Connect with us

Headline

Seberapa Efektif Sistem Belajar Dari Rumah Ditengah Pandemi

Published

on

Seberapa Efektif Sistem Belajar Dari Rumah Ditengah Pandemi – Pandemi virus corona telah memaksa pemerintah memindahkan proses belajar siswa-siswi sekolah ke rumah mereka masing-masing.

Akan tetapi, dengan keragaman latar belakang ekonomi hingga akses terhadap teknologi, seberapa efektif sistem belajar dari rumah yang sejauh ini dijalani para pelajar?

Sudah sejak pertengahan Maret lalu sebagian besar pelajar di Indonesia menjalani proses belajar dari rumah di tengah pandemi virus corona.

Dalam situasi darurat tersebut, bukan hanya para siswa yang dihadapkan pada tantangan untuk belajar jarak jauh, tapi juga orang tua.

Dian Chairani salah satunya. Ia tak pernah absen mendampingi putrinya, yang kini duduk di kelas satu sekolah dasar negeri di Jakarta, untuk belajar dari rumah.

Ia menuturkan kekhawatirannya terhadap metode belajar dari rumah yang sejauh ini diterapkan sekolah sang anak.

“Jadi gurunya Cuma ngirim materi lewat WA, difoto, terus dikerjakan. Apakah itu sama, pemahaman dia dengan anak-anak yang lain, itu yang saya pertanyakan, karena kan setiap Ibu mengajarkan tekniknya berbeda-beda nih,” kata Dian, yang kini seratus persen mendampingi buah hatinya belajar di rumah, setelah perusahaannya sempat menjalankan praktik work from home selama satu pekan.

“Pengennya ada kisi-kisi gitu juga, jadi kita yang jadi pendamping anak di rumah ini juga tahu sebenarnya target pembelajarannya ini apa,” sambungnya.

Sementara itu, Quinny, siswi kelas 4 sekolah dasar swasta di Bandung, Jawa Barat, mengaku kesulitan mempelajari mata pelajaran tertentu selama periode belajar dari rumah dua bulan terakhir.

Salah satu metode belajar yang diterapkan sekolahnya adalah menyaksikan program pengajaran yang ditayangkan TVRI.

“Program di TVRI dijelasinnya akunya nggak ngerti, terus tanya ke Ibu. Ibunya harus nyari tahu dulu, biasanya ke Google, jadinya lama cari penjelasannya,” ungkapnya polos.

Feny Citra Febrianti, orang tua Quinny, mengaku bahwa mendampingi anaknya belajar di rumah seratus persen bukan perkara mudah.

Selain berjibaku mencari cara terbaik menjelaskan materi dengan bahasa yang dipahami sang anak, ia juga sempat khawatir dengan pembiasaan pola belajar di rumah.

Di samping itu, ia juga menyayangkan minimnya interaksi guru dan murid selama pelaksanaan belajar dari rumah.

“Minim banget, dari sekolahnya dia itu ada dua kali, jadi hanya beberapa kali ada kasih menerangkan. Itu tidak live, jadi dia kayak share video, biasanya link ke YouTube. Tapi setelah itu nggak ada lagi,” tutur Feny.

“Anaknya juga pengennya dijelasin sama guru, jadi minimal baik untuk materi baru maupun materi lama, lebih baik ada penjelasan lagi. Bisa aja udah lupa, bisa aja sebenarnya anaknya belum paham,” harapnya.

Disparitas Jawa-Luar Jawa, Si Miskin dan Si Kaya

Dalam hal aktivitas belajar yang disesuaikan dengan kondisi siswa, nasib pelajar di daerah terpencil dengan infrastruktur yang minim berada di ujung tanduk.

Anggi Crestamia, guru relawan dari program Indonesia Mengajar yang tengah mengabdi di Kepulauan Yapen, Papua, khawatir akan pendidikan muridnya di sana.

Pasalnya, desa tempatnya mengajar belum dialiri listrik, sehingga tidak memungkinkannya melakukan pengajaran jarak jauh secara daring.

“Kalau untuk tugas atau belajar dalam bentuk apa, sampai saat ini pun aku belum kembali ke desa, jadi belum sama sekali aku ngasih kayak PR sama mungkin LKS, belum sempat,” ujar Anggi.

Anak-anak Taman Kanak-kanak diajar untuk menggunakan penyanitasi tangan di Jakarta (foto: ilustrasi).
Anak-anak Taman Kanak-kanak diajar untuk menggunakan penyanitasi tangan di Jakarta (foto: ilustrasi).

Untuk sementara, dirinya dan sejumlah guru lain mencoba memberikan pelajaran melalui siaran Radio Republik Indonesia setiap harinya.

“Dari RRI itu sendiri memberikan waktu kepada guru2 untuk mengajar via radio, begitu. Jadi itu mungkin salah satu solusi pertama misalkan ternyata sampai Juli kita belum bisa masuk ke desa,” jelasnya.

Menurut hasil survei KPAI, di Papua sendiri, 54% pelajar sama sekali tidak melakukan pembelajaran sejak kebijakan belajar dari rumah diterapkan. Senada dengan pengakuan Anggi, faktor minimnya infrastruktur menjadi alasan utama.

“Tidak ada listrik, tidak memiliki handphone, jarak rumahnya jauh-jauh, gurunya tidak bisa kemudian melakukan proses ini semua. Guru kunjung tak ada. Papua tidak terjadi pembelajaran selama hampir 2 bulan,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti.

“Ini menjadi problem di mana ada anak-anak yang tidak terlayani secara hak atas pendidikan. Disparitas Jawa-luar Jawa pun nampak dengan sangat jelas,” tandasnya.

Disparitas Jawa-luar Jawa maupun kesenjangan antara si kaya dan si miskin diakui Retno merupakan masalah lama di bidang pendidikan yang seharusnya sudah bisa diantisipasi pemerintah ketika situasi darurat, seperti pandemi, terjadi.

Meski demikian, ia menganggap yang paling genting yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah mengeluarkan kurikulum darurat yang bisa dijadikan panduan sekolah dalam menavigasi proses belajar-mengajar jarak jauh dengan baik sehingga hak pendidikan anak-anak Indonesia bisa terpenuhi seutuhnya.

Kurikulum Eksisting Tak Harus Dituntaskan saat Belajar dari Rumah

Keresahan orang tua tercermin dalam survei evaluasi pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk siswa dan guru yang digelar Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) pada bulan April.

Survei yang melibatkan 1.700 siswa SD hingga SMA dari 20 provinsi dengan latar belakang ekonomi yang berbeda-beda itu menunjukkan bahwa 79,9% responden tidak berinteraksi dengan guru mereka selama PJJ. Sisanya, sebagian besar interaksi dilakukan hanya dalam konteks pemberian dan pengumpulan tugas.

Sementara itu, terkait kesulitan yang dihadapi siswa selama PJJ, 77,8% responden mengaku kewalahan dengan tugas menumpuk yang diberikan, sementara 42,2% di antaranya mengeluhkan biaya kuota internet yang dibutuhkan untuk merampungkan tugas.

“Hasil survei kami menyatakan bahwa para guru tuh ngejar target penyelesaian kurikulum loh. Kenapa tugas demi tugas dilakukan, itu karena kurikulumnya harus dia selesaiin,” ungkap Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti.

“Ketika kami bertanya apakah ada panduan dari dinas untuk tidak menyelesaikan (kurikulum)? Ya nggak. Apakah tahu permen nomor 4 untuk tidak menyelesaikan? Nggak tahu. Itu kan menunjukkan bahwa main kasih suratnya ke kepala dinas, main kasih surat lagi kepala dinas kepada kepala sekolah, kepala sekolah tidak mempelajari, tidak lihat detil, tidak membantu guru,” lanjutnya.

Surat yang dimaksud adalah Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Di dalamnya, disebutkan empat ketentuan proses belajar dari rumah, pertama, untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa tanpa terbebani penuntasan kurikulum;

kedua, fokus pada pendidikan kecakapan hidup, misalnya soal pandemi Covid-19;

ketiga, aktivitas dan tugas disesuaikan dengan minat dan kondisi masing-masing siswa;

serta keempat, evaluasi siswa/i bersifat kualitatif, bukan kuantitatif.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Gaya Hidup

4 Karakter yang Harus Dipunya Seorang Pemimpin Sukses

Published

on

Berbicara tentang kepemimpinan, hal yang paling utama  adalah integritas dari seorang pemimpin. Sedikitnya ada tiga faktor dalam kepimpinan diantaranya, integritas, komunikasi efektif dan pengaruh.

GENCILNEWS – Jika ketiga faktor tersebut ada dalam diri seorang pemimpin maka dia merupakan pemimpin yang berkualitas dan sukses.

Namun, ada hal yang menarik lagi dari seorang pemimpin sukses yakni dia dapat mendorong bawahannya menjadi seorang yang sukses – tidak hanya dirinya yang sukses tapi bawahnnya pun bisa sukses. Inilah  kehebatan dari seorang pemimpin sukses.

Tidak dipungkiri lagi, gaya dan langkah seorang pemimpin akan selalu diikuti oleh para bawahan, hal tersebut dikarenakan mereka sudah respect terhadap pemimpin tersebut.  Setiap orang adalah pemimpin dan mereka akan terus belajar untuk menjadi pemimpin yang baik.

Pemimpin yang baik adalah mereka yang mempunyai nilai plus di mata pengikutnya serta nilai-nilai tersebut dapat diserap dengan mudah oleh mereka. Jika Anda seorang pemimpin, pastikan Anda mempunyai nilai sehingga bisa mengubah mereka lebih baik dan tentu sukses.

John Maxwell mengatakan jika kita fokus kepada orang lain maka dunia akan terbuka untuk kita. Jika diterjemahkan kalimat John Maxwell tersebut dengan arti ‘membantu mereka sehingga menjadi sukses’. Tidak hanya suskses namun mereka dapat mempunyai nilai sehingga bermafaat bagi dirinya dan orang di sekitarnya.

Beberapa hal Anda dapat dikatakan seorang pemimpin sukses, antara lain:

#1 Lihatlah bawahan sebagai sukses terbesar Anda
Seorang pemimpin akan selalu mensupport bawahannya untuk sukses dengan cara membantu mereka menjadi sukses. Anda bisa menanyakan kepada mereka apa mimpin terbesarnya, selanjutnya arahkan dan bantu mereka untuk mencapainya. Sejatinya jika mereka sukses maka hal tersebut merefleksikan Anda seorang pemimpin sukses.

#2 Apresiasi mereka
Setiap orang menginginkan sukses dan bernilai di mata orang lain. Apresiasi semua usaha yang telah mereka lakukan – memberikan pujian akan membuat mereka merasa diperhatikan dan termotivasi.

#3 Kenali mereka
Dengan mengenali mereka lebih detail akan menguntungkan bagi Anda dan tentu, mereka akan lebih respect kepada Anda. Kenali posisi dan job desk mereka, keluarganya dan yang paling penting Anda bisa mengetahui harapan dan mimpi mereka.

#4 Bekali mereka dengan pengetahuan
Ajak dan arahkan mereka untuk terus meng-upgrade ilmu dan keahliannya. Pelatihan untuk mereka juga terkadang penting dilakukan sehingga mereka lebih percaya diri. Serta berilah kesempatan kepada mereka untuk terus mengembangkan pengetahuannya.

Intinya, seorang pemimpin sukses itu adalah mereka yang dapat membantu dan mengakomodir harapan dan mimpi para pengikutnya – apalagi sampai mereka menjadi sukses. Jika hal tersebut bisa Anda lakukan maka Anda sudah termasuk pemimpin yang sukses. (bns)

 

Continue Reading

Gaya Hidup

Awal Mula Interaksi Kucing dan Manusia

Published

on

Jauh sebelum kucing jadi kesayangan di Facebook dan YouTube, mereka telah berinteraksi dengan manusia sejak jaman purba.

Sebuah studi DNA yang menjangkau masa ribuan tahun yang lalu untuk melacak interaksi tersebut dan menemukan dua bukti penyebaran yang utama dari kawasan Timur Tengah, dimana orang terbukti membawa kucing bersama mereka. Jejak genetik kucing ditemukan dalam perjalanan itu dan masih tampak pada jenis kucing yang ada pada zaman modern.

Para peneliti menganalisa DNA dari 209 kucing purba yang berasal dari zaman setua 9.000 tahun yang lalu yang berasal dari Eropa, Afrika, dan Asia, termasuk beberapa mumi kucing purba asal Mesir.

“Mereka saksi langsung tentang situasi di masa lampau,” ujar Eva-Maria Geigl dari the Jacques Monod Institute di Paris. Ia bersama koleganya yang juga meneliti 28 kucing liar modern dari Bulgaria dan Afrika bagian timur.

Ini adalah indikasi terkini dari kisah yang rumit tentang kucing-kucing yang sudah dijinakkan. Mereka keturunan dari kucing-kucing liar yang belajar untuk hidup di tengah manusia dan jadi lumayan jinak – meskipun beberapa pemilik kucing saat ini mengatakan, mereka tampaknya tidak begitu suka berada di lingkungan manusia.

Proses penjinakkan kemungkinan berawal dari masa 10.000 tahun yang lalu ketika orang mulai menetap di kawasan Bulan Sabit Subur, kawasan berbentuk lengkungan yang mencakup pantai timur Laut Mediterranea dan daratan sekitar sungai Tigris dan Eufrat. Mereka menyimpan gandum, sehingga menarik hewan pengerat, yang akhirnya menarik kucing-kucing liar. Hewan-hewan yang ada di tumpukan sampah tampaknya telah menarik mereka juga. Seiring dengan berjalannya waktu, kucing-kucing liar ini beradaptasi pada lingkungan yang dibangun oleh manusia dan membiasakan diri untuk berkeliaran di sekitar manusia.

Studi sebelumnya menemukan seekor kucing yang dimakamkan di samping manusia sekitar 9.500 tahun yang lalu di Siprus, dimana tidak ada kucing yang asli berasal dari pulau itu. Ini adalah indikasi bahwa kucing dibawa dengan perahu dan hewan itu memiliki ikatan khusus dengan orang itu, ujar para peneliti.

Kucing jelas-jelas sudah dijinakkan pada masa sekitar 3.500 tahun yang lalu, dimana pada lukisan tampak kucing ditempatkan di bawah kursi. Ini menunjukkan bahwa saat itu, “kucing sudah jadi bagian dari rumah tangga,” ujar Geigl.

Namun secara keseluruhan proses penjinakkan sulit dilacak oleh para ilmuwan, sebagian karena tengkorak fosil tidak menunjukkan apabila kucing tersebut kucing liar atau sudah dijinakkan.

Lebih mudah untuk membedakan anjing, hewan yang pertama kali kita jinakkan, dari nenek moyang serigalanya. Anjing berevolusi dari serigala dan mulai berinteraksi dengan manusia bahkan sebelum adanya budaya bertani, kemungkinan tertarik oleh sisa-sisa makanan yang ditinggalkan manusia.

Studi baru melacak penyebaran penanda DNA kucing yang bersifat spesifik yang menembus jarak waktu yang panjang, sebuah tanda bahwa orang telah membawa kucing bersama mereka. Hasilnya dirilis hari Senin oleh jurnal Nature Ecology & Evolution.

Studi ini “memperkuat dan menyempurnakan hasil karya sebelumnya,” ujar Carlos Driscoll dari the Wildlife Institute of India. Pengambilan sampel yang bersifat ekstensif dari DNA kucing yang melacaknya hingga ke jaman kuno belum pernah dilakukan, ujarnya.

Para peneliti juga mengamati varian genetik yang menghasilkan bulu dengan pola yang tidak teratur khas kucing modern yang sudah jinak, ketimbang garis-garis menyerupai harimau yang ada pada sepupunya yang masih liar. Pola ini muncul lebih sering pada sampel-sampel yang berasal dari masa sesudah tahun 1300 ketimbang masa sebelumnya, yang sesuai dengan bukti lain bahwa tanda garis-garis pada bulu kucing menjadi sesuatu yang biasa mulai tahun 1700 dan orang mulai mengembang biakkan kucing untuk penampilannya mulai tahun 1800-an.

Berbeda dengan kuda, usaha untuk menjinakkan kucing termasuk terlambat, yang dikembang biakkan untuk tampilannya sejak awal, ujar Geigl.

Fokus sebagian besar studi adalah pada penyebaran kucing pada zaman purba. Pada sampel DNA yang dianalisa, satu jejak genetik yang pertama kali adalah di Turki sisi Asia – dan kemungkinan dahulunya dibawa oleh kucing yang berasal dari kawasan Bulan Sabit Subur – muncul lebih dari 6.000 tahun yang lalu di Bulgaria.

Ini adalah indikasi bahwa kucing telah dibawa kesana dengan perahu ketika para petani pertama melakukan kolonisasi benua Eropa, ujar Geigl. Indikasi ini juga tampak pada masa lebih dari 5.000 tahun yang lalu di Rumania, juga pada masa sekitar 3.000 tahun yang lalu di Yunani.

Jejak genetik kedua, pertama kali muncul di Mesir, telah mencapai Eropa antara abad ke satu dan kelima, sebagaimana ditunjukkan oleh sampel yang berasal dari Bulgaria. Jejak yang berasal dari bandar perdagangan Viking di Eropa utara berasal dari abad ketujuh, dan sampel yang berasal dari Iran berasal dari abad ke delapan.

Menyebarnya kucing di sepanjang Mediterranea kemungkinan dipicu oleh manfaatnya dalam mengendalikan hama pengerat dan hama lainnya di kapal, ujar para peneliti. [ww]

Continue Reading

Bisnis

Mengapa Strategi Marketing Penting untuk UKM

Published

on

GENCIL NEWS – Banyak pelaku UKM datang serta bertanya tentang strategi marketing apa yang paling efektif untuk meningkatkan kinerja bisnisnya. Sebagian besar dari mereka memiliki pemahaman bahwa marketing adalah jualan, padahal marketing belum tentu jualan.

Sebagian lainnya tidak melakukan strategi marketing, karena mereka beranggapan bahwa konsumen akan datang dengan sendiri tanpa kita harus melakukan strategi marketing.

Nah, perlu diketahui bahwa strategi marketing bukan hanya tentang jualan, marketing merupakan konsep strategi menyeluruh untuk memenangkan hati konsumen dan memenangkan persaingan pasar.

Berbicara tentang marketing, berikut ini adalah beberapa poin tentang pentingnya strategi marketing untuk bisnis kita:

1. Marketing berfungsi untuk mengkomunikasikan informasi produk kita ke konsumen. Marketing berperan sentral untuk membangun media channel yang bertujuan untuk mengenalkan produk ke konsumen mulai dari kelebihan produk kita, fitur serta berbagai informasi detail tentang produk.

2. Marketing berperan untuk menghadapi persaingan bisnis. Tidak bisa dipungkiri bahwa bisnis sangat dekat dengan persaingan. Persaingan bisnis merupakan hal yang biasa menjadi ‘makanan’ sehari-hari para pemasar. Strategi marketing seperti strategi harga, strategi produk serta promosi akan menjadi senjata ampuh untuk memenangkan persaingan.

3. Marketing is a blood of company atau darah perusahaan, tanpa strategi marketing yang baik, strategi penjualan akan sulit mencapai hasil yang maksimal. Cashflow tidak akan tercipta tanpa dukungan strategi pemasaran yang baik.

4. Salah satu tujuan penting strategi marketing yang sangat penting adalah untuk membangun merek kita. Merek dalam pengertian yang mendalam diartikan lebih dari sebuah logo. Merek nantinya akan menjadi aset bisnis yang sangat penting untuk memenangkan hati konsumen dan persaingan pasar. Secara sederhana, konsumen akan lebih memilih merek produk yang sudah diketahui atau dipercaya sebelumnya.

5. Strategi marketing sangat dibutuhkan sebagai strategi untuk membangun hubungan dengan konsumen, tidak hanya itu saja pebisnis bisa menerapkan strategi customer retention sehingga konsumen menjadi loyal dan tidak lari ke pesaing

6. Marketing berperan penting untuk mengetahui apa keinginan konsumen. Salah satu ilmu dalam marketing yaitu riset pemasaran berperan untuk mengetahui apa keinginan konsumen serta prilaku konsumen, sehingga pebisnis bisa mengetahui apa keinginan pasar.

7. Marketing berperan untuk melanjutkan inovasi produk kita. Pada dasarnya marketing adalah garda depan dari bisnis kita yang melayani konsumen. Marketing berperan untuk mendengar, melihat serta menganalisis kebutuhan konsumen serta perubahan prilaku konsumen. Kemampuan ini sangat penting untuk membuat inovasi dari produk kita agar produk kita kedepannya bisa memenuhi kebutuhan konsumen

8. Strategi marketing berperan untuk menjaga pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Bisnis dalam jangka panjang akan sangat ditentukan oleh kekuatan merek, kualitas produk, serta komunikasi pemasaran yang berkelanjutan.

Dari beberapa hal tentang pentingnya strategi marketing diatas maka dapat disimpulkan bahwa marketing memiliki peranan sentral untuk mendukung bisnis dan usaha kita tetap berkembang saat ini dan di masa mendatang. Sudahkah kita memaksimalkan strategi marketing? 

Penulis: Hermas Puspito

Continue Reading

TRENDING