Pemerintah Tingkatkan Pendeteksian di Pintu Masuk
Connect with us

covid-19

Pemerintah Tingkatkan Pendeteksian di Pintu Masuk

Published

on

Para petugas memeriksa suhu tubuh penumpang dari luar negeri yang baru tiba di bandara Soekarno-Hatta di tengah perebakan virus COVID-19 varian baru (foto: dok).

Gencil News – VOA – Dalam rapat kerja dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Arab Saudi, Malaysia dan Uni Emirat Arab (UEA) menempati urutan tiga teratas dalam daftar sepuluh negara asal penerbangan dengan persentase penumpang positif COVID-19 tertinggi selama semester pertama tahun ini.

Budi menambahkan dari 4.717 penumpang pesawat yang datang dari Saudi, sebanyak 702 orang terbukti positif mengidap COVID-19 (14,9 persen). Disusul Malaysia (8,4 persen) dan UEA (4,1 persen), Korea Selatan (2,1 persen), Turki (1,8 persen), Jepang (1,7 persen), Taiwan (1,2 persen), Amerika Serikat (1,0 persen), Singapura (0,8 persen), dan Qatar (0,7 persen).

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah sedang memantau tiga varian baru virus Corona yaitu Lamda, Mu dan C.1.2 agar tidak Masuk ke Indonesia (VOA)
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah sedang memantau tiga varian baru virus Corona yaitu Lamda, Mu dan C.1.2 agar tidak Masuk ke Indonesia (VOA)

“Jadi kita nggak tahu juga apakah hasil lab PCR di sana memang berkualitas atau tidak dari tiga negara ini. Oleh karena itu, kita akan segera melakukan kerjasama bilateral dengan Kementerian Kesehatan ketiga negara ini untuk memastikan, membatasi lab-lab apa saja yang boleh kita terima, yang tersertifikasi dengan baik di otoritas lokalnya untuk memastikan kualitas dari tes PCRnya bagus,” kata Budi.

Budi mencontohkan China dan Korea Selatan hanya mau menerima hasil tes PCR dari beberapa lab saja di Indonesia yang diakui kualitasnya oleh Kementerian Kesehatan.

Budi menambahkan dari hasil tes masuk sebelum karantina dan tes keluar sehabis karantina bagi pendatang dari luar negeri tersebut selama semester pertama 2021, sebanyak 3,5 persen warga Indonesia dan 0,8 persen warga asing terbukti positif terinfeksi virus COVID-19.

Dua staf laboratorium COVID-19 memeriksa hasil tes PCR di rumah sakit Universitas Padjajaran, Bandung (foto: ilustrasi).
Dua staf laboratorium COVID-19 memeriksa hasil tes PCR di rumah sakit Universitas Padjajaran, Bandung (foto: ilustrasi).

Budi menjelaskan terdapat tiga varian baru virus COVID-19 yang terus diamati dari dekat oleh pemerintah yakni Lambda, Mu, serta C.1.2.

Varian Lambda ditemukan pertama kali di Peru pada Desember 2020 dan sudah tersebar di 42 negara. Varian Mu ditemukan pertama kali di Kolombia pada Januari 2021 dan sudah tersebar di 49 negara. Sedangkan varian C.1.2 ditemukan pertama kali di Afrika Selatan pada Mei 2021 dan sudah tersebar di lima negara.

Karena itu, lanjut Budi, merupakan hal penting untuk meningkatkan pendeteksian di pintu-pintu masuk ke Indonesia. Dari 431.603 orang masuk ke Indonesia melalui jalur udara di semester pertama 2021 sebanyak 99 persen menjalani tes PCR sebelum masuk ke karantina dan 82 persen tes setelah keluar karantina. Juga mendisiplinkan proses karantinanya.

Sedangkan 42.228 orang masuk ke Indonesia lewat jalur darat sebanyak 86 persen mengikuti tes tes PCR sebelum masuk karantina namun tidak ada tes lagi setelah keluar dari karantina. Namun dari 29.342 orang masuk ke Indonesia melalui jalur laut, cuma 65 persen yang melakoni tes PCR sebelum menjalani karantina dan hanya 28 persen menjalani tes PCR keluar dari karantina.

Urgensi Pendeteksian di Pintu Masuk

Dalam rapat kerja tersebut, anggota Komisi IX dari Fraksi Partai Amanat Nasional Saleh Daulay setuju pendeteksian di pintu-pintu masuk Indonesia baik darat, laut dan udara sangat penting. Dia juga meminta pemerintah untuk mengambil langkah untuk mencegah varian-varian baru virus COVID-19, seperti Mu dan C.1.2 masuk ke Indonesia.

Saleh berharap pemerintah jangan sampai kecolongan seperti masuknya varian Delta yang tidak ketahuan namun sudah keburu menyebar luas.

Terkait tiga negara asal penerbangan dengan persentase penumpang positif COVID-19 tertinggi, yakni Arab Saudi, Malaysia dan UEA, Saleh mempertanyakan apakah itu karena jamaah umrah atau pekerja migran Indonesia.

“Karena yang tertinggi di sini kelihatannya destinasi pekerja migran Indonesia. Arab Saudi, Malaysia, Uni Emirat Arab, ini adalah tempat-tempat destinasi pekerja migran Indonesia. Apakah ini karena pekerja migran kita pulang ke Indonesia atau mereka belum setahun pergi ke sana kemudian pulang ke Indonesia, lalu membawa virus ini ke Indonesia?” kata Saleh.

Petugas memeriksa penumpang dari Australia di bandara Ngurah Rai, di Denpasar, Bali (foto: ilustrasi).
Petugas memeriksa penumpang dari Australia di bandara Ngurah Rai, di Denpasar, Bali (foto: ilustrasi).

Saleh juga meminta kepada pemerintah untuk bisa memastikan semua pendatang dari luar negeri baik warga Indonesia atau warga asing sehat dan bebas dari virus COVID-19.

Sependapat dengan Saleh Daulay, Anggota Komisi IX Fraksi Partai Golongan Karya Dewi Asmara juga meminta pemerintah memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk ke Indonesia, baik itu darat, laut, dan udara. Apalagi untuk pintu masuk melalui laut, dia menyarankan Kementerian Kesehatan tudak hanya berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan tetapi juga dengan Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai.

“Ketika kapal masuk membawa barang, apalagi dengan kru dari negara0negara yang tidak menjadi pantauan dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan), dari negara-negara yang membawa, katakanlah banyak penduduknya, seperti India dan lain-lain,. Bisa dari mana saja. Banyak sekali kita bertransaksi dengan China , termasuk untuk sektor kesehatan. Pengawasannya harus ekstra (ketat),” tutur Dewi.

Anggota Komisi IX dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Nurhayayi Effendi Monoarfa juga meminta agar pemerintah jangan sampai kecolongan seperti masuknya varian Delta dari India tanpa terdeteksi. 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

covid-19

Bio Farma Kerja Sama Pengembangan Vaksin COVID dengan Amerika

BUMN Farmasi Bio Farma menandatangani nota kesepahaman dengan dua perusahaan Amerika Serikat untuk pengembangan vaksin COVID-19.

Published

on

Bio Farma Teken Kerja Sama Pengembangan Vaksin COVID dengan Dua Perusahaan Amerika
Seorang karyawan bagian produksi vaksin Covid-19 di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, 12 Agustus 2020. (Foto: Bayu Ismoyo/ AFP)

Gencil News – VOA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan perusahaan pelat merah Bio Farma menandatangani nota kesepahaman dengan dua perusahaan Amerika untuk pengembangan vaksin COVID-19.

Kedua perusahaan tersebut adalah Dynavax Technologies di Kota Los Angeles dan Baylor College of Medicine di Kota Houston.

Retno menjelaskan Dynavax adalah produsen salah satu adjuvant terbaik di dunia. Adjuvant merupakan zat yang memperkuat kekebalan tubuh orang untuk merespons vaksin disuntikkan ke dalam tubuhnya.

“Kerja sama dilakukan antara Bio Farma dan Dynavax dalam rangka membangun kemandirian vaksin. Pertemuan tersebut ditutup dengan penandatanganan kerja sama Bio Farma dengan Dynavax Technoligies untuk memperkuat kerja sama dan studi pengembangan vaksin Bio Farma-Baylor College of Medicine,” kata Retno, dalam jumpa pers secara virtual dari Amerika Serikat, Sabtu (18/9).

Ke depannya, lanjut Retno, kedua perusahaan tersebut akan bersama-sama mengembangkan vaksin mandiri platform protein rekkombinan.

Di Los Angeles, Bio Farma juga meneken dua nota kesepahaman dengan Google Health untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat melalui solusi teknologi digital. Selain itu, juga untuk mendukung konsep digital dan wellness corner pada 2050 apotek milik BUMN di Indonesia.

Kontainer bermuatan vaksin virus corona (COVID-19) dari perusahaan farmasi China, Sinovac Biotech, untuk pengiriman tahap pertama tiba di Bio Farma, Bandung, 7 Desember 2020. (Foto: Biro Setpres via Reuters)
Kontainer bermuatan vaksin virus corona (COVID-19) dari perusahaan farmasi China, Sinovac Biotech, untuk pengiriman tahap pertama tiba di Bio Farma, Bandung, 7 Desember 2020. (Foto: Biro Setpres via Reuters)

Uji Klinis Vaksin

Pekan ini, Retno Marsudi melakukan kunjungan ke dua kota di Amerika Serikat, yakni Los Angeles dan Houston. Dalam lawatan ini, dia ditemani oleh Wakil Menteri I Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala Nugraha Mansury dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.

Di Houston, mereka bertemu Baylor College of Medicine. Ini merupakan pertemuan kedua Retno dengan mereka setelah kunjungan pertama awal Agustus lalu.

Menurut Retno, kerja sama antara Bio Farma dengan Baylor College of Medicine untuk pengembangan bahan baku vaksin platform protein rekkombinan sudah memasuki uji pra-klinis. Pengembangan itu akan segera memasuki tahap uji klinis yang diperkirakan selesai pada tahun ini.

Pada pertemuan tersebut, dilakukan penandatanganan amandemen pertama dalam perjanjian kerja sama antara Bio Farma dengan Baylor College of Medicine. Dalam amandemen tersebut, ditambahkan klausul kerja sama pengembangan bahan baku vaksin untuk multi varian virus COVID-19, termasuk varian Delta.

Selain itu, kedua pihak juga meneken nota kesepahaman tentang kemitraan strategis yang akan memperkuat kerja sama di luar pengembangan vaksin COVID-19, termasuk kerja magang bagi peneliti Indonesia di Baylor College of Medicine.

Presiden Joko Widodo meninjau pabrikk PT Bio Farma yang akan memproduksi vaksin Covid-19 di Bandung, Jawa Barat, Selasa, 11 Agustus 2020. (Foto: Biro Setpres via AFP)
Presiden Joko Widodo meninjau pabrikk PT Bio Farma yang akan memproduksi vaksin Covid-19 di Bandung, Jawa Barat, Selasa, 11 Agustus 2020. (Foto: Biro Setpres via AFP)

Produksi Vaksin COVID

Pada jumpa pers itu, Pahala Nugraha Mansury mengatakan kolaborasi antara Kementerian BUMN dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan sangat penting.

“Diharapkan di tahun 2022, sesuai arahan Bapak Presiden, Indonesia sudah bisa memiliki vaksin COVID-19 yang diproduksi di dalam negeri. Ini tentunya suatu respons yang sangat strategis, bagaimana Indonesia bisa memiliki vaksin dan diproduksi di Indonesia sendiri,” ujar Pahala.

Ia menuturkan kerja sama kemitraan yang diteken Bio Farma dan Baylor College of Medicine sangat strategis karena mengizinkan adanya program magang bagi peneliti Indonesia, pertukaran informasi, hingga pengembangan vaksin.

Dari Houston malam ini waktu setempat, Menteri Luar negeri retno Marsudi terbang ke Kota New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-76. 

Continue Reading

covid-19

Indonesia Dapat Sumbangan 4,6 Juta Dosis Vaksin Pfizer dari Amerika

Published

on

By

Indonesia Dapat Sumbangan 4,6 Juta Dosis Vaksin Pfizer dari Amerika
Seorang pekerja membongkar kotak vaksin COVID-19 Pfizer di Bandara Soekarno Hatta di Tangerang, 19 Agustus 2021. (Foto: Antara Foto/Fauzan/via Reuters)

Gencil News – VOA- Indonesia mendapat sumbangan vaksin COVID-19 merek Pfizer dari Amerika Serikat sebanyak 4.644.900 dosis yang disalurkan melalui Fasilitas COVAX dan dikirim dalam empat tahap.

Indonesia kembali mendapatkan bantuan kiriman vaksin dari pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Jumat (17/9). Bantuan tersebut tiba di tengah kesenjangan vaksin yang meningkat antara negara maju dan negara-negara berkembang.

Dalam jumpa pers secara virtual menyambut ketibaan vaksin Pfizer donasi dari Amerika Serikat di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Jumat (17/9), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan sejak Kamis (16/9) dan hari ini, pemerintah Amerika telah mengirim vaksin Pfizer sebanyak 877.500 dosis dan 1.755.000 dosis.

Sebanyak 1.140.750 dosis lainnya akan tiba dalam pemberian tahap ketiga yang jatuh pada Minggu (19/9). Selanjutnya, pengiriman tahap keempat dari vaksin tersebut yang berjumlah sebanyak 871.650 dosis akan dilakukan pada 23 September.

Pekerja mengenakan masker pelindung menurunkan Moderna hasil kerjasama internasional Indonesia-Amerika Serikat melalui fasilitas multilateral COVAX, di terminal kargo Soekarno Hatta International, 11 Juli 2021. (Foto: Courtesy Biro Pers via Reuters)
Pekerja mengenakan masker pelindung menurunkan Moderna hasil kerjasama internasional Indonesia-Amerika Serikat melalui fasilitas multilateral COVAX, di terminal kargo Soekarno Hatta International, 11 Juli 2021. (Foto: Courtesy Biro Pers via Reuters)

Menurut Retno, apabila ditambahkan dengan 8.000.160 dosis vaksin Moderna yang sudah diterima Indonesia sebelumnya, maka pemerintah AS sudah mendonasikan vaksin COVID-19 kepada Indonesia sebanyak 12.645.060 dosis.

“Berbagi dosis vaksin COVID-19 sangat penting dalam mengatasi situasi darurat pandemi saat ini, di mana pasokan vaksin global masih langka, saat di mana kesenjangan vaksin masih besar,” kata Retno.

Beberapa hari lalu, lanjutnya, COVAX telah menyampaikan pihaknya tidak dapat memenuhi target pengiriman dua miliar dosis vaksin hingga akhir tahun. Bahkan COVAX telah menetapkan tenggat baru untuk target ini, yaitu kuartal pertama 2022.

Retno menambahkan dalam pertemuan dengan menteri kesehatan dari negara-negara anggota G-20 pada 5 September, Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menekankan tiga langkah luar biasa yang diperlukan saat ini untuk mengatasi kelangkaan dan kesenjangan vaksin COVID-19.

Langkah tersebut mencakup pertukaran antrean dosis antara negara dengan tingkat vaksinasi tinggi dengan negara yang tingkat vaksinasinya rendah melalui Fasilitas COVAX, mempercepat realisasi berbagi dosis vaksin, serta transfer teknologi dan ilmu pengetahuan untuk mendukung produksi vaksin COVID-19 di kawasan lain.

Selain dari Amerika Serikat, lanjut Retno Indonesia kemarin juga menerima bantuan vaksin AstraZeneca dari Prancis melalui Fasilitas COVAX sebanyak 968.360 yang merupakan pengiriman tahap kedua dari total komitmen tiga juta dosis vaksin.

Hingga saat ini, Indonesia telah menerima 1.327.060 dosis vaksin AstraZeneca dari Prancis.

Retno menegaskan terus berdatangannya donasi vaksin COVID-19 tersebut membuktikan upaya diplomasi vaksin Indonesia untuk menggalang solidaritas global memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Dia menambahkan upaya pemerintah untuk mengamankan kebutuhan vaksin nasional akan terus dilakukan melalui berbagai terobosan, termasuk bekerja sama dengan negara dan pihak manapun.

Pemerintah AS mengirimkan 3 juta dosis vaksin Moderna untuk membantu mengatasi perebakan COVID-19 di Indonesia (foto: ilustrasi).
Pemerintah AS mengirimkan 3 juta dosis vaksin Moderna untuk membantu mengatasi perebakan COVID-19 di Indonesia (foto: ilustrasi).

Retno mengatakan ia saat ini akan melakukan kunjungan kerja ke Los Angeles dan Houston, untuk bertemu dengan sejumlah perusahaan pengembang vaksin COVID-19 dan teknologi vaksin multi platform. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari lawatannya pada Agustus.

Dalam kunjungannya ke Amerika awal Agustus lalu, Retno menjelaskan pemerintah Indonesia memperoleh dukungan baru untuk penanganan pandemi COVID-19 berupa penyediaan tambahan dana sebesar US$ 30 juta. Kemudian ada juga dukungan obat-obatan terapeutik oleh salah satu perusahaan Amerika Serikat senilai kurang lebih US$ 51,6 juta. Sehingga total bantuan Amerika untuk Indonesia dalam menghadapi pandemi COVID-19 adalah US$ 81,6 juta.

Dalam kesempatan yang sama, Duta besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Kim juga berterima kasih atas komitmen pemerintah Indonesia untuk terus bekerja sama dengan pemerintah Amerika dalam menangani pandemi COVID-19.

“Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menyumbangkan setengah miliar dosis vaksin Pfizer kepada masyarakat internasional. Amerika Serikat memberikan vaksin Pfizer ini tanpa syarat karena kami sadar berbagi dosis vaksin merupakan hal yang penting untuk mengakhiri pandemi COVID-19,” ujar Kim.

Kim menambahkan pemerintah Amerika meyakini bahwa upaya yang diperlukan untuk mengalahkan pandemi COVID-19 adalah dengan terus memperbesar tingkat vaksinasi secara global. Bersama pemerintah Indonesia, Amerika berkomitmen memberikan vaksin yang aman dan efektif kepada banyak orang.

Menurut Kim, perusahaan-perusahaan swasta juga terus memberikan dukungan penanganan COVID-19 kepada Indonesia. Hal ini menunjukkan kuatnya hubungan antara pemerintah dan rakyat kedua negara. 

Continue Reading

covid-19

Positivity Rate Indonesia Sudah Penuhi Standar WHO, Benarkah?

Pemerintah mengklaim bahwa “positivity rate COVID-19” di Indonesia sudah memenuhi standar WHO, yakni di bawah lima persen. Benarkah? Seorang epidemiolog meragukannnya mengingat pelaksanaan strategi 3T yang kian menurun.

Published

on

kasus konfirmasi positif
Antrean warga saat vaksinasi massal di kebun binatang Surabaya,13 September 2021. (Foto: JUNI KRISWANTO/AFP)

Gencil News – VOA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kondisi pandemi COVID-19 di tanah air terus membaik.

Hal ini, katanya,tercermin dari kasus konfirmasi positif COVID-19 yang berdasarkan indikator dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah masuk dalam level 1 yakni di bawah 20 kasus konfirmasi per 100 ribu penduduk per minggu.

“Tiga indikator kapasitas respons dari satu negara terhadap pandemi ini sudah menurun dengan cukup drastis. Positivity rate-nya sudah ke batas normalnya WHO di bawah lima persen, tracing-nya juga sudah jauh lebih membaik, sekarang sudah mendekati yang di standarkan oleh WHO yaitu di atas 15 kemudian, BOR rumah sakit sudah kembali titik normal yaitu 17,14 persen,” ungkap Budi dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR RI beberapa waktu lalu.

Budi menjelaskan, kasus konfirmasi positif COVID-19 di banyak provinsi sudah masuk ke dalam kategori normal atau level 1. Hanya beberapa provinsi yang tercatat masih memiliki kasus konfirmasi positif relatif tinggi, seperti Bangka Belitung, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Beberapa provinsi, menurutnya juga, masih mencatat tren rawat inap tinggi, termasuk Kepulauan Riau, Aceh, Kalimantan Utara, Bangka Belitung, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Rabu (25/8) .(VOA)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Rabu (25/8) .(VOA)

“Untuk tingkat kematian, sebagian besar sudah masuk ke level normal, yang masih ada tinggi adalah Aceh, Riau, Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Bali, Jogjakarta, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur,” katanya.

Strategi Penguatan Pandemi COVID-19

Guna mempertahankan kondisi pandemi yang sudah membaik ini, pemerintah akan terus mempertahankan empat strategi utama, yakni protokol kesehatan; deteksi (yang mencakup testing, tracing dan isolasi); vaksinasi; dan perawatan atau theurapetic.

Pihaknya pun tetap mewaspadai berbagai mutasi virus corona yang berpotensi menimbulkan gelombang ketiga. Belajar dari menyebarnya varian delta yang menyebabkan kenaikan kasus yang eksponansial, pemerintah akan memperketat pintu masuk ke Indonesia dan memperkuat surveillance genomic untuk mendeteksi lebih awal keberadaan varian baru tersebut.

Pihak Kemenkes, katanya, saat ini sedang mengamati tiga varian baru (Lamda, Mu dan C.1.2) dan berusaha mencegah varian-varian itu masuk ke tanah air.

Vaksinasi massal dengan vaksin COVID-19 Sinovac di kebun binatang Surabaya, 13 September 2021. (Foto: JUNI KRISWANTO/AFP)
Vaksinasi massal dengan vaksin COVID-19 Sinovac di kebun binatang Surabaya, 13 September 2021. (Foto: JUNI KRISWANTO/AFP)

“Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga border kita, perbatasan, pintu masuk internasional, memperketat yang namanya entry dan exit test, dan termasuk juga mendisiplinkan proses karantina. Yang perlu dijaga adalah, kita bisa lihat pintu masuk kemarin yang delta, kita agak kebobolan karena kita lupa menjaga dari sisi lautnya, sehingga banyak kapal-kapal pengangkut barang yang masuk ke Indonesia dari India, krunya pada saat mendarat diijinkan turun sehingga menularkan. Kalau kita lihat, dari sisi pintu masuk udara, memang tesnya relatif lebih baik, jadi entry test-nya dilakukan lebih baik,” jelasnya.

Penurunan Positivity Rate di Tengah Minimnya Testing

Ahli Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman tidak memungkiri kebijakan pengetatan yang dilakukan oleh pemerintah seperti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) per level berdampak pada penurunan kasus konfirmasi positif corona di tanah air.

Epidemiolog Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, dalam tangkapan layar. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)
Epidemiolog Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, dalam tangkapan layar. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)

Namun menurutnya, intervensi berupa testing, tracing dan isolasi perlu diperkuat di seluruh provinsi hingga tingkat kabupaten/kota. Ia melihat intervensi tersebut di banyak wilayah masih lemah.

Ia juga mempertanyakan klaim positivity rate di bawah lima persen, mengingat jumlah tes PCR di Indonesia masih relatif rendah. Ia juga meragukan klaim tersebut karena angka kematian akibat corona di Indonesia tercatat masih tertinggi di ASEAN, yakni 4,4 persen.

Berdasarkan catatannya, pada 22 Agustus, pemerintah melakukan 31 ribu tes PCR dan positivity rate yang terdeteksi adalah 26 persen; pada1 September, pemerintah melakukan 38 ribu tes dan positivity rate yang terdeteksi adalah 18 persen pada 10 September, pemerintah melakukan 39 ribu tes PCR dan positivity rate yang terbaca adalah 9,5 persen.

“Dan bahkan satu hari setelahnya drastis lagi menurun menjadi 3,5 persen dengan testing yang juga nggak meningkat, yakni 40 ribu tes PCR. Sekarang, 12 September, tes PCR-nya menurun menjadi 37 ribu dan positivity rate-nya 8,3 persen. Logikanya begini karena ini semua harus bisa dijelaskan secara ilmiah, tanpa ada intervensi testing, tracing yang memadai terutama di isolasi karantina yang kuat maka penurunan positivity rate ini akan menjadi lemah dan bahkan membahayakan, karena bisa jadi semu,” ungkapnya kepada VOA.

Menurut Dicky, cakupan vaksinasi COVID-19 juga belum merata di seluruh Indonesia, baik untuk dosis pertama maupun dosis kedua, terutama untuk lansia. Dicky mengatakan, pemerintah perlu mencari tahu permasalahan di setiap pelosok daerah di tanah air, agar perbaikan kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia bisa merata dan dipertahankan.

“Jadi data nasional yang baik ini harus dilihat karena kontribusinya bisa saja dari Jabodetabek yang bagus, selama ini yang bagus mayoritas dari situ. Kalau diturunkan lagi ke pronvinsi lalu ke kabupaten/kota ini yang akan makin terlihat. Jadi ya belum bisa dianggap kita dalam kondisi aman, karena selain bahwa ini di tengah testing yang rendah, juga ini naik turun. Jadi harus konsisten setidaknya dua minggu dengan didukung oleh testing yang memadai. Jadi ya bisa disebut masih abu-abu,” pungkasnya.

Continue Reading

covid-19

Pemerintah Lobi WHO untuk Jadikan Indonesia Pusat Vaksin Dunia

Published

on

Pemerintah Lobi WHO untuk Jadikan Indonesia Pusat Vaksin Dunia

Gencil News – VOA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah sedang melakukan pembicaraan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) serta enam perusahaan farmasi terkait keinginannya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pembuatan vaksin dunia.

Budi mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Indonesia akan memulai inisiatif tersebut dengan memprioritaskan pembelian vaksin COVID-19 dari perusahaan yang mau membagikan teknologi yang digunakannya dalam pembuatan vaksin dan mendirikan fasilitas di Tanah Air.

“Kami bekerja sama dengan WHO untuk menjadi salah satu pusat manufaktur global untuk mRNA,” katanya. Ia menambahkan bahwa dia telah melobi langsung Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam perjalanan awal bulan ini ke Eropa.

“WHO telah menunjuk Afrika Selatan sebagai lokasi pertama, dan saya mengatakan bahwa secara logis Indonesia harus menjadi yang kedua.”

“Pusat transfer teknologi” yang baru adalah bagian dari strategi WHO untuk mendistribusikan produksi vaksin secara lebih luas secara global. Selain itu, hal ini juga merupakan bagian dari strategi badan PBB tersebut untuk meningkatkan kapasitas negara-negara berkembang agar dapat membuat vaksin generasi baru, seperti vaksin Moderna dan Pfizer yang berbasis asam nukleat mRNA, yang dianggap dapat dengan cepat beradaptasi dalam menangani varian virus baru.

Seorang pejabat senior WHO kepada Reuters mengatakan upaya untuk mengembangkan basis produksi vaksin COVID-19 di Afrika Selatan akan fokus pada upaya untuk meniru vaksin Moderna. Namun realisasi proyek tersebut masih terhambat karena proses negosiasi yang terjadi dengan perusahaan di AS masih mengalami kebuntuan.

Budi mengatakan Indonesia tertarik untuk membangun keahlian dalam menciptakan vaksin mRNA, serta juga mengembangkan jenis viral vector shot seperti yang diproduksi AstraZeneca.

Seorang juru bicara WHO mengatakan Indonesia adalah salah satu dari 25 negara berpenghasilan rendah dan menengah yang menyatakan minatnya untuk menjadi tuan rumah pusat vaksin. Namun ia menolak untuk mengatakan apakah Indonesia menjadi kandidat utama terkait hal tersebut.

Budi mengatakan Indonesia berada di posisi yang tepat untuk mengekspor vaksin ke seluruh dunia, terutama karena Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia dan dapat menjamin vaksinnya halal.

Indonesia telah bergulat dengan salah satu wabah COVID-19 terparah di Asia dan telah mencatat lebih dari 4,1 juta infeksi dan 139.000 kematian. Para ahli kesehatan masyarakat mengatakan angka sebenarnya kemungkinan beberapa kali lebih tinggi.

Petugas kesehatan menunggu usai menerima vaksin COVID-19 Sinovac di Sleman, Yogyakarta, 28 Januari 2021. (Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko via REUTERS)
Petugas kesehatan menunggu usai menerima vaksin COVID-19 Sinovac di Sleman, Yogyakarta, 28 Januari 2021. (Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko via REUTERS)

Tingkat infeksi dan kematian di Tanah Air telah menurun tajam dalam beberapa minggu terakhir. Namun, jumlah penerima vaksin dosis penuh saat ini baru mencapai 25 persen dari target populasi 208 juta orang. Akibatnya pemerintah masih harus melakukan upaya untuk menggalakkan program vaksinasi di masa mendatang, terutama karena kemungkinan harus memberikan suntikan booster.

Budi mengatakan perusahaan farmasi nasional sedang berdiskusi dengan produsen dan pengembang vaksin Anhui, Walvax, Sinovac, Genexine, Arcturus Therapeutics dan Novavax. Pembicaraan, menurutnya, berkisar dari “isi dan penyelesaian” dasar hingga produksi hulu dan penelitian dan pengembangan.

“Kami membuka peluang yang sama juga kepada AstraZeneca. Kami juga terbuka untuk rekanan yang sudah ada, Pfizer,” ujarnya. “Kami terbuka untuk siapa saja.”

Masyarakat sedang mengantre untuk mendapatkan vaksin COVID-19 di Bandara Internasional Juanda, saat kasus melonjak di Sidoarjo, Jawa Timur, 22 Juli 2021. (Foto: Antara/Umarul Faruq via REUTERS)
Masyarakat sedang mengantre untuk mendapatkan vaksin COVID-19 di Bandara Internasional Juanda, saat kasus melonjak di Sidoarjo, Jawa Timur, 22 Juli 2021. (Foto: Antara/Umarul Faruq via REUTERS)

Bambang Heriyanto, Sekretaris Perusahaan BUMN Farmasi Bio Farma, membenarkan pembicaraan tersebut sedang berlangsung. Menurutnya, langkah pertama adalah berkolaborasi dalam transfer teknologi. Ia menjelaskan dibutuhkan dua atau tiga tahun untuk membangun fasilitas produksi yang beroperasi penuh.

Budi mengatakan Indonesia akan menggunakan pengaruhnya sebagai bagian dari negara-negara kelompok G-20 mulai Desember nanti untuk mempromosikan keamanan kesehatan global dan mempersiapkan pandemi berikutnya setelah virus corona, juga dikenal sebagai SARS-CoV-2.

“Tidak ada yang bisa menjamin bahwa SARS-CoV-3 dan 4 tidak akan datang,” tukasnya.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING