10 Fakta Menarik Mengenai Gurun Sahara, Dulunya Pernah Menjadi Oasis
Connect with us

Global

10 Fakta Menarik Mengenai Gurun Sahara, Dulunya Pernah Menjadi Oasis

Published

on

10 Fakta Menarik Mengenai Gurun Sahara, Dulunya Pernah Menjadi Oasis

Gencil News- Gurun Sahara merupakan wilayah gurun yang terletak pada bagian Benua Afrika meliputi negara Algeria, Chad, Mesir, Libya, Mali, Mauritania, Nigeria, Sahara Barat, Sudan, dan Tunisia.

Dengan luas wilayah yang mencakup lebih dari 30 persen Benua Afrika. Ternyata gurun ini dulu juga pernah menjadi wilayah oasis.

Melansir dari On the Go Tours, Senin (25/1/2021), 10 fakta menarik tentang Gurun Sahara;

  1. Sahara bukanlah gurun terbesar di dunia. Faktanya, Sahara adalah gurun panas terbesar di belakang Arktik dan Antartika, yang keduanya merupakan gurun dingin. Selama bulan-bulan musim panas, suhu di Sahara rata-rata mencapai 38 hingga 48 derajat Celcius.
  2. Luasnya terbentang sekitar 8,6 juta kilometer persegi. Namun, hal ini berubah seiring waktu karena luas gurun yang sebenarnya mengembang dan menyusut seiring dengan musim.
  3. Para ilmuwan memperkirakan bahwa ukuran keseluruhan Sahara telah berkembang menjadi 10 persen lebih besar dari hampir seabad yang lalu.
  4. Mencakup hampir sepertiga benua Afrika, dengan total 11 negara. Ini termasuk Mesir, Aljazair, Chad, Libya, Mali, Mauritania, Maroko, Niger, Sudan, Sahara Barat, dan Tunisia.
  5. Sahara mendapatkan namanya dari bahasa Arab “Sahra”, yang berarti gurun.
  6. Padang pasir hanya menutupi sekitar 25 persen dari permukaan Sahara yang sebenarnya. Gurun ini juga memiliki banyak fitur daratan lainnya, termasuk dataran garam, dataran berkerikil, dataran tinggi, dan bahkan pegunungan di mana salju pernah turun.
  7. Meskipun banyak bukit pasir di Sahara mencapai ketinggian lebih dari 180 meter, titik tertinggi gurun ini berada di gurun berapi yang telah punah bernama Gunung Koussi di Chad, yang memiliki ketinggian 3.415 meter.
  8. Gurun Sahara mungkin salah satu lingkungan paling ekstrem di Bumi, tetapi Sahara menampung berbagai satwa liar yang telah beradaptasi dengan kehidupan yang keras.
  9. Selain unta dan kambing, spesies Gurun Sahara termasuk cheetah, rusa, burung unta, rubah Fennec, dan biawak. Makhluk yang lebih mematikan mencakup kalajengking dan ular pasir berbisa.
  10. Tak hanya rumah bagi hewan, sekitar 2,5 juta orang juga menyebut Sahara sebagai rumah, yang sebagian besar berakar dari Berber atau Arab.
  11. Mereka tinggal pada pemukiman permanen dekat sumber air atau memiliki gaya hidup nomaden, bepergian dari satu tempat ke tempat lain dengan kawanan domba, kambing, atau unta.
  12. Rute perdagangan Sahara memainkan peran penting dalam perekonomian Afrika Kuno. Barang-barang seperti tembaga, garam, dan emas diangkut menggunakan karavan unta, yang umumnya terdiri dari ribuan unta.
Baca juga   Jamin Para Petani Di Landak, Bupati Lakukan Kerjasama PERDADI Kalbar

Salah satu catatan sejarah bahkan menyebut karavan berisi 12.000 unta yang melakukan perjalanan antara Mesir dan Sudan.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nasional

Indonesia Punya Taksi Terbang Akan Mengudara di Bali dan Jakarta

Published

on

By

Indonesia Punya Taksi Terbang Akan Mengudara di Bali dan Jakarta
Taksi terbang EHang 216 (Foto istimewa)

Gencil News – Indonesia tak mau ketinggalan menuju industri transportasi masa depan. Pada akhir pekan kemarin, taksi terbang pertama yang ada di tanah air resmi mengudara melakukan ujicoba.

Taksi terbang yang baru saja melakukan ujicoba pertamanya di Bali adalah EHang 216. Seperti telah diberitakan sebelumnya, taksi terbang ini dibawa ke Indonesia oleh Rudy Salim, sosok di belakang Prestige Motocars.

“Hasilnya berhasil dengan sempurna, semuanya berjalan dengan lancar,” ujar Executive Chairman Prestige Aviation, Rudy Salim, Sabtu (27/11/2021).

Melansir dari Detik, dalam dua pekan terakhir, taksi terbang EHang 216 melakukan dua tes terbang. Yang pertama pada 25 November yang digelar secara tertutup. Sementara tes kedua dilangsungkan pada 26 November, yaitu flight demo yang dibuka secara umum.

Baca juga   Rencanakan Teror di Konser Bieber, Remaja Wales Divonis Penjara

EHang mengelilingi langit Bali sesuai rute perizinan dari Direktorat Navigasi Penerbangan untuk mendemonstrasikan kontrol dan koordinasinya secara akurat dari pusat komando. Ujicoba terbang ini dilakukan di wilayah Black Stone Beach Bali.

“Tahap pertama demo ini tanpa penumpang atau cargo di mana kita sebelumnya harus dulu melatih crew kita selama 2 minggu dengan trainer langsung dari pabrikan Ehang, tim yang dilatih adalah pilot dan senior engineer yang sudah pengalaman di dunia aviasi,” jelas dia.

“Tujuan pelatihan agar tim familiar dengan operasional, perawatan pesawat. Juga membangun confident level untuk tahapan selanjutnya,” sambung Rudy.

Setelah Bali, taksi terbang EHang 216 rencananya juga akan dijajal melayang di langit Jakarta. Pihak Prestige Aviation kini masih menunggu izin terbang dan ujicoba di wilayah ibukota.
“Kami akan terus melakukan test di Jakarta, memberikan edukasi mengenai Autonomous Aerial Vehicle (AAV), sembali menunggu proses perizinan,” cetus Rudy.

Baca juga   Kunci Jawaban Kelas 6 SD Hal 79-83 "Bekerjasama Mencapai Tujuan"

Kehadiran taksi terbang bisa menjadi opsi untuk menghindari jalanan macet terutama jika ingin berpergian pada jarak yang tak terlalu jauh.

Satu hal yang menjadi pertanyaan banyak pihak ialah masalah keselamatan. Rudy mengatakan teknologi otonom bisa meminimalisir kemungkinan kegagalan atau kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan manusia.

Continue Reading

Olahraga

Roma Menang Atas Torino Dengan Skor 1-0

Published

on

By

Roma Menang Atas Torino Dengan Skor 1-0

Gencil News- Liga Italia antara Roma vs Torino menghasilkan skor 1-0 . Pertandingan pada laga pekan ke-14 ini termasuk Liga Italia 2021-2022 di Stadio Olimpico, Minggu (28/11/2021).

Berkat Tammy Abraham, Roma sukses mencetak skor dan membawa rekor sehingga membuat tim ini makin perkasa pada kandang Torino.

Selain Torino juga tidak bisa membobol gawang lawan karena adanya pemain bertahan AS Roma, Gianlunca dadn Chris Smalling.

Hingga pada akhirnya Roma sukses untuk menaklukkan Torino dengan satu gol tanpa balas.

Baca juga   Dialog Anak dan Kemendikbud-Ristek: PR yang Bertumpuk Bebani Siswa

Susunan pemain AS Roma dan Torino:

AS Roma (3-1-4-2): 1-Rui Patricio; 23-Gianluca Mancini, 6-Chris Smalling, 3-Roger Ibanez; 42-Amadou Diawara; 2-Rick Karsdorp, 7-Lorenzo Pellegrini (11-Carles Perez 15′), 77-Henrikh Mkhitaryan, 92-Stephen El Shaarawy (5-Matias Vina 88′); 22-Nicolo Zaniolo, 9-Tammy Abraham

Pelatih: Jose Mourinho

Torino (3-4-2-1): 26-Koffi Djidji (6-David Zima 46′), 3-Bremer, 99-Alessandro Buongiorno (8-Daniele Baselli 77′); 17-Wilfred Singo, 10-Sasa Lukic, 4-Tommaso Pobega, 27-Mergim Vojvoda (7-Simone Zaza 77′); 22-Dennis Praet (11-Marko Pjaca 77′), 14-Josip Brekalo; 9-Andrea Belotti (19-Antonio Sanabria 79′)

Pelatih: Ivan Jurich

Wasit: Daniele Chiffi

Continue Reading

Nasional

Satgas Covid-19 Keluarkan Surat Edaran Terbaru Perjalanan Internasional

Published

on

By

Satgas Covid-19 Keluarkan Surat Edaran Terbaru Perjalanan Internasional

Gencil News- Satgas Penanganan Covid-19 sudah mengeluarkan surar edaran terbaru mengenai protokol kesehatan perjalanan internasional terbaru.

Surat Edaran tersebut tertuang pada No. 23 Tahun 2021 mengenai Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mulai berlaku pada hari ini, Senin (29/11/2021).

Surat ini nantinya akan ditetapkan masa berlakunya pada waktu yang akan ditentukan kemudian.

Dari keluarnya surat tersebut, jadi untuk Surat Edaran No. 20 Tahun 2021 serta Addendun Surat Edaran No.20 Tahun 2021 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku kembali.

Baca juga   Dialog Anak dan Kemendikbud-Ristek: PR yang Bertumpuk Bebani Siswa

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengeluarkan atas dasar penemuan varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.529 yang saat ini ada pada negara Afrika Selatan.

Varian ini memiliki nama Omicron dan menyebar luas pada beberapa negara di dunia. Yang mana adanya kemunculan varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.529 sudah menyebabkan peningkatan kasus khususnya pada Benua Afrika bagian Selatan.

“Pada prinsipnya, untuk bisa beradaptasi dengan baik, kebijakan COVID-19 pun harus adaptif dengan dinamika virusnya termasuk dinamika variannya yang terjadi secara global,” kata Wiku

Ia menerangkan bahwa atas adanya arahan dari presiden serta koordinasi intens, maka diputuskan untuk mnyesuaikan seluruh upaya pengendalian Covid-19.

Baca juga   Ilmuwan Lacak Saat-Saat Terakhir Stasiun Antariksa China di Orbit

“Untuk memperkuat penyesuaian ini, kementerian dan lembaga menyusun dasar hukum yang memperkuat keputusan pengetatan kedatangan pelaku perjalanan dari negara dengan kemungkinan potensi importasi pada negara tetangga,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kebijakan prokes terbaru ini sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak yang terkait.

“Tidak hanya sektor kesehatan, sektor lain seperti hubungan diplomatis, ekonomi dan investasi, serta ketahanan dan pertahanan juga diperhatikan demi menjamin kegiatan masyarakat yang aman produktif Covid-19,” pungkasnya.

Continue Reading

Nasional

Muncul Varian Omikron, Pemerintah Belum akan Terapkan ‘Lockdown’

Meskipun muncul varian baru COVID-19 – yang dikenal sebagai omikron – yang yang diperkirakan lebih ganas dari varian sebelumnya, pemerintah yakin kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) per level masih bisa menekan perebakan wabah virus mematikan ini.

Published

on

Varian Omikron
Seorang perempuan mengenakan masker pelindung berjalan melewati mural bertema virus corona saat wabah COVID-19 terus berlanjut di Solo, Jawa Tengah, 21 Februari 2021. (Foto: Antara/Mohammad Ayudha via REUTERS)

Gencil News – VOA – Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah belum akan menerapkan kebijakan lockdown untuk mengantisipasi munculnya varian baru omikron atau B.1.1.529 yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan.

Ia yakin dunia dan Indonesia sudah lebih siap dalam mengantisipasi munculnya berbagai varian baru COVID-19 berdasarkan pengalaman dalam mengendalikan pandemi selama hampir dua tahun.

Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Marves yang sekaligus Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM Darurat di Jakarta, Senin malam (23/8). (Courtesy: Kemenko Marves)
Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Marves yang sekaligus Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM Darurat di Jakarta, Senin malam (23/8). (Courtesy: Kemenko Marves)

“Jadi kita mencari keseimbangan, karena pengalaman lockdown itu juga tidak menyelesaikan masalah. Kita sudah lihat banyak negara yang melakukan lockdown malah dapat serangan lebih banyak. Kita yang melakukan pendekatan seperti PPKM atau keseimbangan itu akan lebih baik,” ungkap Luhut dalam telekonferensi pers di Jakarta, Minggu (28/11).

Larangan Masuk WNA dan Penambahan Waktu Karantina

Adapun kebijakan yang diambil pemerintah guna mencegah masuknya varian Omikron di Tanah Air adalah melarang warga negara asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir ke negara-negara di bagian selatan Afrika, yaitu : Afrika Selatan, Bostwana, Namimbia, Zimbabwe, Leshoto, Mozambik, Eswatini, Angola, Zambia dan Hong Kong, untuk masuk ke Indonesia.

Para penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di tengah pandemi COVID-19, Tangerang, 4 Mei 2021. (Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Reuters)
Para penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di tengah pandemi COVID-19, Tangerang, 4 Mei 2021. (Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Reuters)

Untuk warga negara Indonesia (WNI) yang akan pulang ke Tanah Air dan memiliki riwayat perjalanan dari negara-negara di atas tersebut akan dikarantina selama 14 hari. Selain itu, waktu karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang berasal dari daftar di luar negara-negara di atas juga akan ditambah.

Baca juga   Pesawat Militer Aljazair Jatuh, 181 Tewas

“Pemerintah juga akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI yang dari luar negeri, di luar negara-negara yang masuk pada daftar, menjadi tujuh hari dari sebelumnya tiga hari,” jelas Luhut.

Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 29 November 2021. Daftar negara-negara yang disebutkan, kata Luhut, bisa bertambah ataupun berkurang tergantung pada evaluasi yang dilakukan secara berkala oleh pemerintah.

Pihak Kementerian Kesehatan, jelasnya juga akan meningkatkan tindakan whole genome sequencing (WGS) pada setiap kasus positif yang didapatkan dari pelaku perjalanan internasional untuk medeteksi lebih awal keberadaan daripada varian-varian baru tersebut.

“Masyarakat tidak perlu panik, dalam menyikapi varian omikron ini. Pemerintah telah mengambil langkah-langkah pengetatan kedatangan dari luar negeri, dan akan meningkatkan aktivitas genome sequencing untuk mendeteksi varian omikron. Selain itu peningkatan prokes, dan kepatuhan terhadap penggunaan PeduliLindungi juga harus terus ditingkatkan. Dan upaya ini menbutuhkan kerja sama yang erat dari masyarakat,” tuturnya.

Penelitian Lebih Lanjut

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan hanya butuh waktu singkat bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menaikkan status varian Omikron dari varian under investigation menjadi varian of concern (VOC).

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan setidaknya sudah ada lebih dari 25 mutasi varian Delta di Indonesia. (Foto: Courtesy/Biro Setpres RI)
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan setidaknya sudah ada lebih dari 25 mutasi varian Delta di Indonesia. (Foto: Courtesy/Biro Setpres RI)

Menurutnya, berdasarkan penelitian awal menunjukkan bahwa mutasi dari varian omikron tersebut mencapai 50. Dari total jumlah mutasi tersebut telah teridentifikasi varian-varian buruk yang ada di varian COVID-19 sebelumnya seperti alpha, beta, delta dan gamma.

Baca juga   China Desak Negara-negara Barat Bantu Taliban dan Cabut Sanksi

Mutasi yang buruk ini, kata Budi, dibagi menjadi tiga kelompok, yakni kelompok mutasi yang meningkatkan keparahan, mutasi yang meningkatkan transmisi penularan dan mutasi yang meningkatkan escape immunity.

Seorang perempuan berjalan melewati mural bertema virus corona yang menyerukan agar masyarakat selalu menggunakan masker untuk menekan penyebaran COVID-19, di Medan, Sumatera Utara, Indonesia, Senin 1 November 2021. (Foto: AP)
Seorang perempuan berjalan melewati mural bertema virus corona yang menyerukan agar masyarakat selalu menggunakan masker untuk menekan penyebaran COVID-19, di Medan, Sumatera Utara, Indonesia, Senin 1 November 2021. (Foto: AP)

“Untuk kelompok meningkatkan keparahan, sampai sekarang belum ditemukan indikasi bahwa varian omikron ini meningkatkan keparahan. Untuk meningkatkan transmisi penularan, kemungkinan besar dia lebih cepat. Apakah dia bisa escape immnunity? Atau menurunkan kemampuan antibodi dari infeksi atau vaksinasi sebelumnya? Kemungkinan besar iya, tapi balik lagi ini belum dikonfirm,” ungkap Budi.

Sampai saat ini, kata Budi, kasus konfirmasi positif yang berasal dari varian omikron sudah terdeteksi di sembilan negara dengan total 128 kasus. Sedangkan empat negara lainnya masih berupa kasus probable. Varian omikron yang paling banyak terdeteksi sejauh ini ada di Afrika Selatan, Bostwana, Inggris, Hong Kong dan Australia.

“Kita juga melihat risikonya ke Indonesia bagaimana? Untuk negara-negara yang sudah terkonfimasi ada, yang paling banyak penerbangan ke Indonesia adalah Hong Kong, Italia dan Inggris baru Afsel. Untuk negara-negara yang kemungkinan ada (kasus probable) paling besar dari Belanda, dan Jerman,” tuturnya.

Baca juga   PB ESI & Komunitas Esports Gelar Vaksinasi Dan Bansos di Papua

Ia menekankan, sampai saat ini varian Omikron belum terdeteksi di Indonesia.

Tanggapan Ahli Epidemiologi

Dalam kesempatan yang sama, ahli Epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Prof. Iwan Ariawan bersama dengan epidemiologi lainnya mengatakan pemerintah perlu waspada terhadap kemunculan varian omikron tersebut, karena masih banyak yang belum diketahui mengenai varian tersebut. Sehingga tindakan pencegahan seperti yang dilakukan pemerintah saat ini sudah tepat.

“Kami sudah berdiskusi dengan pemerintah mengenai tindakan terbaik yang bisa dilakukan saat ini. Tentunya karena infomasi tentang varian baru ini masih berkembang dan akan dievaluasi dalam dua minggu ke depan. Kita lihat perkembangannya seperti apa, kita bahas lagi yang terbaik tindakan pencegahan untuk Indonesia,” ungkap Iwan.

Sejumlah perempuan mengenakan masker pelindung berbelanja di pasar jalan Gasibu di tengah pandemi COVID-19 di Bandung, Jawa Barat, 31 Oktober 2021. (Foto: Reuters)
Sejumlah perempuan mengenakan masker pelindung berbelanja di pasar jalan Gasibu di tengah pandemi COVID-19 di Bandung, Jawa Barat, 31 Oktober 2021. (Foto: Reuters)

Lebih jauh, Iwan mengimbau kepada pemerintah untuk melarang WNA dari negara yang sudah terjadi transmisi komunitas varian omikron untuk sementara waktu masuk ke Indonesia.

“Artinya yang dilarang masuk itu adalah yang sudah terjadi transmisi komunitas, jadi sudah menyebar populasi di negara itu. Sedangkan di negara-negara yang baru terdeteksi saat di pintu masuk, itu tidak perlu dilarang karena belum menyebar di populasi negara itu, tapi itu kita perlu amati dan perlu segera ubah daftar negara-negara sesuai dengan perkembangan varian omikron ini,” pungkasnya.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING