Citizen Report

Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Independensi Menjelang 2024

Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI): Independensi Menjelang 2024?

Gencil News – Secara organisatoris hmi sangat jelas sebagaimana termaktub dalam anggaran dasar HMI pasal 8, hal ini sikap HMI jelas menyatakan organisasi yang bersifat independen.

“Nah, ketika kita berbicara tentang independen dalam artian tidak terikat dengan siapapun, baik itu pihak tertentu, golongan tertentu, kelompok tertentu, termasuk di dalamnya partai politik maupun tim sukses yang berkontestasi dalam agenda politik. Apalagi HMI pun telah tercatat dan dikenal sebagai organisasi pengawal demokrasi agar pelaksanaan pesta demokrasi berjalan dengan jujur, transparan, adil dan damai,”

Lalu pun coba kita memahami Tugas dan fungsi kader HMI itu sendiri. Apa sih ? hal diutamakan mengawal demokrasi menyatukan keumatan, kebangsaan, keislaman dan keindonesiaan. Apalagi sebagai organisasi pengkaderan dan tempat bernaungnya intelektual dan sikap independen harus benar-benar dijaga.

Baca juga   PKBHF IAIN Pontianak Tandatangani MOU Dengan PA Singkawang

Issue centre 2024 pun, sudah memulai tercium aromanya. Alhasil pun aroma manis sudah mulai menggoda. Aroma itu semerbak merasuk pada hidung-hidung penikmat kepentingan, baik dari kalangan politisi, buruh, petani, dan tak luput diruang intelektual yang menjadi sasaran empuk sebagai ujung tombak penyampai harumnya aroma tersebut.

Apalagi Indikasi terlibat aktif dan masifnya kader HMI sebagai ujung tombak gerakan tebar aroma manis tersebut, menurut saya merupakan hal yang sangat memalukan dan mencederai konstitusi HMI sebagaimana yang dipaparkan hal tersebut.

Baca juga   Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Meranti Salurkan Rp72 Juta Zakat Mal

Dengan adanya Hasrat itu, harus mampu diredam bagi kader yang belum terindikasi untuk menjaga semangat politik kebangsaan dan politik keumatan yang bersih, serta mengintegrasikan keduanya demi kemajuan.

Tetapi, jika berbicara tentang hak individu, maka HMI memberikan kebebasan silakan memberikan hak politik masing-masing. Dan ini pun untuk mengingatkan ketika ada kader yang terlibat aktif di partai, maupun tim sukses atau menjadi caleg maka harus siap menerima konsekuensi yang diberikan karena melihat dari kondisi setiap kontestasi politik tiap tahunnya selalu saja ada kader HMI yang terlibat didalamnya maka perlu penindakan tegas dilakukan atas konsekuensi yang di berikan HMI yaitu memberikan pilihan untuk mundur dari keterlibatan politik atau pemecatan sebagai kader HMI.

Baca juga   BRG Dan LPPNU Pusat Kenalkan Santri Dan Masyarakat Mengolah Lahan

Citizen Report : Muhammad Rifqi Zulhazmi Pengurus HMI Cabang Pontianak

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

TERPOPULER

To Top