Rusia Pecahkan Rekor Harian untuk Kematian akibat COVID-19
Connect with us

covid-19

Rusia Pecahkan Rekor Harian untuk Kematian akibat COVID-19

Published

on

Rusia Pecahkan Rekor Harian untuk Kematian akibat COVID-19
Seorang petugas pemakaman di Omsk, Rusia, mengenakan pakaian pelindung saat bertugas pada 7 Oktober 2021. Jumlah kasus harian COVID-19 di Rusia meningkat dalam beberapa hari terakhir. (Foto: AP)

Gencil News – VOA – Gugus tugas untuk penanganan pandemi COVID-19 dari pemerintah Rusia mengumumkan pada Selasa (12/10) rekor 973 kematian terkait virus corona dalam satu hari yang disertai dengan lonjakan infeksi baru yang terus berlanjut.

Pada hari yang sama, gugus tugas itu juga melaporkan sebanyak 28.190 kasus baru, mendekati rekor 29.499 kasus yang terjadi pada Desember lalu.

Para pejabat Rusia menyalahkan lonjakan infeksi pada program vaksinasi yang lamban di negara itu. Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa baru sepertiga populasi telah divaksinasi lengkap, meskipun negara itu dengan cepat meluncurkan vaksin Sputnik produksinya pada awal tahun ini.

Baca juga   Tingkatkan Kesadaran Risiko Korupsi, Pemkot Pontianak Kenalkan SPI

Menurut kantor berita Reuters, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa mendesak anggota parlemen yang baru terpilih untuk secara aktif mendukung upaya vaksinasi terhadap lebih banyak penduduk.

Namun pemerintah enggan memberlakukan mandat vaksin. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada Senin (11/10), pemberlakuan mandat vaksin sendiri akan diserahkan kepada otoritas regional.

Sementara itu, laporan parlemen Inggris mengatakan perbedaan pendapat di antara pejabat pemerintah menyebabkan penundaan yang mahal dalam memerintahkan lockdown nasional pada hari-hari pertama pandemi COVID-19.

Laporan setebal 151 halaman dari komite sains dan kesehatan Majelis Rendah itu mengatakan kabinet Perdana Menteri Boris Johnson sengaja terlibat dalam “pendekatan lambat dan bertahap” pada beberapa bulan pertama tahun 2020 karena para pejabat berusaha mengelola, dan bukan menekan penyebaran virus.

Baca juga   WHO Beri Persetujuan Vaksin COVID-19 Sinopharm Buatan China

Penyelidikan bersama tersebut mengatakan virus corona dapat menyebar ke seluruh Inggris karena strategi “fatal” itu, yang akhirnya ditinggalkan karena Layanan Kesehatan Nasional negara itu berisiko kewalahan oleh kasus yang meningkat pesat.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

covid-19

Jadwal Vaksinasi Covid-19, Sabtu Minggu Ini di Plaza MTQ UNTAN

Published

on

Jadwal Vaksin Covid-19, Sabtu 23 Oktober 2021 di Taman Akcaya

Gencil News – Jadwal vaksinasi covid-19 akhir pekan ini akan berlangsung di Plaza MTQ Untan Pontianak, jalan Ahmad Yani.

Gebyar Vaksinasi Kalbar ini akan berlangsung mulai pukul 16.00 – 21.00 di Plaza MTQ Untan atau bekas cafe nineteen.

Tersedia 3 jenis vaksin yang akan diberikan, yaitu Sinovac, Astrazeneca dan Pfizer. Vaksinasi ini terbuka bagi masyarakat umum, baik baru pertama kali vaksin atau yang akan mendapatkan suntikan kedua.

Jangan lupa persiapkan diri anda, catat baik-baik persyaratannya dan displin protokol kesehatan serta patuhi persyaratan yang telah tercantum.

Yuk kita ciptakan Herd Immunity di Kalbar, agar segala aspek kehidupan menjadi pulih sedia kala.

Baca juga   Mengatasi Bau Badan Berlebih Pada Remaja
Continue Reading

covid-19

Jadwal Vaksin Covid-19, Sabtu 23 Oktober 2021 di Taman Akcaya

Published

on

Jadwal Vaksin Covid-19, Sabtu 23 Oktober 2021 di Taman Akcaya

Gencil News – Jadwal Vaksin Covid-19 terbau akan dilaksanakan pada Sabtu 23 Oktober 2021 di Gedung Perpustakaan Taman Akcaya jalan Sultan Syahrir Pontianak.

Acara Gebyar vaksinasi ini terbuka untuk masyarakat umum yang memiliki identitas diri seperti KTP dan KK.

Tersedia tiga jenis vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat, yaitu Sinovac, Astrazeneca dan Pfizer.

Kepada masyarakat, ayo manfaatkan kesempatan baik ini untuk menjaga diri kita dari virus corona penyebab covid-19.

Baca juga   Ingat! Tukar Kartu ATM lama dengan Kartu ATM Chip Bank Kalbar
Continue Reading

covid-19

Jadwal Vaksinasi Covid-19 Polsek Pontianak Barat, 22 Oktober 2021

Published

on

Jadwal Vaksinasi Covid-19 Polsek Pontianak Barat, 22 Oktober 2021
Jadwal Vaksinasi Covid-19 Polsek Pontianak Barat, 22 Oktober 2021 📸 Hakan Nural

Gencil News – Jadwal Vaksinasi Covid-19 terbaru dan terbuka kepada masyarakat Pontinak. Polsek Pontianak Barat menggelar acara vaksinasi massal covid-19.

Acara yang dinamakan Gerai Vaksin Presisi, akan berlangsung pada hari Juma’t, 22 oktober 2021, mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai.

Tersedia dua jenis vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat, yaitu Sinovac dan Astrazeneca.

Sebanyak 500 dosis akan disuntikan kepada penerima suntikan tahap 1 dan 2. Acara ini akan berlangsung di Posko PPKM Skala Mikro Derma, jalan Hasanuddin, gang Derma, Pontianak Barat.

Baca juga   Vaksin Merah Putih Buatan Indonesia Akan Keluar Tahun 2022

Pendaftaran langsung ditempat, untuk itu jangan lupa untuk menyiapkan alat tulis sendiri. Umur 12 tahun keatas, membawa fotocopy KTP dan KK. Bagi yang sudah menerima vaksin pertama, diminta untuk membawa kartu vaksin pertama.

Continue Reading

covid-19

Mengapa Kasus Varian Delta COVID-19 Menurun di India, Indonesia, dan Inggris?

Published

on

Mengapa Kasus Varian Delta COVID-19 Menurun di India, Indonesia, dan Inggris?
Reaksi seorang pasien gangguan jiwa yang dirawat oleh Yayasan Jamrud Biru saat menerima vaksin COVID-19 dalam program vaksinasi di Bekasi, pinggiran Jakarta. (Foto: Reuters)

Gencil News – VOA – Indonesia menyaksikan sebuah fenomena pandemi menggembirakan baru-baru ini di mana jumlah kasus COVID-19 varian Delta turun dari sekitar 54 ribu menjadi hanya 1.400 pada 5 Oktober lalu. Penurunan juga terjadi di India dan Inggris beberapa waktu lalu.

Andy Slavitt, mantan penasihat Presiden Joe Biden pada tim penanggapan COVID-19, mengatakan penurunan drastis kasus COVID-19 di Inggris dan India bisa menjadi paradigma baru seputar penyebaran virus corona dalam masyarakat. Di akun Twitternya, Slavitt menulis: “Delta naik cepat dan juga turun secara cepat.”

Baca juga   Ingat! Tukar Kartu ATM lama dengan Kartu ATM Chip Bank Kalbar

VOA menghubungi Dr. LJ Tan, Chief Strategy Officer pada Immunization Action Coalition atau IAC. Dia menilai fenomena ini disebabkan oleh beberapa faktor yang beraksi secara bersamaan.

Petugas kesehatan dan kerabatnya membawa jenazah seorang pria yang meninggal karena COVID-19, dari ambulans ke krematorium di New Delhi, India, 13 November 2020. (Foto: REUTERS/Danish Siddiqui)
Petugas kesehatan dan kerabatnya membawa jenazah seorang pria yang meninggal karena COVID-19, dari ambulans ke krematorium di New Delhi, India, 13 November 2020. (Foto: REUTERS/Danish Siddiqui)

“Paling tidak di India, imunisasi terus naik, jadi mereka melakukan vaksinasi dengan baik. Protokol mereka untuk melawan COVID-19 juga diberlakukan secara ketat setelah perebakan varian Delta, jadi langkah-langkah ini punya dampak dramatis terhadap penurunan kasus COVID-19,” katanya.

Faktor lain yang harus diperhatikan, di dalam penyebaran penyakit infeksi adalah gejala “ebbs and flows” atau pola berulang-ulang dari pasang dan surut penyakit itu.

“Ketika semakin banyak orang sakit dan sembuh, dan semakin banyak orang divaksinasi, pool pasien terus menyusut, dan ini mengakibatkan penurunan infeksi,” kata LJ Tan.

Baca juga   Presiden Mengingatkan Untuk Waspadai Ancaman Varian Mu

Namun, lanjutnya, ketika kekebalan berkurang, orang-orang yang terinfeksi pada momen lebih dini, mereka menjadi bagian dari kelompok yang rentan terhadap infeksi, kekebalan mereka melemah.

“Dan Anda saksikan lonjakan lagi. Jadi penyebarannya naik dan turun berdasarkan evolusi virusnya, kelompok orang rentan yang naik dan turun, dan sudah tentu intensitas vaksinasi,” tambahnya.

Dr. Lily Widyastuti Hikam adalah pakar bio-medical science dan manajer riset di PT Kalbe Farma. Dia berpendapat, berbagai langkah pro-aktif yang diprakarsai pemerintah dan dengan dukungan kuat dari masyarakat telah berhasil menurunkan kasus COVID-19 di Indonesia.

“Saya rasa ini bagian dari efek, ya salah satunya PPKM dan juga peningkatan testing dan tracing (pelacakan) di Indonesia, juga penggalakan program vaksinasi. Meski tidak mencegah penularan, vaksin ini sangat berguna untuk meredam gejala-gejala berat COVID yang membuat pasien harus masuk rumah sakit, jadi mereka bisa sembuh di rumah dengan self-isolation (isolasi mandiri). Saya rasa tiga faktor itu berperan penting dalam penurunan kasus COVID kita dari bulan Juli sampai sekarang,” paparnya.

Baca juga   Pemerintah Tingkatkan Pendeteksian di Pintu Masuk

Inggris pada pertengahan Juli lalu juga menyaksikan kasus COVID-19 varian Delta yang memuncak, namun menurun lebih dari 50 persen pada permulaan Agustus. Selain tingkat vaksinasi yang tinggi, kinerja sistem pelacakan elektronik negara itu mengesankan.

Warga Inggris diperingatkan apabila mereka ‘kontak’ dengan pengidap COVID-19. Mereka akan “dikirimi nada ping” oleh pemerintah ke ponsel masing-masing. Nada ini berarti penerimanya wajib melakukan isolasi mandiri. “Pingdemic” ini berhasil memperingatkan lebih dari 700 ribu warga Inggris untuk melakukan isolasi mandiri.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING