Pontianak Juara Dua MTQ XXVII Tingkat Provinsi
Connect with us

Nasional

Pontianak Juara Dua MTQ XXVII Tingkat Provinsi

Published

on

GENCILNEWS – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVII Tingkat Provinsi Kalbar selesai digelar. Para pemenang yang menjuarai lomba MTQ ini diumumkan pada penutupan MTQ Tingkat Provinsi Kalbar di Stadion Opu Daeng Manambon, Mempawah.

Kafilah Kabupaten Mempawah yang juga sebagai tuan rumah berhasil menggondol juara umum MTQ XXVII Tingkat Provinsi Kalbar. Disusul Kota Pontianak juara kedua dan Kabupaten Kubu Raya sebagai juara ketiga.

Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang hadir pada acara penutupan MTQ, mengungkapkan rasa syukurnya meskipun Pontianak belum berhasil meraih juara umum, namun beberapa cabang bergengsi didominasi oleh peserta dari Kafilah Pontianak.

“Alhamdulillah cabang-cabang bergengsi berhasil kita juarai meskipun kafilah kita menduduki juara kedua,” ungkapnya.

Ia berharap dengan diraihnya juara-juara beberapa cabang itu, para peserta dari kafilah Pontianak bisa mewakili Provinsi Kalbar pada MTQ Tingkat Nasional yang akan digelar di Medan.

“Kita doakan semoga mereka-mereka ini bisa mengukir prestasi di MTQ Tingkat Nasional dan mengharumkan nama Kalbar maupun Kota Pontianak,” kata Edi.

Dirinya juga meminta mereka yang akan diutus mewakili Kalbar untuk mengikuti MTQ Tingkat Nasional nanti, harus mempersiapkan diri dengan terus berlatih mengasah kemampuannya masing-masing sesuai dengan cabang-cabang yang diikuti.

“Selain itu, saya harap mereka juga menjaga kesehatannya sehingga saat pelaksanaan MTQ Tingkat Nasional nantinya mereka dalam kondisi fit,” pungkasnya.

Adapun cabang-cabang yang berhasil diduduki peserta kafilah Kota Pontianak sebagai juara I sebanyak delapan cabang. Cabang-cabang tersebut adalah cabang Tilawah dewasa putra atas nama Taufiq Akbar, Qiraat Mujawat Putra,Juadi, Tilawah Remaja Putra, Syaiful Fahmi, Tilawah Remaja, Saadah Usman,Tilawah Anak-anak Putri, Malika, Tartil anak Putra, Restu Satrian Permana, Tartil anak-anak putri, Chairul Bariyah dan Tahfiz 5 juz Putra, Khairul Rasyid.

Untuk pawai kendaraan hias, Pontianak berhasil meraih juara pertama. Sedangkan kategori pameran, Stand Pontianak meraih juara ketiga. (all)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nasional

Indonesia Masuk Daftar 35 Negara Paling Rawan Bencana di Dunia

Published

on

Indonesia Masuk Daftar 35 Negara Paling Rawan Bencana di Dunia
Presiden Joko Widodo memimpin rapat di Istana Negara, Jakarta (foto: dok./Biro Setpres)

Gencil News – VOA – Pemerintah akan memaksimalkan mitigasi bencana serta aspek pencegahan untuk meminimalisir jatuhnya korban, apabila terjadi bencana alam dan non alam.

Bank Dunia memasukkan Indonesia sebagai salah satu negara di dunia yang paling rawan terjadi bencana. Presiden Joko Widodo mengungkapkan laporan itu dalam Rakornas BNPB di Istana Negara hari Rabu (3/3).

“Saya ingin mengingatkan kita semua bahwa negara kita Indonesia adalah negara yang rawan terhadap bencana. Masuk 35 (negara) paling rawan risiko bencana di dunia,” ujarnya.

Dijelaskannya, Indonesia menduduki ranking tertinggi baik untuk rawan bencana hidrometeorologi maupun geologi. Jumlah penduduk yang besar membuat bencana itu berisiko menimbulkan banyak korban.

Warga menyaksikan Gunung Sinabung memuntahkan abu vulkanik saat meletus di Karo, Sumatera Utara, Selasa, 2 Maret 2021. (Foto: Ilustrasi/AP).
Warga menyaksikan Gunung Sinabung memuntahkan abu vulkanik saat meletus di Karo, Sumatera Utara, Selasa, 2 Maret 2021. (Foto: Ilustrasi/AP).

Untuk mengurangi risiko tersebut, Presiden mendorong upaya mencegah terjadinya bencana dan mitigasi.

“Kebijakan nasional dan kebijakan daerah harus sensitif terhadap kerawanan bencana. Jangan ada bencana baru kita pontang-panting, ribut, atau bahkan saling menyalahkan sepeti itu tidak boleh terjadi,” jelasnya.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 87 tahun 2020, setiap kota sudah memiliki rencana induk penanggulangan bencana 2020-2024. Presiden berharap, rancangan tersebut bisa menghasilkan kebijakan-kebijakan efektif dalam upaya penanggulangan juga mitigasi bencana yang terintegrasi.

“Sistem peringatan dini harus berfungsi dengan baik, dicek terus. Bekerja dengan cepat dan bisa bekerja dengan akurat. Dan kecepatan respons yang harus terus ditingkatkan. Semua rencana kontijensi dan rencana operasi saat tanggap darurat harus dapat diimplementasikan dengan cepat dan sekali lagi kecepatan adalah kunci menyelamatkan dan mengurangi jatuhnya korban. Sekali lagi kecepatan adalah kunci menyelamatkan dan mengurangi jatuhnya korban. Sangat penting sekali,” tegasnya.

Ribuan Bencana Alam Terjadi Dalam Kurun Waktu Satu Tahun

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo melaporkan dari Februari 2020 hingga Februari 2021 telah terjadi 3.253 kejadian bencana di Indonesia.

“Ini artinya setiap hari ada 9 kali kejadian bencana yang terjadi apakah itu gempa tsunami, erupsi gunung berapi, karhutla, banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin puting beliung,” ungkap Doni.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo

Lanjutnya, kejadian bencana ini selalu diikuti dengan kehilangan harta benda dan korban jiwa. Berdasarkan laporan dari Kementerian keuangan, ujar Doni, kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh bencana rata-rata berkisar Rp22,8 triliun per tahunnya.

Selain itu, dalam 10 tahun terakhir tercatat sebanyak rata-rata 1.183 jiwa meninggal dunia akibat terjadinya bencana tersebut.

Doni menjelaskan berbagai mitigasi bencana serta aspek pencegahan terus dilakukan. Pihaknya juga telah melakukan kolaborasi pentahelix antara pemerintah dengan berbagai pihak seperti akademisi, dunia usaha, komunitas relawan dan juga media.

“Indonesia membuktikan bahwa pengendalian COVID-19 bisa dilaksanakan paralel dengan upaya menjaga kegiatan sosial ekonomi tetap berjalan, masyarakat sedapat mungkin tidak terpapar COVID-19 tetapi juga tidak terkapar PHK atau kehilangan pekerjaan,” tuturnya.

Doni yakin kolaborasi pentahelix ini akan membuat Indonesia segera keluar dari pandemi COVID-19 dan mendorong upaya pemulihan ekonomi. 

Continue Reading

Nasional

Nakes Blitar Meninggal Positif COVID-19, Bukan Akibat Vaksinasi

Published

on

Nakes Blitar Meninggal Positif COVID-19, Bukan Akibat Vaksinasi
Ilustrasi, proses vaksinasi COVID-19 di RSUD dr. Soewandi Surabaya (foto Petrus Riski/VOA).

Gencil News – VOA – Kasus meninggalnya tenaga kesehatan (nakes) RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, Kabupaten Blitar pasca diinokulasi vaksin COVID-19, menjadi perhatian serius terhadap pemeriksaan riwayat kesehatan calon penerima vaksin. Pihak rumah sakit mengatakan meninggalnya nakes tersebut bukan akibat vaksinasi.

Seorang perawat atau tenaga kesehatan di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, Kabupaten Blitar, pada 14 Februari meninggal dunia, setelah divaksin COVID-19 pada 2 Februari lalu. Kematian ini menimbulkan beberapa pertanyaan mengenai prosedur penyaringan calon penerima vaksin, serta aman tidaknya vaksin yang diberikan.

Dokter Deny Christianto, Kepala Bidang Pelayanan Medik, RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, Kabupaten Blitar, mengatakan hasil audit Komite Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), menyebut meninggalnya perawat Erny tidak disebabkan oleh vaksinasi COVID-19.

“Kalau dari Komda KIPI menyatakan, ini kan sudah dilaksanakan audit KIPI di tingkat nasional, nah itu disampaikan bahwa memang kejadian meninggalnya nakes E ini tidak berhubungan dengan vaksinasi COVID-19 sebelumnya. Dan kesimpulannya bahwa vaksin Sinovac ini aman dan bisa dilanjutkan,” kata Dokter Deny Christianto.

Seorang pekerja medis Indonesia memegang satu dosis vaksin Sinovac di sebuah fasilitas kesehatan kabupaten. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)
Seorang pekerja medis Indonesia memegang satu dosis vaksin Sinovac di sebuah fasilitas kesehatan kabupaten. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)

Dokter Deny Christianto, menjelaskan kronologisnya kepada VOA, bahwa sebelum menerima vaksin COVID-19 pada 2 Februari, perawat bernama Erny Kusuma mengeluh demam pada 29 Januari, dan berisirahat di rumah pada 30 Januari sampai 1 Februari setelah sebelumnya berobat ke dokter praktik pribadi. Saat masuk kerja dan mengaku sehat, perawat Erny sempat disarankan melakukan swab PCR namun menolak.

Dokter Deny menjelaskan bahwa saat hendak divaksin, perawat Erny lolos penyaringan dari petugas, termasuk mengaku tidak pernah mengalami sakit seperti gejala ISPA, batuk, dan sesak napas sebelumnya. Observasi 30 menit pasca divaksin juga dilakukan, dan tidak terlihat gangguan atau keluhan yang dialami. Perawat Erny pun bertugas seperti biasa hingga tanggal 4 Februari.

Pada 6 Februari, perawat Erny dikabarkan sakit dan dirawat di Rumah Sakit Mardi Waluyo, di Kota Blitar, dan kemudian dirujuk di RSUD Ngudi Waluyo, Kabupaten Blitar, karena kondisinya memburuk dan memerlukan perawatan lebih intensif. Dari hasil swab yang dilakukan, diketahui bahwa perawat Erny positif COVID-19. Perawat Erny akhirnya meninggal dunia pada 14 Februari, setelah menjalani perawatan hampir seminggu di ruang ICU.

“Jadi, vaksin pertama tanggal 2 Februari, cuma mulai tanggal 29 Januari, beliaunya sudah sakit, tidak menyampaikan yang sebenarnya, mungkin beliau ingin divaksin atau bagaimana, akhirnya menutupilah istilahnya, akhirnya beliau divaksin tetapi setelah itu diobservasi juga tidak apa-apa setelah divaksin. Terus kalau Sinovac ini kan inactivated viruse ya, berarti virusnya sudah dimatikan, jadi sebenarnya tidak menyebabkan infeksi COVID ya, setelah divaksin, karena virusnya sebenarnya sudah mati,” terang Dokter Deny.

Meski memastikan vaksin COVID-19 yang diterima tenaga kesehatan maupun masyarakat selama ini aman, Dokter Deny belum dapat memastikan dimana perawat Erny tertular virus corona. Di RSUD Ngudi Waluyo, Dokter Deny memastikan APD untuk tenaga kesehatan sudah sesuai standard Kementerian Kesehatan.

“Kami lakukan tracing ya, teman-teman satu shift-nya itu tidak ada yang positif, itu kita sudah tracing. Kemudian kalau keluarga itu yang melaksanakan tracing dari dinas kesehatan, kami belum mendapat informasinya. Cuma memang beliau ini bertugas di ruang isolasi COVID, kita tidak bisa memastikan, bisa saja tertular saat bertugas, atau juga karena Kabupaten Blitar kan sudah transmisi lokal, misalnya beliau juga diluar kan juga bisa tertular, bisa dari rumah sakit atau bisa dari luar rumah sakit,” imbuhnya.

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, yang membidangi kesehatan, Sri Untari Bisowarno, mengatakan proses distribusi dan vaksinasi COVID-19 di Jawa Timur telah berjalan dengan baik. Prosedur penyaringan perlu lebih diperkuat, agar dapat memastikan penerima vaksin dalam kondisi sehat. Untari mengatakan, kasus kematian tenaga kesehatan di Blitar, perlu disikapi secara bijak, terutama untuk melihat riwayat kesehatan dari tenaga kesehatan yang meninggal pasca menerima vaksin.

“Bagaimana yang bersangkutan juga menceritakan riwayat penyakit itu juga penting, sehingga pada posisi ini terkait dengan prosedur di screening, nanti lebih diperkuat lagi. Tapi yang lebih utama, saya ingin menyampaikan bahwa masyarakat harus percaya pada pemerintah, bahwa vaksin ini adalah jalan yang diberikan oleh pemerintah untuk membuat kita, lebih cepat pemulihan kesehatan di masa pandemi,” kata Sri Untari.

Continue Reading

Nasional

Pembangunan Masjid Agung Singkawang, Tema Desain Kopiah Nusantara

Published

on

Pembangunan Masjid Agung Singkawang, Tema Desain Kopiah Nusantara
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan, desain final arsitektur adalah hasil dari sayembara yang diikuti sekitar 70 peserta, bahkan ada peserta yang berasal dari Singapura. - Walkot Singkawang dan Gubernur Kalbar

Gencil News – Pembangunan Masjid Agung Singkawang sudah dimulai dengan ditandainya peletakan batu pertama oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji. Desain baru dari Masjid Agung Singkawang akan mengambil tema desainnya Kopiah Nusantara.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan, desain final arsitektur adalah hasil dari sayembara yang diikuti sekitar 70 peserta, bahkan ada peserta yang berasal dari Singapura.

Tema desain yang akan digunakan dalam renovasi adalah tema desain Kopiah Nusantara.

Dengan filosofis bahwa Kota Singkawang merupakan kota dengan multi etnik dan tingkat toleransinya yang tinggi.

Masjid Agung Nurul Islam dibangun pertama kali pada tahun 1986 yang memiliki luas 308 m2, Masjid yang terletak di Jalan Alianyang Singkawang, berada di depan Kantor Wali Kota Singkawang, dan masuk kategori Masjid Besar.

“Saya berharap agar pembangunan ini dapat berjalan lancar dalam 20 bulan kedepannya dapat digunakan kembali untuk saudara muslim khususnya kota singkawang” jelas Tjhai Chui Mie.

Masjid Agung nantinya dapat selain berfungsi tempat ibadah, merupakan salah tempat wisata religi yang ada di Kota Singkawang.

“Semoga dengan pembangunan Masjid Agung Nurul Islam ini dapat meningkatkan Iman dan Ketaqwaan kita semua kepada Allah SWT, Aamiin” pungkasnya

Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING