Sejumlah Peretas China dan Rusia Serang Pangkalan Data KPU

Sejumlah Peretas China dan Rusia Serang Pangkalan Data KPU – Sejumlah peretas dari China dan Rusia menyerang pangkalan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam usaha mengacaukan pemilu presiden mendatang, demikian diungkapkan Ketua KPU Arief Budiman.

Sejumlah Peretas China dan Rusia Serang Pangkalan Data KPU
Sejumlah Peretas China dan Rusia Serang Pangkalan Data KPU

Sebagaimana diungkap Bloomberg, Arief mengatakan, serangan yang dilakukan para peretas itu termasuk usaha memodifikasi atau memanipulasi isi pangkalan data itu, seperti menciptakan daftar pemilih palsu.

Menurut Arief serangan itu tidak hanya dilakukan setiap hari tapi juga setiap jam. Ia mengungkapkan, tidak jelas apakah serangan itu ditujukan untuk mengacaukan Indonesia atau membantu salah satu kandidat untuk memenangkan pemilu. Namun, katanya, perilaku para pemilih bisa diubah bila legitimasi KPU diguncang.

Baca juga   Prabowo-Sandi Sampaikan Pidato Kebangsaan "Indonesia Menang"

“Mereka mencoba meretas sistem kami,” kata Budiman dalam sebuah wawancara di Jakarta pada hari Selasa. “Tidak hanya setiap hari. Hampir setiap jam, “katanya. Ia pu menambahkan tidak jelas apakah motifnya adalah” mengganggu Indonesia “atau untuk membantu salah satu kandidat menang. “Perilaku pemilih dapat diubah dengan melegitimasi penyelenggara pemilu,” katanya

Kementerian Luar Negeri China mengeluarkan pernyataan yang membantah tudingan Indonesia itu. Pernyataan itu mengatakan, Beijing tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain dan menentang keras peretasan.

Indonesia sejauh ini belum mengungkap bukti dugaan itu, tapi China mengatakan bersedia bekerjasama memerangi aksi peretasan itu kalau memang benar terjadi.

Rusia membantah melakukan serangan cyber di Indonesia. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, negaranya tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, khususnya proses pemilihan. “Kita tidak senang bila itu dilakukan terhadap negara kami dan kami tidak pernah melakukan itu,” kata Peskov kepada wartawan, Rabu (13/3).

Baca juga   Milton Yakin Pemekaran Terwujud
Penulis : Gencil News
Editor : Gencil News
Sumber : Gencil News