Connect with us

Headline

Wajib Anda Ketahui Pencairan Dana Desa Tahap 2 Sebesar 40%

Published

on

Gencil News – Pada tahun 2020, dana Desa mencapai Rp72 triliun. Nantinya setiap desa akan menerima dana Rp960,59 juta per desa atau meningkat dari tahun 2019 yang mencapai Rp933,92 juta per desa.

Penyaluran dana desa formatnya tahap 1 sebesar 40 persen yang dicairkan Januari, pada tahap II dicairkan sebesar 40 persen pada bulan Maret dan tahap III akan disalurkan pada bulan Juli sebesar 20 persen.

Rata-rata di tahap I dengan persentase 40 persen, desa akan menerima rata-rata Rp384,24 juta. Bila dibandingkan dengan pencairan 20 persen tahap pertama tahun 2019, desa hanya menerima rata-rata Rp186,78 juta.

Dialokasikan dana desa ini dengan memperhatikan aspek kemiskinan dan kinerja desa, yang tercermin dalam perubahan formula alokasi dana desa berupa adanya Alokasi Kinerja dan perubahan bobot pengalokasian, sehingga menjadi Alokasi Dasar (69 persen), Alokasi Afirmasi (1,5 persen), Alokasi Kinerja (1,5 persen), dan Alokasi Formula (28 persen).

Hal ini dilakukan untuk memantapkan Dana Desa sebagai salah satu instrumen untuk memperbaiki kualitas dan pemerataan layanan publik antardesa, memajukan perekonomian desa, dan mengurangi kemiskinan.

Dijelaskan, untuk dana transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang difokuskan untuk mendukung akselerasi peningkatan SDM, infrastruktur, dan daya saing daerah.

Untuk mendukung hal tersebut, penyaluran TKDD Tahun Anggaran (TA) 2020 telah didesain berbasis kinerja dan dilakukan percepatan dengan transfer langsung sesuai ketentuan perundangan untuk mempercepat pemanfaatan dana dan pencapaian output/outcome, menghindari dana idle, memperkuat sinergi, baik antar Kementerian/Lembaga maupun antara Pusat dan Daerah, dengan tetap menjaga tata kelola dan akuntabilitas.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Headline

10 Negara Bagian Dengan Mutu Pendidikan Terbaik di Amerika

Published

on

10 Negara Bagian Dengan Mutu Pendidikan Terbaik di Amerika

Gencil News – 10 Negara Bagian Dengan Mutu Pendidikan Terbaik di Amerika menjadi sorotan Majalah US NEWS and World Report. Majalah ini melansir 10 negara bagian di amerika yang memiliki mutu pendidikan dan lingkungan terbaik pada tingkat perguruan tinggi.

Bagi banyak orang, belajar di perguruan tinggi Amerika masih dianggap sebagai suatu hal yang bisa menunjang karir mereka.

Coba saja lihat latar belakang pejabat yang ikut dalam pemerintahan Indonesia yang sekarang ataupun yang dulu. Lalu dimana universitas terbaik di Amerika Serikat?

Berikut ini adalah 10 negara bagian itu, dimulai dari yang paling bawah

10. Utah

Negara bagian Utah, di barat Amerika penduduknya hanya 3,1 juta orang, dan sekitar 44 persen dari mereka tamatan universitas.

Utah dengan ibukota Salt Lake City juga adalah markas kelompok Kristen yang beraliran Mormon.

Di negara bagian ini juga terdapat danau air asin yang terbesar di belahan bumi bagian barat, dan karena itulah ibukotanya bernama Salt Lake City.

Kalau terdaftar sebagai penduduk negara bagian itu, ongkos kuliahnya cukup murah, hanya AS$6.334 per tahun.

9.  Iowa

Iowaberada di barat-tengah Amerika. Jumlah penduduknya juga sekitar tiga juta orang, dan 41 persen warganya tamatan perguruan tinggi.

Terkenal dengan industri pertanian, Iowa adalah penghasil daging babi paling besar di Amerika, disusul daging sapi dan daging ayam. Ongkos kuliahnya AS$8.361 per tahun.

8. Vermont ….

Continue Reading

Headline

Rio Koeswan, Pria Asal Bali Yang Berprestasi di Dunia Animasi

Published

on

Rio Koeswan, Pria Asal Bali Yang Berprestasi di Dunia Animasi-Belum lama ini, pria asal Bali, Rio Koeswan, bersama timnya di studio animasi Jam Filled Entertainment yang berlokasi di Ontario, Kanada, berhasil meraih penghargaan di ajang Daytime Emmy Awards di Amerika untuk kategori serial animasi kanak-kanak atau “Outstanding Children’s Animated Series” atas penggarapan serial televisi di jaringan Nickelodeon, bertajuk, “the Loud House.”

“Nickelodeon adalah klien kita di Amerika. Semua kerjaan kita di sini biasanya kliennya dari Amerika. “The Loud House itu kemarin menang di Emmy Awards. Jadi yang menang adalah (musim tayang ke-4),” jelas Rio Koeswan.

Hobi menonton film kartun dan menggambar sejak masih berumur empat tahun ternyata menjadi salah satu faktor yang mendorong Rio Koeswan untuk terjun ke industri animasi. Kini di studio Jam Filled Entertainment, Rio menjabat sebagai layout supervisor.

Layout adalah latar belakang. Jadi latar belakang yang belum diwarnakan. Jadi misalnya, programnya pakai Photoshop, jadi untuk kita menggambar, misalnya sebuah pohon atau rumah atau mobil yang (hitam dan putih) ya itu namanya layout,” jelas Rio Koeswan.

Pria yang lahir dan besar di Bali ini pindah ke Kanada pada tahun 2003, ketika baru berumur 19 tahun. Sempat melanjutkan SMA di Kanada, Rio lalu kuliah di Alqonquin College mengambil jurusan animasi selama tiga tahun. Sungguh beruntung karena di tahun 2006 yang juga adalah tahun ke-3 sebelum lulus kuliah, Rio sudah berhasil mendapat pekerjaan.

“Saya tanya sekolah, ‘bisa nggak saya sambil kerja sambil sekolah?’ Dia bilang bisa. Jadi saya kerja full time, tapi sekolahnya jadi (paruh waktu), cuman dapat diploma juga terakhirnya,” kata Rio.

Selain di studio Jam Filled Entertainment, Rio juga pernah berkarir di beberapa studio lainnya, salah satunya Mercury Filmworks, studio besar di Kanada. Menurut Rio, di dalam industri animasi, berpindah-pindah studio untuk bekerja adalah hal yang biasa, karena biasanya para pelaku di industri ini adalah freelancer yang pekerjaannya terkait kontrak.

Namun, untuk menduduki posisinya yang sekarang sebagai supervisor, tidaklah mudah. Bahkan, waktu baru terjun ke dunia ini, ia tidak bisa langsung mengerjakan layout.

“Jadi kalau kita baru mulai, biasanya (batu loncatan pertama) itu jadi animator dulu,” ujarnya.

Setelah tiga tahun menjadi animator, Rio teringat akan hobinya menggambar layout saat masih sekolah dulu. Ia pun lalu berusaha membangun jaringan dengan para pelaku animasi di departemen-departemen lain.

“Saya pengen nyoba layout, terus saya ngobrol-ngobrol sama (kepala departemen) yang di layout. Terus kebetulan dia bilang, ‘OK, saya bisa kasih kamu tes, kita lagi nggak butuh full time.’ Saya bilang saya nggak butuh full time, karena full time saya sebagai animator,” jelasnya.

Untuk mendapatkan pekerjaan di bidang layout, Rio pun rela bekerja delapan jam sebagai animator, lalu setelahnya meluangkan waktu untuk mengerjakan tes yang diberikan di rumah, hingga pada akhirnya tahun 2014, untuk pertama kalinya Rio menjadi layout supervisor di sebuah studio bernama, the Kratz Brothers, yang mengerjakan serial televisi yang sekarang tayang di layanan streaming online, Netflix. Hingga kini, Rio sudah terlibat dalam penggarapan sekitar 20 serial televisi, termasuk “Wild Kratz,” “Pinky Malinky,” “Final Space,” dan “the Loud House,” juga film-film yang berdurasi 90 menit misalnya, yang ditayangkan di televisi atau Netflix.

“Semoga nanti di tahun-tahun ke depan dapat kesempatan untuk bisa kerja di layar lebar ya,” ujarnya.

Saat ini Rio tengah sibuk terlibat sebagai supervisor untuk penggarapan serial “DC Super Hero Girls.” Sebagai supervisor, ia lebih banyak mengawasi sekitar lima anak buahnya. Namun, sebagai seniman yang sudah senior, ia masih suka diminta menggambar jika diminta membuat demo atau pilot untuk sebuah serial baru.

Mengenai persaingan dalam mencari pekerjaan di industri animasi di Kanada, sebagai salah satu pelaku senior Rio mengatakan, semua kembali kepada portfolio masing-masing dan tidak melihat kepada warna kulit.

“Kita tidak melihat apakah mereka (warga Kanada) atau imigran, karena dari portfolio kita tidak bisa melihat, kan?” ujarnya.

“Jadi intinya kalau bagus portfolio-nya dan kebetulan show yang kita kerjakan style­-nya benar-benar sama, (besar kemungkinannya kami) akan (mempekerjakan) ini orang,” tambahnya.

Portfolio yang akan dipertunjukan juga harus sesuai dengan standar studio yang dituju, yang bisa membuat mereka tertarik.

“Misalnya studio B, dia lebih ke yang (konten dewasa), (seperti) “Futurama” atau “Family Guy,” jadi mungkin bisa menggambar setuatu yang seperti show yang mereka kerjakan,” jelasnya.

Rio berpesan, meskipun memiliki bakat, jika ingin terjun ke dunia animasi, harus rajin menggambar dan tidak lupa harus mau bekerja keras.

“Meskipun berbakat, kita bisa (gagal) juga,” jelasnya.

Berdasarkan pengalaman, Rio banyak memiliki teman sekolah yang tidak terlalu berbakat, namun adalah pekerja keras yang kemampuannya lalu bisa sejajar dengan mereka yang berbakat.

“Jadi yang berbakat harus terus bekerja keras juga,” paparnya.

Untuk ke depannya, Rio berencana berbagi ilmu dan bertukar pikiran dengan para pelaku industri animasi di Indonesia untuk mempelajari perkembangan terbaru, sekaligus mengetahui kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh pelaku industri animasi di Kanada.

Continue Reading

Headline

Jurusan Kuliah Yang Populer Di Kalangan Milenial

Published

on

Jurusan Kuliah Yang Populer Di Kalangan Milenial

Gencil News– Jurusan Kuliah Yang Populer Di Kalangan Milenial. Di era kekinian kebanyakan mahasiswa cenderung bersikap apolitis, suka traveling, dan tidak tertarik untuk bekerja di perusahaan besar yang mengharuskan mereka rutin berkantor. Mahasiswa milenial adalah sosok baru anak muda yang bercita-cita terlibat dalam berbagai pekerjaan yang anti-mainstream, yang tidak mengharuskan mereka rutin dan rigid bekerja berdasar jam kantor.

Jurusan Kuliah Yang Populer Di Kalangan Milenial. Berdasarkan data yang diolah dari berbagai perguruan tinggi di bawah Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi, jurusan yang terkait dengan ilmu-ilmu terapan, seperti teknik dan bisnis, selalu lebih populer di kalangan generasi milenial dibandingkan ilmu-ilmu murni, seperti fisika atau sosiologi. Hampir 87 persen mahasiswa yang terdaftar sejak 2009 hingga 2016 mengambil jurusan yang termasuk dalam ilmu terapan. Sedangkan, jurusan ilmu-limu murni hanya diambil oleh 12 persen mahasiswa generasi milenial.

Mahasiswa masa kini adalah anak muda yang bercita-cita masuk dan dapat berkecimpung di dunia start-up atau kerja-kerja yang fleksibel, bisa dikerjakan dari mana pun, entah di rumah, kafe, atau kantor yang mobile. Generasi Milenial sangat mahir dalam teknologi, karena lahir pada saat TV berwarna, handphone dan internet sudah ada, dan tentu mempunyai beberapa kebiasaan dan karakter tersendiri dari generasi sebelumnya.

Perkembangan teknologi sudah banyak mengubah wajah perkuliahan menjadi kuliah yang menyenangkan sehingga  alih alih lebih mengutamakan kreativitas tanpa batas, berikut Jurusan Kuliah di tahun 2020 yang sangat diminati dikalangan generasi milenial.

1. Ilmu Komunikasi

Ilkom menjadi pilihan pertama, karena era saat ini memang serba digital. Yaaaa, memang rata-rata lulusan jurusan ini bekerja di media. ditambah saat ini, lagi marak-maraknya industri kreatif, sangat membutuhkan lulusan jurusan Ilmu Komunikasi.

2. Desain Komunikasi Visual (DKV)

Industri kreatif sangat berkembang, lulusan DKV sangat dibutuhkan di seluruh aspek perusahaan. Karena memang jurusan ini adalah “otak” dari segala ide maupun konsep komunikasi.

3. Teknik Informatika

industri maupun manufaktur besar pasti perlu orang-orang ahli pada bidangnya. Mulai dari teknik sipil, elektronika, informatika, teknologi juga perlu dalam industri. Tau gak? Di tahun 2020 ini digadang – gadang akan menjadi tahun dimana semua serba Artificial intelligence, yang dimana semua serba otomatis.

4. Desain Produk Industri / Desain Grafis

Tanpa pekerjaan tetap pun lulusan jurusan Desain Grafis bisa bertahan hidup dengan pekerjaan freelance. Desain grafis adalah perancang logo, font hingga bentuk tulisan sekalipun. Semakin berkembang nya jaman, banyak sekali kita lihat UKM (Usaha Kecil Menengah) yang semakin banyak. Peran desain grafis disini adalah membranding produk kepada usaha tersebut sehingga dapat dikenal dikalangan masyarakat.

5. Arsitektur

Arsitekur memang jurusan yang sangat dibutuhkan kapan saja, mereka yang berkuliah disini adalah harapan dari seluruh aspek manusia dalam membangun rumah. Peluang kerja juga sangat tinggi pada jurusan ini

Continue Reading

TRENDING