Mengapa Zarco Menolak Kesempatan Emas Bersama Honda

GENCILNEWS – Memang Motogp musim 2018 belum berakhir, tetapi yang lebih hangat dari balapan adalah berakhirnya beberapa kontrak antara team dan para pembalap. Yang sensasional adalah masih diperpanjangnya kontrak pembalap veteran valentino rossi bersama yamaha hingga 2020.

Lalu ada isu yang berkembang mengatakan bahwa, Jorge Lorenzo mantan sejawat Rossi yang harus minggat dari Yamaha karena “rossi return”, dikabarkan akan dipecat Ducati karena hasil balapnya tak cukup apik.

Johan Zarco, pembalap asal perancis, laksana kuda hitam berlari kencang mengagetkan seantero pecinta Motogp, lewat balapan yang memukau di tahun perdananya di Motogp, saat itu zarco dengan percaya diri mampu “bersaing” dengan pembalap top 5.

Penampilan Zarco menuai banyak pujian dan tak sedikit pula cacian dari sesama pembalap. Bahkan the livin Legend valentino rossi mengatakan, bahwa gaya mengendarai zarco terlalu agresif, dipercaya bisa membahayakan keselamatan para pembalap lain.

Namun tak sedikit memberikan pujian, bahwa Zarco adalah Pembalap Era Baru, yang digadang-gadang mampu memberikan perlawanan sengit atas kedigdayaan Marquez di balapan aspal motogp.

Zarco, yang menunggangi Yamaha M1 dan bergabung di Tim Satelit Yamaha, yaitu Yamaha Tech 3. Sempat di isukan bakal mengisi posisi “hot seat’ di tim pabrikan yamaha. Namun dugaan itu kandas, setelah valentino rossi dan yamaha sepakat “mematri” rossi hingga 2020. Dengan alasan sederhana, yamaha masih butuh rossi.

Team Pabrikan Ducati,Suzuki bahkan Honda sempat mengutarakan niat mereka untuk memboyong Zarco untuk membalap bareng mereka.

Ducati yang punya dua opsi bersama lorenzo “pecat atau turunkan gaji” lekas menampik kabar itu. Suzuki yang dikabarkan bakal melepas ianone pun memiliki kehendak yang sama, namun tak serius melanjutkannya.

Baca juga   Jorge Lorenzo Batal Ikutan Balapan di Motegi Jepang

Honda, yang udah nyaman bersama marquez dan sedikit gusar dengan pedrosa, sempat diyakini bakal melakukan “deal” dengan zarco, artinya pedrosa bakal dilepas. Namun kembali berita-berita ini mental, dan menimbulkan tanda tanya besar bagi pecinta motogp.

Lalu kemana Johan Zarco berlabuh?

Tim MotoGP, Yamaha Tech 3 kabarnya akan mengakhiri hubungannya dengan Yamaha pada akhir musim MotoGP 2018. Kabarnya tim asal Prancis tersebut telah menerima pinangan dari KTM untuk musim 2019.

Sebelumnya rumor mengenai kerjasama Tech 3 dengan KTM memang sudah santer terdengar. Namun, saat ini bos Yamaha Tech 3, Herve Poncharal, mengaku timnya memang telah mendapatkan tawaran menggirukan dari produsen mesin asal Austria tersebut.

“Untuk meringkas 20 tahun kemitraan yang luar biasa antara Tech 3 dan Yamaha dalam beberapa kata, ini adalah misi yang sangat sulit. Sejak pertama kali bertemu dengan tuan Iio pada 1998 di mana dia mengajak saya  untuk bergabung dengan Yamaha Motor Corporation, ini merupakan perjalanan yang luar biasa bersama,” sambung Poncharal

KTM mengumumkan keberhasilan mereka merekrut Zarco kontrak dua tahun, Kamis (3/5/2018) . Zarco pun mengungkapkan senang dengan kesepakatan itu.

“Saya sangat bahagia akhirnya bisa mengumumkan secara resmi hal ini (kesepakatan dengan KTM) di Jerez,” ungkapnya dikutip Crash.

“Jelas, kesempatan dengan Honda adalah luar biasa untuk pebalap. Tapi, cara KTM menginginkan saya dan tantangan bersama konstruktor Eropa sebagai pebalap Eropa memberikan saya banyak motivasi,” sambungnya.

Baca juga   Ramadan 1439H Prajurit Lantamal XII Isi Dengan Baca Alqur'an

Namun, di satu sisi, ada yang juga yang menyayangkan keputusan Zarco memilih KTM ketimbang Honda yang tentunya berpeluang memberinya gelar juara dunia. Faktor Marc Marquez disebut-sebut jadi alasan Zarco menolak Honda.

“Saya tidak mengatakan tak mau menjadi rekan Marc Marquez. Dia adalah sosok yang baik dan akan sangat menarik (bersamanya). Yang bisa saya katakan dan juga pertanyaan yang ada di benak saya serta pelatih, jika Anda bersama dengan Marc dan ingin memenangi race, Anda harus kuat seperti dia bahkan lebih kuat,” jelas Zarco.

“Artinya saya harus mengembangkan kemampuan membalap secara signifikan. Kami berpikir jika memiliki level balap seperti ini, berarti peluang untuk cepat bersama KTM juga ada. Kami percaya akan itu dan menerima tantangan.”

“Kami berpikir jika Marc ada di KTM, ada di mana KTM sekarang? Pertanyaan ini pasti juga ada di benak Anda. Saya tak mengatakan saya mirip Marc. Saya hanya mengatakan ingin mencapai level tersebut dan ingin tahu ada di mana jika melakukannya bersama KTM,” tutupnya, seperti dikutip dari laman detik.com

Zarco memang menginginkan untuk menjadi pebalap tim pabrikan mulai musim depan Menyusul penampilan impresif dengan empat podium dan tiga pole position selama membela Tech3. (raw)

Penulis : Gencil News
Editor : Gencil News
Sumber : Gencil News