Pemerintah Tetapkan PPKM Skala Mikro 9-22 Februari
Connect with us

Nasional

Pemerintah Tetapkan PPKM Skala Mikro 9-22 Februari

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan memberlakukan kebijakan PPKM skala mikro mulai 9-22 Februari di seluruh desa dan kelurahan serta RT/RW di Indonesia.

Published

on

Pemerintah Tetapkan PPKM Skala Mikro 9-22 Februari
Pantai Pandawa terlihat sepi saat pantai ditutup di tengah pandemi COVID-19 di Kuta Selatan, Bali, 23 Maret 2020. (REUTERS / Johannes P. Christo).

Gencil News – VOA – Kebijakan ini diambil setelah beberapa provinsi di Jawa dan Bali menunjukkan adanya sedikit pelandaian kurva kasus positif COVID-19 setelah diberlakukannya PPKM jilid I dan II. Adapun tujuan dari PPKM Mikro tersebut, ujar Airlangga, adalah menekan kasus positif dan melandaikan kurva sebagai prasyarat keberhasilan penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional.

“Agar skenario pengendalian terkontrol dengan baik diperlukan dibentuknya posko atau pos jaga di tingkat desa dan kelurahan yang melakukan empat fungsi yakni pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung operasional penanganan COVID-19 di tingkat desa maupun kelurahan,” ungkapnya dalam telekonferensi pers, di Jakarta, Senin (8/2).

Ia menjelaskan, fungsi penanganan meliputi “3T” yakni testing, tracing, dan treatment. Sedangkan fungsi pencegahan adalah sosialisasi protokol kesehatan “3M” dan pembatasan mobilitas masyarakat.

“Pelaksanaan daripada “3T” tersebut yaitu testing dilakukan dengan tes swab antigen secara gratis yang akan disiapkan untuk masyarakat di desa/kelurahan yang disediakan oleh Kemenkes dengan menggunakan fasilitas kesehatan atau puskesmas di wilayah masing-masing. Tracing dilakukan secara intensif di desa/kota dengan menggunakan tracer dari Babinsa atau Babinkamtibmas yang telah dididik sebagai tracer oleh Kemenkes,” jelasnya.

Ia menambahkan, fungsi pembinaan adalah penegakan disiplin, pemberian sanksi, dan memperkuat solidaritas masyarakat, dan fungsi pendukung operasional penanganan COVID-19 adalah menyediakan data-data penting, logistik, dan administrasi.

Kebijakan PPKM dengan skala mikro ini juga meliputi beberapa pembatasan yaitu, kapasitas di perkantoran maksimal hanya 50 persen, kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara daring, sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan industri tetap beroperasi 100 persen, kemudian kapasitas pengunjung restoran untuk makan dan minum di tempat maksimal 50 persen serta take away dan delivery tidak dibatasi.

Selain itu, pusat perbelanjaan atau mall beroperasi hingga pukul 21.00 WIB, kegiatan konstruksi tetap beroperasi 100 persen, kapasitas tempat ibadah dibatasi hingga 50 persen, fasilitas umum, dan kegiatan sosial budaya masih dihentikan dan kapasitas moda transportasi umum juga dibatasi.

“Masa berlaku PPKM mulai tanggal 9-22 Februari di seluruh desa dan kelurahan yang tentunya nanti masing-masing gubernur akan memetakan wilayah-wilayah tersebut sesuai dengan kriteria yang telah diterapkan. Dan pelaksanaan ini akan dilakukan monitoring, evaluasi dan pengawasan oleh pos jaga di desa/kelurahan,” katanya.

Kemendes PDTT Dukung Penuh PPKM Mikro Tingkat Desa

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengungkapkan pihaknya mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk menekan laju perebakan wabah virus corona mulai dari tingkat desa.

Dukungannya berupa pemanfaatan dana desa untuk kegiatan tersebut yang telah tertuang dalam Instruksi Menteri Desa No 1 tahun 2021 tentang Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 dalam PPKM Skala Mikro di Desa.

“Kemudian penyemprotan disinfektan kalau memang itu diperintahkan oleh satgas COVID-19 dan juga pemda maka harus diikuti oleh desa dan bisa menggunakan dana desa termasuk di dalamnya ketika dibutuhkan penyiapan untuk ruang isolasi dan operasionalisasi ruang isolasi. Jadi apapun silahkan saja yang penting substansinya dana desa harus digunakan untuk mendukung seluruh program yang sudah ditetapkan oleh pemerintah untuk kepentingan PPKM mikro,” ungkapnya.

Evaluasi PPKM Tahap I dan II di Jawa dan Bali

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan hasil evaluasi kebijakan PPKM tahap I dan II yang telah dilakukan di Pulau Jawa dan Bali.

Wiku menjelaskan hasil dari PPKM belum berdampak signifikan untuk menekan laju penularan virus corona di masyarakat. Namun, katanya ada beberapa perbaikan yang terjadi di lapangan pasca diberlakukannya kebijakan tersebut.

“Salah satu yang penting adalah tingkat keterisian tempat tidur di ruang isolasi dan ICU, dan ini di dalam PPKM sudah terlihat terjadi penurunan keterisian tempat tidur,” ungkap Wiku.

Penurunan ini, ujarnya dikarenakan memang jumlah kasus yang sedikit menurun, dan adanya penambahan jumlah tempat tidur oleh pemerintah menyusul meningkatnya kasus positif COVID-19 sejak akhir tahun 2020 lalu.

“Selain itu, juga jumlah kasus positifnya juga sudah mulai melandai meskipun tidak besar, maka dari itu, sebagai evaluasi kita harus memastikan bahwa pelaksanaan PPKM di wilayah Jawa dan Bali memang harus lebih ditegakkan terutama dengan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nasional

Pencari Suaka di Jakarta Hidup dalam Ketidakpastian

Published

on

Pencari Suaka di Jakarta Hidup dalam Ketidakpastian

Gencil News – VOA – Menurut data UNHCR, ada sekitar 14 ribu pengungsi dan pencari suaka di Indonesia, yang menunggu proses penempatan ke negara ketiga. Sebagian besar berasal dari wilayah-wilayah konflik seperti Afghanistan, Somalia dan Myanmar. Selama di Indonesia mereka hidup dalam keterbatasan dan ketidakpastian.

Salah satunya adalah Bismillah Tahirzada, pria berusia 24 tahun asal Ghazni, Afghanistan.

Bismillah Tahirzada, pria 24 tahun asal Ghazni, Afghanistan (foto: VOA/Indra Yoga).
Bismillah Tahirzada, pria 24 tahun asal Ghazni, Afghanistan (foto: VOA/Indra Yoga).

Kepada VOA ia menuturkan, “Saya sebagai pengungsi di Indonesia hanya berusaha untuk bertahan hidup dan mencukupi kebutuhan hidup saya sambil menambah pengetahuan dan pengalaman selama menunggu dalam ketidakpastian, tidak seorangpun tahu apa yang akan terjadi esok hari.”

Sudah lebih dari 7 tahun ia tinggal di Jakarta dalam ketidakpastian menunggu penempatan oleh UNHCR ke negara baru, yang biasanya memakan waktu lebih dari 5 tahun. Statusnya sebagai pengungsi di indonesia tak membolehkannya untuk bekerja secara resmi.

Untuk menopang hidupnya, Bismillah menjalankan usaha menjual keripik kentang, yang ia jual secara online. Usaha ini ia jalankan berkat bantuan seorang fasilitator dari Universitas Atmajaya Jakarta, Inggrid Nathania Wongso, yang menyelenggarakan program pelatihan bagi pengungsi.

“Ya, semoga selama masa penantiannya, mereka gak cuma duduk diam dan akhirnya stress sendiri tapi mereka bisa melakukan sesuatu. Mungkin bisa menyumbangkan sesuatu juga buat perekonomian bangsa Indonesia dan berguna juga bagi mereka sendiri,” harap Inggrid.

Bismillah Tahirzada sedang membuat keripik kentang untuk dijual secara online (foto: VOA/Indra Yoga).
Bismillah Tahirzada sedang membuat keripik kentang untuk dijual secara online (foto: VOA/Indra Yoga).

Namun, pandemi COVID-19 yang berkepanjangan memukul usaha yang telah ia jalankan selama 2 tahun ini.

“Situasi saat ini agak terlalu sulit karena pandemi COVID-19, jadi situasi bisnis di Indonesia kebanyakan terkena dampaknya dari pandemi COVID-19 termasuk usaha saya. Jadi bisa dibilang, (situasi) saat ini lebih sulit dari sebelumnya,” ungkap Bismillah.

Pengungsi perempuan asal Afghanistan sedang menyulam di tenda pengungsi seberang Rudenim Jakarta (Foto dok: VOA/Sasmito)
Pengungsi perempuan asal Afghanistan sedang menyulam di tenda pengungsi seberang Rudenim Jakarta (Foto dok: VOA/Sasmito)

Dengan kondisi ketidakpastian dan pandemi yang berkepanjangan, Bismillah sangat berharap UNHCR bisa bekerja lebih cepat dan segera menempatkannya ke negara baru, agar ia dan ribuan pengungsi lainnya bisa menjalani hidup dengan normal.

“Jadi saya berharap suatu hari nanti saya bisa segera pindah dari Indonesia ke negara yang lebih baik, yang mana saya bisa merasakan hidup sebagai manusia yang memiliki hak-hak sebagaimana orang-orang lain pada umumnya,” harapnya.

Continue Reading

Nasional

Ratusan Nakes yang Sudah Divaksinasi Terjangkit COVID-19

Published

on

Ratusan Nakes yang Sudah Divaksinasi Terjangkit COVID-19
Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) bersiap untuk merawat pasien di rumah sakit darurat COVID-19 di Wisma Atlet, Jakarta, 26 Januari 2021. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Gencil News – VOA – Para pejabat mengatakan lebih dari 350 dokter dan pekerja medis telah terjangkit COVID-19 meskipun telah divaksinasi dengan Sinovac. Puluhan nakes lainnya juga dirawat di rumah sakit. Hal tersebut terjadi di tengah kekhawatiran tentang kemanjuran beberapa vaksin terhadap varian virus corona yang lebih menular.

Badai Ismoyo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengatakan, seperti dikutip oleh Reuters (17/6), sebagian besar nakes yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala dan melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun, ada puluhan nakes yang harus dirawat di rumah sakit karena mengalami demam tinggi dan penurunan tingkat saturasi oksigen.

Kudus, yang memiliki sekitar 5.000 petugas kesehatan, sedang berjuang melawan merebaknya wabah COVID-19, yang diyakini akibat varian Delta dari India- yang lebih menular. Peningkatan wabah kali ini mengakibatkan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit melonjak hingga di atas 90 persen.

Seorang dokter senior sedang divaksin COVID-19 oleh rekan sejawat di Rumah Sakit Adam Malik di Medan, Sumatra Utara, 8 Februari 2021.
Seorang dokter senior sedang divaksin COVID-19 oleh rekan sejawat di Rumah Sakit Adam Malik di Medan, Sumatra Utara, 8 Februari 2021.

Petugas kesehatan adalah masuk dalam kategori prioritas sehingga termasuk golongan pertama yang divaksinasi ketika program vaksinasi dimulai pada Januari.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan, Kamis (17/6), hampir semua nakes telah menerima vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi China, Sinovac.

Menurut kelompok inisiatif data LaporCOVID-19, jumlah petugas kesehatan yang meninggal akibat COVID-19 telah menurun tajam dari 158 pada Januari menjadi 13 orang pada Mei. Namun pakar kesehatan masyarakat mengatakan kondisi rawat inap di Jawa memprihatinkan.

“Data menunjukkan varian Delta (di Kudus) sehingga tidak heran terobosan infeksinya lebih tinggi dari sebelumnya, karena seperti yang kita ketahui mayoritas tenaga kesehatan di Indonesia mendapatkan vaksinasi Sinovac, dan kita masih belum tahu seberapa efektifnya (vaksin itu) di dunia nyata dalam melawan varian Delta,” kata Dicky Budiman, ahli epidemiologi di Universitas Griffith Australia.

Juru bicara dari Sinovac dan Kementerian Kesehatan tidak segera dapat dihubungi Reuters untuk mengomentari kemanjuran CoronaVac terhadap varian virus yang lebih baru.

Seorang pasien berbaring di bangku mengantre untuk mendapat perawatan di ruang gawat darurat di RSUD Dr. Loekmono Hadi di tengah pandemi COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah, 2 Juni 2021.
Seorang pasien berbaring di bangku mengantre untuk mendapat perawatan di ruang gawat darurat di RSUD Dr. Loekmono Hadi di tengah pandemi COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah, 2 Juni 2021.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyetujui penggunaan darurat vaksin Sinovac pada bulan ini. Laporan menujukkan keefektifan vaksin itu dalam mencegah penyakit simtomatik pada 51 persen penerima. Vaksin itu juga dapat mencegah kondisi COVID-19 yang parah dan potensi dirawat di rumah sakit, berdasarkan pada semua hal yang diteliti.

Indonesia bergulat dengan salah satu wabah terburuk di Asia. Lebih dari 1,9 juta orang positif infeksi dan 53.000 meninggal. Sebanyak 964 di antara korban meninggal adalah para dokter dan perawat.

Lenny Ekawati, dari LaporCOVID-19, mengatakan banyak orang yang sekarang mengalami kelelahan dalam menghadapi pandemi dan kurang waspada dengan protokol kesehatan setelah divaksinasi.

“Fenomena itu cukup sering terjadi akhir-akhir ini, tidak hanya di masyarakat, tetapi juga petugas kesehatan,” katanya. “Mereka berpikir karena mereka divaksinasi, mereka aman.”

Namun karena lebih banyak kasus varian Delta yang sangat menular, data mulai menceritakan kisah yang berbeda.

Menurut data LaporCOVID-19, setidaknya lima dokter dan satu perawat telah meninggal meskipun telah divaksinasI. Satu di antara korban nakes itu baru menerima suntikan pertama.

Seorang tenaga kesehatan menerima suntikan dosis kedua vaksin COVID-19 di sebuah rumah sakit di Sidoarjo, Jawa Timur, 29 Januari 2021. (Foto: Umarul Faruq/Antara Foto via Reuters)
Seorang tenaga kesehatan menerima suntikan dosis kedua vaksin COVID-19 di sebuah rumah sakit di Sidoarjo, Jawa Timur, 29 Januari 2021. (Foto: Umarul Faruq/Antara Foto via Reuters)

Di Kudus, IDI mengungkapkan, seorang dokter senior meninggal, meskipun diketahui dokter itu memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Di Jakarta, ahli radiologi Dr Prijo Sidipratomo mengatakan kepada Reuters bahwa dia mengetahui setidaknya enam dokter yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 dan satu sekarang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dalam sebulan terakhir, meskipun mereka telah divaksinasi.

“Ini mengingatkan kami karena kami tidak bisa hanya mengandalkan vaksinasi,” katanya, sambil mendesak orang untuk mengambil tindakan pencegahan.

Beberapa minggu setelah Hari Raya Idul Fitri, terjadi lonjakan kasus di Tanah Air, dengan tingkat positif melebihi 23 persen pada Rabu (16/6) dan kasus harian mendekati 10 ribu, angka tertinggi sejak akhir Februari.

Dalam laporan terbarunya, WHO mendesak Indonesia untuk memperketat lockdown atau kuncitara (penguncian sementara) karena peningkatan penularan akibat sejumlah varian virus COVID-19 dan juga kekhawatiran atas lonjakan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit.

Continue Reading

Lintas Kalbar

Pemprov Kalbar Batasi Kegiatan dan Pertemuan Selama Sebulan

Published

on

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar akan batasi kegiatan dan pertemuan selama sebulan (30hari), terhitung dari 18 juni - 18 juli 2021. Pembatasan kegiatan dan pertemuan ini tertuang dalam Surat Edaran.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar akan batasi kegiatan dan pertemuan selama sebulan (30hari), terhitung dari 18 juni - 18 juli 2021. Pembatasan kegiatan dan pertemuan ini tertuang dalam Surat Edaran - Foto Ilustrasi

Gencil News – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar akan batasi kegiatan dan pertemuan selama sebulan (30hari), terhitung dari 18 juni – 18 juli 2021. Pembatasan kegiatan dan pertemuan ini tertuang dalam Surat Edaran.

Surat Edaran nomor 440/ 2097 /UM-B untuk mendukung pelaksanaan Surat Keputusan Gubemur Kalimantan Barat Nomor 463/KESRA/2021 tentang Perpanjangan Masa Berlaku Keputusan Gubernur Nomor 280/KESRA/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease-2019 di Provinsi Kalbar.

Surat Edaran tersebut berisi himbauan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah, untuk tidak mengadakan kegiatan apapun. Kemudian mengimbau untuk dapat mengoptimalkan Satgas Covid-19 pada satuan kerja masing-masing.

Kepada ASN juga diminta melapor kepada pimipinan apabila dari hasil swab berbasis PCR, terkonfirmasi positif covid-19.

Pemprov Kalbar Gelar Vaksinasi Massal, Pendaftar Capai 525 Orang

Gubernur Kalimantan Barat melakukan peninjauan terhadap kegiatan vaksinasi kepada masyarakat secara massal. Vaksinasi massal tersebut terlaksana di GOR Pangsuma Pelataran GOR Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak, Kamis (17/6/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson, Kasat Pol PP Kalbar, Anthonius Rawing,dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Kalbar, Sefpri Kurniadi turut mendampingi Gubernur Kalbar.

Dari keterangan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Harison mengatakan, bahwa pada hari ini yang mendaftar vaksin secara online ada 525 orang. Namun ada yang datang secara manual atau tidak mendaftar secara online, tapi tetap difasilitasi.

“Targetnya kita melaksanakan vaksinasi ini selama tiga hari mulai tanggal 17, 18, dan 19 Juni 2021. Setelah itu nanti akan berkeliling ke tempat-tempat lain di mal-mal. Agar masyarakat dapat mengakses dengan mudah pelayanan vaksinasi Covid-19 ini,” jelasnya.

Untuk vaksinasi hari ini, rata rata usia 40 tahun ke atas, dan masyarakat menyambut antusias. Supaya tidak terjadi kerumunan, maka pendaftaran wajib melalui online.

“Makanya pendaftarannya harus online. Kalau pendaftarannya online, kami sudah susun nanti siapa, nomor berapa, dan datang harus jam berapa,” pinta Harison.

Untuk masyarakat, persyaratan untuk mendapatkan vaksinasi hanya dengan membawa Kartu Identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selain itu masing-masing wajib membawa alat tulis.

“Persyaratannya hanya dengan membawa KTP, nanti bawa juga alat tulis, karena mereka harus menulis untuk riwayat penyakitnya,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan, persediaan vaksin di Kalbar masih banyak. Karena kemaren Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ini terpaku hanya untuk lansia, ke depan akan kita tingkatkan cakupan pelayanannya kepada semua usia.

“Nanti akan kita buka pelayanan untuk usia yang lain diharapkan masyarakat akan banyak yang ingin divaksin. Sehingga mempercepat cakupan pelayanan vaksin kita. Pemprov Kalbar juga bekerja sama dengan Kodam, Bakesdam dan Biddokkes Polda Kalbar. Nanti ke depan masing-masing akan terus bekerja sama untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19 ini,” tutupnya.













Continue Reading

Nasional

Dispora Landak Minta GENPI Promosikan Pariwisata Landak

Published

on

By

Pengurus Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kabupaten Landak

Gencil News – Setelah tertunda beberapa bulan, Pengurus Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kabupaten Landak Provinsi Kalbar akhirnya dilantik secara resmi, Rabu, (16/06/2021)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Landak, Yosef yang mengukuhkan langsung Pengurus GenPI Kabupaten Landak.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Landak dalam sambutannya mengharapkan dukungan dari GenPI Landak untuk turut mempromosikan pariwisata Landak. Untuk itu, Yosef berharap GenPI Landak memaksimalkan media komunikasinya.

“Kami berharap, GenPI Landak bisa memaksimalkan media komunikasinya untuk mempromosikan dunia pariwisata Landak selain kegiatan GenPI Landak. Baik itu media sosialnya maupun mungkin ke depannya punya media atau media lainnya sendiri, itu kami tunggu geraknya ungkap Yosef.

Tugas pertama yang menjadi Pekerjaan Rumah bagi Pengurus Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Landak dari Kadisporapar Landak Yosef. Serta Kepala Bidang Pariwsata Kabupaten Landak Supiana adalah membuat Paket Wisata Kota untuk para pengurus Generasi Pesona Indonesia untuk di kerjakan bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwsata Kabupaten Landak.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING