Satgas Saber Pungli Puji Data Analytic Room Pemprov Kalbar
Connect with us

Nasional

Satgas Saber Pungli Puji Data Analytic Room Pemprov Kalbar

Published

on

Data Analytic Room yang diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat pada bulan oktober 2019.

Gencil News – Pembangunan DAR (Data Analytic Room) bertujuan untuk menyediakan ruang penyajian data pembangunan sebagai dasar perencanaan dan kebijakan pemerintah. Termasuk untuk mendukung pengambilan keputusan oleh pimpinan.

Sutarmidji mengatakan dengan adanya DAR, Pemprov Kalbar berupaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel. Dengan demikian kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah terus meningkat. “Itulah tata kelola pemerintahan yang baik. Transparansi itu syarat utama,” katanya.

Satuan Tugas (Satgas) Saber Pungli Menkopolhukam Terkagum-kagum dan Mengapresiasi Gubernur Kalbar.

“Saya jujur selaku koordinator kelompok ahli satgas saber pungli Menkopolhukam terkagum-kagum ada upaya sistem aplikasi yang canggih yang diperkenalkan kami dari pak Gubernur Sutarmidji,” kata Adi Warman, SH, MH, MBA Rabu (12/2/2020) Data Analytic Room Kantor Gubernur Kalbar.

Adi warman juga mengatakan jika sistem ini kalau berjalan dengan maksimal itu sangat mengurangi atau resistensi. Karena dari ruangan ini bisa di kontrol sedemikian rupa. Jadi ini transparan sekali. jelasnya

“saya berharap daerah-daerah lain bisa meniru seperti ini,”

“Kami ini mutar keliling Indonesia melakukan supervisi dan monitoring, kordinasi setiap daerah kami datang khususnya tingkat Provinsi. Forkompinda tidak lengkap, tapi di Kalbar ini luar biasa, saya masuk ruangan ini, saya tunduk dan merenung langsung cair suasana. Ini menandakan bahwa daerah ini luar biasa, kepemimpinan Sutarmidji selaku kepala daerah luar biasa bisa menyatukan.

Ini tidak gampang, dibeberapa daerah mengalami kesulitan. Seperti sekarang terlihat pak Kajati disini, Pak Kapolda disini ikut mendampingi Gubernur Kalbar, ini jujur saja. Mungkin kerjaan beliau-beliau masih banyak, tapi karena ikatan batin dengan pak Gubernur ini luar biasa. ungkapnya

“saya apresiasi, ini akan jadi catatan kita di Jakarta,” Mungkin nanti akan diarahkan daerah lain untuk studi banding kesini, untuk melihat bahwa ini sesuatu yang menggembirakan untuk bangsa ini. mudah-mudahan ini tertular kemana-mana.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nasional

Sensus Penduduk 2020: Pria Lebih Banyak Daripada Wanita

Published

on

Sensus Penduduk 2020: Pria Lebih Banyak Daripada Wanita

Gencil News – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Sensus 2020 pada Kamis (21/1). Berdasarkan data yang dikeluarkan BPS dan Kementerian Dalam Negeri, total penduduk Indonesia pada tahun 2020 mencapai 271.349.889 jiwa.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, jumlah penduduk dihitung hingga Desember 2020. Dari hasil penghitungan sensus 2020 sampai September saja, jumlah penduduk Indonesia adalah 270.203.911 jiwa.

“Kenaikan jumlah penduduk yang tercatat itu terjadi karena adanya kenaikan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,14 persen dari bulan September ke Desember 2020. Setelah hasil Sensus Penduduk 2020 kita sinkronisasi, maka jumlah penduduk Indonesia per Desember 2020 adalah 271.349.889 jiwa,” kata Suhariyanto

Sensus 2020 menunjukkan jumlah pria lebih banyak daripada wanita. Rasio penduduk berdasarkan jenis kelamin adalah 100 penduduk perempuan untuk setiap 102 penduduk laki-laki. Data ini bertentangan dengan hasil sensus 20 tahun lalu.

“Dari total jumlah penduduk tersebut, jumlah penduduk perempuan mencapai 134.229.988 jiwa dan penduduk pria berjumlah 137.119.901 jiwa, serta ada 86.437.053 kartu keluarga,” ujar Suhariyanto.

Komposisi demografis berbasis gender di Indonesia menyesuaikan dengan keadaan dunia. Data Bank Dunia menunjukkan bahwa jumlah penduduk perempuan semakin menurun.

Pada tahun 2019, dari total penduduk 7,79 miliar di dunia, penduduk perempuan adalah 49,58%, sedangkan laki-laki adalah 50,42%.

Continue Reading

Nasional

Jokowi Pertimbangkan Opsi Vaksinasi Mandiri untuk Korporasi

Published

on

Jokowi Pertimbangkan Opsi Vaksinasi Mandiri untuk Korporasi
Seorang petugas medis menyiapkan dosis vaksin Sinovac untuk Covid-19 sebelum memberikannya kepada dokter di Jakarta, 19 Januari 2021. (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)

Gencil News – VOA – Presiden Joko Widodo mengungkapkan salah satu kunci kebangkitan perekonomian adalah vaksinasi massal Covid-19. Maka dari itu, guna mempercepat program vaksinasi Covid-19, pemerintah kemungkinan akan membuka opsi vaksinasi mandiri bagi perusahaan-perusahaan besar, untuk para karyawan mereka.

“Kemudian ada yang bertanya bagaimana mempercepat lagi? Banyak dari perusahaan, para pengusaha menyampaikan: ‘Pak bisa nggak kita vaksin mandiri?’ Ini yang baru kita akan putuskan. Karena apa, kita perlu mempercepat, perlu sebanyak-banyaknya apalagi biaya ditanggung oleh perusahaan sendiri, kenapa tidak?” ujar Jokowi dalam acara Peresmian Pembukaan Kompas 100 CEO Forum 2021, secara virtual dari Istana Negara, Jakarta, Kamis (21/1).

“Tetapi sekali lagi harus kita kelola isu ini dengan baik. Mungkin bisa diberikan asal merek vaksinnya berbeda, untuk tempat vaksin juga berbeda bisa dilakukan,” lanjutnya.

Menurut Jokowi, Indonesia mempunyai kapasitas yang mumpuni untuk melakukan program vaksinasi secara cepat. Dengan 30 ribu vaksinasitor, 10 ribu puskesmas, dan 3 ribu rumah sakit, Jokowi mengatakan seharusnya program vaksinasi massal Covid-19 ini bisa diselesaikan dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

“Negara lain nggak punya, puskesmas nggak punya, kita memiliki, yang setiap tahun juga melakukan vaksinasi imunisasi terhadap anak-anak kita. Oleh sebab itu terus kita dorong. Juga kesiapan vaksinnya jangan sampai terlambat. Ini kenapa pernah saya bilang sebetulnya tidak ada setahun harusnya vaksinasi kita yang bisa kita selesaikan, karena angka-angkanya yang kita hitung kita bisa,” jelasnya.

Usai rapat terbatas di Istana Negara, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah sedang menyiapkan regulasi terkait opsi vaksinasi Covid-19 secara mandiri bagi korporasi. Menurutnya, yang akan diatur salah satunya adalah pembelian vaksin oleh sektor-sektor industri tertentu.

“Dan itu akan diberikan kepada karyawan secara gratis juga. Jadi beberapa hal yang terkait teknis akan dipersiapkan dan itu juga dimintakan agar sumber daripada vaksinnya berbeda dari vaksin yang gratis,” ujar Airlangga.

Continue Reading

Nasional

Menkes Buka Peluang Vaksinasi Mandiri Kemungkinan Pada Bulan April

Published

on

Menkes Buka Peluang Vaksinasi Mandiri Kemungkinan Pada Bulan April

Menkes (Menteri Kesehatan) Budi Gunadi Sadikin membuka peluang untuk perusahaan melakukan vaksinasi corona mandiri kemungkinan pada bulan April 2021.

Sedangkan, Pemerintah sendiri masih tengah mengkaji perizinan supaya perusahaan bisa melakukan program vaksinasi secara mandiri bagi para pegawainya.

Hal ini guna mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional sehingga seluruh masyarakat bisa mendapat vaksin dengan cepat.

“Vaksin bukan hanya lindungi diri sendiri tapi untuk lindungi keluarga kita, tetangga kita dan melindungi seluruh rakyat Indonesia dan melindungi seluruh umat manusia di seluruh dunia,” kata Budi dalam video virtual, Kamis (21/1/2021).

Selanjutnya, Budi memastikan jadwal masyarakat umum atau publik untuk vaksinasi baru akan mulai pada akhir April atau Mei.

Sebab yang prioritas saat ini adalah tenaga kerja hingga pekerja layanan umum.

Adapun pada Januari-Februari vaksinasi corona akan kita jadwalkan untuk 1,4 juta tenaga kesehatan.

Selanjutnya 17 juta pekerja layanan masyarakat pada Maret-April, setelah itu menyusul 25 juta lansia.

“Jadi mohon pengertiannya Bapak/Ibu, kita akan melakukan penyuntikan untuk publik di akhir April sama Mei. Tolong juga dipahami dan di-share ke teman-teman bahwa dijaga tahapannya. Kalau kita mau loncat, tolong pikirkan dampaknya ke teman-teman yang lain,” tambahnya.

Continue Reading

TRENDING