Santri Raudhatul Ulum Meranti Ikuti Program Pos Kesehatan Pesantren
Connect with us

Citizen Report

Santri Raudhatul Ulum Meranti Ikuti Program Pos Kesehatan Pesantren

Published

on

Santri Raudhatul Ulum Meranti Ikuti Program Pos Kesehatan Pesantren
Pengurus PCNU dan Dinkes Kubu Raya Beserta Santri Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Meranti

Gencil News – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Dinkes Kabupaten Kubu Raya mengadakan program pos kesehatan pesantren (poskestren). Kegiatan ini mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat Pesantren Kabupaten Kubu Raya tahun 2021.

Program poskestren ini menyasar pondok pesantren besar yang ada di Kubu Raya sebanyak kurang lebih120 pesantren. Khususnya kecamatan Sungai Ambawang salah satunya yaitu pondok pesantren Raudhatul Ulum Meranti.

Pihak puskesmas Sungai Durian, Sumarsono mengungkapkan bahwa program ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2011. Namun seiring berjalannya waktu program ini tidak terfokus dan terarah. Kementerian kesehatan berinisiatif untuk bekerjasama dengan PCNU supaya kegiatan ini lebih terarah dan teregalisir.

“Program ini sudah lama ada sejak tahun 2011 karena program ini tidak terfokus. Maka menteri kesehatan berinisiatif untuk berkerja sama dengan PCNU agar kegiatan ini bisa berkembang pesat, ” Jelasnya, Selasa (12/10/2021).

Baca juga   Siswi MA Raudhatul Ulum Meranti Meraih Medali Perak Pada Ajang KSMO

Menurutnya, kegiatan pemberdayaan masyarakat pesantren ini untuk melakukan pencegahan TBC yaitu dengan pola hidup bersih dan sehat dalam mewujudkan pesantren yang sehat.

Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Raudhatul Ulum Meranti, Badrut tamam menyambut baik adanya program ini. Ia sangat mendukung dan berharap program ini bisa bermanfaat untuk semua pesantren di kabupaten kubu raya.

Ia mengatkan dalam pelaksanaan program ini tidak terlalu banyak kesulitan yang PCNU dan Dinkes alami. Karena telah melakukan persiapan yang matang sebelumnya.

“Tidak ada kesulitan dalam mengadakan program ini, karena kami sudah melakukan persiapan yang matang,” terang Badrut tamam.

Hubungan erat Menkes dan PCNU

Endang Agustina perwakilan dari puskesmas parit timur dengan kerja sama ini program PCNU dan menteri kesehatan dalam menjalin hubungan yang lebih erat .

Baca juga   Bakti Nyata, Mahasiswa IAIN Lakukan KKL-DR 2021 Di Sebangki

Dengan adanya poskestren ini agar anak-anak santri lebih sehat dalam kegiatan belajar mengajar lebih baik dan menghasilkan anak-santri sehat rohani dan jasmani.

Ia juga berharap program poskestren ini lebih baik kedepannya dan bisa menghasilkan pesantren yang sehat. Selain itu juga dapat bermanfaat bagi pesantren menuju Indonesia sehat.

“Harapan saya kedepannya semoga -pesantren khususnya wilayah kabupaten kubu raya,” pungkasnya.

Sebagai informasi kegiatan tersebut dilaksanakan diruang kelas IPA A , yang dihadiri oleh 2 perwakilan dari puskesmas, Kepsek pondok pesantren Raudhatul ulum Meranti, Ketua koordinator, dan 20 santri.

Citizen Report: Alfia

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Citizen Report

Uji Kemampuan Baca Kitab, Santri Raudhatul Ulum Meranti Ikuti MQK

Published

on

By

Uji Kemampuan Baca Kitab, Santri Raudhatul Ulum Meranti Ikuti MQK
Amelia Susilawati putri

Gencil News – Santri As Salafiah Al Lubab Raudhatul ulum Meranti, Maulidi harjutri dan Amelia Susilawati putri mengikuti lomba Musabaqoh Qiro’atul Kutub (MQK). Lomba ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi dan Menyambut Hari Santri Nasional se-Pontianak dan Kubu Raya pada tanggal 13 Oktober 2021.

Kegiatan ini di selenggarakan oleh pondok pesantren As Salafiah Al Aziz yang diadakan satu tahun. Adapun kegiatan ini merupakan inisiasi Pondok pesantren Al Aziz yang beranggota 15 orang. Selain itu penyelenggara juga berkolaborasi dengan MUIJ Nahdatul ulama Pontianak Utara.

Menurut Nuzayati selaku ketua panitia yang di wakili oleh Faisal Amir selaku bendahara umum mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk antusias dan apresiasi santri yang telah memberikan kontribusi penting terhadap menyebarkan agama Islam. Selain itu juga untuk memperkenalkan kebudayaan pesantren kepada khalayak umum.

Baca juga   Uji Kemampuan Baca Kitab, Santri Raudhatul Ulum Meranti Ikuti MQK

Dalam pelaksanaannya kegiatan tersebut berlangsung mulai 12-13 Oktober 2021 yang di ikuti oleh 15 pesantren se Kota Pontianak dan Kubu Raya. Setiap pesantren bebas mengutus santri dalam mengikuti lomba baca kitab kuning ini.

Untuk lomba yang diikuti oleh peserta yaitu, Sara Aljurumiah yang diikuti oleh 24 peserta. Sementara untuk peserta yang membaca kitab kuning Fathul qarib diikuti 34 peserta.

Salah satu Santri yang mengikuti lomba ini Maulidi harjutri memaparkan tidak mudah dalam mengikuti lomba ini. Karena baru pertama kali dan kurang menguasai materi.

“Kendala saya dalam mengikuti lomba ini yaitu saya masih belum mempunyai pengalaman dan materi. Sementara saya masih kurang menguasai materi,” paparnya

Baca juga   HMI Cabang Pontianak Nilai Putusan Kemenkumham Ciderai Demokrasi

Namun sebelum mengikuti lomba ini Maulidi telah melaksanakan les baca kitab yang telah di tentukan oleh mentornya.

Harapan Maulidi untuk generasi selanjutnya semoga bisa membawa nama alamamater menjadi lebih baik . Ia juga berharap bisa mengembangkan Pondok pesantren Al Lubab Raudhatul ulum 1 Meranti.

Tujuan kegiatan

Kegiatan ini di sambut baik oleh Muhammad Khopid selaku kepala Madrasah Aliyah Al-Aziz ia mengatakan bahwa kegiatan seperti ini bagian dari upaya pemicu semangat santri. Untuk terus mendalami minat membaca kitab kuning dan menjadikan santri agar bisa tampil berani di khalayak umum.

“Lomba baca kitab ini sangat bagus karena menjadikan santri untuk berani tampil di depan umum dan mengembangkan minat membaca kitab kuning,” jelas Muhammad Khopid

Baca juga   Program Jampersal Puskesmas Parit Timur, Dinilai Positif Bagi Masyarakat

Ia juga berterima kasih kepada seluruh panitia yang telah meluangkan tenaga dan pemikiran nya. Dalam menyukseskan kegiatan Musabaqoh Qiro’atul Kutub (MQK).

“Harapan kami selaku panitia kepada santri yang telah mengikuti lomba ini semoga bisa membanggakan Almamaternya menjadi lebih maju dan ilmunya bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya

Untuk mengapresiasi para peserta yang bertanding, ia mengaku telah mempersiapkan tropi, piagam dan piala untuk pemenang.

“Sebagai bentuk penghargaan kepada santri dan pondok pesantren yang telah berpartisipasi pada kegiatan ini kami panitia memberikan penghargaan berupa tropi, piala,dan piagam,” pungkasnya

Citizen Report: Fadila

Continue Reading

Citizen Report

Gelar BUAF Kedua Kalinya, IAIN Pontianak Cetak Sejarah Baru

Published

on

By

Gelar BUAF Kedua Kalinya, IAIN Pontianak Cetak Sejarah Baru
Abdul Mukti

Gencil News – Untuk yang kedua kalinya Borneo Undergraduate Academic Forum (BUAF) kembali di selenggarakan di Institut Agama Islam Negreri (IAIN) Pontianak. BUAF yang ke 5 seharusnya di laksanakan tahun 2020. Akan tetapi karena persoalan pandemi baru bisa kembali di laksanakan di Tahun 2021.

Sebelumnya BUAF 4 telah di laksanakan Tahun 2019 di IAIN Samarinda, BUAF 3 dilaksanakan Tahun 2018 di IAIN Palangkaraya. BUAF 2 dilaksanakan Tahun 2017 di UIN Antarsari Banjarmasin, dan BUAF yang 1 di laksanakan Tahun 2016 di IAIN Pontianak.

BUAF 5 ini kembali di selenggarakan di IAIN Pontianak sebagai tuan rumah. Dengan agenda kegiatan desiminasi akademis hasil penelitian dan kajian ilmiah mahasiswa dan calon sarjana dari PTKIN se-Kalimantan khususnya. Serta perguruan tinggi lainnya di dalam dan luar negeri pada umumnya.

Baca juga   Pengurus BLKK Hidayatul Mubtadiin Gelar Pelatihan Berbasis Komputer

BUAF 5 di IAIN Pontianak mengundang partisipasi semua Mahasiswa dan calon sarjana. Untuk menyampaikan hasil kajian dan penelitian ilmiah dalam bentuk desiminasi (tulisan dan presentasi). Kegiatan ini terselenggara sejak tanggal 12 hingga 14 Oktober 2021.

Wakil Rektor tiga, Abdul Mukti selaku ketua panitia menerangkan terkait BUAF yang ke 5 di IAIN Pontianak. Semua isi komponen 100% sudah terkonfirmasi aman. Mulai dari tamu undangan dan semua petugas.

“Dalam agenda ini juga akan ada kegiatan menyusuri Sungai Kapuas khusus bagi peserta BUAF yang ke 5,” paparnya, Selasa (12/10/2021)

Pada kegiatan BUAF ini, Abdul Mukti menjelaska bahwa peserta yang hadir tidak hanya dari kalangan mahasiswa Pontianak akan tetapi mencakup dari luar kota dan luar negeri yaitu IAIN Pontianak khususnya, IAIN Palangkaraya, UIN Angkasari Banjarmasin,dan UIN Samarinda.

Baca juga   Uji Kemampuan Baca Kitab, Santri Raudhatul Ulum Meranti Ikuti MQK
Proses persiapan panitia

Sementara yang berasal dari luar PTKIN yaitu Sumatera,Jawa,dan Nusa tenggara barat,dan Perguruan Tinggi umum di luar lingkungan PTKIN yaitu Untan,dan Poltekes Muhammadiyah.

“Bahkan luar negeri yang meminta untuk ikut serta pada kegiatan BUAF ini ada Malaysia, Brunai Darussalam,dan Thailand berlangsung secara onlaine,” paparnya

Dengan itu, ia mengungkapkan jika BUAF membuka diri untuk keterlibatan aktif dari mahasiswa dan calon sarjana dari luar PTKIN se-Kalimantan Barat. Baik perguruan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi luar negeri.

“Tentunya tidak mudah untuk mempersiapkan acara ini karena mengingatkan masih pandemi,” ujarnya

Sebagai tuan rumah yang ke-2 yaitu, ia berharap Pontianak ini menjadi incyber tentunya harus lebih baik dan lebih maju karena putaran ke-2 di Pontianak tentu ada sejarah baru.

Baca juga   Milad Paskas Sintang ke-2 Ajak Masyarakat Lebih Religius

Citizen Report: Fadila dan Alfia

Continue Reading

Citizen Report

Seniman Pontianak Lukiskan Kondisi Anak Bangsa Di Pameran Sepekan

Published

on

By

Seniman Pontianak Lukiskan Kondisi Anak Bangsa Di Pameran Sepekan
Yudi Purbaya, Seniman Pontianak (Dok)

Gencil News – Yudi Purbaya merupakan seniman Pontianak Kalimantan Barat ikut serta dalam Pameran Sepekan Vestival Museum. Kegiatan ini mengangkat tema sosial kemanusian untuk ditampilkan kepada khalayak umum.

Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan kolaborasi antara museum Kalimantan Barat , museum Basoeki Abdullah dan UPT museum perupa kalimantan barat .

Dalam lukisannya, Yudi Purbaya mengambil tema sosial kemanusian dengan lukisan anak kecil yang berjualan kue dan koran ditepi jalan raya. Makna dari lukisan tersebut bertujuan agar bisa mengapresiasiakan khalayak umum untuk peduli dan peka terhadap keadaan semacam ini.

Dalam pelaksaaannya , kegiatan tersebut berlangsung secara terbuka untuk umum , mulai dari hari rabu 06 hingga 14 Oktober 2021. Kendati sempat fakum karena pandemi juga tidak bisa menyatukani teman-teman seniman dam mencari lagi sumber-sumber finansial dan segala macam.

Baca juga   Program Jampersal Puskesmas Parit Timur, Dinilai Positif Bagi Masyarakat

Event ini menjadi wadah menyatukan kembali para seniman dalam mengeksplor kembali hasil lukisan.

“Kesulitan kami selama ini yaitu menyatukan kawan-kawan seniman lainnnya,” ujarnya, Minggu (10/10/2021)

Ia mengatakan lukisannya merupakan potret anak bangsa yang yang meski melewati kemerdekaan selama 76 tahun. Namun masih saja ada anak yang terlanntar.

“Saya mengambil tema lukisan yang menggambarkan anak-anak kecil yang sedang berjualan koran ditepi jalan raya. Agar masyarakat bisa berfikir jernih bahwa kita sudah merdeka selama 76 tahun. Tapi masih ada saja anak-anak yang terlantar, “ terang Yudi

Yudi purbaya senang dengan adanya pameran pada tahun ini berbeda pada tahun-tahun yang lalu. Karena banyaknya antusis masyarakatdan peduli terhadap karya –karya seni yang telah dibuat oleh para seniman.

Baca juga   Milad Paskas Sintang ke-2 Ajak Masyarakat Lebih Religius

“Kesan yang sangat menyenangkan yang telah saya dapat pada pameran tahun ini. Karena antusianya masyarakat pada lukisan-lukisan yang dibuat oleh para seniman, “ ungkapnya

Harapan seniman

Dengan adanya pameran ini Yudi berharap bisa memberikan edukasi masyarakat lebih peduli terhadap seni- seni yang telah dibuat oleh para seniman dan perkembangan seni rupa yang ada kalimantan barat ini bisa berkembang lebih pesat lagi dengan kegiatan sepekan festival museum ini.

“Saya berharap bisa memberikan edukasi terhadap masyarakat dan seni rupa yang ada di Kalimantan Barat ini bisa berkembang pesat, “ harapnya

Ia berpesan untuk para seniman –seniman muda yang selanjutnya terus berkarya dan terus eksplor. Kemudian lebih banyak lagi mengenal karya – karya yang lainnnya agar menjadi acuan dan pelajaran supaya lebih berkembang lagi kedepannnya.

Baca juga   HMI Cabang Pontianak Nilai Putusan Kemenkumham Ciderai Demokrasi

“Pesan saya terhadap seniman muda teruslah berkarya dan menggali skils kalian hingga mengenal karya-karya yang lainnnya,“ pungkasnya

Citizen Report: Alfiani

Continue Reading

Citizen Report

PMII UNU Kalbar Cabang Peniraman Sukses Laksanakan Sosialisasi

Published

on

By

PMII UNU Kalbar Cabang Peniraman Sukses Laksanakan Sosialisasi

Gencil News- UNU Kalbar cabang peniraman adakan sosialisasi dengan tema terbentuknya mahasiswa yang bertanggungjawab, solid, loyal dan komitmen yang berasakan ahlusunnah wal jamaah yang diadakan dikampus UNU penirama. Pada hari Kamis (7/10/2021)

Dalam acara tersebut dihadiri 60 mahasiswa manajemen dan PGSD serta pengurus PMII UNU Peniraman

Pemateri, Musleh mengatakan bahwa sosialisasi ini untuk menperkenalkan berbagai macam serta wadah yang berada di kampus.

“Terutama untuk mahasiswa baru,”kata Musleh

Ia menjelaskan bahwa PMII merupakan suatu pergerakan mahasiswa Islam Indonesia yang memiliki tujuan

“yakni terbrntuknya pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berklmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya serta komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia”, ujarnya

Baca juga   BEM MAS Raudhatul Ulum Meranti Ciptakan Generasi Cerdas

Tutupnya, Ia menerangkan bahwa mahasiswa merupakan golongan generasi muda yang memiliki identitas diri

“Mahasiswa ini merupakan golongan generasi muda yang menuntut ilmu diperguruan tinggi yang mempunyai identitas diri,”pungkasnya

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING