Connect with us

Nasional

Wapres Soroti Peringkat Inovasi Indonesia Nomor 2 Terendah di ASEAN

Published

on

Wapres Soroti Peringkat Inovasi Indonesia Nomor 2 Terendah di ASEAN
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menghadiri peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) 2020 secara online, Senin, 10 Agustus 2020. (Foto: screenshoot).

Gencil.News Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ma’ruf Amin soroti peringkat Inovasi Indonesia Nomor 2 terendah di ASEAN. Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan berdasarkan data Global Innovation Index (GII) 2019.

Peringkat inovasi Indonesia berada pada posisi 85 dari 129 negara di dunia, kalah jauh dari Singapura yang berada pada peringkat delapan dan Malaysia pada peringkat 35. Di kalangan ASEAN, inovasi Indonesia kedua terendah, di atas Kamboja.

Padahal Amin mengklaim, alokasi anggaran Indonesia untuk inovasi tidak kalah dari negara ASEAN lainnya, seperti Vietnam.

“Indonesia mempunyai alokasi anggaran lebih besar, USD 2.130,3 miliar, dibanding Vietnam. Tetapi jumlah sumber daya peneliti Indonesia hanya 89 orang per 1 juta penduduk. Bandingkan dengan Vietnam yang jumlah penelitinya 273 orang per 1 juta penduduk,” kata Ma’ruf Amin dalam peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) 2020 secara online, Senin (10/8).

Ma’ruf Amin menambahkan, walaupun banyak dihasilkan, masih sedikit produk inovasi Indonesia yang dipasarkan. “Jika inovasi tidak dapat dikomersilkan, maka inovasi tersebut kurang bermakna bagi bangsa ini,” tambah Ma’ruf Amin.

Ia juga mengapresiasi terbentuknya Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 yang telah meluncurkan 57 produk inovasi.

Konsorsium ini terdiri dari kementerian-lembaga, rumah sakit, perguruan tinggi, asosiasi profesi kesehatan dan industri.

Menurut Ma’ruf, kerjasama antara pemerintah, kalangan akademik dan pengusaha merupakan kunci utama dalam menguatkan inovasi di Indonesia.

Ma’ruf meminta para inovator untuk tetap mengikuti prosedur aturan yang ada dalam pengembangan produk seperti sertifikasi, uji klinis, izin produksi dan edar. Prosedur tersebut, menurutnya, dibutuhkan untuk memastikan keselamatan pengguna.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Nasional

Luhut Harap Kerja Sama Strategis Meningkat Setelah Bertemu Dubes AS

Published

on

Luhut Harap Kerja Sama Strategis Meningkat Setelah Bertemu Dubes AS

Gencil News- Luhut Harap Kerja Sama Strategis Meningkat Setelah Bertemu Dubes AS. Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Sung Yong Kim. Pemerintah ingin kerja sama strategis Indonesia-AS meningkat.
 
“Terutama di sektor investasi infrastruktur, energi, dan connectivity,” ujar Luhut dalam akun Instagram pribadinya, @luhut.pandjaitan, Jumat, 23 Oktober 2020.
 
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan juga berharap kerja sama Indonesia-Amerika Serikat dapat erat di sektor kesehatan dan perekonomian imbas pandemi covid-19. Apalagi hubungan dengan negeri Paman Sam telah terjalin lama, bahkan sebelum kemerdekan Indonesia.

Luhut menyampaikan akan banyak hal yang bisa dikerjakan bersama dengan Amerika Serikat ke depan. Terutama bagaimana Indonesia dan Amerika Serikat bisa saling bahu membahu menghadapi dampak pandemi COVID-19 di sektor Kesehatan dan Perekonomian.

Sung Yong Kim resmi menyerahkan Letters of Credentials atau surat kepercayaan kepada Presiden Joko Widodo pada 21 Oktober 2020 lalu. Penyerahan surat tersebut sebagai tanda Kim menggantikan Dubes AS sebelumya, Joseph R Donovan Jr.

Diketahui sebelumnya, ia menjabat sebagai Dubes AS untuk Republik Filipina dari November 2016 hingga Oktober 2020. Ia juga pernah memegang posisi sebagai Utusan Khusus Perundingan Enam Negara untuk urusan Korea Utara, dengan tingkatan setara duta besar.

Ia pernah berdinas di Tokyo, Kuala Lumpur, dan Hong Kong. Sebelum bergabung dengan Dinas Luar Negeri, Dubes Sung Yong Kim bekerja sebagai seorang jaksa di Los Angeles, California.

Continue Reading

Nasional

Saksikan Debat Terakhir Trump dan Biden, 22 Oktober 2020

Published

on

Saksikan Debat Terakhir Trump dan Biden, 22 Oktober 2020

Gencil News – VOA – Presiden dari Partai Republik Donald Trump dan penantangnya dari Partai Demokrat, mantan wakil presiden Joe Biden, akan berhadapan lagi dalam debat pada Kamis (22/10) malam.

Debat itu adalah konfrontasi langsung terakhir mereka dalam dua belas hari menjelang pemilihan presiden nasional pada 3 November untuk masa jabatan empat tahun di Gedung Putih.

Kedua kandidat yang berusia 70-an, berulang kali menyela pihak lainnya. Trump lebih sering menyela daripada Biden, pada debat mereka selama 90 menit lebih akhir September lalu. Beberapa pakar politik AS menggambarkan debat pertama itu sebagai debat presiden AS terburuk yang pernah terjadi.

Namun kali ini, Komisi Independen untuk Debat Presiden akan menyenyapkan mikrofon masing-masing kandidat ketika kandidat lainnya berbicara selama dua menit menjawab pertanyaan tentang enam masalah terkini yang dipilih oleh moderator Kristen Welker dari NBC News.

Jika Trump atau Biden tidak berusaha menyela selama dua menit komentar pembukaan, komisi itu mengatakan pemilih Amerika — setidaknya mereka yang masih belum memutuskan pilihannya — mungkin akan mendapatkan pandangan yang lebih jelas mengenai ke mana arah negara jika salah satunya dilantik pada 20 Januari 2021.

Setelah itu, mikrofon kedua kandidat akan dinyalakan kembali dan bebas berdebat seperti yang terjadi sebelumnya. Saat itulah Trump dan Biden akan melontarkan serangkaian ejekan, hinaan, dan komentar pedasnya satu sama lain, dengan interupsi yang membuat penonton terkadang sulit mengikuti percakapan.

Banyak yang berubah sejak debat pertama sampai acara pada Kamis (22/10), yang akan berlangsung di panggung debat universitas di Nashville, Tennessee. Debat kedua yang direncanakan minggu lalu dibatalkan setelah Trump tertular virus corona dan dirawat di rumah sakit selama tiga malam.

Itu membuat komisi debat secara sepihak mengatakan kedua kandidat akan berdebat secara virtual, tetapi Trump menolak dan pertemuan itu dibatalkan.

Continue Reading

Nasional

Bangkitkan Pariwisata, Pemerintah Kucurkan Dana Hibah Rp 3,3 Triliun

Published

on

Bangkitkan Pariwisata, Pemerintah Kucurkan Dana Hibah Rp 3,3 Triliun
Bangkitkan Pariwisata, Pemerintah Kucurkan Dana Hibah Rp 3,3 Triliun - Foto Kemenpar RI

Gencil News – Untuk bangkitkan pariwisata, Pemerintah akan mengucurkan dana hibah bagi pelaku pariwisata sebesar Rp 3,3 triliun.

 Dana hibah tersebut merupakan bagian dari program pemulihan ekonomi nasional. Keterangan ini disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama.

Wishnutama berharap dana hibah pariwisata ini bisa membantu pemerintah daerah (pemda). Yang saat ini mengalami penurunan pendapatan asli daerah (PAD) dan gangguan finansial akibat perebakan virus corona.

“Melalui hibah pariwisata diharapkan industri dapat terbantu untuk meningkatkan kesiapan destinasi dalam penerapan protokol kesehatan atau disingkat 4K. Yakni kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan. Atau kita menyebutnya CHSE atau cleanliness, health, safety, and environmental sustainability,” ujar Wishnu dalam telekonferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10).

Dengan adanya berbagai perbaikan terutama penerapan protokol kesehatan di berbagai destinasi wisata di tanah air. Diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan wisatawan. Sehingga secara perlahan namun pasti dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Dana hibah ini, kata Wishnu, akan diserahkan melalui mekanisme transfer dana tunai ke para pelaku bisnis di sektor pariwisata dan pemerintah daerah di 101 kabupaten/kota dengan berdasarkan beberapa kriteria.

“Yaitu ibu kota 34 provinsi, berada di 10 destinasi wisata prioritas dan lima destinasi super prioritas, daerah. Yang termasuk calender of events, destinasi branding, juga daerah dengan pendapatan dari pajak hotel dan restoran minimal 15 persen dari total pendapatan asli daerah (PAD) tahun anggaran 2019,” jelasnya.

Nantinya dana hibah ini akan ditransfer ke daerah. Sebesar 70 persen untuk hotel dan restoran berdasarkan data realisasi pajak hotel dan pajak restoran (PHPR) tahun 2019 di pemda masing-masing.

Sedangkan, 30 persen akan diberikan kepada pemda untuk penanganan dampak ekonomi dan sosial akibat pandemi. Hibah pariwisata ini, ujarnya, akan disalurkan hingga Desember 2020.

Continue Reading

TRENDING