi gagasan bahwa sikap optimis dapat memberikan harapan kesehatan mental yang lebih baik selama hidup.

Optimis merupakan sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan. Optimisme dapat juga diartikan berpikir positif. Jadi optimisme lebih merupakan paradigma atau cara berpikir.

Sikap optimis sering dianggap sebagai bentuk naif penyelesaian masalah. Pasalnya, optimistis lebih mudah untuk diucapkan ketimbang dijalankan. Namun, ternyata optimistis tidak hanya memberikan efek dalam jiwa manusia, tetapi juga untuk raganya.

Optimis menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan anda. Apapun yang pikiran anda harapkan, pikiran positif akan mewujudkannya.

Secara umum, orang yang optimis telah menunjukkan kondisi kesehatan yang lebih baik daripada mereka yang pesimis. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa orang yang pesimis lebih rentan menderita penyakit menular, memiliki masalah kesehatan yang buruk, dan mengalami kematian dini.

Banyak orang percaya bahwa optimis adalah sifat bawaan. Nyatanya, banyak cara untuk menjadi orang yang lebih optimis. Salah satu cara paling sederhana adalah dengan menghilangkan anggapan negatif pada diri sendiri dan meningkatkan pikiran positif.

Meskipun ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, dengan latihan, ketekunan, dan kemauan, cara ini akan berhasil. Tidak hanya itu, menghargai kesehatan diri dengan tidur yang cukup dan makan makanan sehat, akan membantu menaikkan tingkat optimistis.

Sikap mencerminkan dari kepribadian seseorang, dan pikiran memberi peran yang besar terhadap sikap seseorang. Itulah mengapa berpikir positif membuat perbedaan besar dalam hidup kita. Sikap yang baik dimulai dengan berpikir positif. Berpikir positif memiliki peran penting dalam pembentukkan setiap individu.

Kekuatan berpikir positif merupakan unsur yang terpenting dalam menciptakan jenis kehidupan dan dapat membantu Anda untuk mengatasi situasi stres dan mengubah hidup  jauh lebih baik.

Continue Reading

TRENDING

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x