Mendagri Sebut Batas Daerah Tak Jelas Penghambat Iklim Investasi
Connect with us

Nasional

Mendagri Sebut Batas Daerah Tak Jelas Penghambat Iklim Investasi

Published

on

Mendagri Sebut Batas Daerah Tak Jelas Penghambat Iklim Investasi

Gencil News – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian menyebut terjadinya pertumbuhan penduduk berdampak pula dengan bertambahnya angkatan kerja.

Namun menurutnya, apabila bonus demografi ini tidak diiringi dengan lapangan kerja yang luas. Serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul justru akan memicu bencana demografi.

“Jika individunya tidak unggul dalam bidangnya, tidak sehat dan tidak terdidik, maka kerjanya jadi tidak karuan. Sehingga perusahaan pun enggan menerimanya,” paparnya, Jumat (30/4/2021).

Ia pun melanjutkan, risiko dari penolakan karyawan tersebut dapat menyebabkan konflik sosial yang berujung kriminal. Bermula dengan rasa tidak terima hingga rasa lapar, bukan tidak mungkin seseorang berpeluang melakukan tindak kejahatan.

Sebagai bentuk pencegahan, Tito menambahkan terkait Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Cika).

“Negara memfasilitasi siapapun untuk memulai usahanya dengan membuat UU Cika ini. Nantinya akan mempermudah izin usaha, kepastian hukum sampai dengan infrastrukur bagi pengusaha,” jelasnya.

Meski demikian, iklim investasi memerlukan beberapa hal penunjang seperti tata ruang dan batas daerah yang jelas. Ia pun menyinggung Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2021.

“Salah satu turunan dari UU Cika adalah Peraturan Pemerintah (PP) No 43 Tahun 2021 Tentang Penyelesaian Ketidaksesuaian Tata Ruang, Kawasan Hutan, Izin dan/atau Hak Atas Tanah yang menginginkan penegasan batas daerah dengan jelas,” katanya.

Tito menghimbau kepada seluruh kepala daerah yang hadir secara virtual tersebut. Untuk bentuk tim khusus membahas dan mempercepat perjelasan batas daerah.

Walau tak semua daerah terdeteksi, tapi setidaknya, Tito menerangkan, terdapat 311 daerah yang belum selesai penetapan batas wilayahnya.

“Mohon bantuan bapak/ibu gubernur, bupati dan wali kota untuk buat tim, untuk mengSK-kan, dan memberikan biaya sehingga tim teknis bisa bekerja. Memang tidak mudah, tapi mari kita kerjakan maksimal saja,” tutupnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nasional

Alamak Pengemis Ini Berpenghasilan Rp18 juta Per Bulan

Published

on

Alamak Pengemis Ini Berpenghasilan Rp18 juta Per Bulan

Gencil News – Alamak Pengemis Ini Berpenghasilan Rp18 juta Per bulan. Berbagai macam cara orang mendapatkan penghasilan. Ada yang berdagang, menjadi makelar bahkan menjadi pengemis – yang penting dapur bisa ngebul.

Alhasil ada warga Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa timur yang berprofesi menjadi pengemis dan dia mampu meraup uang belasan juta rupiah tiap bulannya.

Warga berinisial T tersebut bahkan mampu membangun rumah dan membeli sepeda motor dari profesi mengemisnya tersebut.

Kesehariannya, T biasanya mengemis di depan Pom Bensin, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Batu, Jawa Timur.

T merupakan seorang penyandang disabilitas yang sehari-hari menggunakan kakinya untuk beraktivitas, termasuk untuk makan dan minum.

“Saya sudah lima tahun di Kota Batu. Saya mangkal di Karangploso dulu, tapi penghasilannya sedikit, jadi pindah ke Kota Batu,” katanya, seperti dilansir Tribun Jatim, Minggu (9/5/2021).

T mengaku penghasilan perharinya cukuo besar yakni Rp 600.000, jika dalam 30 hari dia tidak berhenti mengemis, maka dia bisa meraup Rp 18 juta. Angka yang fantastis.

Diakui T, dengan penghasilan besarnya itu dia sudah bisa membangun rumah di kampung halamannya. Dan bahkan dia  mampu membeli sepeda motor yang kini dioperasikan temannya untuk mengantar dan menjemput dirinya setiap harinya.

Pengeluaran perbulannya T mengakui antara lain hanya membayar indekos sebesar Rp 500.000.

Tentu, profesi T tersebut tidak bisa dijadikan acuan untuk mendapatkan penghasilan. Mengemis adalah perbuatan yang tidak dianjurkan terlebih jika kita masih mampu bekerja secara normal.

Continue Reading

Nasional

Dilarang Mudik, 18 Juta Warga Diperkirakan Tetap Pulang Kampung

Lebaran tahun ini akan kembali terasa sepi bagi Gandi Setyawan, warga Bogor asal Gunung Kidul Yogyakarta.

Rencana Gandi untuk merayakan hari raya bersama anak dan istrinya di kampung halaman tahun ini kembali kandas, setelah pemerintah memberlakukan larangan mudik lebaran tahun ini.

Published

on

Dilarang Mudik, 18 Juta Warga Diperkirakan Tetap Pulang Kampung
Penumpang menunggu di stasiun kereta untuk pulang ke kampung halaman menjelang perayaan Idul Fitri, di tengah pandemi COVID-19, di Jakarta, 5 Mei 2021. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
“Ya sebenarnya mau mudik.. Apalagi lebaran tahun lalu juga gak bisa mudik, gak bisa ketemu keluarga, orang tua… tapi sekarang mudik masih dilarang… ada penyekatan, jadi cari tiket bis juga susah… pake motor juga takut banyak penyekatan, musti pake surat antigen juga… jadi mungkin lebaran tahun ini gak jadi mudik,” komentarnya.

Gencil News – VOA – Pemerintah memberlakukan larangan mudik untuk mencegah meningkatnya kembali kasus COVID-19 di Indonesia, yang selama dua bulan terakhir mulai menurun.

“Jangan dulu kembali ke kampung halaman, jangan dulu liburan ke kampung, jangan lebaran di kampung, bersabar… bersabar ini adalah salah satu kunci kita untuk sukses mengendalikan COVID. Dengan bersabar kita bisa menyelamatkan banyak orang… baik diri kita, orang lain dan juga menyelamatkan bangsa kita,” jelas Doni Monardo, Kepala Satgas Penanganan COVID-19.

Larangan mudik berlaku mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Sejumlah titik penyekatan didirikan untuk mencegah kendaraan pemudik, baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Meski dilarang sejumlah masyarakat tetap berupaya untuk mudik. Survei Kementerian Perhubungan baru-baru ini menunjukkan, meski ada larangan, sebanyak 7 persen atau 18 juta masyarakat Indonesia akan tetap melakukan mudik untuk merayakan hari raya di kampung halaman.

Petugas memeriksa bus pada hari pertama larangan mudik lewat laut, darat, udara, dan kereta api menjelang lebaran, dalam upaya mencegah penularan COVID-19, 6 Mei 2021, (Antara Foto / Adeng Bustomi / via Reuters.)
Petugas memeriksa bus pada hari pertama larangan mudik lewat laut, darat, udara, dan kereta api menjelang lebaran, dalam upaya mencegah penularan COVID-19, 6 Mei 2021, (Antara Foto / Adeng Bustomi / via Reuters.)

“Kalo tahun kemarin masih bisa nahan kangen… tahun ini gak bisa.. Karena bapak saya udah tua. Kangen,” kata Sri Utami, salah seorang calon pemudik.

“Saya kan cuma kerja proyek di sini, ‘gak punya tempat tinggal di sini… proyek udah ditutup, ya pulang kampung,” kata Deni Chandra.

Bagi sebagian masyarakat larangan mudik ini mungkin sulit diterima, khususnya bagi mereka yang tinggal jauh dengan keluarganya seperti gandi dan pemudik lain. Terlebih lagi ini merupakan kali kedua larangan mudik diberlakukan, setelah tahun lalu juga dilarang, dengan alasan yang sama.

Petugas memeriksa mobil di pos pemeriksaan di Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, pada hari pertama larangan mudik menjelang lebaran di tengah pandemi COVID-19, 6 Mei 2021. (Antara Foto / Adeng Bustomi / via Reuters.)
Petugas memeriksa mobil di pos pemeriksaan di Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, pada hari pertama larangan mudik menjelang lebaran di tengah pandemi COVID-19, 6 Mei 2021. (Antara Foto / Adeng Bustomi / via Reuters.)

Pemerintah memberlakukan larangan mudik untuk mencegah meningkatnya kembali kasus COVID-19 di Indonesia, yang selama dua bulan terakhir mulai menurun.

“Harusnya sih mudik tidak dilarang tapi setiap orang mudik diwajibkan menjalankan protokol Kesehatan. Karena tahun lalu sudah tidak bisa mudik untuk bertemu dengan keluarga,” imbuh Gandi Setyawan.

Dari pengalaman sebelumnya, libur panjang biasanya diikuti lonjakan kasus COVID baru, yang angkanya bervariasi, dari mulai 37 hingga 119 persen.

Pemerintah masih terus berupaya untuk menekan angka penyebaran COVID-19 di Indonesia. Data terakhir kasus COVID-19 di indonesia berjumlah 1,7 juta kasus dengan 47 ribu meninggal dunia.

Selanjutnya kejadian ini diselesaikan secara mediasi, dan tangani oleh pihak Polsek Pontianak Selatan.
Continue Reading

Nasional

Pencairan insentif Kartu Prakerja Akan Lanjut Kembali Setelah Lebaran

Published

on

Pencairan insentif Kartu Prakerja Akan Lanjut Kembali Setelah Lebaran

Gencil News– Manajemen Kartu Prakerja mengumumkan, penyaluran insentif bagi peserta Kartu Prakerja yang sudah menyelesaikan pelatihan akan mengalami kemunduran sementara hingga tanggal 18 Mei 2021.

“Untuk memperingati Hari Raya Idul Fitri, penyaluran insentif akan libur untuk sementara dari tanggal 11 sampai dengan 18 Mei 2021,” tulis Project Management Office (PMO) dalam akun resmi Kartu Prakerja, @prakerja.go.id, Mengutip dari Kompas.com, Selasa (11/5/2021).

Manajemen mengungkap, pencairan insentif Kartu Prakerja akan lanjut kembali setelah momen libur panjang Idul Fitri.

“Penyaluran insentif yang belum terbayar akan lanjut kembali pada tanggal 19 Mei 2021,” tulis PMO.

Adapun insentif tersebut dberkan kepada peserta yang telah menyelesaikan pelatihan, mengisi ulasan progam dan mendapat sertifikat pelatihan.

Para peserta ini mendapat insentif sebesar Rp 3,55 juta, yang terdiri dari biaya pelatihan Rp 1 juta.

Selanjutnya, insentif pasca pelatihan Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan, dan insentif survei Rp 50.000 per survei untuk 3 kali survei.

Sebagai informasi, insentif Kartu Prakerja telah 2,5 juta peserta terima, dan senilai Rp 2,5 triliun hingga tanggal 22 April 2021.

Pemerintah sendiri menganggarkan dana Rp 20 triliun untuk program unggulan pemerintah di masa pandemi Covid-19 tersebut. Anggaran ini naik dari sebelumnya hanya Rp 10 triliun.

Sebagai tambahan, jika lolos menjadi penerima Kartu Prakerja, maka manfaat bantuan pelatihan adalah sebesar Rp1.000.000. Bantuan untuk pelatihan diberikan secara non-tunai.

Peserta dapat cek saldo bantuan pelatihan pada dashboard akun. Pastikan pengecekan dilakukan secara berkala.

Continue Reading

Nasional

Lagi Viral, Mantan Istri Pejabat Alih Profesi jadi Ojek Online

Published

on

Lagi Viral, Mantan Istri Pejabat Alih Profesi jadi Ojek Online

Gencil News – Lagi Viral, mantan Istri Pejabat Alih Profesi jadi Ojek Online. Video tik tok seorang istri pejabat yang alih profesi menjadi ojek online. Galuh Boengas menceritakan kisah pahitnya menjalani kehidupan yang berubah drastis.

Dalam unggahan akun tik tok pribadinya, wanita kelahiran Banjar, Kalimantan Selatan ini tampak tersenyum dan semangat.

“Transformasi kehidupan, jangan terlalu loyal sama pimpinan. Dulu istri seorang pejabat, sekarang ojol ladies,” tulisnya dalam akun tik tok pribadinya @galuh_boengas (03/05/2021).
Transformasi yang ia tampilkan mulai dari foto-fotonya saat menjadi istri pejabat hingga menjadi ojek online.

Perubahan kehidupannya bermula dari tahun 2017 karena suaminya dituduh melakukan korupsi. Atas tuduhan tersebut suami galuh divonis hukuman 3,6 tahun dan dipecat secara tidak terhormat.
Ia menceritakan bagaimana awal suaminya tersandung kasus korupsi. Yang mana saat penjemputan suaminya yang saat itu tengah dirawat dirumah sakit.

“Saat anak-anak dikasih tahu mereka shock. Melihat mereka histeris, aku kuat demi anak-anak. Jangan sampai ikut down. Kalau bukan aku, siapa lagi tempat mereka bersandar,” ucapnya haru.

Galuh harus memutar otak untuk mencari rejeki memnuhi kehidupannya sehari-hari karena tidak mendapatkan dana pensiun atas pemecatan suaminya itu.

“Garis besar cerita ku kenapa akhirnya jadi ojol #lunas #powerofdoa #powerAwesome. Awal 2017 adalah perubahan hidup kami, awal aku menjadi seorang ojeg online. Suami dituduh korupsi dan akhirnya dipenjara dengan vonis 3,6 tahun yang mengakibatkan beliau dipecat tanpa hormat dan dengan otomatis kami tidak mendapatkan pensiun,” ungkap Galuh.

Bak jatuh ketimpa tangga pula, begitu kiranya kehidupan Galuh setelah mengetahui suaminya meninggal pada tahun 2019 dalam lembaga pemasyarakatan. Sementara, Galuh harus juga menjadi tulang punggung untuk ketiga anaknya.

“Ada hikmah di balik semua peristiwa, Allah punya rencana selalu prasangka baik sama Allah Insya Allah. Jalani dengan ikhlas..lapang dada..enjoy😊😊,” tulisnya dalam video tik tok
Galuh mengungkapkan banyak ya ng menghujat atas keputusannya menjadi pengemudi ojek online tersebut. Ia hanya menuliskan.

“Hidup kita yang rasakan dan jalani, orang lain hanya pengamat dan penilai” tulisnya
Selain menerima hujatan namun ada juga yang banyak mendokan untuk tetap semangat dan maju.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING