Mahfud MD: Tidak Ada Gunanya Berharap Kepada Saya

Mahfud MD: Tidak Ada Gunanya Berharap Kepada Saya
Mahfud MD saat namanya diumumkan sebagai Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan HAM oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Kepresidenan, 23 Oktober 2019. (Foto: Reuters)

Mahfud MD menjelaskan Presiden Jokowi belum mau mengeluarkan Perppu KPK, karena UU KPK sedang digugat di Mahkamah Konstitusi (MK).

Kata Mahfud, presiden berpandangan kurang etis jika dirinya mengeluarkan Perppu berbarengan dengan gugatan di MK.

Kata dia, hasil putusan MK nantinya akan dijadikan pertimbangan presiden untuk perlu tidaknya mengeluarkan Perppu KPK.

“Presiden sekarang sudah memutuskan belum diperlukan Perppu, karena sudah ada judicial review. Kalau sudah ada itu dan ditimpa dengan Perppu, menurut presiden ya dan kita harus hargai pendapat presiden. Rasanya etika bernegaranya kurang, orang sedang judicial review kok ditimpa Perppu,” jelas Mahfud MD di Jakarta, Selasa (5/11).

Mahfud juga meminta para aktivis yang mendorong penerbitan Perppu KPK tidak banyak berharap kepada dirinya.

Baca juga   Trump Menerapkan Tarif Yang Lebih Tinggi Atas Ekspor China ke AS

Ia beralasan tidak dapat memaksa presiden meskipun secara pribadi ia mendukung penerbitan Perppu dan kini sudah menjabat sebagai Menko Polhukam.

“Tidak ada gunanya berharap kepada saya, karena saya bukan pemegang kewenangan. Tetapi suara-suara itu saya sampaikan, tapi yang punya kewenangan tetap presiden. Makanya presiden mengatakan, visi presiden adalah visi presiden. Menteri tidak boleh punya visi lepas,” tambah Mahfud.

Mahfud menambahkan masih ada pekerjaan rumah yang bisa dikerjakan, jika KPK dianggap dilemahkan oleh sebagian besar masyarakat.

Antara lain dengan menguatkan kepolisian dan kejaksaan, serta mencari dewan pengawas KPK yang bagus dan mendorong KPK menangani kasus yang besar.

Penulis : Gencil News
Editor : Gencil News
Sumber : Gencil News