Kapal Migran Rohingya Tiba di Aceh

Sebuah perahu berisi 20 orang yang diduga migran etnis Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar tiba di Aceh, Selasa (4/12), kantor berita AFP melaporkan. Mereka berlayar menggunakan perahu kayu yang sudah reyot.

“Kami tidak bisa berkomunikasi dengan mereka karena mereka tidak bisa bicara dalam bahasa Indonesia, Aceh atau bahasa Inggris. Jadi kami tidak tahu banyak tentang mereka,” kata Iswandi, Camat Idi Rayeuk, tempat para pendatang tersebut berlabuh.

Belum diketahui dari mana kelompok pria tersebut, yang diduga berusia 20-40 tahun, berlayar.

Beberapa minggu terakhir otoritas Myanmar dan Bangladesh telah menghentikan perahu-perahu yang membawa para migran Rohingya menuju Malaysia. Sekitar satu juta migran etnis Rohingya Muslim saat ini masih tinggal di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh.

Baca juga   Modernisasi Jaringan Irigasi Rentang Tingkatkan Pasokan Air Bagi 87.840 Ha Sawah

Biasanya para migran Rohingya jarang menggunakan jalur laut sejak otoritas Thailand menumpas jaringan pengungsi pada 2015. Langkah Thailand memicu krisis di seluruh Asia Tenggara karena mengakibatkan sejumlah besar pengungsi Rohingya terdampar di laut.

Tahun itu, ratusan Rohingya berlabuh di pantai-pantai di Aceh dan diterima dengan tangan terbuka.

Namun ada kekhawatiran kelompok Rohingya yang makin putus asa akan nekad menempuh jalur laut, terutama setelah militer Myanmar melancarkan kekerasan tahun lalu yang memaksa 700 ribu orang dari kelompok minoritas itu melarikan diri ke Bangladesh.

April lalu, sekitar 80 Rohingya dengan menggunakan perahu kayu berlabuh di Aceh, beberapa minggu setelah puluhan lainnya tiba di Malaysia. [ft/au]