Connect with us

HEADLINE

Selama Pandemi Corona, Banyak Kebutuhan Anak Terabaikan

Published

on

Anak-anak adalah salah satu kelompok paling rentan terdampak wabah virus corona. Selama ini perhatian dan bantuan untuk anak masih sangat kurang, karena lebih banyak diberikan kepada masyarakat secara umum. 

Dampak pandemi virus corona tidak hanya dialami orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Hak anak untuk bersekolah tercerabut akibat wabah corona, sehingga anak harus ikut tinggal dan belajar di rumah.

Kondisi seperti ini menurut Direktur Eksekutif Yayasan Arek Lintang (ALIT), Yuliati Umrah, seringkali menempatkan anak pada urutan terbawah yang harus mendapatkan perhatian maupun bantuan.

Yayasan ALIT bersama sejumlah elemen masyarakat baru-baru ini menyalurkan perlengkapan pribadi dan kesehatan anak, seperti peralatan mandi, penyanitasi tangan, hingga permainan edukatif, sebagai bentuk perhatian pada anak yang selama ini belum banyak diperhatikan.

Sejumlah anak mendapatkan bantuan hygine kit for kid dan permainan edukatif di Surabaya, Jawa Timur, 19 Mei 2020. (Foto: Petrus Riski/VOA)
Sejumlah anak mendapatkan bantuan hygine kit for kid dan permainan edukatif di Surabaya, Jawa Timur, 19 Mei 2020. (Foto: Petrus Riski/VOA)

Kebersihan dan kesehatan anak perlu mendapat perhatian, karena anak termasuk kelompok rentan. Apalagi selama ini bantuan hanya untuk keluarga dan secara umum dewasa.

“Karena kita lihat semua orang sibuk dengan mencari sembako, oke itu bagus sekali. Tapi bagaimana dengan kebutuhan pribadi anak-anak, ini tidak ada yang menyentuh baik pemerintah maupun lembaga non-pemerintah,” kata Yuliati Umrah.

Yuliati mengatakan, selama pandemi corona, kesempatan anak untuk belajar dan bermain menjadi terhambat. Sementara, para orang tua tidak sepenuhnya mampu mendampingi anak-anak untuk belajar di rumah, maupun bermain bersama untuk mengatasi kebosanan.

Permainan edukatif, menurut Yuli, dapat menjadi salah satu sarana menghadirkan kegembiraan pada anak dan sekaligus mengurangi beban pikiran orang tua yang terdampak ekonomi akibat corona.

“Ketika anak di rumah, apa yang dilakukan, apa yang bisa disupport, jangan hanya bilang senang di rumah tapi apa dukungannya,” ujar Yuli.

Seorang pelajar SD sedang mengerjakan ujian dari rumah di masa pandemi corona, di Surabaya, 12 Mei 2020. (Foto: Petrus Riski/VOA)
Seorang pelajar SD sedang mengerjakan ujian dari rumah di masa pandemi corona, di Surabaya, 12 Mei 2020. (Foto: Petrus Riski/VOA)

Yuli memaparkan Yayasan ALIT memilih permainan tradisional agar anak-anak bisa bermain dengan ibunya atau dengan anak-anak tetangga.

“Karena ketika anak senang di rumah, bahagia di rumah dengan alat-alat itu, maka ini juga mengurangi beban stres orang tua karena kekurangan sumber ekonomi. Paling tidak, ketika anak-anak bahagia di rumah, kondisi keluarga juga jauh lebih optimis,” katanya.

Yuliati Umrah menambahkan kelompok Dasa Wisma di setiap kampung atau rukun warga (RW) perlu dioptimalkan, untuk bersama-sama saling mendukung agar tidak ada anak yang terlantar di sekitarnya, atau bahkan menjadi korban aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Menurut data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur, sedikitnya ada 401 laporan kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak selama Januari hingga April 2020. Data ini juga menyebut sebanyak 32 persen anak di Jawa Timur, tidak didampingi oleh orang tuanya selama pandemi corona ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur Andriyanto telah melakukan sejumlah upaya untuk mencegah dan mengadvokasi terjadinya kekerasan pada perempuan dan anak. Salah satunya dengan aktif memberikan informasi dan pengetahuan kepada anak maupun orang tua, untuk bersama-sama menjaga keluarga dari perilaku kekerasan.

Para pelajar sedang mengikuti pembelajaran di ruang komputer. (Foto: Petrus Riski/VOA)
Para pelajar sedang mengikuti pembelajaran di ruang komputer. (Foto: Petrus Riski/VOA)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), kata Andriyanto, mempunyai program yang dinamai “Sepuluh Aksi Berjarak, Bersama Jaga Keluarga Kita.” Program itu untuk memberi informasi-informasi yang baik dan menyejukkan untuk anak-anak.

“Kemudian mereka itu diberi konten-konten bagaimana bisa bercerita, kemudian dia bisa kerasan di rumah, bagaimana membina hubungan baik antara orang tua dengan anak, dan seterusnya. Jadi memang sementara kita memberikan informasi itu,” ujar Andriyanto.

Andriyanto juga mendorong adanya perhatian pada anak selama pandemi corona, salah satunya dengan pemberian nutrisi atau makanan bergizi melalui pendanaan yang ada di lintas sektor. Dengan tetap menjaga kondisi kesehatan dan nutrisi pada anak, diharapkan setiap keluarga mampu bertahan menghadapi pandemi corona.

“Ini yang kita harapkan dari dana desa dan sebagainya, bagaimana mampu supaya tidak lupa persoalan ini. Sebenarnya stunting ini kan sudah agak lama, tetapi jangan sampai melupakan,” ujarnya.

Ia menambahkan jangan sampai pandemi Covid-19 menjadi pembenaran untuk tidak memberikan makanan bergizi kepada anak.

“Kalau seandainya konsisten bahwa seluruh Indonesia itu, pastilah akan memberikan kepada anak itu berupa makanan terutama adalah protein hewani,” katanya.

Gaya Hidup

Awal Mula Interaksi Kucing dan Manusia

Published

on

Jauh sebelum kucing jadi kesayangan di Facebook dan YouTube, mereka telah berinteraksi dengan manusia sejak jaman purba.

Sebuah studi DNA yang menjangkau masa ribuan tahun yang lalu untuk melacak interaksi tersebut dan menemukan dua bukti penyebaran yang utama dari kawasan Timur Tengah, dimana orang terbukti membawa kucing bersama mereka. Jejak genetik kucing ditemukan dalam perjalanan itu dan masih tampak pada jenis kucing yang ada pada zaman modern.

Para peneliti menganalisa DNA dari 209 kucing purba yang berasal dari zaman setua 9.000 tahun yang lalu yang berasal dari Eropa, Afrika, dan Asia, termasuk beberapa mumi kucing purba asal Mesir.

“Mereka saksi langsung tentang situasi di masa lampau,” ujar Eva-Maria Geigl dari the Jacques Monod Institute di Paris. Ia bersama koleganya yang juga meneliti 28 kucing liar modern dari Bulgaria dan Afrika bagian timur.

Ini adalah indikasi terkini dari kisah yang rumit tentang kucing-kucing yang sudah dijinakkan. Mereka keturunan dari kucing-kucing liar yang belajar untuk hidup di tengah manusia dan jadi lumayan jinak – meskipun beberapa pemilik kucing saat ini mengatakan, mereka tampaknya tidak begitu suka berada di lingkungan manusia.

Proses penjinakkan kemungkinan berawal dari masa 10.000 tahun yang lalu ketika orang mulai menetap di kawasan Bulan Sabit Subur, kawasan berbentuk lengkungan yang mencakup pantai timur Laut Mediterranea dan daratan sekitar sungai Tigris dan Eufrat. Mereka menyimpan gandum, sehingga menarik hewan pengerat, yang akhirnya menarik kucing-kucing liar. Hewan-hewan yang ada di tumpukan sampah tampaknya telah menarik mereka juga. Seiring dengan berjalannya waktu, kucing-kucing liar ini beradaptasi pada lingkungan yang dibangun oleh manusia dan membiasakan diri untuk berkeliaran di sekitar manusia.

Studi sebelumnya menemukan seekor kucing yang dimakamkan di samping manusia sekitar 9.500 tahun yang lalu di Siprus, dimana tidak ada kucing yang asli berasal dari pulau itu. Ini adalah indikasi bahwa kucing dibawa dengan perahu dan hewan itu memiliki ikatan khusus dengan orang itu, ujar para peneliti.

Kucing jelas-jelas sudah dijinakkan pada masa sekitar 3.500 tahun yang lalu, dimana pada lukisan tampak kucing ditempatkan di bawah kursi. Ini menunjukkan bahwa saat itu, “kucing sudah jadi bagian dari rumah tangga,” ujar Geigl.

Namun secara keseluruhan proses penjinakkan sulit dilacak oleh para ilmuwan, sebagian karena tengkorak fosil tidak menunjukkan apabila kucing tersebut kucing liar atau sudah dijinakkan.

Lebih mudah untuk membedakan anjing, hewan yang pertama kali kita jinakkan, dari nenek moyang serigalanya. Anjing berevolusi dari serigala dan mulai berinteraksi dengan manusia bahkan sebelum adanya budaya bertani, kemungkinan tertarik oleh sisa-sisa makanan yang ditinggalkan manusia.

Studi baru melacak penyebaran penanda DNA kucing yang bersifat spesifik yang menembus jarak waktu yang panjang, sebuah tanda bahwa orang telah membawa kucing bersama mereka. Hasilnya dirilis hari Senin oleh jurnal Nature Ecology & Evolution.

Studi ini “memperkuat dan menyempurnakan hasil karya sebelumnya,” ujar Carlos Driscoll dari the Wildlife Institute of India. Pengambilan sampel yang bersifat ekstensif dari DNA kucing yang melacaknya hingga ke jaman kuno belum pernah dilakukan, ujarnya.

Para peneliti juga mengamati varian genetik yang menghasilkan bulu dengan pola yang tidak teratur khas kucing modern yang sudah jinak, ketimbang garis-garis menyerupai harimau yang ada pada sepupunya yang masih liar. Pola ini muncul lebih sering pada sampel-sampel yang berasal dari masa sesudah tahun 1300 ketimbang masa sebelumnya, yang sesuai dengan bukti lain bahwa tanda garis-garis pada bulu kucing menjadi sesuatu yang biasa mulai tahun 1700 dan orang mulai mengembang biakkan kucing untuk penampilannya mulai tahun 1800-an.

Berbeda dengan kuda, usaha untuk menjinakkan kucing termasuk terlambat, yang dikembang biakkan untuk tampilannya sejak awal, ujar Geigl.

Fokus sebagian besar studi adalah pada penyebaran kucing pada zaman purba. Pada sampel DNA yang dianalisa, satu jejak genetik yang pertama kali adalah di Turki sisi Asia – dan kemungkinan dahulunya dibawa oleh kucing yang berasal dari kawasan Bulan Sabit Subur – muncul lebih dari 6.000 tahun yang lalu di Bulgaria.

Ini adalah indikasi bahwa kucing telah dibawa kesana dengan perahu ketika para petani pertama melakukan kolonisasi benua Eropa, ujar Geigl. Indikasi ini juga tampak pada masa lebih dari 5.000 tahun yang lalu di Rumania, juga pada masa sekitar 3.000 tahun yang lalu di Yunani.

Jejak genetik kedua, pertama kali muncul di Mesir, telah mencapai Eropa antara abad ke satu dan kelima, sebagaimana ditunjukkan oleh sampel yang berasal dari Bulgaria. Jejak yang berasal dari bandar perdagangan Viking di Eropa utara berasal dari abad ketujuh, dan sampel yang berasal dari Iran berasal dari abad ke delapan.

Menyebarnya kucing di sepanjang Mediterranea kemungkinan dipicu oleh manfaatnya dalam mengendalikan hama pengerat dan hama lainnya di kapal, ujar para peneliti. [ww]

Continue Reading

Gaya Hidup

Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat

Published

on

Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat
Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat
Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat

Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat-Penelitian menunjukkan, optimistis memiliki manfaat kesehatan yang nyata. Optimistis adalah pondasi kesehatan mental yang akan menunjang kesehatan fisik. Bahkan, lebih dari 100 studi mengkonfirmasi gagasan bahwa sikap optimis dapat memberikan harapan kesehatan mental yang lebih baik selama hidup.

Optimis merupakan sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan. Optimisme dapat juga diartikan berpikir positif. Jadi optimisme lebih merupakan paradigma atau cara berpikir.

Sikap optimis sering dianggap sebagai bentuk naif penyelesaian masalah. Pasalnya, optimistis lebih mudah untuk diucapkan ketimbang dijalankan. Namun, ternyata optimistis tidak hanya memberikan efek dalam jiwa manusia, tetapi juga untuk raganya.

Optimis menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan anda. Apapun yang pikiran anda harapkan, pikiran positif akan mewujudkannya.

Secara umum, orang yang optimis telah menunjukkan kondisi kesehatan yang lebih baik daripada mereka yang pesimis. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa orang yang pesimis lebih rentan menderita penyakit menular, memiliki masalah kesehatan yang buruk, dan mengalami kematian dini.

Banyak orang percaya bahwa optimis adalah sifat bawaan. Nyatanya, banyak cara untuk menjadi orang yang lebih optimis. Salah satu cara paling sederhana adalah dengan menghilangkan anggapan negatif pada diri sendiri dan meningkatkan pikiran positif.

Meskipun ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, dengan latihan, ketekunan, dan kemauan, cara ini akan berhasil. Tidak hanya itu, menghargai kesehatan diri dengan tidur yang cukup dan makan makanan sehat, akan membantu menaikkan tingkat optimistis.

Sikap mencerminkan dari kepribadian seseorang, dan pikiran memberi peran yang besar terhadap sikap seseorang. Itulah mengapa berpikir positif membuat perbedaan besar dalam hidup kita. Sikap yang baik dimulai dengan berpikir positif. Berpikir positif memiliki peran penting dalam pembentukkan setiap individu.

Kekuatan berpikir positif merupakan unsur yang terpenting dalam menciptakan jenis kehidupan dan dapat membantu Anda untuk mengatasi situasi stres dan mengubah hidup  jauh lebih baik.

Continue Reading

HEADLINE

Pentingnya Vitamin dan Mineral Dalam Tubuh

Published

on

Setiap hari tubuh Anda menghasilkan kulit, otot, dan tulang. Ini menghasilkan darah merah yang kaya yang membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh dan mengirimkan sinyal saraf melompati ribuan mil jalur otak dan tubuh.

Ini juga merumuskan pembawa pesan kimia yang berpindah dari satu organ ke organ lainnya, mengeluarkan instruksi yang membantu mempertahankan hidup Anda.

Salah satu cara mempertahankan sistem imun tubuh adalah dengan memenuhi asupan mineral dan vitamin untuk daya tahan tubuh. Namun, tentunya Anda perlu mengonsumsi mineral dan vitamin lainnya yang juga dibutuhkan oleh tubuh.

Konsumsilah berbagai variasi makanan sehat, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, daging, dan biji-bijian. Terapkan pola makan dengan nutrisi dan gizi yang imbang. Apabila Anda memiliki masalah dalam pola makan atau kekurangan vitamin atau mineral tertentu, konsultasikan dengan dokter.

Tetapi untuk melakukan semua ini, tubuh Anda memerlukan beberapa bahan mentah. Ini termasuk setidaknya 30 vitamin, mineral, dan komponen makanan yang dibutuhkan tubuh Anda tetapi tidak dapat diproduksi sendiri dalam jumlah yang cukup.

Vitamin dan mineral dianggap nutrisi penting — karena bertindak bersama, mereka melakukan ratusan peran dalam tubuh. Mereka membantu menopang tulang, menyembuhkan luka, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Mereka juga mengubah makanan menjadi energi, dan memperbaiki kerusakan sel.

Vitamin dan mineral adalah nutrisi penting karena mereka melakukan ratusan peran dalam tubuh. Ada garis tipis antara cukup mendapatkan nutrisi ini (yang sehat) dan terlalu banyak (yang akhirnya dapat membahayakan Anda). Makan makanan yang sehat tetap merupakan cara terbaik untuk mendapatkan vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup yang Anda butuhkan.

Vitamin membantu tubuh Anda tumbuh dan bekerja sebagaimana mestinya. Vitamin memiliki pekerjaan yang berbeda dengan mineral, vitamin membantu Anda melawan infeksi, menjaga kesehatan saraf Anda, dan membantu tubuh Anda mendapatkan energi dari makanan atau darah Anda agar membeku dengan baik.

Sedangkan Mineral membantu menjaga fungsi tubuh Anda. Beberapa mineral, seperti yodium dan fluorida, yang dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil. sedangkan seperti kalsium, magnesium, dan kalium, dibutuhkan dalam jumlah yang lebih besar. Seperti halnya vitamin, jika Anda makan makanan yang bervariasi, Anda mungkin akan mendapatkan cukup banyak mineral.

Continue Reading

TRENDING