MUI Haramkan Selisih Penukaran Uang Baru Untuk Lebaran

MUI Haramkan Selisih Penukaran Uang Baru Untuk Lebaran.
Layanan penukaran uang baru di sejumlah kota masih menimbulkan pro kontra.

MUI Haramkan Selisih Penukaran Uang Baru Untuk Lebaran. Layanan penukaran uang baru di sejumlah kota masih menimbulkan pro kontra. Untuk bisa mendapatkan uang baru tanpa harus antre di bank, masyarakat bisa menukarkan uang baru di jasa penukaran di jalanan.

Namun, penukaran itu terkesan seperti membeli uang. Sebab, akan ada selisih atau nilainya tidak sama dengan uang yang ditukar.

Menanggapi hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Blitar menyebut, jika selisih angka di jasa penukaran uang baru di jalan hukumnya haram.

“Penukaran uang nilainya harus sama. Karena jika tidak atau ada selisih, bisa disebut riba. Sementara dalam Islam, riba itu hukumnya haram. Meskipun meskipun dengan dalih uang itu untuk biaya jasa,” kata Ketua MUI Kota Blitar, Subakir Efendi, Jumat (17/5/2019).

Baca juga   Jika Sawit Dilarang, Durian Menjadi Solusi Untuk Eropa

Untuk itu,  Subakir mengimbau kepada masyarakat agar melakukan penukaran uang secara resmi di bank. Sebab, penukaran uang di bank tidak akan ada selisih ataupun perjanjian tambahan nilai uang. 

“Jika dalam penukaran uang ada unsur saling menolong dan tanpa unsur diperjanjikan, maka proses tukar menukar yang dilanjutkan dengan uang tanda terima kasih diperbolehkan,” tukasnya.

Sejalan dengan hal tersebut MUI Kalsel juga berpendapat demikian

Menurut Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan Prof. Hafiz Ansari menilai, bawa jasa tukar uang dengan mengurangi jumlah uang, maka jelas bersifat riba dan hukumnya haram
(16/5/2019) .

“Pertama, jumlah uang yang ditukar harus sama tidak boleh berbeda apapun kondisi uangnya, selagi masih laku, kedua penukaran uang harus tunai dan tak boleh dalam bentuk utang, apabila dua syarat itu tak terpenuhi, maka hukumnya riba dan jelas haram,” ucapnya Kamis

Baca juga   Garuda: Pemerintah Dapat Bantu Maskapai Beri Insentif & Keringanan

Jauh sebelum ini 2 tahun sebelum nya MUI Padang juga turut serta membuat fatwa yang sama tentang haramnya selisih keuangan yang ada dalam praktek penukaran uang baru karena Riba’

Penulis : Gencil News
Editor : Gencil News
Sumber : Gencil News