Maklumat Kepala Polri Jenderal Idham Azis Nomor Mak/2/III/2020 bertanggal 19 Maret 2020. Maklumat ini juga sebagai bentuk kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona.

Untuk melaksanakan maklumat itu, Polri menerjunkan 465 ribu personel secara serentak. Lebih dari 500 personil Polres dan 5.000 personil Polsek akan bergerak untuk memastikan tidak ada kerumunan orang. Aparat keamanan tidak langsung membubarkan paksa namun mendepankan pendekatan persuasif.

“Seluruh personel Polri, 465 ribu orang di seluruh Indonesia dan ditambah rekan-rekan TNI dan seluruh pemangku kepentingan bergerak tanpa henti untuk mengimbau, membubarkan bila diperlukan dengan tegas. Saya ulangi membubarkan bila diperlukan dengan tegas demi keselamatan publik,” ujar Iqbal.

Baca juga   TNI Bantah Gunakan Bom dalam Evakuasi Korban Penembakan di Yigi

Iqbal menjelaskan kalau ada warga yang melawan imbauan atau pembubaran paksa tersebut, akan dipidana dan dikenai pasal 212, 216, dan 218 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Sesuai pasal 212, ancaman hukumannya penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 4.500.

Sedangkan dalam pasal 216 ancaman hukumannya adalah penjara paling lama 4,5 bulan atau denda paling banyak Rp 9 ribu. Pasal 218 ancamannya yaitu penjara paling lama 4,5 bulan atau denda Rp 9 ribu.

Sampai Hingga hari ini, virus Covid-19 telah menginfeksi 579 orang, termasuk 49 orang meninggal dunia.

Sementara 30 orang telah sembuh. Mereka tersebar di Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Baca juga   Bupati Bengkayang Serahkan SK Kepada 500 Guru Honorer