Tingkat Positif Covid-19 Indonesia 3 Kali Lipat Standar WHO
Connect with us

Nasional

Tingkat Positif Covid-19 Indonesia 3 Kali Lipat Standar WHO

Published

on

Tingkat Positif Covid-19 Indonesia 3 Kali Lipat Standar WHO
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam telekonferensi pers di Istana Presiden , Jakarta, Selasa (6/10) mengatakan positivity rate di Indonesia tiga kali lipat dari standar WHO (Setpres RI)

Gencil News – VOA – Kasus terkonfirmasi positif virus corona di Tanah Air terus melonjak, bahkan kini tiga kali lipat dari standar Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO).

Juru bicara satuan tugas (Satgas) penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan jumlah kasus COVID-19 di Indonesia terus naik dari waktu ke waktu. Hal ini dibuktikan dengan tingkat positif COVID-19 di Indonesia yang mencapai 16,11 persen.

“Hal yang menjadi tantangan adalah positivity rate atau tingkat positif. September positivity rate di Indonesia mencapai 16,11 persen atau tiga kali lebih besar dari standar yang ditetapkan oleh WHO yaitu lima persen,” ungkap Wiku dalam telekonferensi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/10).

Angka tersebut, kata Wiku harus terus ditekan dengan cara tiga T yakni memperbanyak testing, treatment, dan juga tracing. Tidak lupa ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan.

Wiku menjelaskan, jika dibandingkan dengan dunia, Indonesia menduduki peringkat ke-137 dari 216 negara dengan jumlah kasus di atas 1.120 per satu juta penduduk.

“Artinya jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, jumlah kasus di Indonesia masih lebih sedikit dari 78 negara lainnya di dunia,” katanya.

Sedangkan untuk jumlah kematian, Indonesia berada di peringkat 102 dari 216 negara dengan jumlah kematian di atas 41 per satu juta penduduk. Meskipun peringkat ini dinilai Wiku cukup baik, namun pemerintah terus berupaya keras untuk menekan angka kematian.

“Untuk kasus sembuh, Indonesia menduduki peringkat 19 dari 216 negara dengan total keseluruhan mencapai 232.593 orang. Kesembuhan ini harus terus kita tingkatkan. jangan berpuas diri dengan peringkat yang baik,” imbuhnya.

Kasus Aktif Corona di Indonesia di Bawah Rata-Rata Global

Jumlah kasus aktif COVID-19 di Indonesia sampai dengan saat ini mencapai 63.365 atau 20,4 persen. Angka tersebut sedikit di bawah rata-rata kasus aktif global yang mencapai 21,8 persen.

Untuk kasus sembuh, sejauh ini sudah mencapai 236.437 atau 76 persen. Jumlah ini sudah di atas rata-rata kasus sembuh global yang mencapai 75,2 persen.

Namun, rata-rata kasus meninggal masih terus naik. Tercatat angka kematian kumulatif mencapai 11.374 atau 3,7 persen. Jumlah ini masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata kematian dunia yang mencapai 2,92 persen.

Kasus Corona Turun 7,4 Persen Dalam Sepekan

Dalam kurun waktu satu minggu, kasus COVID-19, kata Wiku turun 7,4 persen. Beberapa wilayah dengan kenaikan kasus positif mingguan pun berbeda dengan pekan sebelumnya.

Adapun lima provinsi dengan penambahan kasus positif terbesar selama sepekan adalah Maluku (152 kasus), Riau (131 kasus), Gorontalo (107 kasu), Sulawesi Barat (99 kasus) dan Aceh (97 kasus).

“Ini artinya bagi Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Sumatera Barat dan Jawa Tengah yang minggu lalu masuk ke dalam lima besar seluruhnya dapat menekan angka kasusnya dengan baik bahkan mengalami penurunan jumlah kasus mingguan. kami apresiasi kepada lima provinsi ini dan jangan berpuas diri, tetap tekan kasus terus angka kasusnya hingga tidak ada penambahan kasus sama sekali,” jelasnya.

Sejalan dengan perkembangan kasus positif, jumlah kematian pada pekan ini juga menurun 7,7 persen dari pekan sebelumnya. Adapun provinsi yang sudah berhasil menekan angka kematian adalah Jawa Tengah, Banten, dan Riau.

Meski kasus positif dan angka kematian menurun dalam pekan ini, angka kesembuhan juga menurun sebanyak 0,9 persen.

Lima provinsi dengan kenaikan angka kesembuhan terbanyak adalah Sulawesi Selatan (894), Riau (471), Sumatera Utara (294), Sumatera Selatan (207) dan Bali (180).

Zona Risiko Tinggi COVID-19 Menurun

Berdasarkan peta zonasi risiko per 4 Oktober,telah terjadi penurunan jumlah zona risiko tinggi atau merah dari 62 menjadi 54 kabupaten/kota. Sedangkan untuk zona risiko sedang atau orange naik tipis menjadi 307 dari semula 305 kabupaten/kota.

Zona kuning atau daerah dengan risiko rendah juga mengalami kenaikan dari 112 menjadi 121 kabupaten/kota.

“Sedangkan untuk zona hijau atau wilayah dengan tidak ada kasus baru semakin menurun, dari sebelumnya 19 menjadi 17 kabupaten/kota,” paparnya. Wilayah yang tidak terdampak virus corona juga menurun dari semula 16 menjadi 15 kabupaten/kota.

Jumlah Testing PCR Mendekati Standar WHO

Perlahan namun pasti, jumlah testing PCR per minggunya terus meningkat. Wiku mengungkapkan pada pekan pertama di Oktober ini, jumlah testing PCR di tanah air sudah mencapai 70,13 persen dari target yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Kita harus kejar terus sehingga benar-benar dapat mencapai 100 persen target dari WHO yakni 267.000 orang yang dites per minggu,” kata Wiku.

Sepuluh Kandidat Vaksin COVID-19 di Dunia Masuk Tahap III Uji Klinis

Perkembangan uji coba vaksin COVID-19 di seluruh dunia terus dilakukan. Berdasarkan informasi dari WHO Draft Landscape of Covid-19 Vaccine Candidate yang diperbarui per (2/10), ujar Wiku,sudah ada sepuluh vaksin corona di dunia, yang masuk dalam tahap III uji klinis.

“Yang masuk fase III tersebut adalah Sinovac, Wuhan Institute of Biological Products atau Sinopharm, Janssen Pharmaceutical Companies (Johnson & Johnson Group), Cansino Biologics Incorporation atau Beijing Institute of Biotechnology, Gamaleya Research Institute, BioNtech atau Fosun Pharma Pfizer, University of Oxford atau AstraZeneca, Novavax, Moderna atau NIAID, Beijing Institute of Biological Products atau Sinopharm,” jelas Wiku.

Adapun kandidat vaksin yang sudah mengadakan kerja sama dengan Indonesia di antaranya adalah Sinovac yang bekerja sama dengan PT Bio Farma (persero) yang telah memasuki uji klinis tahap III di Bandung, Jawa Barat. Kemudian, Sinopharm yang saat ini sedang mengadakan kerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA).

“Di mana uji klinis fase III sedang berlangsung dengan target subjek 22.000 orang. Kerja sama dengan pemerintah Indonesia melalui PT Kimia Farma yang bekerja sama dengan G42 di UEA,” jelasnya.

Ketiga, Genexine di Korea yang bekerja sama dengan PT Kalbe Farma dan telah memasuki uji klinis fase I dan IIA di Korea.

“Selain kerja sama multilateral, pemerintah Indonesia terus mendorong pengembangan vaksin dalam negeri seperti konsorsium pengembangan vaksin merah putih yang dipimpin lembaga biologi molekuler Eijkman dan Kemenristek,” paparnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nasional

Sri Mulyani Berupaya Agar APBN Tetap Sehat Ditengah Pandemi

Published

on

Sri Mulyani Berupaya Agar APBN Tetap Sehat Ditengah Pandemi
Sumber Foto : istimewa/ Sri Mulyani

Sri Mulyani menyampaikan bahwa pemerintah akan terus berupaya menjaga anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) agar tetap sehat.

Sri Mulyani menegaskan hal itu harus karena APBN bekerja sangat keras untuk membantu meringankan dampak pandemi yang menerpa masyarakat.

Dalam acara Grand Final The Asset Manager 2020 Jakarta, Selasa (24/11) menkeu menyampaikan.

APBN mengalami tekanan, tapi Alhamdulillah selama ini APBN kita jaga untuk sehat.

Sehingga saat kita harus menghadapi Covid-19, kita masuk dalam kondisi sehat

Menkeu mencontohkan, untuk bidang kesehatan APBN berfungsi dalam pengadaan seperti:

Test, tracing, treatment, insentif bagi para tenaga medis, penyediaan APD, obat-obatan, hingga alat ventilator.

APBN juga memberikan dukungan kepada 37 juta keluarga mendapatkan bantuan langsung baik dalam bentuk tunai atau sembako.

APBN turut membantu lebih dari 35 juta keluarga dari sisi tagihan listriknya baik diskon sebesar 50 persen hingga 100 persen.

Selanjutnya, lebih dari 20 juta pegawai berpendapatan di bawah Rp 5 juta mendapat subsidi upah termasuk untuk para guru honorer.

Kemudian, APBN membantu kegiatan belajar dan mengajar para siswa dan guru melalui daring sehingga kami sediakan internet gratis bagi lebih dari 50 juta bagi siswa, guru, dan dosen.

Tak hanya itu anggaran belanja negara juga membantu lebih dari 20 juta UMKM mulai dari dalam bentuk bantuan produktif.

Hingga relaksasi pembayaran cicilan karena penerimaannya tidak banyak, sedangkan biaya meningkat akibat adanya pembatasan sosial.

Sri Mulyani menambahkan, Dunia usaha mengalami beban yang luar biasa. Pemerintah dan masyarakat mengalami beban yang luar biasa.

maka dalam hal ini instrumen fiskal memberikan banyak sekali dukungan.

Defisit APBN hingga akhir Oktober 2020 adalah sebesar Rp764,9 triliun atau 4,67 persen dari target Perpres 72/2020 Rp1.039 triliun atau 6,34 persen dari PDB.

Hal itu akibat dari realisasi penerimaan negara yang hingga Oktober hanya sebesar Rp1.276,9 triliun

Dan lebih rendah dibandingkan realisasi belanja yang telah mencapai Rp2.041,8 triliun.

Continue Reading

Nasional

Perludem Temukan Iklan Kampanye Pilkada Berbayar di Medsos di Luar Jadwal

Published

on

Perludem Temukan Iklan Kampanye Pilkada Berbayar di Medsos di Luar Jadwal
Seorang pria berjalan di depan logo-logo media sosial di Jakarta Convention Center, Jakarta, 16 Meii 2016. (Foto: Reuters)

Gencil News – VOA – Perludem menemukan 5.675 iklan berbayar dengan nilai lebih dari Rp1,8 miliar di media sosial terkait dengan Pilkada 2020. Iklan tersebut dilakukan di luar jadwal yang telah disusun Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Organisasi nirlaba Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menemukan ada 12.291 iklan berbayar di platform Facebook tentang sosial, pemilu dan politik sepanjang 4 Agustus hingga 9 November 2020. Sebanyak 5.675 iklan di antaranya berkaitan dengan Pilkada 2020 yang diiklankan oleh 159 akun dengan nilai lebih dari Rp1,8 miliar.

Penayangan iklan kampanye di media sosial semestinya dilaksanakan 14 hari sebelum dimulainya masa tenang atau dari 22 November-5 Desember 2020. Hal itu diatur dalam Peraturan KPU 11/2020 tentang Kampanye Pilkada Pasal 47 ayat 6. Peneliti Perludem, Mahardhika, mengatakan penayangan iklan kampanye di luar jadwal tersebut berpotensi dianggap sebagai pelanggaran pidana.

“Perludem juga menemukan beberapa berita atau disinformasi, terutama di iklan yang berbayar. Perludem punya kepedulian terhadap iklan kampanye yang berbayar karena dia menargetkan warga yang sesuai target,” jelas Mahardhika dalam diskusi daring, Minggu (22/11).

Perludem memantau iklan berbayar di media sosial dengan metode penargetan karena dapat memanipulasi kecenderungan pilihan politik pengguna media sosial. Sementara bagi partai dan kandidat, metode penargetan iklan kampanye berbayar dapat menguntungkan mereka yang memiliki dana kampanye lebih besar. Ini juga dapat menahan ide-ide politik dari partai dan kandidat dengan dana kampanye yang kecil.

Lima daerah dengan jumlah iklan kampanye berbayar terbanyak, yaitu Sulawesi Tengah (834 iklan), Makassar (560 iklan), Surabaya (364 iklan), Sidoarjo (339 iklan), dan Kalimantan Tengah (329 iklan).

Mahardhika menambahkan lembaganya juga menemukan sejumlah risiko pelanggaran di media sosial, seperti kampanye hitam, politik identitas, hingga penggunaan robot dalam kampanye. Namun, kata dia, masih ada celah regulasi untuk mengatasi risiko ini karena Undang-undang Pilkada 2020 tidak mengatur jelas tentang pelanggaran di media sosial.

“Regulasi itu belum memadai untuk menanggulangi risiko ini. Undang-undang Pilkada di Pasal 69 itu lebih banyak soal larangan kampanye secara umum seperti mempersoalkan dasar negara dan menghina seseorang, agama, ras dan golongan,” tambah Dhika.

Dhika menjelaskan lembaganya bersama sejumlah organisasi telah menyusun pedoman etik kampanye politik di media sosial untuk Pilkada 2020 untuk mengatasi celah regulasi tersebut. Pedoman etik ini berisi imbauan kepada partai, kandidat, perusahaan media sosial, dan penyelenggara Pilkada 2020. Isinya antara lain mengenai komitmen untuk menyebarkan informasi yang benar dan melaporkan dana kampanye secara jujur.

Anggota Bawaslu RI Divisi Hukum, Fritz Edward Siregar, mengatakan lembaganya telah bekerja sama dengan sejumlah lembaga untuk menindaklanjuti sejumlah persoalan di media sosial dalam Pilkada 2020. Lembaga-lembaga tersebut antara lain Kementerian Komunikasi dan Informatika, kepolisian, dan perusahaan media sosial. Bawaslu juga menemukan 105 akun yang sudah beriklan di media sosial di luar jadwal yang telah ditetapkan KPU.

“Apakah itu masuk kategori pidana, tidak bisa, karena itu masih perdebatan karena tidak diatur di Pasal 65 Undang-undang Pilkada. Tapi kalau kita mengacu pada PKPU 13/2020 sudah jelas mengatakan ada iklan di media sosial,” ujar Fritz Siregar, Minggu (22/11).

Fritz menambahkan lembaganya juga menemukan 38 isu hoaks tentang Pilkada 2020. Hingga 18 November 2020, Bawaslu telah memeriksa 380 tautan internet dan telah merekomendasikan 182 unggahan di media sosial untuk diturunkan. Menurut Fritz, persoalan Pilkada 2020 di media sosial merupakan tanggung jawab semua pihak karena ranahnya yang luas.

Sementara Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengapresiasi pedoman etik yang disusun Perludem dengan sejumlah lembaga. Ia berharap pedoman ini dapat menjadi masukan untuk penyempurnaan pemilu mendatang.

“Kami mengapresiasi, selain upaya yang dilakukan penyelenggara, maka peran masyarakat sipil menjadi penting. Karena media sosial sangat luas cakupannya dan pesat perkembangannya,” jelas Raka Sandi, Minggu (22/11/2020).

Raka Sandi menuturkan lembaganya juga telah menghimpun akun-akun resmi media sosial yang telah didaftarkan tim kampanye para pasangan calon. Ia berharap akun-akun tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam penyampaian visi, misi dan program kerja pasangan calon di tengah keterbatasan pandemi corona. 

Continue Reading

Bisnis

Mau Lancar Bertransaksi? Pakai Mobile Banking Bank Kalbar Aja!

Published

on

Mau Lancar Bertransaksi? Pakai Mobile Banking Bank Kalbar Aja!

Gencil News- Kini layanan perbankan banyak menggunakan teknologi digital banking demi kelancaran bertransaksi serta memanfaatkan momen perkembangan teknologi. Bank Kalbar melalui Fitur Mobile Banking memudahkan dalam bertransaksi.

Selanjutnya, Jika mau bayar apa saja kebutuhan sehari hari bisa melalui Mobile Banking Bank Kalbar. Layanan transaksi yang tersedia dalam menu semua ada.

seperti tagihan listrik, uang kuliah, asuransi, internet, BPJS, hingga membayar pajak daerah bisa melalui aplikasi mobile banking Bank Kalbar.

Layanan mobile banking benar-benar cocok dengan kebutuhan masyarakat modern yang identik dengan kesibukan yang memakan banyak waktu dan tenaga.

Cukup dengan menggunakan Smatphone seorang nasabah tetap bisa melakukan transaksi perbankan tanpa harus mengunjungi bank.

Dengan adanya layanan ini, baik pihak nasabah maupun pihak bank sama-sama akan mendapat keuntungan.

Fitur yang sederhana membuat mobile banking bank kalbar sangat mudah untuk dimengerti.

Tunggu apalagi segera aktifkan M-Banking Bank Kalbar. Caranya gampang banget. Bagi pengguna android. Anda tinggal masuk ke Play Store kemudian tuliskan “Bank Kalbar” pada kolom pencarian. Unduh dan segera lakukan aktivasi.

Demikian juga, jika anda pengguna iOS masuk melalui Apple Store dan klik kolom pencarian tuliskan “Bank Kalbar” Unduh dan segera lakukan aktivasi.

Syarat dan Ketentuan

Nasabah harus memiliki kartu ATM Bank Kalbar

Menjaga kerahasian PIN dan KATA KUNCI Mobile Banking

Pembuatan kata kunci menggunakan kombinasi angka dan huruf minimal 6 digit

Smartphone yang dapat mengakses aplikasi Mobile Banking harus compatible dan memiliki Paket Data Internet

Platform Smartphone yang didukung, sebagai berikut:
1. Berbasis IOS minimal versi 7.0
2. Berbasis Android minimal versi Ice Cream Sandwich

Lupa kata kunci, akan direset jika terjadi kesalahan menginput kata kunci sebanyak 5 kali

Mengganti Smartphone, maka nasabah harus menginstal ulang aplikasi dan mengirim SMS

Jika mengganti SIMCARD, maka harus registrasi ulang di Customer Service Bank Kalbar

Smartphone rusak atau hilang nasabah melaporkan ke Kantor Cabang/Capem Bank Kalbar terdekat untuk mengisi formulir keluhan nasabah.

Continue Reading

TRENDING