MK Memutuskan Menolak Gugatan Hasil Pemilu Presiden 2019

MK Memutuskan Menolak Gugatan Hasil Pemilu Presiden 2019
MK Memutuskan Menolak Gugatan Hasil Pemilu Presiden 2019

MK Memutuskan Menolak Gugatan Hasil Pemilu Presiden 2019 – Setelah membacakan putusan dalam sidang gugatan hasil pemilu presiden 2019 secara bergantian selama sembilan jam sejak jam 12.30 siang.

Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dalam putusannya mengatakan “mengadili, menyatakan, dalam eksepsi menolak eksepsi termohon dan pihak terkait untuk seluruhnya. Dalam pokok permohonan: menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya.”

MK menyatakan penanganan pelanggaran administratif yang disebut pemohon, dalam hal ini tim kuasa hukum pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, “bersifat terstruktur, sistematis dan masif” dalam pemilu merupakan kewenangan Bawaslu. Sedangkan kewenangan MK adalah tentang perselisihan hasil penghitungan suara.

Dalam amar putusannya, MK menolak semua dalil pemohon yang dinilai tidak beralasan karena tidak dapat membuktikan dalil permohonannya dan hubungannya dengan perolehan suara.

Putusan ini memenangkan pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Hakim MK Menegaskan “Hanya Takut pada Allah SWT”

Sebelumnya ketika memulai sidang putusan sengketa hasil pemilihan presiden 2019, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dengan menggarisbawahi bahwa seluruh hakim MK “hanya takut pada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.” Dengan tegas ia mengatakan “kami telah berijtihad, berusaha sedemikian rupa untuk mengambil keputusan dalam perkara ini, yang tentu saja harus didasarkan pada fakta-fakta yang terungkap dan terbukti di dalam persidangan.”

Baca juga   Facebook Luncurkan Perangkat Chatting Video
Ketua MK, Anwar Usman, memimpin sidang perdana gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan oleh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jumat (14/6).
Ketua MK, Anwar Usman, memimpin sidang perdana gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan oleh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jumat (14/6).

Ditambahkannya bahwa para hakim majelis Mahkamah Konstitusi tahu bahwa keputusannya tidak mungkin memuaskan semua pihak, “untuk itu kami mohon tidak dijadikan ajang untuk saling menghujat dan memfitnah.”

Prabowo-Sandiaga Uno Sampaikan Pernyataan atas Putusan MK

Capres Prabowo Subianto memberikan pidato setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dibacakan. Setelah selesai berpidato, Prabowo langsung melakukan salam komando dengan cawapres Sandiaga Uno.

Pidato itu disampaikan Prabowo di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2019). Setelah melakukan salam komando dengan Sandiaga, Prabowo-Sandiaga langsung bergandengan tangan dengan pimpinan parpol Koalisi Indonesia Adil Makmur.

Tampak Presiden PKS Sohibul Iman, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan, dan Sekjen Berkarya Priyo Budi Santoso berada di lokasi. Para petinggi partai Gerindra juga tampak berada di sana.

Dalam pidatonya, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukungnya dan menyatakan menghormati putusan MK. Dia mengatakan bakal berkonsultasi apakah ada langkah hukum lainnya setelah keluarnya putusan MK.

“Keputusan ini sangat mengecewakan kami dan para pendukung. Tapi, sesuai kesepakatan, kami akan tetap patuh pada jalur konstitusi kita,” kata Prabowo.

Jokowi: Tak Ada Lagi 01 dan 02, yang Ada Persatuan Indonesia

Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk bersatu kembali. 

Baca juga   Mengapa Sulit Merevisi Batas Usia dalam UU Perkawinan 1974?

“Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu kembali, bersama-sama membangun Indonesia, bersama-sama memajukan Indonesia, tanah air Indonesia,” kata Jokowi di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis (27/6/2019). 

Jokowi mengatakan, kini tak ada lagi 01 dan 02. Yang ada adalah persatuan Indonesia. 

“Tidak ada lagi 01 dan 02 yang ada persatuan Indonesia. Walau pilihan politik berbeda tapi kita harus saling menghargai, walaupun pilihan politik kita berbeda tapi kita harus saling menghormati, walaupun pilihan politik kita berbeda pada saat pilpres tapi kita harus, tapi kita harus sampaikan presiden-wakil presiden terpilih adalah presiden bagi seluruh bangsa, bagi seluruh rakyat indonesia.,” tutur Jokowi. 

“Saya yakin semangat kita sama indonesia bersatu, indonesia menang hadapi kompetisi global, indonesia unggul yang membawa kesejahteraan,” imbuh dia.

Seperti diketahui, MK menolak seluruh permohonan gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dengan putusan ini, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin tetap memenangkan Pilpres 2019. 

“Mengadili, menyatakan, dalam eksepsi menolak eksepsi termohon dan pihak terkait untuk seluruhnya. Dalam pokok permohonan: menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya,” ujar Ketua MK Anwar Usman membacakan amar putusan dalam sidang gugatan hasil Pilpres di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019). 

Penulis : Gencil News
Editor : Gencil News
Sumber : Gencil News